BAB III. METODE PENELITIAN
3.5 Rancangan Analisis dan Uji Hipotesis
3.5.1 Rancangan Analisis
3.5.1.1 Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner. Menurut Sarwono (2006:218) menyatakan Bahwa suatu skala pengukuran dikatakan valid apabila skala pengukurandikatakan valid apabila skala tersebut mengkur apa yang seharusnya diukur.
Uji validitas dalam penelitian ini digunakan analisis item yaitu mengkorelasikan skor tiap butir dengan skor total yang merupakan jumlah dari tiap skor butir.
Uji validitas dilakukan dengan cara menghitung korelasi dari masing-masing pernyataan melalui total skor dengan menggunakan Pearson Product Moment.
Dengan rumus sebagai berikut:
∑ ∑ ∑
√ ∑ ∑ ∑ ∑ (Sugiyono, 2010:183)
Keterangan:
r = Korelasi Product Moment n= Jumlah responden
X= Skor salah satu Pernyataan Y= Total Skor Pernyataan
Nilai r kemudian dikonsultasikan dengan rtabel (rkritis). Bila rhitung dari rumus di atas lebih besar dari rtabel maka butir tersebut valid, dan sebaliknya.
Tabel 3.4
Pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi (Sugiyono, 2017:184)
No Interval Koefisien Korelasi Tingkat Hubungan
1 0,000 - 0,199 Sangat rendah
2 0,200 - 0,399 Rendah
3 0,400 - 0,599 Sedang
4 0,600 – 0,799 Kuat
5 0,800 – 1,000 Sangat kuat
3.5.1.2 Uji Reliabilitas
Uji realibilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau construct. Pengujian realibilitas pada penelitian ini adalah internal yang menguji dengan menganalisis konsistensi butir-butir instrumen yag ada. Pengujian realibilitas internal akan menggunakan teknik cronbach Alph. Suatu instrumen adalah reliabel secara internal jika koefisien cronbach Alpha lebih besar dari pada 0.60.
Jika nilai Cronbach Alpha > 0,60 Maka jawaban butir pertanyaan/pertanyaan variabel dikatakan reliable.
Uji reliabilitas pada penelitian ini menggunakan teknik Cronbach.
Dengan rumus sebagai berikut:
[
] [ ∑ ]
Husen Umar (2002:125) Keterangan:
r11 = Reliabilitas instrumen k = Banyak butir pertanyaan
= Varian total
∑ = Jumlah varians butir
3.5.2 Pengujian Hipotesis
Berdasarkan pada alat statistik yang digunakan dan hipotesis penelitian di atas maka penulis menetapkan dua hipotesis yang digunakan untuk uji statistiknya yaitu:
Ho : Disiplin berpengaruh terhadap kinerja Ha : Disiplin tidak berpengaruh terhadap kinerja
3.5.2.1 Analisis Koefisien Determinasi
Koefisien penentu atau koefisien determinasi adalah angka untuk untuk indek yang digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas X terhadap variabel Y. Menurut Iqbal Hasan (2006:44), maka rumus yang digunakan sebagai berikut:
KD = r2 x 100%
Keterangan:
KD = Koefisien Determinasi r = Koefisien Korelasi
Nilai koefisien penentu berada antara 0 sampai 1 (0 ≤ KD ≤1). Maka kriteria koefisien determinasi:
a) Jika nilai KD mendekati = 0, bererti tidak ada pengaruh antara variabel X (disiplin) terhadap Y (kinerja).
b) Jika nilai KD mendekat = 1, berarti pengaruhnya kuat antara variabel X (disiplin) variabel Y (kinerja).
3.5.2.2 Analisis Regresi Linier Sederhana
Analisis regresi linier sederhana alat analisis yang digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Dampak dari analisis regresi dapat digunakan untuk memutuskan apakah naik dan menurunnya variabel dependen dapat dilakukan melalui naikknya dan turunnya keadaan variabel dependen. Dengan formulasi ssebagai berikut:
Y = a + bX Dimana:
Y = Nilai yang diprediksi X = Varibel bebas a = Konstanta b = Koefisien regresi
Untuk mempermudah perhitungan analisis regresi sederhana maka menggunakan program SPSS.
