BAB V PENYAJIAN DATA
5.1.2. Penyajian Data Pengembangan Sumber Daya Manusia
5.1.2.3. Tabulasi Jawaban Responden Untuk Variabel X
Setelah kuesioner disebarkan, data jawaban kuesioner yang didapat kemudian dipersentasekan untuk masing-masing kategori jawaban. Setiap jawaban dihitung persentasenya dan dirata-ratakan untuk mendapat skor dari masing-masing item pertanyaan yang kemudian akan diukur kriteria persentasenya.
Pengembangan sumber daya manusia adalah proses untuk meningkatkan berbagai kemampuan, baik kemampuan teoritis dan umum, maupun kemampuan teknis dan operasional karyawan melalui pendidikan dan pelatihan untuk mempersiapkan suatu tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas untuk mencapai tujuan organisasi. Salah satu indikator utama yang saya gunakan dalam variabel ini adalah indikator pendidikan dan latihan.
Pendidikan dan Pelatihan yaitu metode untuk meningkatkan keahlian dan kecakapan manajer memimpin para bawahannya secara efektif ataupun untuk
karyawan baru atau yang ada saat ini dengan keterampilan yang mereka butuhkan untuk melakukan pekerjaan. Pendidikan dan pelatihan juga memiliki beberapa subindikator yaitu sebagai berikut :
g. Sasaran. Penetapan sasaran harus didasarkan kepada kebutuhan jabatan atau pekerjaan dari karyawan yang bersangkutan. Apakah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan teknis mengerjakan pekerjaan ataukah untuk meningkatkan kecakapan memimpin.
h. Kurikulum atau mata pelajaran. Kurikulum harus ditetapkan secara sistematis, jumlah jam pertemuan, metode pengajaran, dan sistem evaluasinya harus jelas agar sasaranp pengembangan itu optimal.
i. Sarana. Penyediaan tempat dan alat-alat harus didasarkan pada prinsip ekonomi serta berpedoman pada sasaran pengembangan. Misalnya tempat pengembangan hendaknya strategis, tenang, nyaman, dan tidak mengganggu lingkungan.
j. Peserta. Menetapkan syarat-syarat dan jumlah peserta yang dapat mengikuti pengembangan. Peserta pengembangan sebaiknya mempunyai latar belakang yang relative homogen dan jumlahnya ideal, supaya kelancaran pengembangan terjamin.
k. Pelatih. Pengangkatan pelatih harus berdasarkan kemampuan objektif (teoritis dan praktis) bukan berdasarkan kepada kawan atau saudara.
l. Pelaksanaan. Proses belajar-mengajar harus diakhiri dengan ujian atau evaluasi untuk mengetahui sasaran pengembangan tercapai atau tidak.
Berikut ini akan disajikan tabel-tabel pendistribusian dari pertanyaan- pertanyaan yang diajukan dalam kuisioner penelitian. Tabel-tabel distribusi tersebut merupakan hasil pendistribusian pertanyaan yang termasuk dalam variabel X (pengembangan sumber daya manusia).
Tabel 5.8 : Jawaban Responden Mengenai Evaluasi Berkala Penting Untuk Meningkatkan Kualitas Kerja
No Kategori Nilai Frekuensi (orang) Skor Persentase (%)
1. Sangat sesuai 5 18 90 51,43 2. Cukup sesuai 4 1 4 2,86 3. Sesuai 3 15 45 43,85 4. Kurang sesuai 2 1 2 2,86 5. Tidak Sesuai 1 0 0 0 Jumlah 35 100
Sumber: Kuesioner Penelitian 2014
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa sebanyak 18 responden (51,43%) yang menyatakan evaluasi secara berkala sangat sesuai untuk meningkatkan kualitas kerja, kemudian sebanyak 1 responden (2,86%) menyatakan cukup sesuai. Lalu sebanyak 15 responden (43,85%) menyatakan sesuai. Sedangkan yang menyatakan kurang sesuai ada sebanyak 1 responden (2,86%). Hal tersebut menunujukkan evaluasi berkala sangat diperlukan bagi mayoritas karyawan (51,43%) karena karyawan akan mengetahui kekurangan dan kelebihan dalam setiap pekerjaan yang dilakukannya dalam periode tertentu sehingga dimasa yang akan datang karyawan tersebut akan berusaha untuk lebih baik lagi dalam mencapai hasil yang maksimal bagi perusahaan.
