• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tahap Penjajagan (Eksploration)

Dalam dokumen SKRIP KARYA SENI GEBOG DOMAS (Halaman 33-39)

BAB III PROSES KREATIVITAS

3.1 Tahap Penjajagan (Eksploration)

Tahapan ini merupakan langkah awal dalam proses penggarapan karya seni. Dalam tahapan ini, pertama penata melakukan proses berfikir, mencari

inspirasi, sampai pada mengimajinasi tentang garapan yang akan dibuat serta pematangan konsep dalam mewujudkan garapan. Berbagai upaya dan usaha dilakukan di dalam tahapan ini, seperti dalam mendapatkan ide garapan dengan cara mengamati gejala-gejala sosial yang ada di lingkungan serta lebih mengamati fenomena di lingkungan masyarakat yang menarik untuk diangkat menjadi sebuah ide garapan yaitu tentang harmonis non harmonis. Dari ide tersebut langsung diadakan observasi dengan menelusuri permasalahan di masyarakat, apa yang menyebabkan kesan dari luar tampak harmonis namun ditinjau lebih dalam terkesan tidak harmonis.

Sebagai langkah pertama dalam tahap penjajagan ini, penata mulai mencari narasumber untuk menanyakan tentang permasalahan yang terjadi di masyarakat khususnya dalam ruang lingkup gebog domas di Pura Dalem Gede Tamanbali. Untuk memperkuat bahan refrensi, penata juga membeli buku yang menjelaskan tentang desa adat dan desa dinas di Bali pada umumnya serta buku Ajeg Bali yang memaparkan seluk beluk perkembangan masyarakat Bali. Hasil dari pemaparan narasumber dari I Wayan Ariawan selaku pemangku Pura Dalem Gede Tamanbali yang manyatakan bahwa, setiap banjar memiliki persepsi tersendiri atau perbedaan peraturan yang menyebabkan setiap banjar memiliki perbedaan, namun dalam satu kesatuan membangun pura dalam upacara Yadnya menjadi satu pokok pemikiran dan satu pokok peraturan (awig-awig) dibawah pimpinan kelian gede Pura Dalem Gede Tamanbali yang secara langsung ditunjuk oleh pemongmong Pura dan dipercayai bisa menyatukan perbedaan-perbedaan yang ada.

Dalam penentuan media ungkap, inspirasi penata muncul dari kegemaran penata akan gamelan yang bernuansa klasik dan religius. Penata berkecimpung dalam gamelan Selonding menambah daya minat untuk menjadikan sebagai media ungkap dalam komposisi karya seni ujian tugas akhir di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Inspirasi yang memperkuat untuk menggunakan media ungkap gamelan Selonding yaitu ingin menumbuhkembangkan gamelan Selonding yang sekarang ini masih hawam di masyarakat pada umumnya dan memperkenalkan sebuah tawaran garapan kreasi baru dengan media ungkap gamelan Selonding serta dorongan dari sekaa Selonding membuat semangat penata untuk menggunakan gamelan Selonding pada ujian tugas akhir.

Setelah instrumen gamelan Selonding ini dipilih, penata menjajagi instrumen yang bisa dipadukan dengan gamelan Selonding ini. Dari masukan Dosen pengampu mata kuliah komposisi karawitan IV Bapak I Ketut Garwa, memberikan masukan untuk mempergunakan alat musik biola untuk menambah kesan modern dan kekinian serta memberikan warna suara yang baru. Akhirnya dari berbagai pertimbangan dan pemikiran yang matang agar dapat mendukung ide serta konsep garapan yang diinginkan, dipilih instrumen suling saja tanpa mengesampingkan masukan tersebut. Instrumen suling yang digunakan adalah

suling menengah supaya dalam sajiannya tidak menimbulkan suara yang terlalu

tinggi (melengking) serta memasukan unsur vokal perempuan (gerong). Mengamati dari segi bentuk fisik maupun kwalitas suara yang dihasilkan, ternyata memungkinkan dapat menimbulkan suasana musikal yang bernuansa religius, melodis dan bersifat kekinian.

Upaya untuk mendapatkan judul garapan, penata melakukan konsultasi dengan paman penata sendiri. Dalam konsultasi ini, penata menyampaikan apa yang akan digarap nantinya untuk ujian karya tugas akhir, baik dari segi ide garapan sampai isi dalam garapan tersebut. Setelah mendengarkan pemaparan dari penata, paman terlihat berpikir sejenak dan akhirnya memberikan suatu ungkapan istilah gebog domas yang sesuai dengan hasil dari pemaparan penata sendiri. Dari ungkapan paman tersebut, dirasakan tepat dan cocok oleh penata untuk dijadikan judul dalam garapan ini. Paman juga menyebutkan bahwa istilah ini hanya terdapat di daerah yang masih bersifat Bali Age seperti di daerah penata sendiri (Wawancara dengan Pande Ketut Cakri, 16 November 2013).

Sebagai langkah selanjutnya membayangkan bentuk dari garapan ini. Bentuk dari garapan ini adalah Selonding kreasi baru, mengarah pada pembaharuan yaitu pengembangan dari pola-pola tradisi yang dikemas secara kreasi dan bersifat kekinian tanpa menghilangkan jati diri dari struktur gending Selonding tersebut. Pengolahan melodi, ritme, dinamika, tempo serta harmoni sangat dipertimbangkan dalam garapan ini guna menafsirkan suasana yang diinginkan.

