Secara teoritis supervisi akademik harus secara langsung mempengaruhi
dan mengembangkan perilaku guru dalam mengelola proses pembelajaran. Inilah
karakteristik esensial supervisi akademik. Sehubungan dengan ini, janganlah
diasumsikan secara sempit, bahwa hanya ada satu cara terbaik yang bisa
diaplikasikan dalam semua kegiatan pengembangan perilaku guru.
Secara konseptual, supervisi akademik merupakan serangkaian kegiatan
membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran
demi pencapaian tujuan pembelajaran. Supervisi akademik merupakan upaya
membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan
pembelajaran. Dengan demikian, berarti esensi supervisi akademik itu sama sekali
bukan menilai unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran,
melainkan membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalismenya.
Walaupun masih sering dijumpai adanya seorang kepala sekolah dalam
melaksanakan supervisi akademik hanya datang ke sekolah dengan membawa
instrumen pengukuran unjuk kerja. Kemudian masuk ke kelas melakukan
pengukuran terhadap unjuk kerja guru yang sedang mengajar. Setelah itu,
selesailah tugasnya, seakan-akan supervisi akademik sama dengan pengukuran
guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Tujuan akhir supervisi akademik
44
adalah agar guru semakin mampu membuat administrasi pembelajaran dengan
baik, melakukan proses belajara mengajar dengan baik, mampu mengoptimalkan
segala media dan fasilitas yang ada dalam lembaga pendidikan dan mampu
memfasilitasi belajar bagi murid-muridnya secara rinci. Sedangkan tahapan
implementasi supervisi akademik dan kompetensi pedagogik serta hambatan yang
ada dalam proses implementasi supervise akademik akan diuraikan lebih lanjut
berikut ini.
D. Tahapan Implementasi Supervisi Akademik
Sebagaimana hasil observasi tentang tahapan implementasi supervisi
yang di lakukan pengawas dan kepala sekolah, dapat peneliti jelaskan bahwa
secara umum tahapan implementasi supervisi akademik yang di lakukan oleh
pengawas PAI SD dan kepala sekolah ada 3 tahap yang dilakukan dalam
melakukan supervisi akademik terhadap guru PAI SD di kecamatan
Bumijawa, yaitu: 1). Pra observasi; 2). Observasi; dan 3). Pasca observasi.59
1. Tahapan Implementasi Supervisi Akademik Pengawas
Secara Teoritis Dalam melaksanakan supervisi akademik,
pengawas sekolah/madrasah hendaknya memiliki peranan khusus
sebagai: a) Patner (mitra) guru dalam meningkatkan mutu proses dan
hasil pembelajaran dan bimbingan di sekolah/madrasah binaannya; b)
Inovator dan pelopor dalam mengembangkan inovasi pembelajaran dan
bimbingan di sekolah/madrasah binaannya; c) Konsultan pendidikan dan
pembelajaran di sekolah/madrasah binaannya; d) Konselor bagi guru dan
59
Observasi, Tentang Tahapan Implementasi Supervisi Pengawas PAI SD dan Kepala Sekolah di SD Kecamatan Bumijawa, 27 Juli-16 Agustus 2016.
