• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabel hasil rata-rata geometrik

Dalam dokumen 239592868 Penelitian Nina Tri Lestari (Halaman 78-90)

No Risiko Biaya Konsekuensi Kemungkinan Visibilitas

Min Max Min Med Max Min Med Max Min Med Max

T Risiko Teknis

T.1 Kerusakan instrumen 2,000,000 585,500,000 1.07 2.66 4.09 1.53 2.93 4.16 1.47 2.63 3.54 T.2 Kendala dalam mengoperasikan instrument MCP II 5,746,828 68,961,930 1.28 2.63 3.95 1.32 2.26 3.50 1.58 2.45 3.52 T.3 Masalah koneksi dengan Streaming Current Monitor. 7,746,828 310,961,930 1.15 2.19 3.68 1.34 2.35 3.27 2.02 2.70 3.44 T.4 Kesalahan kalibrasi field instrument. 5,746,828 68,961,930 1.20 1.94 3.30 1.20 1.62 2.73 1.86 2.86 3.78 T.5 Scada Vijeo Citect tidak compatible dengan peralatan yang ada. 64,371,828 127,586,930 1.07 1.83 3.21 1.32 1.86 2.95 1.97 2.78 3.78 T.6 Dukungan purna jual (suku cadang/service) HC 900 tidak optimal. 244,870,000 258,500,000 1.20 2.32 3.73 1.15 2.11 3.10 1.71 2.59 3.78 T.7 Teknologi peralatan yang ada telah ketinggalan zaman. 57,890,244 124,007,763 1.47 2.85 4.16 1.62 2.85 3.84 1.69 2.63 3.44 T.8 Ketidakcocokan instrument yang dibeli dengan kebutuhan operasi. 57,890,244 124,007,763 1.07 2.19 3.49 1.07 2.02 3.32 1.53 2.70 3.54 T.9 Kesalahan desain/penempatan peralatan. 15,000,000 80,000,000 1.20 2.32 3.48 1.20 2.42 3.56 1.53 2.63 3.40 T.10 Koneksi antara PS1 Cidanau dan WTP. Krenceng yang tidak

stabil/terputus.

522,057,828 614,011,930 1.20 2.11 3.62 1.37 2.42 3.42 1.34 2.63 3.40 T.11 Ketidaksiapan infrastruktur penunjang di PT. KTI. 55,788,494 119,003,597 1.41 2.22 3.46 1.41 2.35 3.23 1.64 2.73 3.72 T.12 Keamanan dan validitas data yang diakuisisi. 5,746,828 68,961,930 1.20 2.11 3.62 1.20 2.23 3.22 1.58 2.55 3.46 T.13 Kerusakan peralatan akibat instalasi yang tidak aman (gangguan petir,

pencurian, dll).

57,890,244 124,007,763 1.47 2.55 3.82 1.53 2.73 3.64 1.43 2.17 3.03

F Risiko Finansial

F.1 Kerugian akibat kegagalan proyek. 64,311,667 64,311,667 1.37 2.49 3.99 1.15 2.02 3.15 1.68 2.65 3.96 F.2 Kerugian akibat target waktu tidak tercapai. 5,746,828 68,961,930 1.32 2.35 3.60 1.41 2.35 3.34 1.69 2.73 3.95 F.3 Kerugian akibat kerusakan/kehilangan alat atau data. 10,746,828 681,201,930 1.47 3.02 4.25 1.37 2.52 3.68 1.51 2.38 3.94 F.4 Kerugian akibat keterlambatan proyek. 5,746,828 68,961,930 1.28 2.73 3.96 1.64 2.73 3.79 1.47 2.48 3.96 F.5 Kerugian karena adanya biaya tambahan tak terduga. 964,675 32,155,833 1.23 2.66 3.82 1.52 2.66 3.71 1.69 2.42 3.95 F.6 Keuntungan akibat ketepatan waktu proyek. 5,746,828 68,961,930 1.41 2.35 3.56 1.28 2.42 3.84 1.47 2.76 3.92 F.7 Keuntungan karena efisiensi tenaga kerja. 7,000,000 14,000,000 1.07 2.42 3.54 1.32 2.70 3.84 1.85 2.88 4.04 F.8 Keuntungan akibat waktu proyek lebih cepat. 12,746,828 82,961,930 1.23 2.26 3.42 1.41 2.26 3.31 1.93 2.96 4.37 F.9 Kesalahan estimasi biaya dan eskalasi model. 1,607,792 6,431,167 1.34 2.73 3.97 1.37 2.45 3.73 1.61 2.55 4.10 F.10 Penundaan pembiayaan. 12,746,828 82,961,930 1.37 2.66 3.84 1.58 2.66 3.34 1.45 2.68 4.06 F.11 Keterbatasan pendanaan. 5,746,828 68,961,930 1.37 2.66 3.73 1.43 2.70 3.62 1.51 2.65 3.59 F.12 Fluktuasi nilai tukar uang. 137,098,549 136,832,002 1.37 2.63 3.73 1.25 2.63 3.58 1.51 2.88 4.13 F.13 Inflasi. 23,700,344 46,734,948 1.37 2.52 3.62 1.25 2.42 3.38 1.35 2.38 3.81 F.14 reputasi dan status kelayakan dari vendor yang beragam. 6,431,167 32,155,833 1.32 2.59 3.81 1.37 2.42 3.62 1.62 2.70 3.84

