BAB IV PEMBAHASAN
4.4 Deskripsi dan Data Temuan Lapangan
4.5.2 Sumber Daya
1. Sumber Daya Manusia
Dalam kebijakan faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi adalah sumberdaya. Sumberdaya merupakan hal penting dalam suatu kebijakan, salah satunya adalah sumberdaya manusia. Sumberdaya manusia yang ada di
Kecamatan Baros Kabupaten Serang cukup mendukung agar Program ini terlaksana dengan baik. Implementor di Kecamataan baros sudah ditempatkan di bidangnya masing-masing sesuai dengan tupoksinya, namun implementor atau pelaksana kebijakan yang ada di Kecamatan Baros ini kurang lengkap. Ada beberapa implementor yang mengundurkan diri sebelum waktunya. Seperti yang diungkapkan oleh (I2-3) yaitu sebagai berikut :
“Di UPK ini sekarang sudah 3 orang, ketua, bendahara dan sekretaris. pernah hanya satu orang dan itu yang menyebabkan keterlambatan dalam pelaporan karena pekerjaan dilakukan sendiri. namun akhirnya bertambah jadi dua orang dan Alhamdulillah sekarang sudah 3 orang.” (Wawancara : Senin, 12 Oktober 2016, 08.40 WIB kantor UPK kecamatan Baros Kabupaten Serang).
Berdasarkan pendapat diatas jumlah sumberdaya manusia atau implementor yang ada di kecamatan baros khususnya bidang UPK pernah mengalami kekurangan sumberdaya manusia yang kemudian mengakibatkan keterlambatan dalam pelaporan. Namun akhirnya sudah lengkap menjadi 3 orang. Hal ini juga diungkapkan oleh (I1-2) yaitu:
“Di Baros ini tidak ada fasilitator teknik dikarenakan fasilitator teknik
mengundurkan diri sebelum waktunya. Jadi masih belum lengkap
impelementornya dan otomatis harus dilimpahkan kepada fasilitator kabupaten.”
(Wawancara : Kamis, 29 September 2016, 04.35 WIB Tempat kediaman Rumah Bapak Latif).
Pendapat diatas dapat diketahui bahwa pelaksana kebijakan yang ada di Kecamatan Baros masih belum lengkap sesuai tupoksinya dikarenakan adanya implementor yang mengundurkan diri.
Berdasarkan pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa sumber daya manusia di Kecamatan Baros kabupaten Serang belum memenuhi tupoksinya. Terdapat beberapa implementor yang tidak menempati tupoksi yang sudah ditetapkan dalam kebijakan PDPM GERBANG UTAMA. Hal ini
mengakibatkan tugas yang dilaksanakan tidak selesai tepat pada waktunya. Namun implementor di Baros sudah bekerja dengan baik dan sesuai prosedur. Hal ini dikarenakan adanya dukungan berupa pelatihan dan finansial atau gaji terhadap para impelementor. Hal ini diungkapkan oleh (I2-4) sebagai berikut:
“Diberikan sosialisasi pemahaman dan pelatihan tentang PDPM GERBANG UTAMA agar para implementor bekerja dengan baik.” (Wawancara : Kamis, 29 September 2016, 12.14 WIB tempat kediaman Rumah Bapak KPMD).
Berdasarkan pendapat-pendapat diatas dapat diketahui bahwa bentuk dukungan yang diberikan kepada implementor adalah diberikannya pelatihan khusus. Diadakan pelatihan kepada pemerintahan desa meliputi pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atau bentuk kegiatan lain yang dapat menunjang pelaksanaan fungsi dan tugasnya. Pelatihan yang akan diadakan di antaranya meliputi: penyusunan peraturan desa, pengawasan terhadap pelaksanaan, pemerintahan, dan pembangunan, pengelolaan penanganan masalah dan perencanaan kegiatan pembangunan yang partisipatif. Juga diberikan dukungan berupa gaji tehadap para pelaksana program. Bentuk dukungan seperti ini sangat menunjang pelaksana program untuk bekerja dengan baik sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Sebagaimana yang diungkapkan oleh (I1-2) sebagai berikut : “Tugas dan wewenang yang diberikan kepada para implementor sudah dilaksanakan dengan baik.” (Wawancara : Senin, 12 Oktober 2016, 01. 35 WIB Kantor Kecamatan Baros Kabupaten Serang).