3.5.2.3 Uji t (Parsial)
Uji hipotesis dengan t test digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen berpengaruh signifikan atau tidak terhadap variabel dependen.
Menurut Ghozali (2012:98) Uji beda t-test digunakan untuk menguji seberapa jauh pengaruh variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini secara individual dalam menerangkan variabel dependen secara persial.
Dasar pengambilan keputusan digunakan dalam uji t adalah sebagai berikut:
1. Jika nilai probabilitas signifikan > 0,05, maka hipotesis ditolak. Hipotesis ditolak mempunyai arti bahwa variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
2. Jika nilai probabilitas signifikan < 0,05, maka hipotesis diterima. Hipotesis tidak dapat ditolak mempunyai arti bahwa variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
49
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Peneliitian
4.1.1 Gambar Umum Perusahaan 4.1.1.1 Sejarah Perusahan
PT. BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya yang beralamat di Jl. R.
Ardiwinangun Pasar Cikurubuk RUKO BLOK V No. 3 Kota Tasikmalaya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang perbankan. PT. BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya didirikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan usahanya membantu masyarakat daam penyedia model untuk kegiatan usaha makro, kecil dan menegah sehingga berdampak bagi kehidupan masyarakat lebih menigkatkan dari sebelum-sebelumnya.
PT. BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya didirikan pada tanggal 24 Desember 1991 oleh Bapak Wilman Surakusumah. Kemudian mengalami kebangkrutan dan di akui pada tahun 1994 oleh Bapak Popo Hendra.
4.1.1.2 Visi dan Misi
PT. BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya mempunyai visi dan misi tersediri yaitu :
Visi : Menjadi Perusahaan Jasa Perbankan yang Terdepan dan Terpercaya.
Sedangkan Misi yang dicanangkan perusahaan untuk mencapai misi tersebut adalah:
1. Meningkatkan keunggulan kompetitif melalui kreatifitas dan inovasi yang berkelanjutan sejalan dengan kebutuhan nasabah.
2. Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan profesional.
3. Memperdayakan ekonomi masyarakat golongan ekonomi Mikro, kecil dan menengah melalui usaha produktif dan bantuan Modal Kerja.
4.1.2 Aspek Kegiatan Usaha
PT. BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya didirikan berdasarkan akta Nomor 39 tertanggal 24 Desember 1991 berdasarkan akta notaris SITI TARANA DJANI, SH yang disahkan oleh menteri kehakiman dalam surat keputusan No.
C2-1256. HT. 01. Th. 92 tanggal 08 Februari 1992.
Ruang lingkup kegiatan perusahaan PT. BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya adalah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan dan deposito, serta menyalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pijaman bagi pegusaha kecil atau masyarakat pedesaan. Pada umumnya kegiatan usaha yang ada di PT. BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya adalah sebagai berikut:
4.1.2.1 Simpanan Berjangka
Yang dimaksud kedalaman pos ini adalah deposito berjangka dan sertifikat deposito dalam rupiah, pihak ketiga bukan bank maupun bank lain yang
penarikannya dapat dilakukan menurut jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian antara pihak bank dan penyimpannya.
4.1.2.2 Pemberian Kredit
Sesuai dengan fungsinya PT. BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya memberikan fasilitas kredit kepada masyarakat pada umumnua dan terutama pada usaha mikro, kecil menengah. Dimana pemberian kredit ini merupakan pengalokasian dana terbesar, karena dari kredit inilah PT. BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya memperoleh pendapatan operasional yang cukup besar.