Lampiran 2. Lanjutan

No Risiko Biaya Konsekuensi Kemungkinan Visibilitas

Min Max Min Med Max Min Med Max Min Med Max

PP Risiko Pelaksanaan Pekerjaa

PP.1 Keterlambatan pelaksanaan proyek. 12,746,828 82,961,930 1.52 2.66 3.95 1.47 2.66 4.06 1.60 2.14 3.72 PP.2 Keterlamabatan penyelesaian proyek. 12,746,828 82,961,930 1.58 2.77 3.95 1.47 2.77 3.86 1.58 2.08 3.74 PP.3 Keterlambatan pengadaan instrumen. 12,746,828 82,961,930 1.64 2.96 4.28 1.37 2.73 4.06 2.17 2.52 3.96 PP.4 Pelaksanaan K3L belum maksimal. 5,000,000 36,000,000 1.28 2.42 3.73 1.47 2.52 3.75 1.81 2.73 3.95 PP.5 SOP tidak terlaksana. 5,746,828 68,961,930 1.34 2.59 3.90 1.28 2.42 3.70 1.64 2.73 3.95 PP.6 Kesalahan metode kerja konstruksi. 12,746,828 82,961,930 1.39 2.67 3.90 1.25 2.39 3.56 1.64 2.63 4.04 PP.7 Ketepatan pekerjaan dan produk desain-engineering. 5,746,828 68,961,930 1.47 2.63 3.92 1.78 2.78 3.92 1.97 3.02 4.16 PP.8 Ketepatan pengadaan instrument. 5,746,828 68,961,930 1.58 2.77 3.97 1.52 2.88 3.86 1.88 2.96 4.13 PP.9 Ketepatan pekerjaan kontruksi (jadwal dan kualitas). 5,746,828 68,961,930 1.47 2.63 3.95 1.58 2.73 4.04 1.88 3.05 4.44 PP.10 Tersedia tenaga ahli dan tenaga kerja (sumberdaya). 5,746,828 68,961,930 1.41 2.55 3.84 1.58 2.66 3.84 2.01 2.96 4.13 PP.11 Pelaksanaan pekerjaan yang tidak efisien. 5,746,828 68,961,930 1.37 2.45 3.65 1.23 2.26 3.40 1.66 2.58 3.84 PP.12 Pengawas proyek yang tidak berpengalaman. 5,746,828 68,961,930 1.43 2.59 3.70 1.47 2.42 3.38 1.47 2.26 3.88 PP.13 Tidak ada quality control terhadap peralatan. 8,447,918 75,393,097 1.60 2.59 4.13 1.43 2.59 3.92 1.53 2.52 3.65 PP.14 Masalah jaminan, guaranty, dan warranty. 70,742,833 128,623,333 1.28 2.52 3.92 1.28 2.42 3.81 1.47 2.35 3.48 PP.15 Kendala pengaturan pembayaran, change order, dan klaim. 67,527,250 96,467,500 1.23 2.13 3.52 1.37 2.05 3.34 1.74 2.55 3.86

IL Risiko Implementasi Lapangan

IL.1 Peraturan perpajakan cukai belum jelas untuk barang impor. 8,447,918 75,393,097 1.43 2.19 3.49 1.28 2.39 3.64 1.32 2.35 3.75 IL.2 Keamanan tidak terjamin/kurang. 5,746,828 68,961,930 1.37 2.49 3.66 1.60 2.59 3.58 1.35 2.48 3.92 IL.3 Tidak adanya pemeliharaan/perawatan. 5,746,828 68,961,930 1.35 2.24 3.44 1.23 2.11 3.21 1.47 2.45 3.66 IL.4 Operator tidak mampu mengoperasikan sistem baru. 12,746,828 82,961,930 1.73 2.88 4.22 1.83 2.78 4.01 1.41 2.45 3.36 IL.5 Operator menolak menggunakan sistem baru. 12,746,828 82,961,930 1.97 2.67 3.89 1.71 2.32 3.59 1.62 2.66 3.71 IL.6 Ketidakahlian operator sehingga menimbulkan kerusakan alat. 76,311,667 645,611,667 1.80 2.96 4.01 1.71 3.02 4.13 1.47 2.55 4.05 IL.7 Operator lebih mudah dalam memonitoring proses pengolahan air. 5,746,828 68,961,930 1.41 2.63 4.04 1.64 3.02 3.96 1.47 2.42 3.66 IL.8 SOP yang tidak siap. 5,746,828 68,961,930 1.68 2.93 4.10 1.43 2.70 3.81 1.58 2.73 4.13 IL.9 Training operator yang tidak direncanakan 12,746,828 82,961,930 1.97 3.07 4.22 1.76 2.78 4.04 1.52 2.52 3.54

