IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.4. Formulasi Alternatif Strategi
4.4.1. Tahap Masukan
Tahap masukan yaitu tahap untuk memasukkan hasil analisis dan identifikasi terhadap kondisi lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Hasil analisis dan identifikasi kondisi lingkungan internal yaitu kekuatan dan kelemahan akan disusun ke dalam matriks IFE. Sedangkan hasil analisis dan identifikasi kondisi internal dan eksternal, yaitu peluang dan ancaman akan disusun ke dalam matriks EFE.
1. Analisis Matriks IFE
Matriks IFE menggambarkan dan mengetahui peran kondisi internal perusahaan yang terdiri dari kekuatan dan kelemahan yang dihitung dengan rating dan bobot pada Tabel 22. Pembobotan yang dilakukan terhadap variabel kekuatan dan kelemahan dilakukan dengan metode pembobotan berpasangan (paired comparison), yang dapat dilihat pada Lampiran 5. Penetapan rating dilakukan dengan mengacu pada kemampuan perusahaan dalam merespon berbagai variabel internal. Untuk hasil perhitungannya dapat dilihat pada Lampiran 6 dan 7.
Analisis lingkungan internal menghasilkan lima kekuatan dan lima kelemahan. Kelima kekuatan ini diantaranya modal sendiri dan kestabilan keuangan, memiliki jaringan pasar yang luas, kualitas produk yang baik, kelompok mitra petani yang banyak, dan memiliki loyalitas karyawan yang tinggi.
Lima hal yang menjadi kelemahan internal CV. Karya Barokah antara lain masih adanya rangkap jabatan dalam struktur organisasi, promosi yang kurang efektif dan optimal, lokasi display produk yang kurang kurang strategis, lahan produksi yang sempit, dan belum menggunakan SIM yang baik.
Hasil perhitungan matriks IFE menunjukkan total nilai faktor strategis sebagai kekuatan sebesar 1,984 sedangkan total nilai faktor sebagai kelemahan sebesar 0,661. Hal ini berarti CV. Karya Barokah memiliki faktor kekuatan yang lebih besar daripada faktor kelemahannya. Total nilai matriks IFE adalah sebesar 2,645 menunjukkan bahwa CV. Karya Barokah berada dalam posisi rata-rata dengan posisi internal kekuatan dapat mengatasi kelemahan yang dimiliki. Uraian faktor strategis internal beserta nilai masing-masing faktor yang terdapat pada Tabel 22 berikut.
Tabel 22. Hasil analisis matriks IFE
Faktor Penentu Bobot Rating Nilai (a) (b) (axb)
Kekuatan
Modal sendiri dan kestabilan keuangan (A) 0,115 3,67 0,421 Memiliki jaringan pasar yang luas (B) 0,120 4,00 0,481 Kualitas produk yang baik (C) 0,128 3,33 0,426 Memiliki kelompok mitra petani yang banyak (D) 0,106 3,00 0,317 Memiliki loyalitas karyawan yang tinggi (E) 0,113 3,00 0,339
Total 1,984
Kelemahan
Masih ada rangkap jabatan dalam struktur organisasi (F) 0,078 2,000 0,156 Promosi yang kurang efektif dan optimal (G) 0,089 1,333 0,119 Lokasi display produk yang kurang strategis (H) 0,081 1,667 0,136 Lahan produksi yang sempit (I) 0,098 1,333 0,131 Belum menggunakan SIM yang baik (J) 0,072 1,667 0,120
Total 0,661
Total Matriks IFE 2,645
Analisis matriks IFE menunjukkan faktor strategis internal yang menjadi kekuatan utama bagi CV. Karya Barokah adalah memiliki jaringan pasar yang luas dengan nilai skor sebesar 0,481. Hal ini dapat dilihat dari pelanggan yang senantiasa dipasok oleh perusahaan yang tersebar di beberapa daerah seperti Jawa Timur, Sumatera, Kalimantan, Jakarta, dan Jawa Barat. Kualitas produk yang baik dengan nilai skor 0,426 menduduki posisi ke dua dan yang terakhir adalah modal sendiri dan kestabilan keuangan dengan nilai skor 0,421.
Sedangkan faktor yang menjadi kelemahan utama CV. Karya Barokah adalah promosi yang kurang efektif dan optimal dengan nilai skor 0,119. Hal ini dikarenakan kegiatan promosi yang dilakukan CV. karya Barokah baru hanya sebatas pengiklanan melalui situs homepage resmi perusahaan dan penyebaran
informasi dari mulut ke mulut para pelanggan. Belum menggunakan SIM yang baik dengan nilai skor 0,120 berada di peringkat ke dua. Kelemahan selanjutnya adalah lahan produksi yang sempit dengan nilai skor 0,131 berada pada peringkat ke tiga. Lalu kelemahan yang ke empat yaitu masih adanya rangkap jabatan dalam struktur organisasi dengan nilai skor 0,156.