Tahapan ini sudah dimulai pada bulan Januari 2014 dengan menjajagi berbagai literatur yang berkaitan dengan penggarapan komposisi karawitan ini. Melakukan pemilihan, analisis, dan pengolahan dari rekaman audio maupun audio visual sangat penting untuk dilakukan demi mencari inspirasi yang akan dikutip kembali dengan warna dan pengolahan secara baru. Secara penggarapan tidak mengabaikan hasil karya seniman yang sudah ada dan menarik kemungkinan dari

segi motif dan pola garap musikal yang sudah ada sebelumnya, baik yang berkaitan dengan bentuk maupun suasana yang diinginkan. Tehnik yang sudah ada atau tehnik yang khas pada gending Selonding diolah dan dikembangkan secara kekinian.

Kegiatan berikutnya dilanjutkan dengan pengumpulan proposal pada Ketua Jurusan Karawitan pada tanggal 10 Februari 2014. Kemudian dilakukan seleksi proposal pada tanggal 13 Februari 2014. Penata juga sudah memikirkan siapa saja yang nantinya mendukung garapan karya seni ini sekaligus menentukan seksi-seksi untuk menunjang jalannya garapan ini. Pendukung karya seni ini diambil dari Sekaa Selonding Padma Agung Bunutin Bangli dan penambahan teman yang sudah sering diajak berkecimpung di bidang seni serta teman dari

sekaa wayang khang ching wie. Penata menghubungi pendukung satu persatu dan

menyatakan dengan senang hati dan tulus membantu demi suksesnya garapan karya seni ini.

Tabel 3.1

Tahap Penjajagan (Eksploration)

Periode Waktu Kegiatan Yang Dilakukan Hasil

Minggu I Januari 2014

Berimajinasi dan memikirkan tentang ide garapan serta konsultasi langsung dengan ibu dan paman penata sendiri

Mendapatkan

pemahaman tentang ide, konsep, dan judul garapan yang akan dibuat. Dapat

menentukan bentuk dan konsep garapan apa yang cocok untuk ditransformasikan dengan ide garapan Minggu II

Januari 2014

Pencarian landasan ide berupa buku yang berkaitan dengan ide

Mendapatkan bayangan yang jelas tentang apa

garapan di Toko Buku seperti di Toga Mas, Gramedia, serta sumber internet, dan wawancara maupun mencari audio dan audio visual komposisi karawitan Menentukan media ungkap dan penambahan instrumen guna mendukung garapan

yang akan dibuat serta pematangan ide

Mendapatkan instrumen

suling menengah serta

penambahan vokal perempuan (gerong) Minggu III

Januari 2014

Menentukan pendukung garapan dari sekaa Selonding Padma Agung Bunutin Bangli dan pemain suling serta vokal perempuan (gerong)

Pendukung garapan berjumalah 13 orang termasuk penata sendiri

Minggu IV Januari 2014

Mencari literatur berupa buku, kaset dan video serta melakukan wawancara dengan Bapak Pande Ketut Cakri, I Nyoman Windha, dan I Ketut Garwa sebagai landasan dalam penggarapan karya Selonding kreasi Gebog

Domas ini

Penata mendapatkan wawasan dan inspirasi lebih untuk menggarap karya seni ini

Minggu I Februari 2014

Mencari literatur berupa rekaman kaset gending Selonding

Mendapatkan rekaman kaset gending Selonding Tenganan Pegringsingan yang berhubungan dengan pengembangan pola tradisi yang ingin penata lakukan dalam pola garap sesuai dengan ide dan konsep garapan

Minggu II Februari 2014

Mengkonsep isi dan struktur dari pada karya seni ini

Pembuatan instrumen suling Bali

Tercatat apa saja yang nantinya akan

dimasukan dalam karya seni ini seperti

pengolahan melodi, ritme, tempo, dinamika, harmoni serta vokal Membuat delapan suling menengah karya Bapak Wajib di Desa Pinda Blahbatuh Gianyar

Pengumpulan Proposal pada Ketua Jurusan Karawitan

Proposal diterima dan lolos seleksi pada tanggal 13 Februari 2014

Minggu III Februari 2014

Mencari dan membeli panggul Mendapatkan panggul

di pengrajin panggul di Penatih di rumahnya Bapak Pande Warsa dan di Jeleka Batuan

Sukawati Gianyar Minggu IV

Februari 2014

Mendapatkan literatur berupa buku

Melakukan wawancara kembali dengan ibu dan paman penata sendiri

Mendapatkan buku tentang Selonding Tinjauan Gamelan Bali Kuna Abad X-XIV oleh bapak Pande Wayan Tusan yang

dipimjamkan oleh Bapak Dewa Aji Rai Mendapatkan hari baik untuk melakukan

nuasen

Pada tabel 3.1 adalah kegiatan eksplorasi yang didapat dalam tahap penjajagan (eksploration), secara garis besar seperti menyangkut tentang ide, menata konsep garapan, dan penentuan instrumentasi, serta penentuan pendukung garapan.

Dalam dokumen SKRIP KARYA SENI GEBOG DOMAS (Halaman 33-39)

Dokumen terkait