4.1.2.3 Tabungan
Dimana tabungan dimasukan dalam pos ini adalah simpanan nasabah bank yang reguler dengan nama produk yakni Tabungan Utama, simpanan nasabah bank yang peminjam modal usaha mikro dan menengah (kredit) yakni Tabungan Serba Guna, a simpaan nasabah bank khusus bagi pelajar yakni Tabungan Siswa. Semua jenis simpanan tersebut penarikannya haya dapat dilakukan setiap saat menurut syarat dan cara-cara tertentu.
4.1.3 Struktur Organisasi
Stuktur organisasi merupakan suatu rangkaian susunan yang diatur dan dibagikan diantara para anggota organisasi sehigga suatu proses tujuan organisasi dapat tercapai secara efisien. Struktur organisasi di PT. BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan perusahaan dalam menjalankan usahanya. Berikut ini gambar stuktur organisasi yang ada di PT.
BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya:
Stuktur organisasi merupakann suatu ragkaian susunan yang diatur dan dibagikan diantara para anggota organisasi sehingga suatu proses tujuan dapat tercapai secara efisien. Stuktur organisasi di PT. BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan perusahaan dalam menjalankan usahanya.
4.1.3.1 Gambar Struktur Organisasi
Gambar 4.1
Struktur Organisari PT BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya
4.1.3.2 Uraian Pekerjaan
Berdasarkan stuktur organisasi dan wewenang masing-masing bagian yang ada pada PT. BPR Banjar Arthasariguna Taskmalaya dapat dideskripsikan sebagaian berkut :
1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
Merupakan orang tertinggi dan mempunyai peranan dalam menentukan tujuan perseroan. RUPS mempunyai hak untuk memperoleh segala macam keterangan yang diperlukan berkaitan dengan kepentingan jalannya perseroan.
Adapun kewenangan RUPS menurut Undang-undang PT BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya, yaitu :
a. Kewenangan untuk merubah anggaran dasar ditetepkan.
b. Kewenangan untuk mengurangi modal perseroan (PT BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya).
c. Memeriksa, menyetujui, dan mengesahkan laporan tahunan.
d. Penetapan penggunaan laba.
e. Mengangkat anggota direksi.
f. Pemberhentian pengurus komisaris dan direksi.
g. Pemberentian sementara pengurus anggota komisaris dan direksi.
2. Komisaris
Komisaris terdiri ari 2 (dua) orang atau lebih anggota komisaris dan seorang diangkat sebagai komisaris utama oleh RUPS untuk jangka waktu
memberhentikan sewaktu-waktu. Adapun tugas dan wewenang dari komisaris, yaitu :
A. Ringkasan Tugas :
- Melaksanakan berbaga ekerjaab yang berhubungan dsan mendukung dalam bidang pemasaran.
B. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab : 1. Bidang Organisasi
a. Mengawasi PT. BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya serta menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan oleh perusahaann dan Bank Indonesia.
b. Melaksanakan tugas yang telah digariskan dalam Anggaran Dasar PT.
BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya sesuai wewenang dan tanggung jawabnya.
c. Mengawasi dan memantau kegiatan bisnis dan operasional PT. BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya apakah pelaksanaannya telah sesuai dengan Rencana Kerja Aanggaran yang telah ditetapkan setiap tahunnya.
d. Memberikan pengarahan, pembinaan, dan bimbigan pada Direksi dalam bisnis yang dilaksanakan di PT. BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya, agar dapat efektif da optimal.
2. Bidang Administrasi :
- Melakukan kegiatan persetujuan di atas weweang Dewan Direksi.
3. Bidang Pelaporan :
- Melaporkan pelaksanaan Rencana Kerja ke Bank Indonesia setiap semester.