Total nilai untuk perhitungan matriks IFE adalah 2,645 (>2,5) yang menunjukkan bahwa CV. Karya Barokah secara internal berada di posisi yang baik karena berada di atas nilai rata-rata matriks IFE (2,5).
2. Analisis Matriks EFE
Matriks EFE digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari faktor-faktor eksternal perusahaan, yaitu peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan. Langkah-langkah dalam penyusunan matriks EFE hampir sama dengan penyusunan matriks IFE. Namun pada matriks EFE, faktor-faktor strategis yang digunakan adalah peluang dan ancaman yang dihitung dengan rating dan bobot pada Tabel 23.
Analisis lingkungan eksternal menghasilkan empat peluang dan empat ancaman. Keempat peluang ini diantaranya perkembangan teknologi untuk produksi, meningkatnya daerah yang membutuhkan penghijauan, tersedianya fasilitas KUR, kekuatan tawar menawar terhadap pemasok. Terdapat empat ancaman yang dihadapi CV. Karya Barokah dari hasil analisis lingkungan eksternal. Ancaman tersebut diantaranya meningkatnya inflasi, cuaca yang tidak menentu, pendatang baru dengan konsep usaha yang sama, kekuatan tawar menawar terhadap pembeli.
Kondisi eksternal yang dihadapi CV. Karya Barokah digambarkan dengan nilai hasil matriks EFE. Total rataan untuk faktor eksternal yang menjadi peluang adalah sebesar 1,632 sedangkan total rataan untuk ancamannya sebesar 0,801. Hasil perhitungan ini menunjukkan bahwa CV. Karya Barokah memiliki faktor peluang yang lebih besar daripada ancaman, sehingga diperlukan strategi untuk memanfaatkan peluang ini. Total nilai matriks EFE untuk CV. Karya Barokah adalah 2,433 hal ini berarti CV. Karya Barokah menunjukkan respon cukup baik
terhadap peluang dan ancaman eksternal yang terjadi. Uraian faktor strategis internal beserta nilai masing-masing faktor yang terdapat pada Tabel 23 berikut. Tabel 23. Hasil Analisis Matriks EFE
Faktor Penentu Bobot Rating Nilai (a) (b) (axb)
Peluang
Perkembangan teknologi untuk produksi (A) 0,128 3,000 0,384 Meningkatnya daerah yang membutuhkan penghijauan (B) 0,128 3,333 0,427 Tersedianya fasilitas KUR (C) 0,134 3,667 0,491 Kekuatan tawar-menawar perusahaan terhadap pilihan
pemasok yang banyak (D) 0,110 3,000 0,330
Total 1,632
Ancaman
Meningkatnya Inflasi (E) 0,143 2,000 0,286 Cuaca yang tidak menentu (F) 0,116 1,667 0,193 Pesaing baru dengan konsep usaha yang sama (G) 0,122 1,333 0,163 Kekuatan tawar menawar pembeli untuk memilih dalam
ketatnya persaingan penawaran indsutri (H) 0,119 1,333 0,159
Total 0,801
Total Matriks EFE 2,433
Berdasarkan hasil pengolahan matriks EFE, yang menjadi peluang utama bagi CV. Karya Barokah setelah dilakukan perhitungan nilai skor adalah tersediany fasilitas KUR dengan nilai skor 0,491. Menduduki posisi ke dua adalah meningkatnya daerah yang membutuhkan penghijauan dengan nilai skor 0,427. Perkembangan teknologi untuk produksi dengan nilai skor 0,384 berada di urutan ke tiga. Kekuatan tawar-menawar perusahaan terhadap pilihan pemasok yang banyak di urutan ke empat dengan nilai skor 0,330.
Ancaman yang dihadapi CV. Karya Barokah berupa Kekuatan tawar menawar pembeli untuk memilih dalam ketatnya persaingan penawaran indsutri merupakan ancaman utama dengan nilai 0,159. Hal ini dikarenakan semakin berkembangnya perusahaan persemaian tanaman di Bogor dan sekitarnya. Setiap perusahaan menawarkan variasi produk tanaman dengan kualitas yang baik dan harga murah menyebabkan konsumen menjadi memiliki alternatif pilihan yang beragam dan dapat memilih produk dengan kualitas yang baik serta dengan harga yang relatif murah. Diikuti dengan ancaman berikutnya yaitu pesaing baru dengan konsep usaha yang sama dan cuaca yang tidak menentu direspon dengan nilai
masing-masing 0,163 dan 0,193. Untuk meningkatnya inflasi direspon oleh perusahaan dengan nilai 0,286.