• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGESAHAN SKRIPSI

SURAT PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT

Saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Sarah Christy Hutabarat

Nomor Induk Mahasiswa : 141524071 Program Studi : Ekstensi Farmasi

Judul Skripsi : Pemeriksaan Kandungan Kalsium, Besi dan Magnesium pada Daging Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Segar dan cakalang Loin Masak Secara Spektrofotometri Serapan Atom Dengan ini menyatakan bahwa skripsi ini ditulis berdasarkan data dari hasil pekerjaan yang saya lakukan sendiri, dan belum pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar kesarjanaan di perguruan tinggi lain, dan bukan plagiat karena kutipan yang ditulis telah disebutkan sumbernya di dalam daftar pustaka. Apabila dikemudian hari ada pengaduan dari pihak lain karena didalam skripsi ini ditemukan plagiat karena kesalahan saya sendiri, maka saya bersedia menerima sanksi apapun oleh Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, dan bukan menjadi tanggung jawab pembimbing.

Demikianlah surat pernyataan ini saya perbuat dengan sebenarnya untuk dapat digunakan jika diperlukan sebagaimana mestinya.

Medan, Oktober 2016 Yang membuat pernyataan

PEMERIKSAAN KANDUNGAN KALSIUM, BESI DAN MAGNESIUM PADA DAGING IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis)SEGAR DANCAKALANG LOIN MASAK SECARA SPEKTROFOTOMETRI

SERAPAN ATOM ABSTRAK

Ikan Cakalang merupakan salah satu komoditas ekspor perikanan Indonesia yang memiliki nilai gizi cukup baik.Kandungan Ca, Fe dan Mg cukup tinggi pada ikan cakalang dapat disebabkan karena habitatnya berada di air laut yang mengandung mineral seperti klor, natrium, kalsium dan magnesium yang menyediakan asupan mineral bagi ikan cakalang. Ikan cakalang loin masak merupakan salah satu produk olahan tuna yang menggunakan uap panas dalam proses pengolahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kalsium, besi dan magnesium pada daging ikan cakalang yang segar dan cakalang loin masak.

Sampel ikan cakalang didestruksi kering, kemudian dilakukan analisis kuantitatif kalsium, besi dan magnesium dengan menggunakan metode spektrofotometri serapan atom (AAS) pada panjang gelombang 422,7 nm untuk kalsium, 248,3 nm pada besi dan magnesium 285,2 nm dengan nyala udara-asetilen.

Hasil penetapan kadar kalsium, besi dan magnesium pada ikan cakalang segar yaitu sebesar (7,1566 ± 0,0201) mg/100 g, (6,5067 ± 0,0946)mg/100 g, (2,9572 ± 0,0017) mg/100 g dan pada ikan cakalang loin masak sebesar (5,9510 ± 0,0264)mg/100 g, (5,2608 ± 0,0878) mg/100 g, dan (2,7780 ± 0,0008) mg/100 g. Hasil ini menunjukkan bahwa ikan cakalang mengandung mineral kalsium, besi dan magnesium dan memiliki perbedaan kadar antara daging ikan cakalang segar dan ikan cakalang loin masak.

Kandungan mineral pada ikan cakalang yang diuji berbeda dengan penelitian terdahulu.Hal ini dapat disebabkan perbedaan habitat, tempat penangkapan ikan, dan metode yang digunakan saat analisis.Kandungan gizi setiap ikan berbeda-beda tergantung pada faktor internal yang meliputi spesies ikan, umur dan faktor ekternal ikan meliputi habitat, ketersediaan pakan serta kualitas perairan tempat ikan hidup.

Kata kunci: Ikan Cakalang Segar,Ikan Cakalang Loin Masak, Kalsium, Besi, Magnesium Spektrofotometri Serapan Atom.

CONTENT DETERMINATION OF CALCIUM, IRON AND MAGNESIUM IN FRESHMEAT SKIPJACK TUNA (Katsuwonus pelamis) AND SKIPJACK TUNA COOKED LOIN USING ATOMIC ABSORPTION

SPECTROPHOTOMETRY ABSTRACT

Skipjack tuna is one of the fishery Indonesia’s export commodities that have goodnutritional value.The content of Ca, Fe, and Mg is high in tuna because the habitat are in seawater that containing minerals such as chlorine, sodium, calcium and magnesium which provides mineral intake for skipjack. Skipjack tuna cooked loin is one of the tuna product processed that using steam in the treatment process.This study aimed to determine the content of calcium, iron and magnesium in fresh meat skipjack tuna andskipjack tuna cooked loin.

The skipjack tuna samples were destructed byusing dry destruction method, then the quantitative analysis of calcium, iron and magnesium were done using atomic absorption spectrophotometry (AAS) at a wavelength of 422,7 nm for calcium, 248,3 nm for ironand 285,2 nm for magnesium with air-acetyleneflame.