3. Direktur Utama 1) Bidang Organisasi
a. Memimpin PT. BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya serta menjalankan kebijaksanaan yag telah ditetapkan oleh perusahaaan dan Bank Indonesia.
b. Melakukan tugas yang telah digariskan dalam Anggaran Dasar PT. BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya sesuai wewenangdan tanggung jawabnya.
c. Bertanggung jawab dalam mengembangkan sistem serta melakukan evalusi seluruh kegiatan bisnis yang dilaksanakan di PT. BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya.
d. Bertanggung jawab penuh terhadap operasi kantor PT. BPR Banjar Arhasariuna Tasikmalaya, sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan baik dibiang bisnis (funding, lending, dan free income), operasioal, pelayanan, keungan maupun administrasi dan mengelola SDM yang berada dibawah tanggung jawabnya.
e. Bertanggung jawab atas pelaksanaan prosedur operasional serta kesalahan/penyimpangan financial dan kualitatif yang terjadi di PT. BPR Banjar Arhasariguna Tasikmalaya yang dipimpinnya yang tidak sesuai dengan ketentuan perusahaan dan Bank Indonesia serta menyadari dan bertanggung jawab atas akibat yang ditimbulkan atas kesalahan/penyimpangan tersebut.
f. Memberikan pengarahan, pembinaan, dan memberik kesempatan bagi karyawan dalam pengembangan karir.
2) Bidang Administrasi Pembukuan :
a. Melakukan fiat pada aplikasi BPR On-Line sesuai wewenangnya, termasuk transaksi koreksi.
b. Mengawasi/memeriksa pembuatan jurnal baik hasil validasi tunai maupun non tunai.
c. Bertanggug jawab atas kebeneran semua transaksi pembukuan pada hari itu.
d. Melakukan pemeriksaan dan menandatangai laporan harian.
3) Bidang Administrasi Kas :
a. Memberikan persetujuan bayar/pembayaran kas atas kwitansi-kwitansi, nota-nota sesuai kerentuan dan wewenag yang berlaku.
b. Memberikan persetujuan bayar pencairan Deposito.
c. Mengawasi kelancaran dan kecapatan pelayanan kapada nasabah.
d. Mengesahkan permohonan tambahan kas dari kas BPR Bajar Arthasariguna Tasikmalaya di bank lain.
4) Bidang Simpanan :
a. Melakukan persetujuan bayar simpaan sesuai dan weweang yang berlaku.
b. Menandatangani Billyet Despasito bersama-sama direktur operasionnal.
c. Menangani setiap komplain dari nasabah penyimpaan.
d. Mengawasi register simpanan.
e. Memeriksa dan meadatangani laporan simpanan.
f. Mengawasi pembukuan/proses pembayaran bungan deposito yang jatuh tempo.
5) Bidang Simpanan :
a. Memeriksa kelengkapan dan kebenaran dokumen kredit yang diterima dari calon debitur.
b. Memberikan persetujuan atas apliksi/permohonan kredit yang msuk, dan memberikan disposisi pemeriksaan kepada bagian pemasaran dan Alisis Kredit (Marketing Officer)
c. Meneliti dan menganalisa permohonan kredit calon nasabah yang sudah diperiksa dan analisa oleh Marketing Officer.
d. Selaku komite kredit PT. BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya memberikan putusan seesuai dengan wewenangnya atas permohonan kredit yang sudah diperiksa/dianalisa oleh Marketing Officer.
e. Menandatangani akad kredit.
f. Mengawasi pengadministrasian kredit sejak dari pemohon kredit diterima sampai kredit dilunasi.
g. Melakukan pembinaan debitur baik pasif maupun aktif berupa kunjungan nasabah.
h. Bertanggung jawab atas penyimpanan dan keamanan file dan dokumen kredit.
i. Mengawasi pelaksanaa tugas Loan Admin, yaitu input data register realisasi dan sisa kredit.
j. Mengawasi pengadministrasian kredit yang menunggak.
k. Melakukan pembinaan terhdapat kredit yang menunggak.
l.
6) Bidang Kesekertariatan/Surat Menyurat Dan Umum : a. Mengawasi peaksaaan penatakerjaan surat masuk/keluar.
b. Mengawasi penanganan kebutuhan ATK, Logistik lainnya, maupun penggunaannya.
c. Mengawasi pemakaian/penggunaan listrik, telepon, kendaraan dan lain-lain.
d. Mengawasi absensi pegawai.
e. Mengawasi pemeliharaan gedung kantor agar tetap dalam keadaan terawet, bersih dena kondisi baik.
f. Megawasi kegiatan denga kondisi baik.