L Risiko Lingkungan

L.1 Kepuasan pengguna layanan air. - - 1.41 2.63 3.92 1.52 2.63 3.90 1.20 2.23 3.58 L.2 Kesenjangan komunikasi antara stakeholders terkait. - - 1.23 2.13 3.42 1.23 2.13 3.44 1.69 2.73 4.06 L.3 Pengurangan jumlah karyawan shift. 7,000,000 14,000,000 1.20 2.02 3.49 1.39 2.59 3.81 2.13 3.21 4.37 L.4 Efisiensi tenaga kerja (Penyusutan tenaga kerja). 7,000,000 14,000,000 1.34 2.29 3.62 1.71 2.78 3.90 1.99 3.12 4.37 L.5 Kesenjangan keahlian antara operator lama dan operator baru. - - 1.64 2.81 3.90 1.60 2.73 3.92 1.93 3.05 4.41 L.6 Fiksasi kebutuhan dan pemesanan operating supply bahan kepada. supplier. 5,746,828 68,961,930 1.23 2.52 3.81 1.23 2.35 3.62 1.78 2.68 4.06

Lampiran 3a. Distibusi Beta PERT

No Risiko Properties Graph 50% 80% 90%

T Risiko Teknis

T.1 Kerusakan instrumen Konsekuensi 2.69 3.15 3.39

T.2 Kendala dalam mengoperasikan instrument MCP II

Konsekuensi

2.62 3.09 3.31 T.3 Masalah koneksi dengan Streaming

Current Monitor.

Konsekuensi 2.27 2.72 2.97

T.4 Kesalahan kalibrasi field instrument. Konsekuensi 2.00 2.37 2.55 T.5 Scada Vijeo Citect tidak compatible

dengan peralatan yang ada.

Konsekuensi 1.91 2.32 2.51

T.6 Dukungan purna jual (suku

cadang/service) HC 900 tidak optimal.

Konsekuensi 2.34 2.80 3.03

T.7 Teknologi peralatan yang ada telah ketinggalan zaman.

Konsekuensi 2.83 3.27 3.49

T.8 Ketidakcocokan instrument yang dibeli dengan kebutuhan operasi.

Konsekuensi 2.19 2.63 2.84

T.9 Kesalahan desain/penempatan peralatan.

Konsekuensi 2.31 2.69 2.87

T.10 Koneksi antara PS1 Cidanau dan WTP. Krenceng yang tidak stabil/terputus.

Konsekuensi 2.17 2.56 2.78

T.11 Ketidaksiapan infrastruktur penunjang di PT. KTI.

Konsekuensi 2.26 2.62 2.79

T.12 Keamanan dan validitas data yang diakuisisi.

Konsekuensi 2.13 2.60 2.79

T.13 Kerusakan peralatan akibat instalasi yang tidak aman (gangguan petir, pencurian,dll).

Konsekuensi 2.57 3.02 3.22

F Risiko Finansial

F.1 Kerugian akibat kegagalan proyek. Konsekuensi 2.51 3.01 3.18 F.2 Kerugian akibat target waktu tidak

tercapai.

Konsekuensi 2.38 2.76 2.96

F.3 Kerugian akibat kerusakan/kehilangan alat atau data.

Konsekuensi 2.99 3.46 3.66

F.4 Kerugian akibat keterlambatan proyek. Konsekuensi 2.76 3.19 3.42 F.5 Kerugian karena adanya biaya

tambahan tak terduga.

Konsekuensi 2.61 3.06 3.26

F.6 Keuntungan akibat ketepatan waktu proyek.

Konsekuensi 2.38 2.78 2.97

F.7 Keuntungan karena efisiensi tenaga kerja.

Konsekuensi 2.39 2.80 3.01

F.8 Keuntungan akibat waktu proyek lebih cepat.

Konsekuensi 2.26 2.63 2.82

F.9 Kesalahan estimasi biaya dan eskalasi model.

Konsekuensi 2.73 3.17 3.37

Lampiran 3a. Lanjutan

No Risiko Properties Graph 50% 80% 90%

F.11 Keterbatasan pendanaan. Konsekuensi 2.63 3.04 3.20

F.12 Fluktuasi nilai tukar uang. Konsekuensi 2.59 3.02 3.20

F.13 Inflasi. Konsekuensi 2.51 2.91 3.10

F.14 reputasi dan status kelayakan dari vendor yang beragam.