Tabel 5.9 Jawaban Responden Mengenai Perencanaan Sebelum Pelatihan
No Kategori Nilai Frekuensi (orang) Skor Persentase (%) 1. Sangat setuju 5 13 65 37,14 2. Setuju 4 20 80 57,14 3. Kurang Setuju 3 2 6 5,72 4. Tidak Setuju 2 0 0 0 5. Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0 Jumlah 35 100
Sumber: Kuesioner Penelitian 2014
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa sebanyak 13 responden (37,14%) menyatakan sangat setuju bahwa sebelum pelatihan perlu dirancang perencanaan terlebih dahulu, kemudian sebanyak 20 responden (57,14%) menyatakan setuju. Lalu sebanyak 2 responden (5,72%) menyatakan kurang setuju. Hal ini menunjukkan bahwa Diklat memerlukan perencanaan terlebih dahulu sebelum dilaksanakan sehingga pada akhirnya program pelatihan akan sesuai dan tepat sasaran yang dibutuhkan perusahaan.
Tabel 5.10 Jawaban Responden Mengenai Sarana dan Prasarana Diklat yang Sesuai dengan Kebutuhan
No Kategori Nilai Frekuensi (orang) Skor Persentase (%)
1. Sangat setuju 5 20 100 57,14
2. Setuju 4 14 56 40
3. Kurang Setuju 3 1 3 2,86
4. Tidak Setuju 2 0 0 0
5. Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0
Jumlah 35 100
Sumber: Kuesioner Penelitian 2014
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa sebanyak 20 responden (57,14%) menyatakan sangat setuju bahwa diklat memerlukan sarana dan
prasarana yang sesuai dengan kebutuhan, kemudian sebanyak 14 responden (40%) menyatakan setuju. Lalu sebanyak 1 responden (2,86%) menyatakan kurang setuju. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta diklat hanya memerlukan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan peserta saja. Kelebihan sarana akan memunculkan suatu keadaan yang kurang fokus dan pada akhirnya penyerapan materi akan kurang maksimal. Ketersediaan sarana yg ideal juga akan memberikan penghematan bagi perusahaan yang terkait.
Tabel 5.11 Jawaban Responden Mengenai Ketrampilan Komunikasi Lisan dan Tulisan Instuktur Diklat
No Kategori Nilai Frekuensi (orang) Skor Persentase (%)
1. Sangat baik 5 8 40 22,86 2. Cukup Baik 4 14 56 40 3. Baik 3 13 39 37,14 4. Tidak Baik 2 0 0 0 5. Sangat Tidak Baik 1 0 0 0 Jumlah 35 100
Sumber: Kuesioner Penelitian 2014
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa sebanyak 8 responden (22,86%) menyatakan keterampilan komunikasi lisan dan tulisan instruktur Diklat sangat baik, kemudian sebanyak 14 responden (40%) menyatakan cukup baik. Lalu sebanyak 13 responden (37,14%) menyatakan baik. Hal ini menunjukkan, secara umum peserta diklat menilai bahwa keterampilan komunikasi instruktur Diklat cukup baik. Tidak terlalu banyak karyawan yang menjawab sangat baik, hal ini mengindikasikan agar instruktur atau pengajar untuk melakukan komunikasi yang lebih bersahabat dan mudah dimengerti agar penyampaian maksud sesuai dengan kurikulum pelatihan.