4. Direktur yang membawahkan fungsi kepatuhan.
1. Bidang Administrasi Pembukuan :
a. Melakukan open system dan close system.
b. Melakukan fiat pada aplikasi BPR On-Line sesuai wewenangnya, termasuk transaksi koreksi.
c. Melakukan fungsi checker dan signer pada bukti pembukuan sesuai wewenangnya.
d. Mencocokan LMH dan bukti pembuktian.
e. Melakukan kegiatan verifikasi.
f. Melakukan pemeriksaan dan menandatangani laporan harian.
2. Bidang Administrasi Kas :
a. Pengurusan kas dalam brankast dan menaga sisa kas sesuai dengan ketentuan maksimum dan minimal kas PT. BPR Banjar Arhasariguna Tasikmalaya.
b. Memegang salah satu kunci brankast dan pintu masuk dan pintu masuk strong room.
c. Mengesahkan permohoan tambahan kas.
d. Memelihara kerjaan buku kas induk dan kas fisik.
3. Pengawasan semua kegiatan dalam ruanga Teller yang meliputi:
1) Mengawasi pengurusan kas teller oleh teller 2) Mengawasi pelaksanaan tugas teller:
a) Mengawasi bahwa teller telah memberikan pelayanan yang baik kepada nasabah.
b) Mengawasi bahwa teller telah melaksanakan pembayaran simpanan dan kewajiban kepada pihak ketiga lainya sesuai dengan batas wewenangnya yang telah ditetapkan.
c) Mengawasi bahwa sisa kas teller tidak melmpaui batas maksimum yang telah ditetapkan.
d) Mengawasi dan memeriksa kebenaran perhitungan sisa uang kas pada setiap akhir kas kerja.
e) Mengawasi dan memeriksa kebenaran pembendelan dan pengikat uang dengan pita kertas setiap akhir hari kerja.
f) Mengawasi dan memeriksa kebenaran bukti pembukuan (voucher) atas transaksi tunai selama jam kerja sampai dengan akhir hari kerja.
3. Bidang Simpanan
a. Melakukan persetujuan bayar simpanan sesuai ketentuan dan wewenang yang berlaku.
b. Menandatangani Bilyet Deposito bersama-sama direktur operasional.
c. Menangani setiap komplain dari nasabah penyimpanan.
d. Mengawasi register simpanan.
e. Memeriksa dan menandatangani laporan simpanan.
f. Mengawasi transaksi-transaksi sehubungan dengan pembukuan pencairan deposito.
g. Mengawasi pembuatan atau proses pembayaran bunga deposito yang jatuh tempo.
h. Mengawasi dan bertanggung jawab atas penyimpanan surat-surat berharga yaitu:
1) Sertifikat deposito atau Bilyet Deposito yang belum dipergunakan 2) Materai dan lain-lain.
4. Bidang Kredit
a. Pencairan kredit umum PT. BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya:
1) Melakukan fiat kwitansi-kwitansi yang berhubungan dengan pencairan kredit sebagai checker-signer
2) Memastikan kelengkapan, kebenaran berkas kredit dan penyimpanannya.
3) Verifikasi akhir pada kwitansi pencairan kredit pada akhir hari.
b. Angkusan kredit Umum PT BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya : 1) Memastikan transaksi setoran telah dibuka telah benar.
2) Melakukan verifikasi tanda setoran, nota peminda bukuan dan dicocokan dengan daftar mutasi harian.
5. Tenaga Pemasaran/Marketing Officer
Ringkasan tugas : Melaksanakan berbagai pekerjaan yang berhubungan dan mendukung segi pemasaran produk PT BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya, baik dana maupun kredit serta produk jasa PT BPR Banjar Arthasariguna tasikmalaya dan tugas lainnya yang diberikan oleh direktur operasional dan atau direktur utama PT BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya.
