HASIL PENELITIAN
4.2 Karakteristik Responden
4.4.1 Sumber Daya
Faktor sumber daya dalam pelaksanaan program imunisasi di Kabupaten Tapanuli Selatan meliputi: tanggung jawab, kesesuaian dengan SOP, berpedoman kepada jumlah cakupan serta modul pelatihan tentang imunisasi.
Hasil penelitian tentang sumber daya dalam pelaksanaan program imunisasi di Kabupaten Tapanuli Selatan dapat dilihat sebagai berikut:
a. Pelaksanaan program imunisasi kurang sesuai dengan tanggung jawab Bidan di Desa dinyatakan sebanyak 38,6% responden. Alasan paling banyak adalah: dalam program imunisasi bukan hanya bidan desa yang terlibat, tetapi juga tenaga kesehatan lainnya.
b. Pelaksanaan program imunisasi sesuai dengan SOP dinyatakan sebanyak 38,6% responden. Alasan paling banyak: kalau kondisi lingkungan/tempat pelaksanaan imunisasi, ketersediaan peralatan serta kurangnya dukungan dana/anggaran, maka sulit melaksanakan kegiatan imunisasi sesuai dengan SOP.
c. Pelaksanaan program imunisasi tidak sesuai dengan jumlah cakupan imunisasi di wilayah kerjanya dinyatakan sebanyak 37,1% responden. Alasan paling banyak: penetapan jumlah cakupan balita lebih sering disesuaikan dengan ketersediaan logistik dan hal ini terkait dengan ketersediaan anggaran untuk program imunisasi.
d. Jumlah balita yang di imunisasi di posyandu kurang sesuai dengan data cakupan yang ditetapkan dinyatakan sebanyak 38,6% responden. Alasan paling banyak: penetapan cakupan balita sendiri seringkali tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan, sehingga pada saat kegiatan imunisasi sering terjadi jumlah sasaran lebih kecil dari yang ditetapkan, serta pada desa lain ada sasaran jauh lebih besar dari kenyataan yang ada di lapangan.
e. Pelaksanaan program imunisasi sesuai dan tidak sesuai dengan modul pelatihan bagi pelaksana imunisasi dinyatakan sebanyak 34,3% responden. Alasan paling banyak: dalam modul pelatihan tentang imunisasi diuraikan berdasarkan kondisi umum di seluruh wilayah Indonesia, padahal setiap darah mempunyai karakteristik masyarakat yang berbeda, sehingga petugas imunisasi harus melakukan upaya tersendiri untuk melakukan kegiatan imunisasi.
Jawaban responden tentang sumberdaya dalam pelaksanaan program imunisasi dapat dilihat uraiannya sebagai berikut :
Tabel 4.6 Distribusi Responden Berdasarkan Sumber Daya dalam Pelaksanaan Program Imunisasi di Kabupaten Tapanuli Selatan
No
Sumber Daya dalam Pelaksanaan Program Imunisasi Jawaban Jumlah Sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai n % n % n % n %
1 Bagaimana menurut Saudari kesesuaian tanggung jawab Bidan di Desa dengan pelaksanaan program imunisasi?
19 27,1 27 38,6 24 34,3 70 100.0 2 Bagaimana menurut Saudari
kesesuaian pelaksanaan program imunisasi dengan SOP yang ditetapkan?
Tabel 4.6 (Lanjutan)
3 Bagaimana menurut Saudari kesesuaian pelaksanaan program imunisasi dengan jumlah cakupan imunisasi diwilayah kerja ?.
23 28,6 21 30,0 26 37,1 70 100.0 4 Bagaimana menurut Saudari
kesesuaian jumlah balita yang diimunisasi di posyandu dengan data cakupan yang ditetapkan ?.
24 34,3 27 38,6 19 27,1 70 100.0 5 Bagaimana menurut Saudari
kesesuaian pelaksanaan program imunisasi dengan modul pelatihan bagi pelaksana imunisasi ?
24 34,3 22 31,4 24 34,3 70 100.0
4.4.2 Kepemimpinan
Faktor kepemimpinan dalam pelaksanaan program imunisasi di Kabupaten Tapanuli Selatan meliputi: kesempatan yang diberikan oleh Kepala Puskesmas untuk mengikuti pelatihan sebagai pelaksana program imunisasi, pemberian umpan balik, pemantauan langsung ke desa, memantau keberadaan/kehadiran Bidan di Desa, serta mendiskusikan tentang sarana kerja Bidan di Desa.