Implementor di Kecamatan Baros sudah melaksanakan tugasnya dengan baik, hal ini juga didukung karena pengalaman para implementor yang
kebanyakan sudah berpengalaman bekerja di program yang serupa yaitu pemberdayaan masyarakat. Hal yang sama juga diungkapkan oleh (I2-1) yaitu sebagai berikut :
”kemampuan kinerja para implementor sudah tidak diragukan lagi, karena memang para implementor mendapatkan pembinaan untuk menjalankan program juga kebanyakan para implementor berpengalaman dalam program-program seperti PDPM GERBANG UTAMA ini.” (Wawancara : Selasa, 15 November 2016, 09.22 WIB Kantor Fasilitator Kabupaten Serang).
Dari pendapat diatas dapat diketahui bahwa pelaksana program atau impelentor memang kemampuannya sudah tidak diragukan lagi, disamping mendapatkan pembinaan pemahaman program para impelementor juga kebanyakan sudah memiliki pengalam dalam program yang sama yaitu pemberdayaan masyarakat. Hal ini diperkuat oleh ungkapan dari (I2-5)
“kalau untuk implementor disini saya rasa sudah menjalankan tugasnya dengan baik. hal ini dapat dilihat dari latarbelakang pendidikannya, meskipun keilmuannya ada yang tidak sesuai dengan bidangnya, namun impelementor dibekali pelatihan-pelatihan agar jadi pelaksana kebijakan yang sesuai dengan
yang diharapkan.” (Wawancara : Kamis, 29 September 2016, 04.35 WIB ditempat kediaman Rumah Bapak Latif).
Berdasarkan pendapat diatas dapat diketahui bahwa implementor sudah melaksakan tugasnya dengan baik. Hal ini didukung oleh latar pendidikan para impelementor. Meskipun ada implementor yang ditempatkan tidak sesuai dengan bidangnya, namun implementor sudah dibekali ilmu dan pembinaan mengenai pemahaman tentang PDPM GERBANG UTAMA.
Berdasarkan kesimpulan dari pendapat-pendapat diatas dapat diketahui bahwa implementor sudah melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai dengan prosedur PDPM GERBANG UTAMA. Kemampuan para impelementor tentu
didukung oleh latar belakang pendidikan nya juga. Sebagaimana diungkapkan oleh (I2-1) yakni sebagai berikut :
“latar belakang pendidikan untuk yang ditingkat desa itu memang banyak yang hanya lulusan SLTA, tetapi untuk ditingkat kabupaten, kecamatan, dan fasilitator yang memang harus memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam hal melaksanakan program tentunya berlatar belakang sarjana.” (Wawancara : Selasa, 15 November 2016, 09.22 WIB kantor Fasilitator Kabupaten Serang).
Dari pendapat diatas dapat diketahui bahwa para implementor PDPM GERBANG UTAMA di tingkat desa memang banyak yang berlatar pendidikan SLTA, karena para implementor dipilih dari daerahnya itu sendiri. namun untuk ditingkat kecamatan, Kabupaten sudah banyak berlatar pendidikan Sarjana dikarenakan implementor harus memiliki ilmu dan pengetahuan dalam melaksanakan program sesuai dengan bidangnya. Latar belakang pendidikan para implementor bermacam-macam ada yang hanya lulusan SMA dan ada yang sarjana, dan untuk fasilitator memang harus sarjana yang memiliki ilmu sesuai dengan bidangnya. Dan walaupun hanya lulusan SLTA tetapi sudah memiliki kemampuan karena ada pembinaan sebelumnya. seperti yang diungkapkan oleh (I1-1) yakni sebagai berikut :
“kalau untuk tingkat pendidikan alhamdulilah dalam program ini sebagian lulusan sarjana sebagian lagi lulusan sma, walaupun lulusannya tidak sesuai dengan keilmuannya, namun ada pembinaan terhadap para pelaksana program, sehingga tidak kesulitan dalam menjalankan program.” (Wawancara : Senin, 03 oktober 11.20 WIB Kantor BKBPMP Kabupaten Serang).
Berdasarkan pendapat diatas bahwa latar belakang pendidikan para implementor memang ada yang hanya lulusan SMA namun sudah banyak juga yang berlatar pendidikan sarjana, walaupun tidak sesuai dengan keilmuannya
namun pemerintah memberikan pembinaan terhadap para implementor agar tidak kesulitan dalam menjalankan program. Hal ini diperkuat oleh ungkapan dari (I2-3) yakni sebagai berikut :
“sudah banyak yang sarjana dan pastinya memiliki kemampuan dibidangnya masing-masing. Kalau di UPK ini saya sendiri sarjana pendidikan, bendaharanya sarjana ekonomi dan sekretarisnya sedang kuliah SI jurusan bahasa inggris.” (Wawancara : Senin, 12 Oktober 2016, 08.40 WIB Kantor UPK Kecamatan Baros Kabupaten Serang).