Konsekuensi 2.58 3.03 3.26

PP Risiko Pelaksanaan Pekerjaan

PP.1 Keterlambatan pelaksanaan proyek. Konsekuensi 2.69 3.11 3.30 PP.2 Keterlamabatan penyelesaian proyek. Konsekuensi 2.79 3.20 3.37 PP.3 Keterlambatan pengadaan instrumen. Konsekuensi 2.99 3.43 3.62 PP.4 Pelaksanaan K3L belum maksimal. Konsekuensi 2.42 2.87 3.07

PP.5 SOP tidak terlaksana. Konsekuensi 2.62 3.09 3.29

PP.6 Kesalahan metode kerja konstruksi. Konsekuensi 2.64 3.11 3.32 PP.7 Ketepatan pekerjaan dan produk

desain-engineering.

Konsekuensi 2.66 3.11 3.29

PP.8 Ketepatan pengadaan instrument. Konsekuensi 2.81 3.22 3.41 PP.9 Ketepatan pekerjaan kontruksi (jadwal

dan kualitas).

Konsekuensi 2.66 3.09 3.31

PP.10 Tersedia tenaga ahli dan tenaga kerja (sumberdaya).

Konsekuensi 2.54 2.97 3.16

PP.11 Pelaksanaan pekerjaan yang tidak efisien.

Konsekuensi 2.47 2.88 3.07

PP.12 Pengawas proyek yang tidak berpengalaman.

Konsekuensi 2.58 2.95 3.15

PP.13 Tidak ada quality control terhadap peralatan.

Konsekuensi 2.67 3.13 3.37

PP.14 Masalah jaminan, guaranty, dan warranty.

Konsekuensi 2.57 3.06 3.25

PP.15 Kendala pengaturan pembayaran, change order, dan klaim.

Konsekuensi 2.23 2.62 2.79

IL Risiko Implementasi Lapangan

IL.1 Peraturan perpajakan cukai belum jelas untuk barang impor.

Konsekuensi 2.25 2.62 2.79

IL.2 Keamanan tidak terjamin/kurang. Konsekuensi 2.52 2.88 3.08 IL.3 Tidak adanya

pemeliharaan/perawatan.

Konsekuensi 2.29 2.66 2.84

IL.4 Operator tidak mampu mengoperasikan sistem baru.

Konsekuensi 2.90 3.35 3.57

IL.5 Operator menolak menggunakan sistem baru.

Lampiran 3a. Lanjutan

No Risiko Properties Graph 50% 80% 90%

IL.6 Ketidakahlian operator sehingga menimbulkan kerusakan alat.

Konsekuensi 2.97 3.35 3.50

IL.7 Operator lebih mudah dalam memonitoring proses pengolahan air.

Konsekuensi 2.64 3.12 3.37

IL.8 SOP yang tidak siap. Konsekuensi 2.91 3.35 3.53

IL.9 Training operator yang tidak direncanakan

Konsekuensi 3.07 3.46 3.64

L Risiko Lingkungan

L.1 Kepuasan pengguna layanan air. Konsekuensi 2.62 3.06 3.26 L.2 Kesenjangan komunikasi antara

stakeholders terkait.

Konsekuensi 2.21 2.62 2.79

L.3 Pengurangan jumlah karyawan shift. Konsekuensi 2.14 2.54 2.75 L.4 Efisiensi tenaga kerja (Penyusutan

tenaga kerja).

Konsekuensi 2.37 2.75 2.91

L.5 Kesenjangan keahlian antara operator lama dan operator baru.

Konsekuensi 2.81 3.18 3.35

L.6 Fiksasi kebutuhan dan pemesanan operating supply bahan kepada supplier.

Konsekuensi 2.54 2.96 3.16

T Risiko Teknis

T.1 Kerusakan instrumen Kemungkinan 2.95 3.35 3.56

T.2 Kendala dalam mengoperasikan instrument MCP II

Kemungkinan 2.30 2.69 2.88

T.3 Masalah koneksi dengan Streaming Current Monitor.

Kemungkinan 2.35 2.69 2.86

T.4 Kesalahan kalibrasi field instrument. Kemungkinan 1.70 1.96 2.10 T.5 Scada Vijeo Citect tidak compatible

dengan peralatan yang ada.

Kemungkinan 1.93 2.24 2.38

T.6 Dukungan purna jual (suku

cadang/service) HC 900 tidak optimal.

Kemungkinan 2.10 2.44 2.62

T.7 Teknologi peralatan yang ada telah ketinggalan zaman.

Kemungkinan 2.81 3.17 3.34

T.8 Ketidakcocokan instrument yang dibeli dengan kebutuhan operasi.

Kemungkinan 2.04 2.45 2.66

T.9 Kesalahan desain/penempatan peralatan.

Kemungkinan 2.39 2.78 2.96

T.10 Koneksi antara PS1 Cidanau dan WTP. Krenceng yang tidak stabil/terputus.