The results showed levels of calcium, iron and magnesium in the fresh meat skipjack tuna at (7,1566 ± 0,0201) mg/ 100 g, (6,5067 ± 0,0946) mg/100g and (2,9572 ± 0,0017) mg/100 g and in the skipjack tuna cooked loin by (5,9510 ± 0,0264) mg/100 g, (5,2608 ± 0,0878)mg/100 g, (2,7780 ± 0,0008) mg/ 100 g. The result have showed in that fresh meat skipjack tuna and skipjack tuna cooked loin have kalsium, iron and magnesium and there are difference content of minerals between fresh meat skipjack tuna and skipjack cooked loin.

Mineral content in analysis are different from previous research, This can be caused by diferences of habitat, fish catching place, and the methods which using in analysis. Nutrient content can be varies depending on internal factors such as species, age, and external factors like as habitat, food avaibility and the quality of the waters where the fish live.

Keywords:Fresh MeatSkipjack Tuna, Skipjack Tuna Cooked Loin,Cooked Loin

DAFTAR ISI

Halaman

JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

SURAT PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT ... v

ABSTRAK ... vi

ABSTRACT ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

DAFTAR GAMBAR DALAM LAMPIRAN ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Perumusan Masalah ... 3 1.3 Hipotesis ... 4 1.4 Tujuan ... 4 1.5 Manfaat ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 5

2.1 Ikan Tuna ... 5

2.1.1 Sistematika Ikan Cakalang ... 6

2.1.2 Manfaat Ikan Cakalang ... 8

2.3 Mineral ... 10

2.3.1 Kalsium ... 10

2.3.2 Besi ... 12

2.3.3 Magnesium ... 13

2.4 Metode destruksi ... 14

2.4.1 Metode destruksi kering ... 14

2.4.2 Metode destruksi basah ... 15

2.5 Spektrofotometri Serapan Atom ... 15

2.5.1 Prinsip Dasar Spektrofotometri Serapan Atom ... 15

2.5.2 Gangguan-gangguan pada Spektrofotometri Serapan Atom 16 2.6 Validasi Metode Analisis ... 16

2.6.1 Kecermatan (accuracy) ... 17

2.6.2 Keseksamaan (precision) ... 18

2.6.3 Batas Deteksi dan Batas Kuantisasi ... 18

BAB III METODE PENELITIAN ... 19

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ... 19

3.2 Alat-alat ... 19 3.3 Bahan-bahan ... 19 3.3.1 Sampel ... 19 3.3.2 Pereaksi ... 19 3.4 Identifikasi Sampel ... 20 3.5 Pembuatan Pereaksi ... 20 3.5.1 Larutan HNO3 (1:1) ... 20

3.5.3 Larutan NaOH 2 N ... 20 3.5.4 Larutan H2SO4 1 N ... 20 3.5.5 Larutan NH4CNS 0,1 N ... 20 3.6 Prosedur Penelitian ... 21 3.6.1 Pengambilan Sampel ... 21 3.6.2 Penyiapan Sampel ... 21 3.6.3 Proses Destruksi ... 22

3.6.4 Pembuatan Larutan Sampel ... 22

3.7 Pemeriksaan Kualitatif ... 2

3.7.1 Pemeriksaan Kualitatif Kalsium dengan Asam Sulfat 1N ... 22

3.7.2 Pemeriksaan Kualitatif Besi dengan larutan NH4CNS 0,1 N ... 23

3.7.3 Pemeriksaan Kualitatif Magnesium dengan Larutan Kuning Titan 0,1% b/v ... 23

3.8 Pemeriksaan Kuantitatif ... 23

3.8.1 Pembuatan Kurva Kalibrasi ... 23

3.8.1.1 Kalsium ... 23

3.8.1.2 Besi ... 24

3.8.1.3 Magnesium ... 24

3.8.2 Penetapan Kadar Kalsium, Besi dan Magnesium pada Daging Ikan Cakalang Segar dan Cakalang Loin Masak ... 24

3.9 Analisis Data Secara Statistik ... 25

3.10 Validasi Metode Analisis ... 26

3.10.1 Uji Perolehan Kembali (Recovery) ... 26

3.10.3 Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi ... 27

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 28

4.1 Analisis Kualitatif ... 28

4.2 Analisis Kuantitatif ... 29

4.2.1 Kurva Kalibrasi Kalsium, Besi dan Magnesium ... 29

4.2.2 Analisis Kadar Kalsium, Besi dan Magnesium pada Daging Ikan Cakalang Segar dan Cakalang Loin Masak ... 31

4.3 Uji Perolehan Kembali (Recovery) ... 33

4.4 Uji Keseksamaan (Presisi) ... 34

4.5 Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi ... 34

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 36

5.1 Kesimpulan ... 36

5.2 Saran ... 36

DAFTAR PUSTAKA ... 37

Dokumen terkait