Hasil penelitian tentang kepemimpinan dalam pelaksanaan program imunisasi di Kabupaten Tapanuli Selatan dapat dilihat sebagai berikut:
a. Bidan di desa sebagai pelaksana program imunisasi menyatakan Kepala Puskesmas tidak baik dalam memberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan tentang imunisasi, dinyatakan sebanyak 38,6% responden. Alasan paling banyak adalah: belakangan ini memang jarang ada pelaksanaan pelatihan tentang imunisasi, kalaupun ada pesertanya sangat terbatas.
b. Kepala puskesmas tidak baik dalam memberikan umpan balik sesudah menjalankan pelaksanaan imunisasi, dinyatakan sebanyak 38,6% responden. Alasan paling banyak adalah: kegiatan atau tugas yang diemban kepala puskesmas untuk seluruh program kesehatan sangat banyak, sehingga kurang dapat memberikan umpan balik untuk program imunisasi.
c. Kepala puskesmas tidak baik dalam melakukan pemantauan langsung ke desa dalam pelaksanaan program imunisasi, dinyatakan sebanyak 35,7% responden. Alasan paling banyak adalah: kunjungan kepala puskesmas ke desa biasanya berkaitan dengan kepentingan atau kegiatan lain, jarang hanya untuk memantau pelaksanaan program imunisasi.
d. Kepala puskesmas tidak baik dalam memantau keberadaan/kehadiran Bidan di Desa, dinyatakan sebanyak 37,1% responden. Alasan paling banyak adalah: kalaupun kepala puskesmas melakukan pemantauan, dilakukan melalui informasi dari aparat desa.
e. Kepala puskesmas tidak baik dalam memperhatikan dan mendiskusikan tentang sarana kerja Bidan di Desa (ada atau tidaknya dan kondisi) untuk mendukung pelaksanaan program imunisasi, dinyatakan sebanyak 37,5% responden. Alasan paling banyak adalah: diskusi dengan kepala puskesmas biasanya dilakukan pada saat bidan desa datang ke puskesmas untuk mengambil logistik imunisasi.
Jawaban responden tentang kepemimpinan dapat dilihat uraiannya sebagai berikut :
Tabel 4.7 Distribusi Responden Berdasarkan Kepemimpinan dalam Pelaksanaan Program Imunisasi di Kabupaten Tapanuli Selatan
No Kepemimpinan dalam Pelaksanaan Program Imunisasi Jawaban Jumlah Baik Cukup baik Tidak baik n % n % n % n %
1 Bagaimana menurut Saudari
kesempatan yang diberikan oleh Kepala Puskesmas untuk mengikuti pelatihan sebagai pelaksana program imunisasi ?
17 24,3 26 37,1 27 38,6 70 100.0
2 Bagaimana menurut Saudari Kepala puskesmas dalam memberikan umpan balik sebelum dan sesudah menjalankan pelaksanaan imunisasi ?
19 27,1 24 34,3 27 38,6 70 100.0 3 Bagaimana menurut Saudari Kepala
Puskesmas dalam melakukan pemantauan langsung ke desa dalam pelaksanaan program imunisasi ?
22 31,4 23 32,9 25 35,7 70 100.0 4 Bagaimana menurut Saudari Kepala
Puskesmas dalam memantau keberadaan/kehadiran Bidan di Desa ?
23 32,9 21 30,0 26 37,1 70 100.0 5 Bagaimana menurut Saudari Kepala
Puskesmas dalam memperhatikan dan mendiskusikan tentang sarana kerja Bidan di Desa (ada atau tidaknya dan kondisi) untuk mendukung pelaksanaan program imunisasi ?
22 31,4 22 31,4 25 35,7 70 100.0
4.4.3 Imbalan
Faktor imbalan dalam pelaksanaan program imunisasi di Kabupaten Tapanuli Selatan meliputi: imbalan selain gaji untuk memotivasi meningkatkan cakupan imunisasi, jadwal pemberian imbalan, jenis dan besar imbalan serta kesesuaian dengan tanggung jawab.
Hasil penelitian tentang imbalan dalam pelaksanaan program imunisasi di Kabupaten Tapanuli Selatan dapat dilihat sebagai berikut:
a. Bidan di desa sebagai pelaksana program imunisasi memperoleh imbalan selain gaji setiap bulan yang tidak sesuai, dinyatakan sebanyak 38,6% responden. Alasan paling banyak adalah: program imunisasi merupakan bagian dari tugas dan fungsi sebagai bidan di desa sehingga tidak ada imbalan.
b. Sebanyak 38,6% responden menyatakan imbalan yang diterimanya sesuai untuk memotivasi dalam meningkatkan cakupan imunisasi diwilayah kerja. Alasan paling banyak adalah: peningkatan cakupan imunisasi akan lebih meningkat bila kesejahteraan petugas diperhatikan.
c. Sebanyak 40,0% responden menyatakan jadwal pemberian imbalan yang diberikan sesuai dengan waktunya (perbulan, triwulan, semester). Alasan paling banyak adalah: pemberian imbalan untuk program imunisasi disesuaikan dengan kondisi keuangan puskesmas secara umum.
d. Sebanyak 41,4% responden menyatakan jenis dan besar imbalan yang diterima tidak sesuai dengan hasil kerja. Alasan paling banyak adalah: imbalan diberikan kepala puskesmas melalui koordinator imunisasi jumlahnya sama rata untuk semua bidan desa, tanpa dibedakan bidan yang mencapai target mupun yang tidak mencapai target.
e. Sebanyak 44,3% responden menyatakan imbalan yang diberikan tidak disesuaikan dengan tanggung jawab dan keberadaan/kehadiran bidan di desa. Alasan paling banyak adalah: kalau bidan desa sering tidak berada di desa biasanya tidak diberikan imbalan.
