• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.5 Survei Primer

3.2 Studi Pendahuluan dan Studi Pustaka

Studi pendahuluan dilakukan untuk memperoleh data – data awal pada kondisi saat ini, dimana dalam studi ini akan diketahui kondisi lapangan yang sebenarnya. Dikarenakan peneliti ingin mendalami ilmu ekonomi trasnsportasi, maka peneliti memilih studi Biaya Tundaan di Kota Denpasar. Karena Kota Denpasar merupakan pusat Pemerintahan, perdagangan dan industri terutama industri pariwisata. Oleh sebab itu maka peneliti memilih Kota Denpasar menjadi lokasi studi yang akan dilakakukan penelitian. Peneliti pernah melakukan survei di beberapa lokasi di denpasar seperti di Jl. Gajah Mada, Jl. Sesetan, Jl. Hayamwuruk, tetapi di jalan tersebut sudah pernah dilakukan studi Analisis Biaya Tudaan.

Setelah mengumpulkan beberapa referensi dan mencari diiternet, peneliti kembali melakukan survei lokasi di Denpasar Timur. Peneliti tertarik melakukan penelitian di Ruas Jalan Raya Puputan Denpasar atau Jalan Raya Hang Tuah Denpasar. Setelah beberapa lokasi studi diketahui, peneliti melakukan bimbingan ke Dosen pembimbing untuk mengajukan lokasi studi yang akan dilakukan penelitian.

3.3 Identifikasi Masalah dan Tujuan Penelitian

Setelah lokasi studi di ruas jalan Raya Puputan Denpasar mulai dari Bundaran Jl. Raya Puputan Denpasar – Simpang Letda Reta disetujui oleh Dosen pembimbing dengan berbagai permasalah yang terdapat dilokasi tersebut. Peneliti melakukan observasi khusus untuk mengetahui permasalahan dan mempelajari masalah yang ada dilokasi tersebut. Peneliti melihat permasalahan di lokasi studi bahwa potensi tundaan lalu lintas yang terjadi cukup tinggi dikarenakan banyaknya simpang Non APILL dan Hambatan yang terjadi pada lokasi tersebut. Setelah observasi selesai dilakukan maka peneliti dapat merumuskan masalah dan tujuan pada penetian ini. Jadi rumusan masalah yang didapat pada lokasi studi yaitu besarnya biaya tundaan yang terjadi pada lokasi studi. Dan tujuan penelitian didapat yaitu untuk menganalisis besarnya biaya tundaan pada lokasi studi.

3.4 Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Dikatakan sebagai data primer dikarenakan data tersebut di dapat langsung dari lapangan melalui kegiatan survei dilapangan. Sedangkan data sekunder adalah data yang telah ada yang didapatkan dari instansi – instansi terkait. Dalam suatu studi pengumpulan data merupakan elemen yang sangat penting dalam penelitian. Karena bagus tidaknya data akan berbanding dengan kualitas penelitian. Bagus tidaknya data penelitian itu tergantung dari teknik pengambilan data yang dilakukan. Data yang berkualitas itu adalah data yang dari kuantitas (jumlah) mencukupi secara statistic dan teknik survei yang tepat.

3.5 Survei Primer

Dalam pengumpulan data primer dilakukan berbagai macam survei yaitu survei geometrik jalan, survei kecepatan kendaraan, dan survei volume lalu lintas dengan adanya hambatan samping.

31 a. Survei Geometrik jalan bertujuan untuk mengetahui tipe jalan, panjang jalan, lebar bahu jalan, lebar lajur jalan dan lebar kerb yang tedapat pada lokasi survei.

b. Survei volume lalu lintas bertujuan untuk mencatat setiap kendaraan yang lewat (melalui suatu titik atau garis tertentu). Dimana volume lalu lintas adalah jumlah kendaraan yang melalui suatu ruas jalan pada pariode waktu tertentu.

c. Survei waktu tempuh kendaraan bertujuan untuk melewati ruas mengetahui waktu rata – rata yang diperlukan kendaraan untuk melewati ruas jalan yang diteliti. Dengan mengetahui waktu tempuh rata – rata maka akan diketahui kecepatan rata – rata.

d. Survei hambatan sampingan jalan bertujuan untuk mengetetahui besarnya hambatan samping pada ruas jalan Raya Puputan Denpasar. Pada servei hambatan samping ini, diambil pada segmen 200 meter (dua sisi).

e. Survei tingkat isian penumpang bertujuan untuk mengetahui isisan penumpang dari masing – masing kendaraan. Hasil survei ini akan digunakan dalam perhitungan nilai waktu.

f. Survei harga komponen BOK (biaya operasional kendaraan) bertujuan untuk mengetahui harga komponen BOK. Dimana harga komponen BOK ini didapatkan di bengkel dan showroom mobil terdekat, dan hasilnya digunakan dalam analisis perhitungan Biaya Operasional Kendaraan.

