BAB IV UPAYA KOMUNITAS RUMAH DEDIKASI INDONESIA
B. Bentuk Penanaman Nilai Pendidikan Islam pada Anak
Berdasarkan hasil wawancara yang diperoleh dari informan, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia (KRDI) dalam menanamkan nilai pendidikan Islam pada anak jalanan di Kota Makassar, seperti yang dikatakan oleh informan Febriansha seorang pembina di Komunitas Peduli Anak Jalanan (KRDI) upaya yang diberikan dapat berupa edukasi. Sebelum dibina di Komunitas ini, anak jalanan akan sama dengan anak jalanan pada umumnya, yakni dari segi pendidikan yang minim dikarenakan aktivitas mereka yang dominan di jalanan jadi untuk persoalasan pendidikan ataupun belajar mereka sering terabaikan. Dilihat dari segi ekonomi mereka jelas berada di kelas masyarakat bawah itulah sebabnya mereka terbiasa hidup bebas di jalan dan mencari tambahan biaya di jalanan dengan mengemis, memulung, mengamen dan menjual koran. Disisi lain mereka juga cukup bebas, dalam artian sulit diatur ketika mengikuti pembinaan (belajar) dari Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia (KRDI), tutur kata yang kasar seringkali menjadi bahasa mereka, kadang menguras kesabaran akan tetapi para pembina dan relawan di Komunitas
8Profil Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia
52
ini sudah terbiasa akan hal seperti itu karena mereka (anak jalanan) memang sudah terbiasa hidup bebas di jalanan mulai dari pagi hingga malam. Olehnya itu, para pembina dan relawan mengatasi hal tersebut dengan cara memberikan sebuah permainan (games) yang di dalamnya terdapat poin pendidikan atau pengajaran yang nantinya mereka bisa mengambil pelajaran dari permainan tersebut.9
Sebagaimana yang dikemukakan oleh Nurjannah selaku pengajar di Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia bahwa:
“Langkah yang telah teman-teman dedikasi tetapkan merupakan sebuah tantangan besar untuk mendidik anak-anak dengan latar belakang dan lingkungan yang kurang sehat, serta pembimbingan akhlak dan moral pada para pemulung. Jelas ini bukan hal yang mudah, namun Insya Allah hati kami teguh karena kami bersama Allah. Sampai sekarang, kami masih terus berjuang mewujudkan impian. Membantu anak-anak sekolah secara gratis sampai meraih gelar pendidikan. Program jumat berkah terus berlanjut.
Adanya partisipasi donatur, komunitas luar dan pemerintah. Mengajar dan memotivasi ibu- ibu pemulung, serta membangun Sekolah Impian yang ikonik dengan siswa-siswi cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia.”10
Pada Komunitas Peduli Anak Jalanan (KRDI) para pembina dalam menghadapi anak jalanan tidak serta-merta langsung mendikte mereka untuk mengikuti kemauan pembina, tetapi bagaimana para pembina mengikuti arus mereka, mengambil perhatian mereka dengan berbagai pendekatan yang lebih halus, kemudian para pembina mencoba mengarahkan anak jalanan perlahan-lahan, dengan tujuan supaya mereka perlahan-lahan juga terbiasa dengan aktivitas yang diberikan oleh para pembina Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia (KRDI) sampai mereka benar-benar semangat dalam belajar.
9Febriansha, (29 Tahun), Pembina Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, Wawancara, di Sekretariat Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, 6 Januari 2023.
10Nurjannah, (27 Tahun), Pengajar Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, Wawancara, di Sekretariat Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, 13 Januari 2023.
