BAB V ANALISIS DATA
5.5. Sumber Daya
Sumber daya, yaitu menunjuk setiap kebijakan harus didukung oleh sumber daya yang memadai, baik sumber daya manusia maupun sumber daya finansial. Berikut ini merupakan kriteria sumber daya yang dibutuhkan dalam proses implementasi Kebijakan Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Medan Tahun 2011-2031:
a. Sumber daya manusia
Sumber daya manusia adalah kecukupan baik kualitas maupun kuantitas
implementor yang dapat melingkupi seluruh kelompok sasaran. Menurut para informan, kualitas SDM di masing-masing instansi secara umum belum cukup memadai jika dilihat dari jenjang pendidikan sesuai konsentrasi masing-masing. Hal ini bisa dilihat dari komposisi atau kualifikasi pegawai setiap instansi. Jika dihubungkan dengan variabel disposisi implementor di atas, maka dapat dikatakan bahwa pimpinan sebagai pengambil kebijakan masih belum maksimal dalam memfasilitasi bawahannya secara intelektual terhadap kebijakan ini.
Selain dari segi kualitas, segi kuantitas juga sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan Perda ini. Menurut para informan, jumlah para implementor masih kurang memadai. Hal ini dapat terlihat dalam tabel susunan organisasi dan staf yang di kantor dinas Pertaman Kota Medan. Sumber daya manusia yang dimiliki oleh Dinas Pertamanan Kota Medan masih belum cukup memadai dan belum
mampu melaksanakan kebijakan tersebut sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang ada. Berdasarkan data sekunder yang peneliti peroleh dari Dinas Pertamanan Kota Medan dapat dilihat pegawai Dinas Pertamanan Kota Medan yang berjumlah 419 orang di dominasi oleh golongan III (tiga) yang berjumlah 191 orang dan disusul oleh golongan II(dua) yang berjumlah 183 Orang.
Dalam hal ini dapat di simpulkan bahwa kondisi sumber daya di dinas
pertamanan masih sangat kurang memadai karena rata-rata dari jumlah pegawai di dinas pertamanan masih bergolongan III, sehingga dalam pengimplemtasian perda ruang terbuka hijau menjadi terhambat karena kurangnya tenaga yang ahli dalam menangani kasus ruang terbuka hijau. Dari hal yang peneliti amati di lapangan, sangat banyak pegawai di dinas pertamanan tidak mengerjakan tugas dan fungsinya dengan baik, bahkan banyak di antara pegawai yang melakukan hal-hal yang seharusnya tidak di kerjakan pada jam kerja. Dan hal lain yang peneliti amati, di dinas pertamanan sendiri terlalu banyak kapasitas pegawai yang menempati suatu ruangan padahal banyak diantaranya yang hanya duduk bersantai tanpa merasa bersalah melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat seperti menonton pada jam kerja, memainkan handphone dan bercerita antar sesama padahal saat itu jelas-jelas pada jam kerja. Disini peneliti mengamati bahwa di Dinas Pertamanan sendiri terjadi kelebihan kapasitas pegawai yang seharusnya misalnya pekerjaan untuk 5 orang dapat di kerjakan oleh 1 orang saja. Sehingga dapat disimpulkan sumber daya manusia di dinas pertamanan masih kurang efektif dan kurang bermanfaat yang seharusnya apabila suatu instansi banyak kapasitas pegawai seharusnya maka suatu pekerjaan itu menjadi lebih sempurna
dan lebih cepat untuk di laksanakan namun disini kenyataannya banyaknya jumlah pegawai tidak menjadikan suatu kebijakan dapat berjalan lebih baik..
Gambar 5.1.1: Para pegawai yang sedang asik bercerita pada jam kerja b. Sumber daya finasial
Sumber daya finansial adalah kecukupan modal investasi atas sebuah
program/kebijakan. Dengan adanya sumber daya finansial juga akan mendukung segala fasilitas yang dibutuhkan untuk mendukung terlaksananya kebijakan/program. Menurut para informan, dana yang digunakan dalam Implementasi Kebijakan Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Medan berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Medan, Provinsi, dan APBN. Dan fasilitas yang harus dipenuhi tergantung kepentingan SKPD terkait. Sedangkan BKPRD hanya melaksanakan rapat saja dan dananya berasal dari APBD.