Jawaban responden tentang imbalan dapat dilihat uraiannya sebagai berikut :
Tabel 4.8 Distribusi Responden Berdasarkan Imbalan dalam Pelaksanaan Program Imunisasi di Kabupaten Tapanuli Selatan
No Imbalan dalam Pelaksanaan Program Imunisasi Jawaban Jumlah Sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai n % n % n % n %
1 Bagaimana menurut Saudari imbalan selain gaji
saudari terima setiap bulan?. 23 32,9 20 28,6 27 38,6 70 100.0 2 Bagaimana menurut Saudari kesesuaian jumlah
imbalan dapat memotivasi untuk meningkatkan cakupan imunisasi diwilayah kerja?.
27 38,6 17 24.3 26 37,1 70 100.0 3 Bagaimana menurut Saudari kesesuaian jadwal
pemberian imbalan? 28 40.0 16 22.9 26 37,1 70 100.0 4 Bagaimana menurut Saudari kesesuaian jenis
dan besar imbalan yang diterima dibandingkan dengan hasil kerja ?
27 38,6 14 20.0 29 41.4 70 100.0 5 Bagaimana menurut Saudari kesesuaian imbalan
yang diberikan dengan tanggung jawab dan keberadaan/kehadiran bidan di desa?
19 27.1 20 28,6 31 44.3 70 100.0
4.4.4 Supervisi
Faktor supervisi dalam pelaksanaan program imunisasi di Kabupaten Tapanuli Selatan meliputi: bimbingan dan pengarahan berkaitan dengan program imunisasi, membicarakan permasalahan dan memberikan solusi, pertemuan dengan perangkat desa, serta umpan balik hasil supervisi.
Hasil penelitian tentang supervisi dalam pelaksanaan program imunisasi di Kabupaten Tapanuli Selatan dapat dilihat sebagai berikut:
a. Kepala puskesmas/koordinator imunisasi puskesmas tidak baik dalam melakukan supervisi kepada bidan desa, dinyatakan sebanyak 40,0% responden. Alasan paling banyak adalah: supervisi khusus tentang program imunisasi tidak ada
dilakukan, karena supervisi biasanya dilakukan untuk seluruh program puskesmas.
b. Sebanyak 48,6% responden menyatakan kepala puskesmas/koordinator imunisasi puskesmas tidak baik dalam memberikan bimbingan dan pengarahan berkaitan dengan program imunisasi. Alasan paling banyak adalah: karena program imunisasi sangat penting untuk peningkatan kesehatan, dan merupakan salah satu program pokok di puskesmas.
c. Sebanyak 44,3% responden menyatakan kepala puskesmas/koordinator imunisasi puskesmas tidak baik dalam membicarakan permasalahan dan memberikan solusi tentang pelaksanaan program imunisasi. Alasan paling banyak adalah: karena dalam program imunisasi sangat banyak kendala yang dihadapi bidan desa, misalnya kurangnya kesadaran masyarakat mengimunisasikan bayinya.
d. Sebanyak 51,4% responden menyatakan pertemuan dengan perangkat desa tidak baik. Alasan paling banyak adalah: karena perangkat desa juga bertanggung jawab dalam meningkatkan cakupan program imunisasi.
e. Sebanyak 44,3% responden menyatakan kepala puskesmas/koordinator imunisasi puskesmas tidak baik dalam memberikan umpan balik dari hasil supervisi. Alasan paling banyak adalah: setelah dilakukan supervisi biasanya ada tanggapan dari hal-hal yang disampaikan oleh bidan desa.
Tabel 4.9 Distribusi Responden Berdasarkan Supervisi dalam Pelaksanaan Program Imunisasi di Kabupaten Tapanuli Selatan
No Supervisi dalam Pelaksanaan Program Imunisasi Jawaban Jumlah Baik Cukup baik Tidak baik n % n % n % n %
1 Bagaimana menurut Saudari supervisi oleh kepala puskesmas/koordinator imunisasi puskesmas dalam pelaksanaan program imunisasi di desa Saudari ?.
20 28,6 22 31,4 28 40.0 70 100.0 2 Bagaimana menurut Saudari bimbingan dan
pengarahan kepala puskesmas/koordinator imunisasi puskesmas berkaitan dengan program imunisasi?
20 28,6 16 22.9 34 48,6 70 100.0 3 Bagaimana menurut Saudari kepala
puskesmas/koordinator imunisasi puskesmas membicarakan permasalahan dan memberikan solusi tentang pelaksanaan program imunisasi diwilayah saudari ?
22 31,4 17 24.3 31 44.3 70 100.0
4 Bagaimana menurut Saudari pertemuan dengan perangkat desa pada saat supervisi diadakan ?.
13 18,6 21 30.0 36 51.4 70 100.0 5 Bagaimana menurut Saudari umpan balik
hasil supervisi pelaksanaan program imunisasi oleh kepala puskesmas/koordinator imunisasi puskesmas?
13 18,6 18 28,6 39 44.3 70 100.0