• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagan III.B.3 Struktur Elemen Keamanan Palestina

C. Sumber Daya USSC 1.Kekuatan Finansial

a. International Narcotics and Law Inforcement Affairs (INL)

USSC berkoordinasi dengan INL sebagai pihak yang bertanggungjawab untuk program bantuan keamanan AS. Berikut ini tabel yang menunjukkan dana yang ditujukan untuk misi reformasi keamanan Palestina oleh INL (US Department of State and the Broadcasting Board of Governors, 2011: 10).

USSC melakukan pembangunan infrastruktur untuk mendukung pasukan keamanan nasional Palestina dimulai pada 2007. Pembangunan diawali dengan merenovasi dua infrastruktur yaitu di Jericho sekolah pasukan penjaga presiden dan pusat training di Nuweimah. Lalu empat pembangunan baru sekolah pasukan penjaga presiden, dua kamp operasi, dan pusat pelatihan. Keenam fasilitas tersebut direnovasi dan dibangun di wilayah Tepi Barat (US Department of State and the Broadcasting Board of Governors, 2011: 1). Periode pembangunan infrastruktur tahap pertama dilakukan pada 2007-2008. Selanjutnya, program pembangunan infrastruktur tahap kedua dilakukan pada tahun 2009-2010. Sehingga dana tahap kedua diberikan pada tahun 2009 (US Department of State and the Broadcasting Board of Governors, 2011: 18).

Tabel III.C.1 Daftar Bantuan USSC terhadap Palestina 2007-2010

2007 2008 2009 2009 2009 2010 Total 2007-2010

Pelatihan $ 28.6 $ 13.0 $ 22.6 $ 13.5 $ 39.0 $ 41.0 $ 157.7 Peralatan $ 22.6 $ 12.0 $ 0 $ 7.0 $ 14.2 $ 17.0 $ 72.8 Infrastruktur $ 18.6 $ 0 $ 18.4 $ 0 $ 49.7 $ 30.5 $117.2

Peningkatan kapasitas $ 6.0 $ 0 $ 4.0 $ 3.5 $ 4.2 $ 6.5 $ 24.2 Peningkatan program dan dukungan $ 10.6 $ 0 $ 5.0 $ 1.0 $ 1.9 $ 5.0 $ 23.5 Total $ 86.4 $ 25.0 $ 50.0 $ 25.0 $ 109.0 $ 100.0 $ 395.4

Sumber: Laporan dari US Department of State and the Broadcasting Board of Governors

b. European Police Coordinating Office for Palestinian Police Support

(EUPOL COPPS)

Lembaga ini membantu Palestina untuk memperbaiki sektor keamanan melalui pelatihan yang diberikan pada Polisi Palestina (Palestinian Civil Police) (EU Council Factsheet, 2006: 1). Dalam internal Uni Eropa, EUPOL COPPS termasuk ke dalam European Security and Defense Policy (ESDP) atau kebijakan keamanan dan pertahanan Eropa. Israel-Palestina dan dalam lingkup yang lebih luas yaitu Timur Tengah dikategorikan ke dalam the European Union Neighbourhood Policy (ENP) (Kerkkanen, Rantanen, & Sundqvist, 2008: 1-2). Pembentukkan lembaga ini sesuai dengan deklarasi the European Council pada 17-18 Juni 2004 yang menyatakan kesediaan Uni Eropa untuk mendukung polisi Palestina bertanggungjawab terhadap penegakan hukum dan ketertiban. Lembaga ini didirikan paska ditarik mundurnya pasukan Israel. Polisi palestina dibuat untuk mengurangi kasus kriminal dan ketidakamanan untuk rakyat Palestina (Kerkkanen, Rantanen, & Sundqvist, 2008: 16). Untuk menjalankan tugasnya, lembaga ini beroperasi di Ramallah.

Dewan Uni Eropa sebagai bagian dari kuartet Road Map for Peace

COPPS berdasarkan Council Joint Action 2005/797/CFSP. Lalu EUPOL COPPS pun dibentuk pada April 2005 secara formal dengan pertukaran surat antara Perdana Menteri Palestina Ahmed Qurei dan Perwakilan Uni Eropa untuk proses perdamaian Timur Tengah Marc Otte (The Quaker Council for European Affairs (QCEA), 2011: 13-14). Selanjutnya, lembaga ini mulai beroperasi pada 1 Januari 2006 dengan mandat tiga tahun hingga 31 Desember 2008 (Sayigh, 2009: 7).

Dalam mencapai misi EUPOL COPPS untuk memperbaiki sektor keamanan Palestina, berdasarkan the Council Joint Action Article 2 Mission Statement lembaga ini berkewajiban membimbing, memfasilitasi, dan mengatur jalannya bantuan untuk perbaikan sistem keamanan Polisi Palestina (Official Journal of the European Union, 2005: 66).