Berdasarkan dari hasil wawancara dengan Informan menyatakan bahwa dana yang digunakan dalam Implementasi Kebijakan Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 13 Tahun 2011 berasal dari dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Medan, tepatnya sudah tercantum di dalam APBD. Namun Dinas Pertamanan tidak bisa menyebutkan berapa besar anggaran yang di tetapka dalam APBD tersebut. anggaran tersebut yang dugunakan untuk merawat taman, membuat taman, meningkatkan kualitas taman, dimana di dalam APBD itu sendiri telah tercantum anggaran untuk RTH.
Informan juga memberikan penjelasan tentang sumber dana untuk RTH
Harusnya APBD kota Medan untuk membeli lahan-lahan untuk RTH. Didalam APBD kota medan sudah ada tercanum dana yang digunakakan untuk pembebasan lahan untuk RTH, dana untuk pembangunan dan pelebaran jalan, dana untuk fasilitas jadi yang mana yang mau didahulukan dan yang lebih penting. Tergantung dari dinas Pertamanan apakah ada mengajukan dana untuk pembebasan lahan untuk RTH. Semua tergantung dari instansi masing-masing apakah ada atau tidak mengajukan dana ke APBD Kota Medan. Kalau misalnya sudah di ajukan barulah dana tersebut dialokasi kan jika keuangan Pemko Medan mencukupi. Namun menurut informan anggaran untuk pengimplemtasian kebijakan ruang terbuka hijau masih jauh dari yang diharapkan namun dinas pertaman tetap memaksimalkan dari dana yang ada.
c. Fasilitas
Menurut keterangan informan fasilitas yang terdapat pada Dinas Pertamanan Kota Medan belum memadai namun fasilitas yang disediakan oleh Dinas Pertamanan di RTH yang dapat digunakan oleh masyarakat adalah fasilitas yang di gunakan untuk berolahraga peralatan aerobic, bangku-bangku taman, jogging track, tempat bermain sepeda, ada juga lapangan futsal, lapangan volley, kemudian ada juga untuk berekreasi dan Dinas Pertamanan juga telah menyediakan CPG (children play Group), ada juga fasilitas ibadah seperti mushalla dan koneksi internet (wifi).
Namun dalam hal ini Fasilitas bermain anak-anak yang ada di kota Medan masih belum memadai, meski demikian Dinas Pertamanan berjanji akan melakukan pembenahan agar fasilitas untuk anak-anak semakin membaik. Informan juga menambahkan dalam waktu dekat Taman Lilik Suheri akan dibenahi yang akan digunakan untuk arena bermain anak-anak.
Dinas pertamanan sendiri ada punya mobil sampah, mobil tangga untuk perbaikan listrik juga ada, mobil penyimaram tanaman, semuanya lengkap. Sehingga apa bila terjadi permasalahan dilapangan seperti lampu jalan yang rusak maka dinas pertamanan sudah bisa mengatasi hal tersebut dengan cepat.
Berdasarkan hasil kuesioner Tabel 4.16 mengenai bagaimana fasilitas
yang disediakan di ruang terbuka hijau diketahui bahwa sebanyak 1 informan (4%) menyatakan fasilitas yang diberikan atau disediakan dinas terkait sangat memadai, dan 8 orang informan (32%) menyatakan fasilitas yang diberikan atau disediakan dinas terkait memadai, dan 3 orang informan (12%)menyatakan bahwa fasilitas yang diberikan atau disediakan dinas terkait cukup memadai, 13
orang informan (53%) menyatakan menyatakan bahwa fasilitas yang diberikan atau disediakan dinas terkait tidak memadai.
Dengan demikian dari segi sumber daya finansial sudah cukup mewadahi terlaksananya Perda ini. Dan variabel sumber daya sangat berpengaruh terhadap implementasi Perda ini, karena SDM yang memadai secara kuantitas maupun kualitas akan memudahkan tercapainya tujuan daripada Perda ini. Demikian juga dengan dukungan finansial yang menjadi penyokong utamanya, karena tanpa dukungan finansial, Perda ini akan sangat sulit diimplementasikan.