53
Melihat kondisi anak jalanan maka upaya menanamkan nilai pendidikan Islam pada anak jalanan yang diterapkan oleh Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia (KRDI) dengan memberikan pembinaan dan pembiasaan. Sebagaimana dikemukakan oleh Sahrani selaku pengajar di Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia bahwa:
“Upaya penanaman nilai pendidikan Islam yang kami terapkan lebih berfokus dengan mengaji dan menghafal al-Qur‟an, juga mengutamakan pendidikan karakternya, mengajari adab pada anak jalanan”11
Terkait dengan upaya dalam menanamkan nilai pendidikan Islam maka hasil wawancara dengan salah seorang pengajar, Nur Jannah menyatakan bahwa:
“Sejauh ini lebih kepengenalan al-Quran, kami fokusnya ke situ, pengenalan sekaligus melatih mereka (anak jalanan) atau mengajak mereka untuk menghafalkan ayat perayat, jadi memang belum banyak bisa dilakukan tapi kami berharap hal kecil tersebut memiliki impact yang besar untuk mereka di masa depan, selain itu lebih ke penanaman moral karena anak jalanan identik dengan bahasa yang kasar, jadi kami fokus pada nilai agama dan akhlaknya”12
Upaya dalam menanamkan nilai pendidikan Islam pada anak jalanan di Kota Makassar, antara lain dapat dibagi dalam beberapa bagian yaitu:
1. Pendidikan Agama Islam
Anak jalanan yang di identikkan dengan anak terlantar, kurang perhatian dan minim pendidikan, membuat mereka (anak jalanan) mumpunyai kebiasaan yang buruk seperti perkataan yang kotor, bahasa yang tidak sopan, serta perilaku yang negatif. Metode yang dilakukan para pembina di Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia (KRDI) dalam membina akhlak anak jalanan
11Sahrani, (24 Tahun), Pengajar Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, Wawancara, di Sekretariat Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, 13 Januari 2023.
12Nurjannah, (27 Tahun), Pengajar Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, Wawancara, di Sekretariat Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, 13 Januari 2023.
54
adalah dengan melalui bimbingan Agama Islam. Bimbingan Agama Islam yang di maksud adalah memberikan pengetahuan, penyadaran dan kekuatan pada kemampuan diri sendiri dalam mengatasi problema hidup dan kehidupan sehari-hari.
Proses pemberian pemahaman Agama yang di maksud adalah mengajarkan anak jalanan pengenalan huruf hijaiyah, mengaji, baca tulis al-Quran, hafalan doa- doa, hafalan surah dan lain sebagainya. Sebagaimana informan dari Ketua Umum Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia (KRDI) Sulfikar Asdi ia mengatakan bahwa pendidikan Agama adalah pendidikan yang utama dalam proses menanamkan nilai pendidikan Islam anak jalan karena pendidikan Agama akan menjadi pondasi awal dalam membangun karakter anak jalan, olehnya itu para pembina mengajarkan mereka (anak jalanan) bagaimana cara mengaji, materi tentang Agama seperti Rukun Iman dan Rukun Islam.13
Hal ini juga sejalan dengan Febriansha (Pembina) ia menambahkan bahwa:
“Para pembina juga memberikan target hapalan untuk anak-anak agar ada bekal untuk mereka yang nantinya akan berguna untuk mereka pula. Selain itu, diajarkan juga mengenai nilai-nilai agama dan aplikasinya terhadap kehidupan sehari-hari, dengan pengajaran Agama lewat tingkah laku atau tindakan dapat mempermudah anak jalanan lebih memahami materi yang di berikan oleh para pembina.”14
13Sulfikar Asdi, Ketua Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, Wawancara, di Sekretariat Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, 6 Januari 2023.
14Febriansha, (29 Tahun), Pembina Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, Wawancara, di Sekretariat Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, 6 Januari 2023.
55
Dan syukurnya lagi ketertarikan anak jalanan untuk ikut aktif di Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia (KRDI) karena mereka mau belajar mengaji, hal ini diungkapkan langsung oleh Lisa dan Cinta (Anak Jalanan).15
Olehnya itu para pembina memerlukan metode khusus di mana metode yang akan digunakan harus menyesuaikan dengan karakter anak tersebut.
Pembinaan Agama Islam diharapkan mampu membentuk identitas anak jalanan yang mempunyai ciri khas seorang muslim, baik yang ditampilkan dalam tingkah laku secara lahiriah maupun sikap batinnya.