Dari pendapat diatas dapat dilihat bahwa implementor PDPM GERBANG UTAMA khususnya di UPK berlatar belakang pendidikan sarjana dan masih ada yang menjalankan pendidikan perkuliahan. Walaupun latar belakang pendidikan tidak sesuai dengan bidangnya, namun sudah ada pembinaan sebelumnya dalam pengelolaan keuangan.
Dari pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa para implementor PDPM GERBANG UTAMA memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Ada yang hanya lulusan SMA dan sudah banyak juga yang sarjana, dan tidak sedikit yang berlatar pendidikan yang tidak sesuai dengan bidangnya. Implementor perangkat Desa memang banyak yang hanya lulusan SMA, dan walaupun demikian para implementor sudah memiliki pengalaman dalam program-program pemberdayaan masyarakat. Para implementor pun diberikan pembinaan agar dapat menjalankan program dengan baik dan sesuai Petunjuk Teknis Operasional PDPM GERBANG UTAMA.
2. Sumberdaya sarana dan prasarana
Dalam suatu Implementasi kebijakan fasilitas fisik juga merupakan faktor penting dalam menjalankan suatu kebijakan. Memiliki imlementor yang sesuai dengan tupoksinya, mengetahui apa yang menjadi tugasnya, tetapi tanpa adanya fasilitas pendukung akan sulit untuk menjalankan suatu kegiatan pelaksanaan program. Dalam pelaksanaan suatu kebijakan jika ingin pelaksanaan dan hasilnya sesuai dengan yang diinginkan maka pembuat kebijakan dan pelaksana kebijakan terkait harus memiliki sarana dan prasanan yang medukung dan memadai dalam pelaksanaan suatu kebijakan. Sebagaimana diungkapkan oleh (I1-1) beliau mengatakan bahwa : “tentunya kami sudah menyediakan fasilitas yang menjadi
kebutuhan para pelaksana program untuk menjalankan program dengan baik.”
(Wawancara : Senin, 03 oktober 11.20 WIB – Kantor BKBPMP Kabupaten Serang).
Berdasarkan hasil wawancara dengan (I1-1) tersebut dapat diketahui bahw fasilitas sudah disediakan oleh dinas terkait untuk para pelaksana program agar menjalankan program dengan baik. Hal ini juga diungkapkan (I1-4) beliau mengakatakan bahwa “Pemerintah sudah menyediakan fasilitas apa saja yang
menjadi kebutuhan masing-masing kelurahan.” (Wawancara : Jumat, 30 september 01.50 WIB Kantor Kelurahan Baros Kec. Baros)
Berdasarkan pendapat diatas dapat diketahui bahwa pemerintah sudah menyediakan fasilitas apa saja yang menjadi kebutuhan masing-masing kelurahan/desa. hal ini sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh (I2-2) ”fasilitas sudah ada, tinggal digunakan saja” (Wawancara : kamis, 8 Oktober 2016, 11.20
WIB Kantor Kelurahan Curug Agung Kec. Baros). Hal ini sesuai dengan apa yang diutarakan oleh (I2-4) “fasilitas sudah ada dari pemerintah dan tidak ada
masalah.” (Wawancara : Kamis, 29 September 2016, 12.14 WIB Rumah Bapak KPMD Pak Edi R Supriyadi).
Berdasarkan hasil wawancara dengan (I2-2) dan (I2-4) dapat diketahui bahwa fasilitas yang dibutuhkan pelaksana program sudah disediakan oleh pemerintah, pelaksana program hanya tinggal menggunakan saja dan tidak ada masalah mengenai pengadaan fasilitas. Hal ini juga diperkuat oleh pernyataan dari (I2-1) yaitu :
“Pemerintah membantu menyediakan fasilitas dari segi mencukupi alat pendukung yang dibutuhkan pelaksana program, dan fasilitas yang disediakan
sudah cukup untuk lancarnya dalam menjalankan program.” (Wawancara : Selasa, 15 November 2016, 09.22 WIB Kantor Fasilitator Kabupaten Serang).
Dari pendapat diatss dapat diketahui bahwa pemerintah sudah menyediakan fasilitas dari segi mencukupi alat pendukung yang dibutuhkan oleh pelaksana program untuk lancarnya dalam menjalankan program.
Berdasarkan hasil wawancara dengan informan-informan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa penyediaan fasilitas dalam PDPM GERBANG UTAMA di Kecamatan Baros Kabupaten Serang sudah dipenuhi dengan baik. Sehingga dapat membantu para pelaksana program menjalankan tugasnya dengan lebih mudah, efektif dan efisien.