6. Administrasi Kredit
Ringkasan tugas : Melaksanakan berbagai pekerjaan yang berhubungan dan mendukung segi administrasi kredit dan tugas lainnya yang diberikan oleh direktur operasional dan atau direktur utama.
7. Tenaga Teller
Ringkasan tugas : Melaksanakan berbagai pekerjaan yang berhubungan dan mendukung bidang kas PT. BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya dan tugas lainnya yang d berikan oleh direktur operasional dan atau direktur utama.
4.1.4 Kepegawaian 1. Unit Kerja
Tabel 4.1
Tingkat Unit Kerja Responden
No Unit Kerja Jumlah Persen (%)
1 Direktur 3 14
2 HRD 1 5
3 PE Audit Interal 1 5
4 Teller 2 9
5 Cust. Sevice 2 9
6 Marketing 5 23
7 AO Pusat 2 9
8 Adm.Kredit Pusat 1 5
9 IT & Bag. UM 1 5
10 Pembukuan 2 9
11 Adm.Kredit Cabang 1 5
12 Ao Cabang 1 5
Total 22 100
Dari tabel 4.1 diatas dapat diketahui untuk karyawan dengan unit kerja Direktur sebanyak 3 (14%), HRD sebanyak 1 (5%), PE Audit Internal sebanyak 1 (5%), Teller sebanyak 2 (9%), Cust.Sevice sebanyak 2 (9%), Marketing sebanyak 5 (23%), AO Pusat sebanyak 2 (9%), IT & Bag. UM sebanyak 1 (5%),
Pembukuan sebanyak 1 (5%), Adm.Kredit Cabang sebanyak 1 (5%), dan AO Cabang sebanyak 1 (5%).
2. Umur
Tabel 4.2
Tingkat Umur Responden
Dari Tabel 4.2 diatas diketahui bahwa >=20 sebanyak 16 orang (73%),
>=30 sebanyak 3 orang (14%), dan >=40 sebanyak 3 orang (14%).
3. Tingkat Pendidikan
Tabel 4.3
Tingkat Pendidikan Responden
No Pendidikan Jumlah Persen (%)
1 SMA 4 18
2 D3 8 36
3 S1 10 45
4 S2 0 0
Total 22 100
Dari tabel 4.3 diatas diketahui untuk karyawan dengan tingkat pendidika SMA sebanyak 4 orang (18%) responden, D3 sebanyak 8 orang (36%) responden, dan S1 Sebanyak 10 orang (45%) responden.
No Umur Jumlah Persen
(%)
1 >=20 16 73
2 >=30 3 14
3 >=40 3 14
Total 22 100
4. Masa Kerja
Tabel 4.4
Tingkat Masa Kerja Responden
No Masa Kerja Jumlah Persen (%)
1 >=1 8 36
2 >=5 8 36
3 >=10 6 27
Total 22 100
Dari tabel 4.4 diatas diketahui bahwa masa kerja karyawan >= 1 sebanyak 8 orang (36%) responden, >=5 sebanyak 8 orang (38%) responden dan
>=6 sebanyak 6 orang ( 27%) responden.
5. Jenis Kelamin
Tabel 4.5
Tingkat Jenis Kelamin Responden
Diketahui tabel 4.5 diatas diketahui bahwa sebanyak 7 orang (32%) orang laki-laki dan sisanya sebanyak 15 orang (68%) orang adalah responden perempuan.
