PROFIL NEGARA INDONESIA DAN ARAB SAUDI
A. Profil Negara Indonesia
2. Sumber Daya Alam
Arab Saudi tidak memiliki sungai atau danau utama. Namun di semenanjung arabia sebelah timur sejumlah sumur artesis dan mata air menjadi sumber air tawar yang memadai, sedangkan di sejumlah wilayah sebelah utara dan timur semenanjung didapati aliran air bawah tanah yang cukup banyak. Iklim di Arab Saudi berbeda jauh antara wilayah pesisir pantai dan pedalamannya. Kawasan pesisir memiliki kelembaban yang tinggi dan
57
Ibid.
58
suhu rata-rata normal (di bawah 380 C) sedangkan kawasan pedalaman sangat kering dan suhu udara rata-rata sangat tinggi (rata-rata 450 C di musim panas) hingga mencapai temperatur ekstrim 540 C. Curah hujan secara umum sangat rendah kecuali di Provinsi Asir bagian barat daya memiliki curah hujan rata-rata 300 mm di bulan Mei dan Oktober akibat terjadinya gejala Monsoon. Di samping memiliki sumber daya minyak yang besar, di Arab Saudi juga ditemukan cadangan gas alam, bauksit, batubara, tembaga, emas, biji besi, fosfat, biji platina, perak, seng dan uranium. Hampir setengah luas daratan Arab Saudi berupa padang pasir tak berpenghuni. Berdasarkan data statistik 2005, hanya 0,09 persen luas lahan yang ditanami. Luas lahan yang diairi oleh irigasi diperkirakan hanya 16200 km2 pada tahun 1998.59
Masalah kelangkaan air bersih menjadi isu tetap hingga saat ini. Di sisi lain, udara yang terlalu kering sering memicu terjadinya badai pasir dan debu yang mengganggu aktifitas transportasi. Ketiadaan sumber daya air permukaan seperti sungai dan danau menyebabkan pemanfaatan air tanah yang berlebihan. Isu lain adalah masalah tumpahan minyak di perairan pantai yang menyebabkan pencemaran lingkungan.60
3. Perekonomian dan Komoditas Ekspor-Impor
Arab Saudi memiliki tingkat ketergantungan yang sangat tinggi terhadap kegiatan produksi dan ekspor migas. Sebagai akibatnya, negara ini
59
http://www.pks-arabsaudi.org/pip/?pilih=hal&id=3, artikel diakses pada 12 Juni 2011.
60
menghadapi tantangan yang cukup berat dalam hal penganekaragaman kegiatan ekonomi. Nilai produksi minyak Arab Saudi tercatat tertinggi di dunia yaitu mendekati 11 juta barrel per hari (2005). Nilai produksi ini, dengan jumlah cadangan minyak yang terbukti saja (261,9 milyar barrel) dapat bertahan stabil hingga 50 tahun ke depan. Perusahaan minyak Arab Saudi (Saudi Aramco) yang telah dinasionalisasi pada tahun 1988 mengontrol penuh kegiatan produksi sumber daya alam yang vital ini.61
Selain minyak bumi, cadangan gas alam sebesar 235 trilyun ft3 yang ditemukan di Arab Saudi adalah yang terbesar keempat di dunia. Tahun 2002 lalu pemerintah Arab Saudi telah menyelesaikan pembangunan pabrik gas alam terbesar di dunia yang berlokasi di daerah Hawiya.62 Kekayaan yang sangat besar yang didapat dari minyak, sangat membantu permainan dan pembentukan kekuatan peran dari keluarga Kerajaan Saudi baik di dalam maupun luar negeri. Wilayah ini dahulu merupakan wilayah perdagangan terutama di kawasan Hijaz antaraYaman-Mekkah-Madinah-Damaskus dan Palestina. Pertanian dikenal saat itu dengan perkebunan kurma dan gandum serta peternakan yang menghasilkan daging serta susu dan olahannya. Pada saat sekarang digalakkan sistem pertanian terpadu untuk meningkatkan hasil-hasil pertanian.63
61
http://www.pks-arabsaudi.org/pip/?pilih=hal&id=3, artikel diakses pada 12 Juni 2011.
62
Ibid.
