BAB III. MOTIVASI NETIZEN MEMILIKI BANYAK PENGIKUT
3.2. Tujuan Terhadap Pengikut Instagram
3.2.2. Sumber Penghasilan
Era digital masa kini tentunya sangat banyak perubahan, baik dari cara manusia untuk mendapatkan penghasilan tambahan ataupun penghasilan utama. Umumnya pengguna Instagram yang memiliki pengikut banyak, memanfaatkan media sosial mereka menjadi sumber penghasilan. Banyaknya jumlah pengikut memberikan keuntungan yang
lebih besar di bandingkan dengan jumlah pengikut yang sedikit terutama dalam promosi.
Hal diatas mengubah hal-hal di Instagram yang awalnya untuk bersenang-senang berubah menjadi sumber penghasilan. Konten-konten yang ditampilkan juga berubah. Setiap pengguna harus memiliki strategi-strategi yang mampu menarik perhatian netizen untuk mengunjungi akun tersebut. Ketika sudah memiliki banyak pengunjung maka pemilik akun memiliki kuasa atas akun dan pengikutnya untuk mendapatkan penghasilan. Setiap postingan yang mereka tampilkan pada akun Instagram dilihat oleh pengikutnya dan postingan tersebut dapat mengubah pandangan pengikut tersebut terhadap produk atau jasa. Postingan di Instagram juga terkadang menjadi bahan pembicaraan bagi pengikut suatu akun. Misalnya ketika akun Instagram Tokopedia menjadi topik hangat pembicaraan karena menjadikan boyband asal Korea Selatan BTS sebagai brand ambassador31.
Berikut hal-hal yang dilakukan oleh akun Instagram yang memiliki banyak pengikut untuk mendapatkan penghasilan.
a. Endorse dan Paid Promote
Istilah endorse dan paid promote sudah sangat familier di Instagram bahkan pada media sosial lainnya. Bentuk aktivitas ini sering terjadi pada akun instagram yang memiliki engagement yang tinggi.
31 https://mojok.co/terminal/bts-jadi-brand-ambassador-strategi-cerdik-tokopedia-dalam-menggaet-kpopers/, diakses 21 Februari 2020.
Engagement secara sederhana berarti komunikasi dua arah, yang menurut pakar komunikasi Wilbur Schramm (pada 1954) adalah komunikasi interaksional32. Secara sederhana pada media sosial Instagram, engagement merupakan bentuk umpan balik atau tanggapan pada setiap postingan di Instagram, bentuk tanggapan tersebut berupa komentar, likes, dan share. Sebagian dari mereka yang memilik produk atau jasa beranggapan bahwa akun-akun Instagram yang memiliki engagement yang tinggi berpotensi untuk membuat produk atau jasa tersebut lebih dikenal oleh banyak orang.
Endorse berasal dari kata endorsement yang artinya adalah sebuah tindakan mendukung (support) atau setuju terhadap sesuatu33. Dengan sistem endorse, pihak pemilik produk atau jasa dapat memasarkan produk atau jasa yang mereka miliki dengan bantuan pemilik akun yang memiliki banyak pengikut melalui sistem barter produk. Jadi setiap postingan yang mempromosikan produk atau jasa maka pemilik akun Instagram mendapatkan imbalan berupa produk atau jasa.
Paid promote kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia memiliki pengertian promosi berbayar memiliki kesamaan dengan endorse yaitu mengenalkan dan menawarkan produk atau jasa kepada pengikut akun Instagram yang melakukan aktivitas kerjasama promosi. Hal yang menjadi
32 https://marketingcraft.getcraft.com/id-articles/pengertian-engagement-di-media-sosial-dan-cara-mengukurnya, diakses 21 April 2020.
33
https://kumparan.com/sociabuzz-blog/pengertian-endorse-endorse-adalah#:~:text=Pada%20dasarnya%20kata%20endorse%20berasal,shop%20untuk%20menggaet%
20konsumen%20baru, diakses 11 Juni 2020.
pembedanya pada paid promo adalah pihak yang melakukan promosi mendapatkan imbalan berupa uang atas promosi yang dilakukannya.