No Jenis Kelamin Jumlah Persen (%)
1 Laki-laki 7 32
2 Perempuan 15 68
Total 22 100
4.1.5 Fasilitas Yang Dimiliki 4.1.5.1 Fasilitas Operasional
Tabel 4.6
Fasilitas Operasional PT. BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya
No Perlengkapan Jumlah
1 Ruang Customer Service 1
2 Ruang Teller 1
3 Ruang Direktur Utama 1
4 Ruang Marketing 1
5 Ruang Kepatuhan 1
6 Ruang Karyawan 1
7 Ruang Metting 1
8 Ruang Komisaris 1
9 Gudang 1
4.1.5.2 Fasilitas Umum
Tabel 4.7
Fasilitas Umum PT. BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya
No Perlengkapan Jumlah
1 Musola 1
2 Dapur 1
3 Toilet 1
4.2 Pembahasan
4.2.1 Pelaksanaan Variabel X
Untuk pelaksanaan variabel X yaitu Disiplin Kerja, penelitian menggunakan kuesioner dengan item pernyataan 10 pertanyaan. Untuk lebih jelasnya mengenai tanggapan responden terhadap variabel disiplin kerja maka akan dijelaskan pada tabel distribusi frekuensi adalah sebagai berikut:
4.2.1.1 Tabel Distribusi Frekuensi Disiplin Pada PT. BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya.
Berdasarkan analisis deskripif responden, maka dapat diketahui tanggapan responden terhadap disiplin kerja pada PT. BPR Banjar Arthasariguna Tasikmalaya dalam tabel-tabel berikut:
Tabel 4.8
Tanggapan Responden mengenai:
Saudara Berusaha Datang Ke Tempat Kerja Lebih Awal Dari Waktu Yang Ditentukan.
Berdasarkan tabel 4.8 diperoleh tanggapan responden mengenai: Saudara Berusaha Datang Ke Tempat Kerja Lebih Awal Dari Waktu Yang Ditentukan.
Yang menyatakan sangat setuju sebanyak 8 (36%) responden. Yang menyatakan Uraian Skor Jumlah
setuju sebanyak 11 (50%) responden. Yang menyatakan Cukup setuju sebanyak 3 (14%) responden.
Dari hasil tanggapan responden dapat dikategorikann dalam bentuk skor atau pembobotan sebagai berikut:
Berdasarkan analisis diatas dapat disimpulkan, bahwa responden berpendapat Setuju mengenai: Saudara Berusaha Datang Ke Tempat Kerja Lebih Awal Waktu Yang Ditentukan.
Tabel 4.9
Tanggapa Responden Mengenai:
Saudara Bekerja Terus Menerus Selama Waktu Yang Telah Ditentukan.
Uraian Skor Jumlah
Berdasarkan tabel 4.9 diperoleh tanggapan responden mengenai: Saudara Bekerja Terus Menerus Selama Waktu Yang Telah Ditentukan. Yang menyatakan Sangat Setuju sebanyak 1 (5%) responden. Yang menyatakan Setuju sebanyak 8 (36%) responden. Yang menyataka Cukup Setuju sebanyak 12 (55%) responden.
STS TS CS S SS
22 40 58 76 94 100
Dari hasil tanggapan responden dapat dikategorikan dalam bentuk skor atau pembobotan sebagai berikut:
Berdasarkan analisis diatas dapat disimpulkan, bahwa responden berpendapat Cukup Setuju mengenai: Saudara Bekerja Terus Menerus Selama Waktu Yang Telah Ditentukan.
Tabel 4.10
Tanggapan Responden Mengenai:
Saudara Tidak Pernah Meinggalkan Tempat Kerja Selama Jam Kerja.
Uraian Skor Jumlah
Berdasarkan tabel 4.10 diperoleh tanggapan responden mengenai:
Saudara Tidak Pernah Meinggalkan Tempat Kerja Selama Jam Kerja. Yang menyatakan Sangat Setuju sebanyak 9 (41%) responden. Yang menyataka Setuju sebanyak 9 (41%) responden. Yang menyatakan Cukup Setuju sebanyak 4 (18%) responden.
Dari hasil tanggapan dapat dikategorikan dalam bentuk skor atau pembobotan sebagai berikut:
STS TS CS S SS
22 40 58 76 94 100
Berdasarkan analisis diatas dapat disimpulkan, bahwa responden berpendapat Sangat Setuju mengenai: Saudara Tidak Pernah Meinggalkan Tempat Kerja Selama Jam Kerja.