Upaya yang dilakukan para pembina Komunitas Peduli Anak Jalanan (KRDI) dalam rangka membina akhlak anak jalanan yang buruk menjadi baik bukanlah persoalan mudah. Perubahan akhlak tidak akan terjadi hanya dengan melakukan satu atau dua kali melainkan perlu pembiasaan dan usaha terus menerus. Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia (KRDI) terus berupaya sebaik mungkin dan berusaha memberikan bimbingan Agama Islam yang efektif bagi anak jalanan agar tercapai perubahan sesuai harapan, hal ini dilakukan dengan penuh kesabaran dan bimbingan yang dilakukan terus menerus.
2. Pendidikan Karakter
Anak jalanan sering disebut sebagai anak bebas, tidak mau diatur, berperilaku negatif seperti bicara kasar, kotor, serta sikap tidak sopan kepada orang yang lebih tua dari mereka, tidak lain karena kurangnya perhatian orang tua serta lingkungan yang tidak mendukung, mereka berada di jalan tanpa ada kontrol dan perhatian menyebabkan anak jalanan berperilaku anormatif.
15Cinta, Lisa, (10 Tahun), Anak Jalanan di Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, Wawancara, di Sekretariat Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, 6 Januari 2023.
56
Salahsatu upaya dalam penanaman nilai pendidikan Islam pada anak jalanan ialah dengan pendidikan karakter, seperti yang dikemukakan oleh Sulfikar Asdi bahwa:
“Adanya pendidikan karakter mereka (anak jalanan) punya sesuatu yang akhirnya membuat mereka tidak cepat terpengaruh sama lingkungan sekitar, mereka punya prinsip untuk membantu mereka bertahan di tengah kerasnya kehidupan. Dalam hal ini karakter sangat penting dalam membangun kepribadian yang baik dan mental yang kuat untuk anak jalanan.”16
Upaya pembentukan karakter, pembina melakukan dua metode ada yang melalui pemberian materi dan ada yang diberikan secara langsung dalam artian di contohkan secara langsung sikap, sifat, atau perilaku yang baik oleh para pembina. Sedangkan pemberian materi sepeti yang dikatakan oleh Nurjannah (pengajar), semua materi yang memang dibutuhkan anak-anak dalam membentuk karakter atau moral mereka kita ramu menjadi satu materi yang terstruktur, contoh pemberian materi dasar seperti pengajaran kata maaf, terimakasih, dan tolong.17 Ditambah juga pendapat dari Febriansha (pembina) ia mengatakan bahwa pembelajaran untuk pembinaan karakter tidak hanya diberikan lewat materi saja akan tetapi aktualisasinya. Pembina merasa mudah memberikan materinya secara langsung, namun anak merasa kesulitan dalam memahami pesan itu apabila pembinanya tidak memberi contoh tentang pesan yang disampaikannya.
Olehnya itu, memberikan contoh lewat keteladanan sangat mudah dengan memberikan gambaran kepada anak jalanan bahwa perilaku yang baik itu seperti ini. Jannah menambahkan bahwa berbicara dengan mereka (anak jalanan)
16Sulfikar Asdi, (24 Tahun), Ketua Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, Wawancara, di Sekretariat Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, 6 Januari 2023.
17Nurjannah, (27 Tahun), Pengajar Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, Wawancara, di Sekretariat Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, 13 Januari 2023.
57
kita harus sopan dan salah satu cara untuk menggambarkan tata karma, bicara yang santun kepada mereka adalah dengan menggunankan kata “Ki” contoh:
„minta tolong ki ambil dulu ini dek‟, „kesitu ki dulu dek‟, seperti itu.
Keteladan memang sangat mudah mereka tangkap karena ketedalanan merupakan salah satu metode pendidikan yang diterapkan Rasulullah saw. dan paling banyak pengaruhnya terhadap keberhasilan dalam mendidik anak-anak.
Banyak yang berpendapat bahwa pembinaan dengan keteladan merupakan metode yang paling berhasil dalam menumbuhkan kebiasaan akhlak karimah seperti jujur, adil, sopan dan sebagainya karena anak mempunyai sifat meniru apa yang dia lihat. Apabila anak telah terbiasa berbuat baik maka akan tertanamlah rasa itu ke dalam jiwanya dan menjadi salah satu unsur kepribadiannya.