Gambar 10. Ilustrasi Selebgram Menyampaikan Informasi Kepada Pengikutnya Sumber : Media Internet
Dengan sistem di atas produk yang ingin di pasarkan pemilik produk akan memiliki jangkauan yang lebih luas dengan bantuan pemilik akun Instagram yang memiliki banyak pengikut. Sistem endorse merupakan salah satu strategi pemasaran oleh pemilik produk atau online shop untuk mempromosikan produk yang mereka jual dan untuk meningkatkan penjualan.
Wawancara dengan saudari Elsaida Girsang;
“Instagram itu menjadi media sosial yang paling utama bagi saya karena dari Instagram aku dapat sampingan gitu loh kayak penghasilan, ada penghasilan dari Instagram, kalau ngendorse itu dapat uang. Apalagi sering kerjasama dengan beberapa produk kan, kadang teman juga mau minta tolong untuk ngepromosiin, kalau produk bermerek mereka biasanya kirim via email kayak pakai kontrak gitu. Untuk produk yang bermerek yang sudah ternama mereka bayar
satu feed itu Rp. 600.000,- , kalau produk biasa aku kasih harga Rp. 200.000,-.”
Berdasarkan hasil wawancara dengan saudari Elsaida Girsang, dengan memiliki banyak pengikut membantu beliau dalam menambah yang pemasukan untuk uang tambahan. Beberapa produk untuk promosi berasal dari online shop, produk kecantikan, pakaian, dan produk dari teman sendiri. Untuk harga mereka melakukan perjanjian sebelum melakukan promosi.
Jumlah pengikut yang banyak membuat selebgram memiliki kuasa untuk mempengaruhi pola pikir pengikutnya. Sebagai contoh, ketika seseorang ingin membeli suatu produk atau jasa di online shop Instagram.
Keyakinan seseorang akan meningkat ketika ingin membeli pada online shop tersebut. Hal itu di pengaruhi oleh selebgram yang mempromosikan barang atau jasa yang telah di tampilkan pada dinding Instagramnya, terlebih lagi ketika calon pembeli mengenal selebgram tersebut.
Akun Instagram yang memiliki banyak pengikut mampu mempengaruhi pengikutnya untuk melakukan hal yang diinginkan pemilik akun tersebut melalui konten yang mereka tampilkan pada akun media sosialnya. Citra yang mereka miliki mampu mengubah pendapat pengikut melalui apa yang mereka posting, terlebih lagi ketika mempromosikan suatu barang atau jasa. Pihak yang memiliki produk atau jasa akan
mendapatkan kepercayaan dari pengikut Instagram yang melakukan promosi.
b. Bisnis
Modernisasi memang telah menjadi faktor yang pengubah kebiasaan masyarakat. Jika sebelumnya persebaran informasi melalui media cetak dan media elektronik, kini semua informasi dapat tersebar dengan cepat melalui media internet, khususnya media sosial. Bahkan media sosial, kini menjadi suatu wadah bagi netizen untuk mengekspresikan argumen maupun aktivitasnya. Karena begitu banyaknya pengguna Instagram, membuat orang-orang kreatif memanfaatkannya untuk menjalankan bisnis. Instagram menjadi wadah yang sangat praktis bagi para pebisnis untuk melakukan setiap kegiatannya.
Menjual produk merupakan salah satu cara paling umum di Instagram untuk menghasilkan uang. Kemunculan berbagai online shop merupakan bukti bahwa Instagram menjadi sarana bagi netizen untuk mendapatkan berbagai produk kebutuhan masing-masing. Kini kita dapat melihat bahwa hampir semua kebutuhan netizen dapat ditemukan di Instagram, mulai dari sepatu, pakaian, makanan, smartphone, hingga jasa.