Tabel 4.11
Tanggapan Responden Mengenai:
Apakah Anda Sering Menunda-nunda Waktu Kerja.
Uraian Skor Jumlah
Berdasarkan tabel 4.11 diperoleh tanggapa responden mengenai : Apakah Anda Sering Menunda-nunda Waktu Kerja. Yang menyatakan sangat setuju sebanyak 20 (91%) respoden. Yang menyatakan Setuju sebanyak 1 (5%) responden. Yang menyatakan Cukup Setuju sebanyak 1 (5%) responden.
Dari hasil tanggapan dapat dikategorikan dalam bentuk skor atau pembobotan sebagai berikut:
STS TS CS S SS
22 40 58 76 94 100
STS TS CS S SS
22 40 58 76 94 100
Berdasarkan analisis diatas dapat disimpulkan, bahwa responden berpendapat Sangat Setuju mengenai: Apakah Anda Sering Menunda-nunda Waktu Kerja.
Tabel 4.12
Tanggapan Responden Mengenai:
Perusahaan Memberikan Sanksi Yang Tegas Bagi Karyawan Yang Melanggar Peraturan.
Berdasarkan tabel 4.12 diperoleh tanggapa responden mengenai : Perusahaan Memberikan Sanksi Yang Tegas Bagi Karyawan Yang Melanggar Peraturan. Yang menyatakan Sangat Setuju sebanyak 8 (36%) responden. Yang menyatakan Setuju sebanyak 9 (41%) responden. Yang menyatakan Cukup Setuju sebanyak 5 (23%) responden.
Dari hasil tanggapan dapat dikategorikan dalam bentuk skor atau pembobotan sebagai berikut:
STS TS CS S SS
22 40 58 76 94 100
Berdasarkan analisis diatas dapat disimpulkan, bahwa responden berpendapat Setuju mengenai: Perusahaan Memberikan Sanksi Yang Tegas Bagi Karyawan Yang Melanggar Peraturan.
Tabel 4.13
Tanggapan Responden Mengenai:
Saudara Memberi Tahu Pihak Perusahaan Dan Melampirkan Surat Izin, Jika Tidak Masuk Bekerja.
Berdasarkan tabel 4.13 diperoleh tanggapan responden mengenai : Saudara Memberi Tahu Pihak Perusahaan Dan Meampirkan Surat Izin, Jika Tidak Masuk Bekerja. Yang menyatakan Sangat Setuju sebanyak 15 (68%) responden.
Yang menyatakan Setuju sebanyak 7 (32%) responden.
Dari hasil tanggapan dapat dikategorikan dalam bentuk skor atau pembobotan sebagai berikut:
STS TS CS S SS
22 40 58 76 94 100
Berdasarkan analisis diatas dapat disimpulkan, bahwa responden berpendapat Sangat Setuju mengenai: Saudara Memberi Tahu Pihak Perusahaan Dan Meampirkan Surat Izin, Jika Tidak Masuk Bekerja.
Tabel 4.14
Tanggapan Responden Mengenai:
Saya Selalu Hadir Tapat Waktu Pada Waktu Kerja.
Uraian Skor Jumlah
Berdasarkan tabel 4.14 diperoleh tanggapan responden mengenai : Saya Selalu Hadir Tapat Waktu Pada Waktu Kerja. Yang menyatakan Sangat Setuju sebanyak 10 (45%) responden. Yang menyatakan Setuju sebanyak 7 (32%) responden. Yang menyatakan Cukup Setuju sebanyak 5 (32%) responden.
Dari hasil tanggapan dapat dikategorikan dalam bentuk skor atau pembobotan sebagai berikut:
Berdasarkan analisis diatas dapat disimpulkan, bahwa responden berpendapat Sangat Setuju mengenai: Saya Selalu Hadir Tapat Waktu Pada
Berdasarkan analisis diatas dapat disimpulkan, bahwa responden berpendapat Sangat Setuju mengenai: Saya Selalu Hadir Tapat Waktu Pada