Kemungkinan 2.40 2.72 2.90

T.11 Ketidaksiapan infrastruktur penunjang di PT. KTI.

Kemungkinan 2.33 2.64 2.78

T.12 Keamanan dan validitas data yang diakuisisi.

Kemungkinan 2.18 2.56 2.71

T.13 Kerusakan peralatan akibat instalasi yang tidak aman (gangguan petir, pencurian, dll).

Lampiran 3a. Lanjutan

No Risiko Properties Graph 50% 80% 90%

F Risiko Finansial

F.1 Kerugian akibat kegagalan proyek. Kemungkinan 2.04 2.42 2.55 F.2 Kerugian akibat target waktu tidak

tercapai.

Kemungkinan 2.36 2.68 2.84

F.3 Kerugian akibat kerusakan/kehilangan alat atau data.

Kemungkinan 2.53 2.94 3.11

F.4 Kerugian akibat keterlambatan proyek. Kemungkinan 2.77 3.12 3.32 F.5 Kerugian karena adanya biaya

tambahan tak terduga.

Kemungkinan 2.63 3.02 3.19

F.6 Keuntungan akibat ketepatan waktu proyek.

Kemungkinan 2.45 2.92 3.15

F.7 Keuntungan karena efisiensi tenaga kerja.

Kemungkinan 2.66 3.08 3.29

F.8 Keuntungan akibat waktu proyek lebih cepat.

Kemungkinan 2.27 2.59 2.76

F.9 Kesalahan estimasi biaya dan eskalasi model.

Kemungkinan 2.49 2.90 3.09

F.10 Penundaan pembiayaan. Kemungkinan 2.61 2.90 3.00

F.11 Keterbatasan pendanaan. Kemungkinan 2.65 3.04 3.18

F.12 Fluktuasi nilai tukar uang. Kemungkinan 2.56 2.96 3.13

F.13 Inflasi. Kemungkinan 2.39 2.76 2.93

F.14 reputasi dan status kelayakan dari vendor yang beragam.

Kemungkinan 2.44 2.85 3.06

PP Risiko Pelaksanaan Pekerjaan

PP.1 Keterlambatan pelaksanaan proyek. Kemungkinan 2.70 3.15 3.35 PP.2 Keterlamabatan penyelesaian proyek. Kemungkinan 2.77 3.17 3.34 PP.3 Keterlambatan pengadaan instrumen. Kemungkinan 2.75 3.21 3.40 PP.4 Pelaksanaan K3L belum maksimal. Kemungkinan 2.52 2.95 3.13

PP.5 SOP tidak terlaksana. Kemungkinan 2.46 2.91 3.09

PP.6 Kesalahan metode kerja konstruksi. Kemungkinan 2.37 2.81 3.00 PP.7 Ketepatan pekerjaan dan produk

desain-engineering.

Kemungkinan 2.81 3.21 3.36

PP.8 Ketepatan pengadaan instrument. Kemungkinan 2.87 3.25 3.42 PP.9 Ketepatan pekerjaan kontruksi (jadwal

dan kualitas).

Kemungkinan 2.77 3.19 3.41

PP.10 Tersedia tenaga ahli dan tenaga kerja (sumberdaya).

Lampiran 3a. Lanjutan

No Risiko Properties Graph 50% 80% 90%

PP.11 Pelaksanaan pekerjaan yang tidak efisien.

Kemungkinan 2.28 2.67 2.85

PP.12 Pengawas proyek yang tidak berpengalaman.

Kemungkinan 2.41 2.73 2.90

PP.13 Tidak ada quality control terhadap peralatan.

Kemungkinan 2.63 3.07 3.29

PP.14 Masalah jaminan, guaranty, dan warranty.

Kemungkinan 2.48 2.95 3.14

PP.15 Kendala pengaturan pembayaran, change order, dan klaim.

Kemungkinan 2.16 2.50 2.65

IL Risiko Implementasi Lapangan IL.1 Peraturan perpajakan cukai belum

jelas untuk barang impor.

Kemungkinan 2.40 2.81 2.99

IL.2 Keamanan tidak terjamin/kurang. Kemungkinan 2.61 2.93 3.10 IL.3 Tidak adanya

pemeliharaan/perawatan.

Kemungkinan 2.15 2.49 2.66

IL.4 Operator tidak mampu mengoperasikan sistem baru.

Kemungkinan 2.82 3.21 3.41

IL.5 Operator menolak menggunakan sistem baru.

Kemungkinan 2.42 2.77 2.95

IL.6 Ketidakahlian operator sehingga menimbulkan kerusakan alat.

Kemungkinan 3.01 3.43 3.59

IL.7 Operator lebih mudah dalam memonitoring proses pengolahan air.