Tabel 5.12 Jawaban Responden Mengenai Bimbingan yang Dapat Diberikan Lewat Penggunaan Metode Belajar yang Tepat dan Bervariasi
No Kategori Nilai Frekuensi (orang) Skor Persentase (%)
1. Sangat setuju 5 8 40 22,86
2. Setuju 4 26 104 74,28
3. Kurang Setuju 3 1 3 2,86
4. Tidak setuju 2 0 0 0
5. Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0
Jumlah 35 100
Sumber: Kuesioner Penelitian 2014
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa sebanyak 8 responden (22,86%) menyatakan sangat setuju bahwa bimbingan dibutuhkan untuk peserta yang sedang belajar dan dapat diberikan lewat penggunaan metode belajar yang tepat dan bervariasi, kemudian sebanyak 26 responden (74,28%) menyatakan setuju. Lalu sebanyak 1 responden (2,86%) menyatakan kurang setuju. Hal ini menunjukkan, bahwa mayoritas peserta diklat menginginkan bimbingan dan metode belajar yang tepat dan bervariasi selama proses Diklat. Karena karyawan menginginkan suasana belajar yang berbeda dalam penerimaan materi sehingga karyawan tidak cepat bosan dalam pelatihan tersebut.
Tabel 5.13 Jawaban Responden Mengenai Penilaian Kebutuhan Karyawan yang Menyangkut Program Pelatihan
No Kategori Nilai Frekuensi (orang) Skor Persentase (%)
1. Sangat setuju 5 10 50 28,57
2. Setuju 4 23 92 65,71
3. Kurang Setuju 3 2 6 5,72
4. Tidak setuju 2 0 0 0
5. Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0
Jumlah 35 100
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa sebanyak 10 responden (28,57%) menyatakan sangat setuju bahwa karyawan harus mengikuti penilaian kebutuhan terlebih dahulu sebelum melakukan Diklat, kemudian sebanyak 23 responden (65,71%) menyatakan setuju. Lalu sebanyak 2 responden (5,72%) menyatakan kurang setuju. Hal ini menunjukkan, bahwa mayoritas peserta diklat menginginkan untuk mengikuti penilaian kebutuhan terlebih dahulu sebelum melakukan Diklat yang menyangkut program pelatihan. Program yang salah akan menghabiskan anggaran dan akan membuat karyawan kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaannya.
Tabel 5.14 Jawaban Responden Mengenai Pengetahuan Tugas dan Tanggung Jawab Karyawan
No Kategori Nilai Frekuensi (orang) Skor Persentase (%)
1. Sangat Baik 5 13 65 37,14
2. Cukup Baik 4 14 56 40
3. Baik 3 8 24 22,86
4. Tidak Baik 2 0 0 0
5. Sangat Tidak Baik 1 0 0 0
Jumlah 35 100
Sumber: Kuesioner Penelitian 2014
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa sebanyak 13 responden (37,14%) menyatakan bahwa karyawan mengetahui tugas dan tanggung jawab yang diberikan dengan sangat baik, kemudian sebanyak 14 responden (40%) mengetahui dengan cukup baik. Lalu sebanyak 8 responden (22,86%) mengetahui dengan baik. Hal ini menunjukkan, bahwa secara umum karyawan mengetahui tugas dan tanggung jawab yang diberikan dengan cukup baik. Pengetahuan yang cukup akan lebih mudah dalam menentukan teknik yang tepat untuk menyelesaikan pekerjaan dan masalah yang mungkin akan timbul nantinya.
Tabel 5.15 Jawaban Responden Mengenai Kesesuaian Penetapan Sasaran Pelatihan dengan Kebutuhan Pekerjaan Karyawan
No Kategori Nilai Frekuensi (orang) Skor Persentase (%)
1. Sangat sesuai 5 11 55 31,43 2. Cukup sesuai 4 11 44 31,43 3. Sesuai 3 12 36 34,38 4. Kurang sesuai 2 1 2 2,86 5. Tidak Sesuai 1 0 0 0 Jumlah 35 100
Sumber: Kuesioner Penelitian 2014
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa sebanyak 11 responden (31,43%) menyatakan bahwa penetapan sasaran pelatihan dengan kebutuhan pekerjaan sangat sesuai, kemudian sebanyak 11 responden (31,43%) menyatakan cukup sesuai. Lalu sebanyak 12 responden (34,38%) menyatakan sesuai. Sedangkan 1 responden (2,86%) menyatakan kurang sesuai. Hal ini menunjukkan, bahwa secara umum penetapan sasaran pelatihan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Namun masih membutuhkan usaha perbaikan dan penetapan metode yang lebih baik lagi karena masih ada karyawan yang menjawab tidak sesuai.