Dalam menjalankan misi, EUPOL COPPS mendapatkan dana sebesar 6,1 juta Euro pada tahun 2006 yang berasal dari negara anggota Uni Eropa dan donor internasional (EU Council Factsheet, 2006: 2). Lalu pada 2008 EUPOL COPPS mendapatkan bantuan dana dari Norwegia, Kanada, dan beberapa negara Uni Eropa sebesar 47 juta dolar AS. Berikut Tabel yang menunjukkan anggaran dana EUPOL COPPS yang dikeluarkan untuk program USSC (Sayigh, 2011: 5). Selain itu, Inggris, Belanda, Swedia, dan Norwegia juga memberikan bantuan dana pada EUPOL COPPS untuk perbaikan the Jericho Police Training Centre senilai 430 ribu Euro sesuai factsheet 15 Februari 2006 (QCEA, 2012: 15). Lalu pada Juni 2008 terdapat sebanyak 40 negara donor memberikan bantuan dana sebanyak 53 juta dolar AS melalui 15 program untuk perbaikan sektor keamanan.

Table di bawah ini menunjukkan bahwa dana yang dialokasikan oleh USSC lebih besar dibandingkan EUPOL COPPS. USSC mengalokasikan dana

sebesar 400 juta dolar pada tahun 2008-2010 karena mempekerjakakan sebanyak 73 staf yang terdiri dari 45 staf militer dan sipil serta 28 instruktur pelatihan. Dana tersebut juga dialokasikan untuk melatih dan memberikan peralatan militer tiap cabang pasukan keamanan nasional yang berjumlah sebanyak 9.300-9.700 personil. Selanjutnya, dana yang dialokasikan oleh EUPOL COPPS untuk reformasi keamanan Palestina lebih difokuskan untuk polisi sipil yang berjumlah 7.300-8.300 personil dan 66 staf internasional dan local (Sayigh, 2011:5).

Tabel III.C.2 Daftar Bantuan USSC & EUPOL COPPS terhadap Palestina 2008-2010

Misi/ bantuan Juta dolar

USSC (2008, 2009, dan 2010) 400*

Pelatihan 160

Perlengkapan keamanan 89

Pembangunan atau rehabilitasi fasilitas 99

Peningkatan kapasitas 22

Biaya perencanaan program/ pengawalan & kendaraan lapis baja untuk personil USSC

23

EUPOL COPPS (2008 and 2009) 47

Pelatihan 16

Peralatan 31

Total 447

*angka di atas adalah perkiraan kantor akuntan umum AS

Sumber: Carnegie Endowment for International Peace oleh Yezid Sayigh pada 2011, Policing the People, Building the State; Authoritarian Transformation in the West Bank and Gaza.

Secara struktur EUPOL COPPS dipimpin oleh Henrik Malmquist, Head of Mission/ Police Commissioner yang bertugas mengatur dan memastikan program keamanan untuk Palestina dilaksanakan oleh sumber daya sesuai rencana. Sebagai polisi senior di Swedia, ia memiliki banyak pengalaman bekerja di banyak negara. Elemen lain yang terdapat dalam struktur EUPOL COPPS yaitu advisory section, programme coordination section, dan administration section (Official Journal of the European Union, 2005: 66; (QCEA), 2012: 15). Advisory section berperan

mengkordinir bantuan yang nantinya digunakan untuk keperluan memperbaiki institusi polisi Palestina (Palm, 2010: 19).

Henrik Malmquist sebagai pemimpin EUPOL COPPS membawahi 53 pegawai Uni Eropa dan 27 pegawai lokal. Para pegawai tersebut berasal dari 19 negara Anggota Uni Eropa, Norwegia, dan Kanada (QCEA, 2012: 15). Pelatih yang memberikan materi mengenai hak asasi manusia (HAM) dan gender dalam EUPOL COPPS disebut sebagai Human Rights Experts (HRE). HRE juga memiliki partner kerja dengan lembaga-lembaga yang memiliki fokus di bidang HAM (Palm, 2010: 19).

Sebagai lembaga yang mengupayakan reformasi bagi sistem keamanan Palestina, EUPOL COPPS bersikap terbuka pada media dan publik dalam memberikan informasi seputar program dan misinya melalui Press and Public Information Officer (PPIO) misalnya berupa factsheet dan newsletter (Palm, 2010: 22).

Secara spesifik, program yang dijalankan EUPOL COPPS terbagi ke dalam dua kategori yaitu pertama, level strategik dan politik berupa misi untuk menyelesaikan inti masalah konflik Israel-Palestina; kedua, level praktis dan operasional yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas polisi Palestina (Kerkkanen, Rantanen, & Sundqvist, 2008: 3).

c. Jordanian International Police Training Center (JIPTC)

JIPTC dibentuk pada 2003 dengan donor dari AS untuk melatih polisi Irak. Pasukan yang dilatih berasal dari Tepi Barat. Pasukan ini akan dilatih untuk keperluan cadangan pasukan dan bala bantuan. Palestinian Guard dilatih secara khusus dalam pelatihan di JIPTC (Zanotti, 2010: 15-16).

2. Jumlah Anggota

CIA, Israel Security Service (Shabak), Jordan intelligence, dan intelijen Palestina memiliki catatan mengenai nama-nama yang terlibat kasus kekerasan dan aktivitas teroris. Nama yang tercatat oleh keempat lembaga tersebut tidak diperbolehkan untuk ikut terlibat dalam pelatihan pasukan USSC (Kushner dan Bedein, 2011: 6). Dalam jangka waktu antara Januari 2008 hingga Maret 2009, sebanyak 2.100 pria dilatih di JIPTC (Sayigh, 2009: 5).

Bagan III.C.1 Struktur Elemen Keamanan Palestina