Kemungkinan 2.95 3.36 3.55

IL.8 SOP yang tidak siap. Kemungkinan 2.68 3.10 3.28

IL.9 Training operator yang tidak direncanakan

Kemungkinan 2.80 3.21 3.39

L Risiko Lingkungan

L.1 Kepuasan pengguna layanan air. Kemungkinan 2.63 3.05 3.24 L.2 Kesenjangan komunikasi antara

stakeholders terkait.

Kemungkinan 2.21 2.62 2.80

L.3 Pengurangan jumlah karyawan shift. Kemungkinan 2.63 3.04 3.24 L.4 Efisiensi tenaga kerja (Penyusutan

tenaga kerja).

Kemungkinan 2.82 3.17 3.32

L.5 Kesenjangan keahlian antara operator lama dan operator baru.

Kemungkinan 2.75 3.14 3.31

L.6 Fiksasi kebutuhan dan pemesanan operating supply bahan kepada. supplier.

Kemungkinan 2.38 2.78 2.97

T Risiko Teknis

T.1 Kerusakan instrumen Visibilitas 2.63 2.94 3.10

T.2 Kendala dalam mengoperasikan instrument MCP II

Visibilitas 2.47 2.82 2.99

T.3 Masalah koneksi dengan Streaming Current Monitor.

Lampiran 3a. Lanjutan

No Risiko Properties Graph 50% 80% 90%

T.4 Kesalahan kalibrasi field instrument. Visibilitas 2.84 3.16 3.30 T.5 Scada Vijeo Citect tidak compatible

dengan peralatan yang ada.

Visibilitas 2.81 3.15 3.30

T.6 Dukungan purna jual (suku

cadang/service) HC 900 tidak optimal.

Visibilitas 2.62 2.99 3.19

T.7 Teknologi peralatan yang ada telah ketinggalan zaman.

Visibilitas 2.60 2.89 3.03

T.8 Ketidakcocokan instrument yang dibeli dengan kebutuhan operasi.

Visibilitas 2.64 2.98 3.14

T.9 Kesalahan desain/penempatan peralatan.

Visibilitas 2.57 2.87 3.00

T.10 Koneksi antara PS1 Cidanau dan WTP. Krenceng yang tidak stabil/terputus.

Visibilitas 2.55 2.85 3.01

T.11 Ketidaksiapan infrastruktur penunjang di PT. KTI.

Visibilitas 2.70 3.06 3.22

T.12 Keamanan dan validitas data yang diakuisisi.

Visibilitas 2.50 2.85 2.99

T.13 Kerusakan peralatan akibat instalasi yang tidak aman (gangguan petir, pencurian, dll).

Visibilitas 2.18 2.48 2.63

F Risiko Finansial

F.1 Kerugian akibat kegagalan proyek. Visibilitas 2.67 3.11 3.26 F.2 Kerugian akibat target waktu tidak

tercapai.

Visibilitas 2.76 3.13 3.33

F.3 Kerugian akibat kerusakan/kehilangan alat atau data.

Visibilitas 2.47 2.91 3.12

F.4 Kerugian akibat keterlambatan proyek. Visibilitas 2.59 3.01 3.25 F.5 Kerugian karena adanya biaya

tambahan tak terduga.

Visibilitas 2.51 2.92 3.13

F.6 Keuntungan akibat ketepatan waktu proyek.

Visibilitas 2.74 3.18 3.39

F.7 Keuntungan karena efisiensi tenaga kerja.

Visibilitas 2.89 3.26 3.46

F.8 Keuntungan akibat waktu proyek lebih cepat.

Visibilitas 3.00 3.41 3.63

F.9 Kesalahan estimasi biaya dan eskalasi model.

Visibilitas 2.64 3.08 3.29

F.10 Penundaan pembiayaan. Visibilitas 2.70 3.16 3.34

F.11 Keterbatasan pendanaan. Visibilitas 2.62 2.99 3.13

F.12 Fluktuasi nilai tukar uang. Visibilitas 2.85 3.32 3.52

F.13 Inflasi. Visibilitas 2.42 2.88 3.09

F.14 reputasi dan status kelayakan dari vendor yang beragam.

Lampiran 3a. Lanjutan

No Risiko Properties Graph 50% 80% 90%

PP Risiko Pelaksanaan Pekerjaan

PP.1 Keterlambatan pelaksanaan proyek. Visibilitas 2.29 2.66 2.85 PP.2 Keterlamabatan penyelesaian proyek. Visibilitas 2.25 2.64 2.82 PP.3 Keterlambatan pengadaan instrumen. Visibilitas 2.67 2.98 3.13 PP.4 Pelaksanaan K3L belum maksimal. Visibilitas 2.75 3.15 3.33

PP.5 SOP tidak terlaksana. Visibilitas 2.77 3.19 3.37

PP.6 Kesalahan metode kerja konstruksi. Visibilitas 2.66 3.12 3.34 PP.7 Ketepatan pekerjaan dan produk

desain-engineering.