3. Pendidikan Umum
Pendidikan langkah selanjutnya yang menjadi upaya Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia (KRDI) dalam menanamkan nilai pendidikan Islam pada anak jalanan adalah pendidikan umum. Sebagaimana yang dikatakan oleh Cinta dan Lisa bahwa pengajaran yang mereka dapatkan adalah belajar berhitung, baca tulis, bahasa Inggris dan lain-lain.18
Pendidikan sangatlah penting guna mendapat masa depan yang lebh baik . Tetapi justru banyak anak yang memutuskan tidak bersekolah demi mencari uang di jalan. Sebagaimana yang ungkapkan Sulfikar Asdi (ketua) ia mengatakan mereka belajar secara umum tentang apa yang kami rasa kurang dari mereka.
18Cinta, Lisa, (10 Tahun), Anak Jalanan di Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, Wawancara, di Sekretariat Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, 6 Januari 2023.
58
Khususnya anak-anak yang kita didik, ada yang bersekolah sampai kelas 5 SD akan tetapi mereka tidak tau baca tulis.19
Pengetahuan umum juga penting untuk diajarkan kepada mereka karena memang anak jalanan sangat butuh pengetahuan tambahan dalam artian untuk kapasitas seperti mereka memang butuh dengan kelas khusus agar apa yang diajarkan kepada mereka betul-betul dapat dia serap/ tangkap dengan baik. Hal ini sejalan dengan dengan pendapat Iqbal (pengajar) dia mengatakan bahwa pendidikan umum yang kami berikan merupakan pendidikan yang kami anggap kurang untuk mereka, jadi ada pengulangan pembelajaran walaupun mereka sudah mempelajarinya akan tetapi menurut kami belum mencakup secara keseluruhan, tetap kami ajarkan kepada mereka.20
4. Pembinaan Minat dan Bakat.
Upaya terakhir yang dilakukan Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia (KRDI) dalam menanamkan nilai pendidikan Islam anak jalanan adalah pemberian bimbingan minat dan bakat. Dalam hal ini konteks pendidikan luar sekolah dengan memberikan pengetahuan tentang keterampilan atau kemampuan yang ada dalam diri anak-anak secara natural yang mana tugas dari para pembina mengembangkan dan mencari tahu kelebihan dari anak jalanan.
Begitu kerasnya kehidupan di jalanan, mereka tidak memiliki bekal sedikit pun, baik itu berupa pengetahuan maupun keterampilan yang dapat menunjang masa depannya, sehingga membuat mereka semakin termarjinalkan dari
19Sulfikar Asdi, (24 Tahun), Ketua Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, Wawancara, di Sekretariat Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, 6 Januari 2023.
20Iqbal Eka Yulianto, (25 Tahun), Relawan Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, Wawancara, di Sekretariat Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, 6 Januari 2023.
59
kehidupan masyarakarat. Bekal keterampilan sangat diperlukan oleh anak jalanan guna meningkatkan kualitas dan kuantitas diri mereka agar mereka dapat juga berkembang dengan baik seperti anak pada umumnya.
Menurut Sulfikar, dalam pengajaran minat bakat kita (para pengajar) mengolah dan menstimulus mereka untuk akhirnya mendapatkan apa yang kira-kira mereka (anak jalanan) bisa dan mengarahkan mereka untuk sesuai dengan fasion/ bakat mereka.21 Dalam hal ini para relawan mengenalkan berbagai macam kegiatan yang berhubungan dengan minat dan bakat, sehingga anak jalanan dapat mengetahui apa yang cocok untuk mereka dalami. Sahrani juga menambahkan pembinaan minat dan bakat mereka kita asah pengetahuannya biar mereka tahu bakatnya mereka di mana, fokusnya kemana dan akhirnya anak jalanan bisa memafaatkan hal tersebut untuk tidak turun kejalanan lagi.22
Metode yang digunakan dalam memberikan pengajaran minat dan bakat lebih kepada prakteknya, dapat berupa keterampilan atau kerajinan, games, dan lain sebagainya. NurJannah juga menambahkan bahwa materi yang diajarkan kepada anak jalanan berupa pengenalan profesi, cita-cita dan segala sesuatu yang berhubungan dengan hal yang dapat menunjang minat dan bakat anak jalanan.