3.5.1 Survei Geometrik Jalan

Data geometrik jalan adalah data tentang kondisi jalan secara nyata dilapangan dengan metode manual, yaitu dengam mengukur masing – masing parameter yang akan diukur dan mencatat pada formulir survei. Data geomerik jalan ini berupa tipe jalan, kelas jalan, lebar jalan, lebar laju, lebar bahu jalan, lebar kerb dan lebar saluran drainase. Pengambilan data tersebut dilakukan setelah melakukan survei volume lalu lintas pada hari yang sama yaitu hari rabu, 22 – mei – 2019, pada pukul 23.15 wita di Ruas Jalan Raya Puputan Denpasar, dapat dilihat pada Lampiran B.1.

a. Metode yang digunakan

Metode yang digunakan adalah metode manual, yaitu dengam mengukur masing – masing parameter yang akan diukur dan mencatat pada formulir

b. Alat yang digunakan

Peralatan yang diperlukan pada saat survei adalah : formulir survei geometrik jalan, pensil / pulpen, clipboard, pita ukur/ meteran dan alat bantu lainnya.

32 Survei dilakukan pada saat keadaan volume lalu lintas sepi demi kelancaran pelaksanaan survei. Para surveyor akan mengukur masing – masing dari kebutuhan data, misalnya untuk mengukur lebar jalan digunakan alat pita ukur / meteran. Surveiyor yang digunakan berjumlah 4 orang, 2 surveiyor bertugas sebagai pengukur, 1 surveiyor sebagai pencatatat hasil survei dan 1 orang sebagai dukumentasi dan mengatur lalu lintas.

Gambar 3.2 Ilustrasi Survei Geometrik Jalan

3.5.2 Survei Volume Lalu Lintas

Lokasi survey dilakukan di sebelah barat SPBU, survei dilakukan selama 16 jam pada hari rabu, 22 – mei – 2019, pada pukul 07.00 - 23.00 wita. Pada survei ini surveyor menggunakan 3 kali ship dengan selang waktu 5 - 6 jam yaitu setiap ship terdiri dari 6 orang surveyor. 6 surveiyor tersebut dibagi menjadi dua kelompok, 3 orang berada di utara jalan dan 3 orang berada di selatan jalan. 3 surveiyor di utara bertugas menghitung dan mencatat jumlah kendaraan yang melewati titik pengamatan kendaraan yang lewat pada jalur kendraan, 1 orang bertugas menghitung sepeda motor, 1 orang bertugas menghitung kendaraan ringan, dan 1 orang bertugas menghitung kendaraan berat. 3 surveiyor di selatan bertugas menghitung dan mencatat jumlah kendaraan yang melewati titik pengamatan kendaraan yang melintas di jalur khusus, 1 orang bertugas menghitung sepeda motor, 1 orang bertugas menghitung kendaraan ringan, dan 1 orang bertugas menghitung kendaraan berat. Maka didapat kondisi arus lalu lintas selama 16 jam yang dapat dilihat pada Lampiran C Formulir C.2-1 dan C.2-2. Setelah data diolah didapatkan hasil jam puncak pagi, siang,sore, dan volume rata – rata.

Klasifikasi dalam penelitian ini menggolongkan kendaraan menjadi empat macam yaitu :

a. Truk (Heavy Vehicle/HV) yaitu kendaraan bermotor dengan lebih dari 6 roda dengan jarak as lebih dari 3,5 m. Meliputi: truk 2 as, truk 3 as, dan truk kombinasi sesuai sistem klasifikasi Bina Marga.

33 b. Bus (Heavy Vehicle/HC) yaitu kendaraan berat dengan lebih dari 6 roda dengan jarak as lebih dari 3,5 m. Meliputi: bus dan bus kombinasi sesuai sistem klasifikasi Bina Marga.

c. Kendaraan Ringan (Light Vehicle/LV) yaitu kendaraan bermotor ber as dengan 4 roda dan jarak as 2,0 – 3,0. Meliputi motor penuumpang, mikrobis, pick up, dan truk kecil sesuai dengan klasifikasi Bina Marga. d. Sepeda Motor (Motor Cycle/MC) yaitu kendaraan bemotor dengan 2

atau 3 roda. Meliputi: sepeda motor dan kendaraan roda 3 sesaui dengan sistem Bina Marga.

Pelaksanaan survei untuk pengumpulan data adalah dalam bentuk observasi langsung di lokasi studi berupa survei pergerakan lalu lintas. Survei pergerakan lalu lintas ini dilakukan pada hari kerja, karena secara visual dapat diketahui bahwa pada hari kerja volume kendaraan yang melewati ruas jalan ini lebih padat, sehingga dapat diketahui arus pada jam jam puncak.