Seperti penuturan dari Bapak Denny Santoso tentang Instagram yang telah menjadi media sosial utama untuk keperluan bisnis, beliau mengatakan;
“Saya melakukan bisnis di Instagram, jadi Instagram bagi saya adalah traffic source. Sehingga saya ngiklan disitu, saya pasang konten rutin disitu untuk mendapatkan traffic source. Saya suka Insightnya, kayak berapa orang yang lihat postingan kita, kemudian iklan terutama.”
Traffic source adalah laporan yang memberikan gambaran mengenai berbagai jenis sumber yang mengirimkan lalu lintas ke situs Web anda34. Ketika di Instagram, traffic source ini berfungsi untuk menampilkan data mengenai jumlah kunjungan terhadap akun Instagram pengguna. Jadi beliau memanfaatkan iklan di Instagram untuk meningkatkan pengunjung akun Instagramnya. Dengan adanya fitur iklan pada Instagram akun seseorang tidak perlu saling mengikuti untuk tampil di beranda orang lain. Ketika kita melakukan iklan di Instagram, maka akun yang di promosikan akan tampil di beranda akun orang lain walaupun tidak saling mengikuti.
Hampir mirip dengan sistem endorse, pebisnis yang memiliki banyak pengikut dapat mempromosikan barang atau jasa yang mereka tampilkan dalam pada dinding akun Instagramnya. Namun perbedaannya adalah mereka dituntut untuk meyakinkan calon konsumen untuk membeli barang atau jasa melalui konten. Keuntungan yang dimiliki akun yang memiliki banyak pengikut dalam akun mereka, ketika ada seseorang atau sekelompok orang yang berusaha untuk menjatuhkan bisnisnya, biasanya
34 https://www.indosmartdigital.com/artikel-73-apa-itu-traffic-sources-darimana-traffic-
kunjungan-website-berasal-.html#:~:text=Dalam%20analisis%20Web%20%2C%20termasuk%20Google,traffic%20yang%20 umum%20untuk%20diketahui, diakses 20 Juni 2020.
pengikut yang mengikuti akun pebisnis tadi akan melakukan pembalaan untuk pebisnis tersebut.
c. Duta Merek (Brand Ambassador)
Duta merek atau yang biasa disebut dengan brand ambassador sering disingkat dengan “BA” sangat sering di temukan pada akun-akun Instagram yang umumnya memiliki banyak pengikut. Akun-akun Instagram tersebut melakukan kerjasama untuk mewakili suatu merek.
Hasil pengamatan peniliti pada akun-akun tersebut, mereka sangat rutin untuk mempromosikan merek yang bekerja sama dengan mereka pada konten-konten yang mereka tampilkan pada akun Instagram. Hal ini dilakukan guna untuk meningkatkan popularitas suatu merek di media sosial Instagram. Sebenarnya penggunaan istilah brand ambassador ini tidak hanya dilakukan pada media Instagram saja, namun berlaku juga dengan media sosial lainnya. Contohnya adalah akun @maell_lee sebagai brand ambassador @pstore dan akun @angelicaaph_ sebagai brand ambassador @evosesports. Akun-akun Instagram yang terlipih menjadi duta merek, umumya memiliki pengaruh pada media sosial Instagram.
Menurut Lea-Greenwood, (2012:88) A brand ambassador is a tool used by companies to communicate and connect with the public, regarding how them actually enhances sales. Penggunaan brand ambassador dilakukan oleh perusahaan untuk memengaruhi atau mengajak
konsumen35. Tugas dari duta merek adalah untuk meningkatkan kesadaran dan penjualan merek suatu perusahaan. Mereka disewa karena mereka memiliki kemampuan untuk menggunakan strategi promosi guna untuk meyakinkan pelanggan terhadap produk-produk yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan, sehingga pelanggan setiap produk yang di keluarkan suatu perusahaan terpengaruh untuk membeli atau mengkonsumsi suatu produk lebih banyak.