Persoalan cita-cita, anak jalanan juga memiliki cita-cita yang membuat mereka termotifasi untuk menjadi orang yang sukses dan tidak terpuruk dengan kondisi mereka saat ini.23 Lisa mengatakan bahwa ia akan menjadi seorang Tentara
21Sulfikar Asdi, (24 Tahun), Ketua Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, Wawancara, di Sekretariat Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, 6 Januari 2023.
22Sahrani, (24 Tahun), Pengajar Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, Wawancara, di Sekretariat Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, 6 Januari 2023.
23Nurjannah, (27 Tahun), Pengajar Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, Wawancara, di Sekretariat Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, 6 Januari 2023.
60
Wanita, ketertarikan Lisa dengan cita-citanya membuat ia sungguh-sungguh dalam belajar, ia pun mendapatkan peringkat 2 di kelasnya. Cinta juga menambahkkan bahwa ia ingin menjadi seorang Dokter, tidak lain karena ia ingin menyelamatkan dan menyembuh banyak orang. Cinta tertarik menjadi seorang Dokter karena semenjak Covid 19 mewabah Indonesia.24
Setelah mereka mendapat pembinaan di Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia (KRDI), tentunya ada perubahan yang dapat dilihat dari sisi anak jalanan. Baik itu dari segi pengetahuan, mental, moral dan perilaku. Nurjannah mengatakan sekarang anak jalanan rata-rata sudah bersekolah, sisa sepersekian anak jalanan yang tidak bersekolah atau putus sekolah yang belajar di rumah binaan, dan ada juga anak jalanan yang putus sekolah kembali bersekolah lagi. 25 Iqbal juga menambahkan salah satu faktor anak jalanan turun kejalan adalah karena peran orang tua, yang dulunya orang tua melarang sekarang malah orang tua yang menyuruh anaknya ikut belajar di rumah binaan.26 Sejalan dengan pernyataan sebelumnya, Sulfikar juga menambahkan bahwa
“Anak jalanan mulai sadar akan pentingnya pendidikan. Anak jalanan turun kejalan bukan keselurahan karena faktor ekonomi akan tetapi mereka memang belum sadar akan pentingnya pendidikan. Jadi Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia (KRDI) datang sebagai refleksi untuk mereka kalau pendidikan itu penting untuk mereka ketahuiSegi sikap dan moral anak jalanan, sudah sangat baik yang tadinya sering berbicara kotor dan kasar
24Cinta, Lisa, (10 Tahun), Anak Jalanan di Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, Wawancara, di Sekretariat Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, 6 Januari 2023.
25Nurjannah, (27 Tahun), Pengajar Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, Wawancara, di Sekretariat Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, 6 Januari 2023.
26Iqbal Eka Yulianto, (25 Tahun), Relawan Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, Wawancara, di Sekretariat Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia, 6 Januari 2023.
61 kini perlahan berubah, anak jalanan sudah paham akan etika sopan dan santun.”27
Sekarang rata-rata dominan anak jalan sudah tidak turun lagi ke jalan, ada sebagian anak jalan tetap kejalan mencari uang akan tetapi tidak meminta-minta lagi tetapi dengan cara menjual produk seperti: anak jalan yang menjual tissue, koran, dan lain-lain tidak sekadar minta-minta lagi. Perubahan sikap dan pola fikir mereka sudah berubah walaupun tidak signifikan. Hal ini sejalan dengan pernyataan Lisa yang mengatakan bahwa ia sudah jarang ke jalan untuk mulung dan mengamen.
Pada dasarnya perubahan sikap, moral, perilaku, mental, dan lain-lain pada anak jalanan itu berjalan secara bertahap walaupun tidak berubah secara keseluruhan akan tetapi ada sedikit perubahan yang dapat dilihat dalam diri anak jalanan setelah mendapat binaan di Komunitas Peduli Anak Jalan (KRDI) Makassar.
C. Hambatan dalam Penanaman Nilai Pendidikan Islam pada Anak Jalanan