Peralatan yang digunakan pada saat survei adalah formulir suvei volume lalu lintas, pensil/pulpen, clipboard, aplikasi penghitung pada smartphone

android (Multi Counter) dan alat bantu lainnya. Pengamatan dapat diilustrasikan

seperti pada Gambar 3.3 berikut:

Gambar 3.3 Ilustrasi Survei Volume Lalu Lintas

3.5.3 Survei Waktu Tempuh

Pengumpulan data pada studi ini dengan kendaraan contoh (floating car). Cara ini dilakukan dengan kendaraan yang menyusuri rute yang telah ditetapkan. Peralatan yang digunakan pada saat survei adalah formulir survei waktu tempuh, stop watch, pensil/pulepen, clipboard dan alat bantu lainnya. Kendaraan digerakkan pada kecepatan rata-rata kendaraan lainnya. survey dilakukan selama 12 jam, survey dilakukan pada hari kamis, 23 – mei – 2019, panjang rute yang di gunakan pada survey ini adalah 2400 meter. Data waktu tempuh perjalanan dilakukan 3 kali perjalanan yang mengacu pada panduan survey dan waktu perjalanan lalu lintas dan hasil selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran C.3

Pada saat survei dilakukan oleh 2 surveiyor yaitu 1 orang pengamat dan 1 orang pengemudi. Pengamat bertugas menghidupkan stop watch saat titik awal survei dan ketika kendaraan berhenti atau terpaksa bergerak lambat karena kondisi

34 yang ada, maka stop watch kedua dihidupkan untuk mencatat waktu hambatan yang dialami. Pada akhir rute, stop watch dihentikan dan waktu total perjalanan dicatat. Pengemudi bertugas mengendarai kendaraan contoh di sepanjang rute sesuai dengan perkiraan kriteria operasi yang diambil. Pengamatan dapat diilustrasikan seperti pada Gambar 3.4 berikut:

Gambar 3.4 Ilustrasi Survei Waktu Tempuh Perjalanan

3.5.4 Survei Hambatan Samping

Survei hambatan samping ini dilakukan pada segmen 200 meter (dua sisi) dari depan SPBU Renon sampai depan Wr. Bu Agus. Survei di lakukan pada Hari Rabu, 22 – Mei – 2019 dengan lama waktu survei 12 jm, dari jam 07.00 – 19.00 wita. Peralatan yang digunakan pada saat survei adalah formulir survei hambatan samping (Lampiran B Formulir B.4 ), pensil/pulpen, dan clipboard. Pada survei ini digunakan 4 orang surveyor, empat surveiyor tersebut dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 1 kelompok terdiri dari 2 orang surveiyor, 1 orang dalam 1 kelompok survei akan bertugas mengamati hambatan samping sepanjang 100 meter. Kelompok 1 berada di sisi utara jalan yang bertugas mengamati hambatan samping yang berada di selatan jalan. Dan kelompok 2 akan berada di sisi selatan yang akan bertugas mengamati hambatan sampinng yang ada di utara jalan seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3.5. 200 meter yang dijadikan titik survei ini dianggap memiliki tingkat hambatan samping yang tinggi dapat mewakili seluruh wilayah studi. Pada survei ini menggunakan cara manual, yaitu dengan menghitung manual jumlah hambatan samping yang terdiri dari : pejalan kaki yang menyeberang jalan, kendaraan yang parkir di pinggir jalan, kendaraan masuk dan keluar sisi jalan dan kendaraan tak bermotor. Data tersebut dicatat dalam formulir survei hambatan samping yang selanjutnya yang akan dianalisis datanya. Data hambatan samping dapat dilihat pada Lampiraan C Formulir C. digunakan dalam perhitungan kapasitas jalan. Pengamatan dapat diilustrasikan seperti pada Gambar 3.5 berikut:

35 Gambar 3.5 Ilustrasi Survei Hambatan Samping

3.5.5 Survei Tingkat Isian Kendaraan

Survei tingkat isian penumpang dilakukan dengan cara manual, dengan menghitung penumpang kendaraan yang masuk ke pompa bensin terdekat dari lokasi survei. Peralatan yang digunakan pada saat survei adalah formulir survei tingkat isian penumpang (Lampiran B Formulir B.5), pulpen dan papan alas. Pada survei tingkat isian penumpang ini digunakan 2 orang surveyor yang bertugas mencatat kendaraan dan jumlah penumpang pada kendaraan tersebut. Satu surveiyor mencatat kendaraan ringan (LV) dan kendaraan berat (HV), sedangkan satunya lagi mencatat sepeda motor (MC). Data jumlah penumpang dilakukan untuk mengetahui rata – rata jumlah penumpang setiap jenis kendaraan yang melintas di jalan raya Puputan Denpasar (Lampiran C Formulir C.5). Survei ini sebagai salah satu variable yang digunakan dalam perhitungan nilai waktu. Pengamatan dapat diilustrasikan seperti pada Gambar 3.6 berikut:

Gambar 3.6 Ilustrasi Survei Tingkat Isian Penumpang

3.5.6 Survei Harga BOK

Survei harga komponen BOK dilakukan dengan survei langsung pada bengkel dan showroom mobil terdekat untuk mengetahui harga komponen BOK tersebut. survei dilakukan pada hari senin, 20 – Mei – 2019 di pipi Motor, Gaya motor, Karya Ayu. Survei hara komponen BOK ini di lakukan di 3 bengkel dan

Dokumen terkait