45
seluruh tenaga kependidikan di sekolah/madrasah; dan e) Motivator
untuk meningkatkan kinerja guru dan semua tenaga kependidikan di
sekolah/madrasah.60
Karena itu, sasaran supervisi akademik antara lain adalah untuk
membantu guru dalam hal: a) merencanakan kegiatan pembelajaran dan
atau bimbingan; b) melaksanakan kegiatan pembelajaran/ bimbingan; c)
menilai proses dan hasil pembelajaran/bimbingan; d) memanfaatkan hasil
penilaian untuk peningkatan layanan pembelajaran/ bimbingan; e)
memberikan umpan balik secara tepat dan teratur dan terus menerus pada
peserta didik; f) melayani peserta didik yang mengalami kesulitan
belajar; g) memberikan bimbingan belajar pada peserta didik; h)
menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan; i)
mengembangkan dan memanfaatkan alat bantu dan media pembelajaran
dan atau bimbingan; j) memanfaatkan sumber-sumber belajar; k)
mengembangkan interaksi pembelajaran/bimbingan (metode, strategi,
teknik, model, pendekatan dan sebagainya) yang tepat dan berdaya guna;
l) melakukan penelitian praktis bagi perbaikan pembelajaran/ bimbingan;
dan m) mengembangkan inovasi pembelajaran/ bimbingan.61
Adapun teknik dan tahapan Supervisi Akademik dapat dilakukan
secara individual maupun kelompok. Berbagai teknik supervisi
individual meliputi kegiatan, antara lain: a) kunjungan kelas; b) observasi
60
Surya Dharma, Peran dan Fungsi Pengawas Sekolah/ Madrasah. Dalam Jurnal Tenaga Kependidikan Volume 3, No. 1, April 2008. 4.
61
46
kelas; c) Pertemuan individual; d) kunjungan antar kelas; dan e) self
assessment.62
Berbagai kegiatan supervisi yang dilakukan secara kelompok,
antara lain a) orientasi bagi guru baru; b) ujicoba di kelas atau penelitian
tindakan kelas; c) pelatihan sensitivitas; d) pertemuan guru yang efektif;
e) melakukan teknik Delphi untuk mengambil keputusan mengenai
perbaikan pengajaran/sekolah; f) mengunjungi guru lain yang
profesional; g) pengembangan instrument ujian secara bersama; dan h)
pusat kegiatan guru.
Dari hasil observasi yang penulis lakukan terhadap tahapan
implementasi supervisi akademik yang dilakukan pengawas PAI SD di
Kecamatan Bumijawa ada tiga tahapan yang dilalui, hal ini dibenarkan
oleh pengawas PAI SD Kecamatan Bumijawa Hj. Roikhatul Jannah
ketika peneliti melakukan wawancara dengan memberikan penjelasan
sebagai berikut:63
“Dalam melakukan supervisi akademik terhadap guru PAI SD
bimbingan kami, ada tiga tahapan yang kami lakukan dalam
mensupervisi, yaitu:
a.Pra-observasi (Pertemuan awal) yaitu kami menciptakan suasana akrab
dengan guru, membahas persiapan yang dibuat oleh guru dan membuat
62
Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional, Metode dan Teknik Supervisi. Jakarta: Pustaka Jaya, 2008. 20.
63
Roikhatul Jannah, Wawancara Tentang Tahapan Implementasi Supervisi Pengawas PAI SD Kecamatan Bumijawa, Ruang Pengawas UPTD Kecamatan Bumijawa, 18 Agustus 2016, Pukul. 08.10 WIB.
47
kesepakatan mengenai aspek yang menjadi fokus pengamatan,
menyepakati instrumen observasi yang akan digunakan.
b.Observasi (Pengamatan pembelajaran) yaitu kami melakukan
pengamatan pada aspek yang telah disepakati, menggunakan instrumen
observasi, disamping instrumen perlu dibuat catatan (fieldnotes),
catatan observasi meliputi perilaku guru dan siswa, tidak mengganggu
proses pembelajaran.