Tabel 5.16 Jawaban Responden Mengenai Kesempatan Peserta Pelatihan Untuk Meningkatkan Kemampuan Teknis dan Kecakapan Memimpin
No Kategori Nilai Frekuensi (orang) Skor Persentase (%)
1. Sangat Setuju 5 10 50 28,57 2. Setuju 4 24 106 68,57 3. Kurang Setuju 3 1 3 2,86 4. Tidak Setuju 2 0 0 0 5. Sangat Tidak setuju 1 0 0 0 Jumlah 35 100
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa sebanyak 10 responden (28,57%) menyatakan sangat setuju bahwa peserta pelatihan berhak mendapat kesempatan untuk meningkatkan kemampuan teknis dan kecakapan memimpin, kemudian sebanyak 24 responden (68,57%) menyatakan setuju. Lalu sebanyak 1 responden (2,86%) menyatakan kurang setuju. Hal ini mengindikasikan bahwa dominan peserta diklat setuju untuk mendapatkan kesempatan meningkatkan kemampuan teknis dan kecakapan memimpin. Kesempatan tersebut akan memotivasi karyawan untuk bekerja lebih baik lagi dan terus berkembang.
Tabel 5.17 Jawaban Responden Mengenai Penilaian Karyawan Terhadap Kurikulum Diklat Secara Umum
No Kategori Nilai Frekuensi (orang) Skor Persentase (%)
1. Sangat Baik 5 6 30 17,14
2. Cukup Baik 4 12 48 34,29
3. Baik 3 17 51 48,57
4. Tidak Baik 2 0 0 0
5. Sangat Tidak Baik 1 0 0 0
Jumlah 35 100
Sumber: Kuesioner Penelitian 2014
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa sebanyak 6 responden (17,14%) menyatakan bahwa penilaian terhadap kurikulum diklat secara umum adalah sangat baik, kemudian sebanyak 12 responden (34,29%) menilai cukup baik. Lalu sebanyak 17 responden (48,57%) menilai baik. Hal ini menunjukkan, bahwa secara umum kurikulum diklat masuk dalam kategori baik. Namun kurang memuaskan sehingga perlu dibuat kurikulum yang lebih baik lagi untuk memenuhi sasaran pelatihan secara maksimal.
Tabel 5.18 Jawaban Responden Mengenai Alokasi Waktu Diklat dalam Hal Diskusi, Praktik, Presentasi dan Materi
No Kategori Nilai Frekuensi (orang) Skor Persentase (%)
1. Sangat sesuai 5 5 25 14,29 2. Cukup sesuai 4 14 56 40 3. Sesuai 3 16 48 45,71 4. Kurang sesuai 2 0 0 0 5. Tidak Sesuai 1 0 0 0 Jumlah 35 100
Sumber: Kuesioner Penelitian 2014
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa sebanyak 5 responden (14,29%) menyatakan sangat sesuai terhadap alokasi waktu Diklat dalam hal diskusi, praktik, presentasi dan materi, kemudian sebanyak 14 responden (40%) menyatakan cukup sesuai. Lalu sebanyak 16 responden (45,71%) menyatakan sesuai. Hal ini menunjukkan, bahwa pada umumnya alokasi waktu selama proses Diklat dalam hal pembelajaran sudah sesuai. Penggunaan waktu yang efektif dan efisien dalam pelatihan akan memberikan kenyamanan peserta Diklat dalam penyesuaian diri dengan program yang diikuti. Perlu diatur lagi waktu yang ideal dan cocok bagi kondisi peserta Diklat.