Visibilitas 3.04 3.45 3.60

PP.8 Ketepatan pengadaan instrument. Visibilitas 3.01 3.40 3.58 PP.9 Ketepatan pekerjaan kontruksi (jadwal

dan kualitas).

Visibilitas 3.09 3.54 3.76

PP.10 Tersedia tenaga ahli dan tenaga kerja (sumberdaya).

Visibilitas 2.96 3.34 3.51

PP.11 Pelaksanaan pekerjaan yang tidak efisien.

Visibilitas 2.62 3.03 3.21

PP.12 Pengawas proyek yang tidak berpengalaman.

Visibilitas 2.35 2.76 3.00

PP.13 Tidak ada quality control terhadap peralatan.

Visibilitas 2.55 2.92 3.11

PP.14 Masalah jaminan, guaranty, dan warranty.

Visibilitas 2.41 2.78 2.93

PP.15 Kendala pengaturan pembayaran, change order, dan klaim.

Visibilitas 2.65 3.01 3.17

IL Risiko Implementasi Lapangan IL.1 Peraturan perpajakan cukai belum

jelas untuk barang impor.

Visibilitas 2.39 2.82 3.01

IL.2 Keamanan tidak terjamin/kurang. Visibilitas 2.54 2.96 3.19 IL.3 Tidak adanya

pemeliharaan/perawatan.

Visibilitas 2.49 2.87 3.06

IL.4 Operator tidak mampu mengoperasikan sistem baru.

Visibilitas 2.44 2.78 2.94

IL.5 Operator menolak menggunakan sistem baru.

Visibilitas 2.67 3.05 3.22

IL.6 Ketidakahlian operator sehingga menimbulkan kerusakan alat.

Visibilitas 2.63 3.09 3.29

IL.7 Operator lebih mudah dalam memonitoring proses pengolahan air.

Visibilitas 2.45 2.85 3.07

IL.8 SOP yang tidak siap. Visibilitas 2.76 3.23 3.43

IL.9 Training operator yang tidak direncanakan

Lampiran 3a. Lanjutan

No Risiko Properties Graph 50% 80% 90%

L Risiko Lingkungan

L.1 Kepuasan pengguna layanan air. Visibilitas 2.26 2.68 2.87 L.2 Kesenjangan komunikasi antara

stakeholders terkait.

Visibilitas 2.80 3.24 3.42

L.3 Pengurangan jumlah karyawan shift. Visibilitas 3.25 3.64 3.82 L.4 Efisiensi tenaga kerja (Penyusutan

tenaga kerja).

Visibilitas 3.17 3.56 3.72

L.5 Kesenjangan keahlian antara operator lama dan operator baru.

Visibilitas 3.08 3.51 3.70

L.6 Fiksasi kebutuhan dan pemesanan operating supply bahan kepada. supplier.

Visibilitas 2.76 3.14 3.34

Lampiran 3b. Distribusi probabilitas seragam

No Risiko Graph 50% 80% 90%

T Risiko Teknis

T.1 Kerusakan instrumen 311,871,015 478,383,705 531,096,920

T.2 Kendala dalam mengoperasikan instrument MCP II

37,498,821 56,902,313 62,549,848 T.3 Masalah koneksi dengan Streaming

Current Monitor.

169,053,923 256,602,714 286,048,463 T.4 Kesalahan kalibrasi field instrument. 36,975,810 55,565,506 61,576,711 T.5 Scada Vijeo Citect tidak compatible

dengan peralatan yang ada.

97,059,529 116,071,250 122,081,778 T.6 Dukungan purna jual (suku

cadang/service) HC 900 tidak optimal.

251,694,556 255,818,480 257,383,905

T.7 Teknologi peralatan yang ada telah ketinggalan zaman.

90,248,352 110,768,692 117,315,081 T.8 Ketidakcocokan instrument yang

dibeli dengan kebutuhan operasi.

92,264,486 110,770,708 117,333,361 T.9 Kesalahan desain/penempatan

peralatan.

47,736,596 67,797,559 72,655,144 T.10 Koneksi antara PS1 Cidanau dan

WTP. Krenceng yang tidak stabil/terputus.

566,295,633 592,938,784 603,410,332

T.11 Ketidaksiapan infrastruktur penunjang di PT. KTI.

86,354,356 106,115,314 112,653,630 T.12 Keamanan dan validitas data yang

diakuisisi.

36,030,758 56,336,519 62,441,490 T.13 Kerusakan peralatan akibat instalasi

yang tidak aman (gangguan petir, pencurian, dll).

90,511,628 111,019,399 117,098,983

F Risiko Finansial

Lampiran 3b. Lanjutan

No. Risiko Graph 50% 80% 90%

F.2 Kerugian akibat target waktu tidak tercapai.

37,554,693 57,100,787 63,183,732 F.3 Kerugian akibat

kerusakan/kehilangan alat atau data.