c.Pasca observasi (Pertemuan balikan), pada tahap ini kami menanyakan
bagaimana pendapat guru mengenai proses pembelajaran yang baru
berlangsung, memberi kesempatan pada guru mencermati dan
menganalisisnya, kemudian kami diskusikan secara terbuka hasil
observasi, terutama pada aspek yang telah disepakati (kontrak),
kemudian kami memberikan penguatan terhadap penampilan guru”.64
Lebih lanjut ibu pengawas menjelaskan bahwa dalam memberikan
evaluasi dan penguatan kami menghindari kesan menyalahkan, kami
bimbing guru menemukan sendiri kekurangannya, dan memberikan
dorongan moral bahwa guru mampu memperbaiki kekurangannya.65 Sesuai hasil wawancara, pelaksanaan Supervisi akademik
(pembelajaran) oleh pengawas dilakukan pada guru ada dua bentuk,
yaitu: a). Melalui kunjungan kelas secara dadakan, hal ini pengawas
lakukan apabila mendapat laporan dari kepala sekolah mengenai kinerja
64
Roikhatul Jannah, Wawancara Tentang Tahapan Implementasi Supervisi Pengawas PAI SD Kecamatan Bumijawa, Ruang Pengawas UPTD Kecamatan Bumijawa,.., 08.35 WIB.
65
Roikhatul Jannah, Wawancara Tentang Tahapan Implementasi Supervisi Pengawas PAI SD Kecamatan Bumijawa, Ruang Pengawas UPTD Kecamatan Bumijawa,.., 08.40 WIB.
48
guru yang kurang baik, atau berbeda dari teman-temannya dan kepala
sekolah sudah tidak mampu mensupervisi; b). Supervisi dilakukan oleh
pengawas dalam setiap awal semester dan setelah mid semester. Pada
setiap semester pengawas melakukan minimal dua kali supervisi
akademik terhadap guru pada setiap sekolah.66
Ibu Roikhatul Jannah memberikan penjelasan bahwa Pengawas
dalam melakukan supervisi akademik terhadap kompetensi pedagogik
guru memiliki tujuan untuk perbaikan dan perkembangan proses
belajar-mengajar secara total; berarti, lanjut Ibu pengawas, bahwa tujuan
supervisi akademik tidak hanya untuk memperbaiki mutu mengajar guru,
tetapi juga membina pertumbuhan profesi guru dalam arti luas termasuk
di dalamnya pengadaan fasilitas yang menunjang kelancaran proses
belajar-mengajar, peningkatan mutu pengetahuan dan keterampilan
guru.67 Pemberian bimbingan dan pembinaan oleh pengawas juga dalam hal pemilihan dan penggunaan metode mengajar, alat-alat pelajaran,
prosedur dan teknik evaluasi pengajaran, dan sebagainya.68
Maka jelas bahwa tujuan supervisi akademik adalah untuk
meningkatkan kualitas mengajar guru di kelas dan pada gilirannya untuk
meningkatkan kualitas belajar siswa. Supervisi akademik merupakan
salah satu tugas pengawas sekolah, karena guru membutuhkan bantuan
66
Roikhatul Jannah, Wawancara Tentang Tahapan Implementasi Supervisi Pengawas PAI SD Kecamatan Bumijawa, Ruang Pengawas UPTD Kecamatan Bumijawa,.., 09.00 WIB.
67
Roikhatul Jannah, Wawancara Tentang Tujuan Supervisi Akademik Pengawas PAI SD Kecamatan Bumijawa, Ruang Pengawas UPTD Kecamatan Bumijawa,.., 10.00 WIB.
68
Roikhatul Jannah, Wawancara Tentang Tujuan Supervisi Akademik Pengawas PAI SD Kecamatan Bumijawa, Ruang Pengawas UPTD Kecamatan Bumijawa,.., 10.15 WIB.
49
secara langsung dan juga umpan balik untuk peningkatan proses
belajar-mengajar di kelas.
Dengan demikian, menurut penjelasan dari Ibu pengawas di akhir
wawancara, bahwa supervisi akademik harus mampu memberikan umpan
balik yang tepat setelah menganalisis kegiatan belajar-mengajar yang
dilaksanakan oleh guru, dan juga menganalisis interaksi kemanusiaan
yang terjadi di dalam kelas.69
Berikut pedoman observasi dan supervisi akademik yang
digunakan oleh Ibu Roikhatul Jannah dalam melakukan supervisi
akademik terhadap guru PAI SD di wilayah kepengawasannya SD se
kecamatan Bumijawa:70