63
Perindustrian umumnya bertumpu pada sektor minyak bumi dan petrokimia, terutama setelah ditemukannya sumber sumber minyak pada tanggal 3 Maret 1938. Selain itu juga untuk mengatasi kesulitan sumber air selain bertumpu pada sumber air alam (oase) juga didirikan industri desalinasi air laut di kota Jubail. Sejalan dengan tumbuhnya perekonomian maka kota-kota menjadi tumbuh dan berkembang. Kota-kota-kota yang terkenal di wilayah ini selain kota suci Mekkah dan Madinah adalah kota Riyadh sebagai ibukota kerajaan, Dammam, Dhahran, Khafji, Jubail, Tabuk dan Jeddah.
Pertumbuhan ekonomi Arab Saudi berkembang cukup baik, mengingat tingginya harga minyak bumi dan gas alam yang merupakan komoditi ekspor utamanya. Secara bertahap pemerintah Arab Saudi telah melakukan diversivikasi sektor pendapatan nasionalnya dengan mendorong berkembangnya sektor lainnya, seperti manufacturing dan industri berat lainnya dan pertanian. GDP Arab Saudi pada tahun 2008 sebesar US$ 464,5 milyar dan DDP per kapita sebesar US$ 15.352 atau mengalami kenaikan sebesar 18,8% dibandingkan tahun 2007 yaitu sebesar US$ 377 milyar. Komposisi alokasi APBN pemerintah Arab Saudi untuk sektor pertanian, air dan prasarana pada tahun 2009 adalah sebesar 10,3 % dari GDP (35,4 miliar SAR). Ekspor Arab Saudi pada tahun 2007 mencapai 874.403 milyar SAR (terdiri dari minyak dan gas bumi, serta produk industri turunannya, logam dasar, makanan, peralatan listrik dll). Impor Arab Saudi pada tahun yang sama
sebesar 338.088 SAR ( terdiri dari peralatan listrik yang tidak diproduksi oleh Arab Saudi, alat transportasi, logam dasar yang tidak dimiliki oleh Arab Saudi, makanan, obat-obatan, tekstil dan produk tekstil, kertas dan produk kertas lainnya). Neraca perdagangan Arab Saudi mengalami surplus. 64
Impor Arab Saudi dari dunia pada tahun 2007 sebesar US$ 90,2 milyar yang terdiri dari produk (Peralatan listrik, transportasi, logam dasar, makanan, obat, tekstil & produk tekstil, kertas dan produk kertas lainnya), naik 29,3% dibandingkan tahun 2006. Dan impor Arab Saudi dari negara partner utama tahun 2007 yaitu : US$ 13,5% ( US$. 12,2 milyar), China 9,6% (US$. 8,7 milyar), Jerman 8,9% (US$. 8 milyar), Jepang 8,7% (US$. 7,8 milyar), Korea Selatan 4,5% (US$ 4 milyar), India 3,4% (US$ 3 milyar), Italy 4,5% (US$ 4,1 milyar), UK 3,9% (US$. 3,5 milyar). Sedangkan impor dari Indonesia pada tahun 2007 sebesar US$ 672 juta (2006) urutan ke 24 dengan share 0,84 %, dan US$. 944,2 juta (2007), naik : 40,5%, urutan ke 22 dengan share 1,03% dari total impor Arab Saudi dari dunia.65
Jumlah pabrik yang berproduksi di Arab Saudi sebanyak 3986 pabrik dengan investasi total sebesar SAR 306 milyar. Industri Kecil dan Menengah merupakan industri dominan, yaitu lebih dari 80%nya. Industri pertambangan berjumlah 1081 pabrik (27,7%) dengan nilai investasi sebesar SAR 39 milyar (13,2%) dari total investasi. Industri kimia dan produksi plastik sebanyak 895
64
http://www.deplu.go.id/riyadh/Pages/TipsOrIndonesiaGlanceDisplay.aspx?IDP =2&IDP2=1&l=id, artikel diakses pada 11 Juni 2011.
65
pabrik (22,9%) dengan nilai investasi sebesar SAR 175,6 milyar (59,2%). Industri bahan bangunan, keramik dan kaca sebanyak 618 pabrik(15,8%) dengan nilai inveatasi sebesar SAR 39,1 milyar(13,25%). Industri bahan makanan sebanyak 605 pabrik (15,5%) dengan nilai investasi SAR 24,8 milyar (8,4%).Pabrik yang berada di Jeddah sebanyak 1065 dengan nilai total investasi sebesar SAR 48 milyar, dengan jumlah tenaga kerja 108.642 orang.66
66
BAB IV
KONTRIBUSI EKSPOR-IMPOR TERHADAP PENDAPATAN NEGARA