Tabel 5.19 Jawaban Responden Mengenai Metode Pengajaran Diklat yang Disampaikan oleh Pengajar
No Kategori Nilai Frekuensi (orang) Skor Persentase (%)
1. Sangat sesuai 5 6 30 17,14 2. Cukup sesuai 4 12 48 34,29 3. Sesuai 3 16 48 45,71 4. Kurang sesuai 2 1 2 2,86 5. Tidak Sesuai 1 0 0 0 Jumlah 35 100
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa sebanyak 6 responden (17,14%) menyatakan sangat sesuai terhadap metode pengajaran Diklat yang disampaikan oleh pengajar, kemudian sebanyak 12 responden (34,29%) menyatakan cukup sesuai. Lalu sebanyak 16 responden (45,71%) menyatakan sesuai. Sedangkan 1 responden (2,86%) menyatakan kurang sesuai. Hal ini menunjukkan, bahwa diperlukan adanya perbaikan lebih baik lagi dalam penyampaian metode pengajaran oleh pengajar. Metode yang kurang tepat akan sedikit memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta. Sehingga akan memberikan penambahan biaya nantinya.
Tabel 5.20 Jawaban Responden Mengenai Kesesuaian Kegiatan Praktik dengan Kurikulum Diklat
No Kategori Nilai Frekuensi (orang) Skor Persentase (%)
1. Sangat sesuai 5 8 40 22,86 2. Cukup sesuai 4 9 36 25,71 3. Sesuai 3 16 48 45,71 4. Kurang sesuai 2 2 4 5,72 5. Tidak Sesuai 1 0 0 0 Jumlah 35 100
Sumber: Kuesioner Penelitian 2014
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa sebanyak 8 responden (22,86%) menyatakan kegiatan praktik sangat sesuai dengan kurikulum Diklat, kemudian sebanyak 9 responden (25,71%) menyatakan cukup sesuai. Lalu sebanyak 16 responden (45,71%) menyatakan sesuai. Sedangkan 2 responden (5,72%) menyatakan kurang sesuai. Hal ini menunjukkan, bahwa diperlukan adanya penyesuaian yang lebih baik lagi antara praktik dengan kurikulum Diklat yang ditetapkan. Ketidaksesuaian praktik dengan kurikulum akan membuat tujuan
menjadi tidak tepat sasaran pada akhirnya peserta akan kurang maksimal keterampilannya atau bahkan tidak sesuai.
Tabel 5.21 Jawaban Responden Mengenai Lokasi Diklat yang Disediakan Perusahaan
No Kategori Nilai Frekuensi (orang) Skor Persentase (%)
1. Sangat Baik 5 10 50 28,57
2. Cukup Baik 4 12 48 34,29
3. Baik 3 13 39 37,14
4. Tidak Baik 2 0 0 0
5. Sangat Tidak Baik 1 0 0 0
Jumlah 35 100
Sumber: Kuesioner Penelitian 2014
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa sebanyak 10 responden (28,57%) menyatakan bahwa lokasi Diklat yang disediakan perusahaan sudah sangat baik, kemudian sebanyak 12 responden (34,29%) menilai cukup baik. Lalu sebanyak 13 responden (37,14%) menilai baik. Hal ini menunjukkan, bahwa pada umumnya lokasi Diklat yang disediakan perusahaan masuk dalam kategori cukup baik. Lokasi yang tepat akan memberikan efek tenang dalam menerima materi.
Tabel 5.22 Jawaban Responden Mengenai Kelengkapan Sarana dan Prasarana Diklat
No Kategori Nilai Frekuensi (orang) Skor Persentase (%)
1. Sangat Baik 5 5 25 14,29
2. Cukup Baik 4 18 72 56,42
3. Baik 3 12 36 34,29
4. Tidak Baik 2 0 0 0
5. Sangat Tidak Baik 1 0 0 0
Jumlah 35 100
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa sebanyak 5 responden (14,29%) menyatakan bahwa kelengkapan sarana dan prasarana Diklat yang disediakan perusahaan sudah sangat baik, kemudian sebanyak 18 responden (56,42%) menilai cukup baik. Lalu sebanyak 12 responden (34,29%) menilai baik. Hal ini menunjukkan, bahwa pada sarana dan prasarana Diklat yang disediakan perusahaan masih harus dilengkapi lagi agar pembelajaran lebih maksimal.