334,025,967 541,071,905 610,155,566

F.4 Kerugian akibat keterlambatan proyek.

38,237,004 57,414,687 62,439,181 F.5 Kerugian karena adanya biaya

tambahan tak terduga.

16,321,650 25,692,106 28,853,584 F.6 Keuntungan akibat ketepatan waktu

proyek.

38,841,698 56,622,569 62,602,735 F.7 Keuntungan karena efisiensi tenaga

kerja.

10,508,878 12,531,290 13,173,570 F.8 Keuntungan akibat waktu proyek

lebih cepat.

48,466,912 68,842,834 75,698,536 F.9 Kesalahan estimasi biaya dan

eskalasi model.

4,208,407 5,612,826 6,005,427

F.10 Penundaan pembiayaan. 48,638,434 68,981,024 75,637,293

F.11 Keterbatasan pendanaan. 39,318,480 57,918,429 63,383,195 F.12 Kerugian akibat fluktuasi nilai tukar

uang.

103,735,118 124,853,707 130,806,520 Keuntungan akibat fluktuasi nilai

tukar uang

102,078,080 123,429,067 130,531,376

F.13 Inflasi. 35,847,031 42,549,452 44,590,997

F.14 Reputasi dan status kelayakan dari vendor yang beragam.

19,291,340 26,795,441 29,527,209 PP Risiko Pelaksanaan Pekerjaan

PP.1 Keterlambatan pelaksanaan proyek. 48,675,085 68,868,601 75,736,732 PP.2 Keterlamabatan penyelesaian proyek. 50,338,238 69,333,387 77,130,445 PP.3 Keterlambatan pengadaan instrumen. 46,817,304 69,725,973 76,660,031 PP.4 Pelaksanaan K3L belum maksimal. 21,011,275 29,718,820 32,577,898

PP.5 SOP tidak terlaksana. 38,390,142 57,059,107 63,044,488

PP.6 Kesalahan metode kerja konstruksi. 47,680,485 68,345,435 74,772,787 PP.7 Ketepatan pekerjaan dan produk

desain-engineering.

36,728,705 56,432,081 62,318,801 PP.8 Ketepatan pengadaan instrument. 38,224,851 55,376,062 63,046,066 PP.9 Ketepatan pekerjaan kontruksi

(jadwal dan kualitas).

38,345,533 56,071,660 63,396,540 PP.10 Tersedia tenaga ahli dan tenaga

kerja (sumberdaya).

Lampiran 3b. Lanjutan

No. Risiko Graph 50% 80% 90%

PP.11 Pelaksanaan pekerjaan yang tidak efisien.

36,973,218 57,205,252 62,791,134 PP.12 Pengawas proyek yang tidak

berpengalaman.

36,184,225 54,795,933 62,008,304 PP.13 Tidak ada quality control terhadap

peralatan.

42,480,761 61,130,061 68,860,057 PP.14 Masalah jaminan, guaranty, dan

warranty.

99,027,615 117,674,066 123,346,919 PP.15 Kendala pengaturan pembayaran,

change order, dan klaim.

81,487,606 90,614,678 93,431,272

IL Risiko Implementasi Lapangan IL.1 Peraturan perpajakan cukai belum

jelas untuk barang impor.

41,681,061 62,746,255 68,587,146 IL.2 Keamanan tidak terjamin/kurang. 37,595,955 56,976,649 62,645,942 IL.3 Tidak adanya

pemeliharaan/perawatan.

37,553,887 56,334,906 62,815,431

IL.4 Operator tidak mampu mengoperasikan sistem baru.

48,015,526 68,960,416 76,332,553 IL.5 Operator menolak menggunakan

sistem baru.

46,137,112 68,620,699 76,208,334 IL.6 Ketidakahlian operator sehingga

menimbulkan kerusakan alat.

341,196,900 528,365,035 585,857,373 IL.7 Operator lebih mudah dalam

memonitoring proses pengolahan air.

37,459,503 58,197,722 63,569,017

IL.8 SOP yang tidak siap. 37,524,748 57,286,003 63,569,832

IL.9 Training operator yang tidak direncanakan

47,332,299 68,863,729 75,713,476

L Risiko Lingkungan

L.1 Kepuasan pengguna layanan air. L.2 Kesenjangan komunikasi antara

stakeholders terkait.

L.3 Pengurangan jumlah karyawan shift. 10,635,311 12,663,507 13,408,370 L.4 Efisiensi tenaga kerja (Penyusutan

tenaga kerja).

10,340,957 12,599,346 13,308,370 L.5 Kesenjangan keahlian antara

operator lama dan operator baru. L.6 Fiksasi kebutuhan dan pemesanan

operating supply bahan kepada. supplier.

Dalam dokumen 239592868 Penelitian Nina Tri Lestari (Halaman 78-90)

Dokumen terkait