3. Sumberdaya lokal
Tujuan Umum PDPM GERBANG UTAMA adalah meningkatnya kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin di perdesaan dengan mendorong kemandirian dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan
pembangunan. Kemandirian disini adalah diantaranya Melembagakan pengelolaan pembangunan partisipatif dengan mendayagunakan sumber daya lokal. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh (I2-5) sebagai berikut :
“Dalam program PDPM ini memang bertujuan meningkatkan partisipatif masyarakat, dengan memberdayakan masyarakat dalam setiap prosesnya. Dan untuk pembangunan di daerah baros ini tidak membayar atau memakai tenaga ahli bangunan, semua masyarakat baros yang ikut dalam pembangunan di desa nya.” (Wawancara : Kamis, 29 September 2016, 04.35 WIB ditempat kediaman Rumah Bapak Latif).
Dari pendapat diatas dapat diketahui bahwa tujuan dari PDPM GERBANG UTAMA dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dan mendayagunakan pembangunan sumberdaya lokal sudah baik. Masyarakat Baros ikut berpartisipasi dalam pembangunan di desa nya dan tidak membayar tenaga ahli bangunan untuk menyelesaikan kegiatan pembangunan. Hal ini juga diungkapkan oleh (I2-1) yakni sebagai berikut :
“memang dalam program ini mengutamakan sumberdaya yang ada di Kecamatan Tersebut baik itu sumberdaya manusia maupun sumberdaya materil, namun karena implementor harus memiliki keahlian atau harus yang berkompeten jadi di kecamatan baros memiliki implementor diluar daerah baros. Untuk sumberdaya materil diutamakan dari baros, namun apabila masih kekurangan mau tidak mau harus membeli diluar. (Wawancara : Selasa, 15 November 2016, 09.22 WIB Kantor Fasilitator Kabupaten Serang)
Dari pendapat diatas bahwa PDPM GERBANG UTAMA mengutamakan sumberdaya yang ada di daerah lokal baik sumberdaya manusia, maupun sumberdaya alam (material). Namun pada kenyataannya fasilitator kecamatan bukan dari daerah Baros karena memang harus memiliki keahlian khusus. Dan untuk sumberdaya material nya pun apabila tidak ada di daerah lokal mau tidak
mau harus membeli dari luar daerah. Sebagaimana diungkapkan oleh (I1-2) sebagai berikut :
“Dalam pengelolaan pembangunan semua masyarakat di Kecamatan Baros terlibat, paling hanya tenaga ahli seperti fasilitator teknik dan fasilitator kegiatan yang tidak berasal dari daerah Baros. Dari sumberdaya alamnya pun sebagian memakai bahan material yang ada di Baros, namun pasti ada kekurangan. Oleh karena itu membeli dari luar.” (Wawancara : Senin, 12 Oktober 2016, 01. 35 WIB Kantor Kecamatan Baros Kabupaten Serang).
Pendapat diatas juga mengungkapkan bahwa terdapat implementor dari Baros yang bukan berasal dari Baros yaitu fasilitator Teknik dan Fasilitator Kegiatannya. Dan untuk materialnya pun diutamakan mengambil dari daerah lokal, tapi karena material tidak lengkap yang ada di Daerah lokal jadi membeli dari luar Baros. Namun untuk yang melakukan pembangunan semua masyarakat dari daerah Barosnya yang terlibat. Sebagaimana diungkapkan oleh masyarakat Baros nya sendiri (I3-1) yakni sebagai berikut :
“kami masyarakat ikut aktif terlibat dalam pembangunan, tidak membayar tenaga kerja, disini seluruh masyarakat yang menjadi tenaga kerja nya.”
(Wawancara : Rabu, 5 Oktober 2016, 03.45 WIB Rumah Tokoh Masyarakat).
Pendapat diatas juga menjelaskan bahwa dalam pembangunan ini tidak membayar tenaga kerja bangunan, pembangunan ini semua masyarakat lokal yang berpartisipasi menjadi tenaga kerja.
Berdasarkan pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan Umum PDPM GERBANG UTAMA dalam mendorong kemandirian dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan pembangunan. Di Baros ini belum optimal pencapaian tujuan Melembagakan pengelolaan pembangunan partisipatif dengan mendayagunakan sumber daya lokal nya. Hal ini dapat dilihat dalam
wawancara yang dilakukan peneliti terhadap informan-informan yaitu sumberdaya manusia untuk tenaga kerja dalam pembangunan memang dai daerah Baros nya sendiri namun untuk sumberdaya manusia sebagai implementor berasal dari luar daerah Baros. Dan untuk sumberdaya alamnya pun (material) tidak sepenuhnya berasal dari Daerah Baros karena memang di Baros nya pun tidak lengkap semua material ada.