Tabel 5.23 Jawaban Responden Mengenai Pelayanan Panitia Diklat
No Kategori Nilai Frekuensi (orang) Skor Persentase (%)
1. Sangat Baik 5 8 40 22,86
2. Cukup Baik 4 12 48 34,29
3. Baik 3 15 45 42,85
4. Tidak Baik 2 0 0 0
5. Sangat Tidak Baik 1 0 0 0
Jumlah 35 100
Sumber: Kuesioner Penelitian 2014
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa sebanyak 8 responden (22,86%) menyatakan bahwa pelayanan panitia Diklat sudah sangat baik, kemudian sebanyak 12 responden (34,29%) menilai cukup baik. Lalu sebanyak 15 responden (42,85%) menilai baik. Hal ini menunjukkan, bahwa pada pelayanan panitia Diklat secara umum sudah dapat memuaskan peserta Diklat. Namun kurang maksimal sehingga pelayanan perlu lebih ditingkatkan lagi kualitasnya.
Tabel 5.24 Jawaban Responden Mengenai Jumlah Peserta pada Saat Pelaksanaan Diklat
No Kategori Nilai Frekuensi (orang) Skor Persentase (%)
1. Sangat sesuai 5 5 25 14,29 2. Cukup sesuai 4 16 64 45,71 3. Sesuai 3 14 42 40 4. Kurang sesuai 2 0 0 0 5. Tidak Sesuai 1 0 0 0 Jumlah 35 100
Sumber: Kuesioner Penelitian 2014
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa sebanyak 5 responden (14,29%) menyatakan bahwa jumlah peserta sangat sesuai pada saat pelaksanaan Diklat, kemudian sebanyak 16 responden (45,71%) menyatakan cukup sesuai. Lalu sebanyak 14 responden (40%) menyatakan sesuai. Hal ini menunjukkan, bahwa secara umum jumlah peserta dalam sebuah pelaksanaan Diklat sudah cukup sesuai. Pada prakteknya jumlah peserta yang terlalu banyak tidak memberikan keterampilan yang cukup baik bagi seluruh peserta sehingga penentuan jumlah peserta harus didasarkan pada tingkat kemampuan diri pengajar sarana dan prasarana.
Tabel 5.25 Jawaban Responden Mengenai Materi Diklat Apakah Dapat Mempermudah Penyelesaian Pekerjaan Karyawan
No Kategori Nilai Frekuensi (orang) Skor Persentase (%) 1. Sangat Membantu 5 8 40 22,86 2. Cukup Membantu 4 9 36 25,71 3. Membantu 3 18 54 51,43
4. Kurang Dapat Membantu 2 0 0 0
5. Tidak Membantu 1 0 0 0
Jumlah 35 100
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa sebanyak 8 responden (22,86%) menyatakan materi Diklat sangat membantu dalam mempermudah penyelesaian pekerjaan, kemudian sebanyak 9 responden (25,71%) menyatakan cukup membantu. Lalu sebanyak 18 responden (51,43%) menyatakan membantu. Hal ini menunjukkan, bahwa secara umum materi yang diberikan dapat membantu menyelesaikan pekerjaan karyawan. Keterampilan yang diperoleh sebagian besar sesuai dengan keadaan di lapangan sebenarnya. Sehingga karyawan mudah dalam menyelesaikan pekerjaannya.
Tabel 5.26 Jawaban Responden Mengenai Penilaian Karyawan Secara Keseluruhan Terhadap Pelaksanaan Diklat yang Pernah Diikuti
No Kategori Nilai Frekuensi (orang) Skor Persentase (%)
1. Sangat Baik 5 8 40 22,86
2. Cukup Baik 4 19 76 34,28
3. Baik 3 8 24 22,86
4. Tidak Baik 2 0 0 0
5. Sangat Tidak Baik 1 0 0 0
Jumlah 35 100
Sumber: Kuesioner Penelitian 2014
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa sebanyak 8 responden (22,86%) menyatakan bahwa pelaksanaan Diklat secara keseluruhan sudah sangat baik, kemudian sebanyak 19 responden (34,28%) menilai cukup baik. Lalu sebanyak 8 responden (22,86%) menilai baik. Hal ini menunjukkan, bahwa pada pelaksanaan Diklat secara keseluruhan sudah dapat memuaskan peserta Diklat.
5.1.3. Penyajian Data Kinerja (Variabel Y)