• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tata Busana Penata

Dalam dokumen SKRIP KARYA SENI GEBOG DOMAS (Halaman 77-101)

BAB V PENUTUP

FOTO 4.3 Tata Busana Penata

4.7.4 Tata Penyajian dan Tata Lampu

Garapan komposisi tabuh Selonding kreasi Gebog Domas ini disajikan dalam bentuk atau suasana masyarakat di lingkungan pedesaan. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan tata lampu dan dekorasi yang sesuai dengan tema, konsep dan adegan suasananya. Sebagai latar belakang garapan ini digunakan gapura atau

candi bentar yang terdapat pada panggung di gedung Natya Mandala Institut Seni

Indonesia Denpasar untuk memberikan kesan menonjol pada penampilan

pengrawitnya serta untuk mendukung konsep dan tema yang digunakan. Untuk

membuat penyajian lebih menarik dan masuk pada konsep, ditambahkan dua buah

janur bunga yang diletakkan di samping kanan dan kiri instrumen gong dan kempul Selonding. Terkait dengan hal tersebut, maka untuk setting lampu saat

pementasan garapan ini ditata sesuai dengan suasana yang ingin diungkapkan. Penataan lampu general lebih ditonjolkan, tanpa adanya permainan lampu yang berwarna warni. Sesuai dengan konsep lampu general lebih cocok, namun pada bagian kedua cahaya lampu sedikit redup yaitu untuk menggambarkan suasana religus.

BAB V PENUTUP

5.1 Simpulan

Berdasarkan uraian tentang garapan Selonding kreasi Gebog Domas yang telah mengalami berbagai proses dan telah dipaparkan pada bab-bab tersebut di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut :

a. Gebog Domas merupakan suatu bentuk komposisi karawitan kreasi yang mengangkat tema harmonis non harmonis dengan latar belakang kehidupan bermasyarakat, yang diekspresikan ke dalam bahasa musik. b. Penggambaran harmonis non harmonis diartikan tampak dari luar

harmonis namun ditinjau lebih dalam ternyata tidak harmonis. Dalam garapan ini menggunakan gamelan Selonding, pengolahan musikal penata memainkan saih yang dipadukan saih yang berbeda dalam satu komposisi. c. Komposisi karawitan Gebog Domas ini merupakan garapan Selonding kreasi yang bersifat instrumental, dengan penambahan instrumen suling menengah serta gerong untuk menambah kesan dan unsur melodisnya. d. Pola garap dari garapan ini mengarah pada pembaharuan yang merupakan

pengolahan dan pengembangan sistem nada, jalinan melodi, tempo, ritme, harmoni, dan dinamika dari pola-pola tradisi yang dikemas dalam bentuk kreasi yang bersifat kekinian. secara garis besar menggunakan dan mengembangkan tehnik pukulan serta motif kotekan atau gegebug dikreasikan dan dikemas sesuai keinginan penata sendiri.

e. Garapan ini terdiri dari tiga bagian yaitu bagian I, bagian II dan bagian III yang setiap bagiannya mempunyai tujuan dan maksud tersendiri dalam pengekspresiannya sesuai dengan ide dari garapan ini.

f. Garapan ini dipentaskan di Gedung Natya Mandala Institut Seni Indonesia Denpasar, didukung oleh Sekaa Selonding Padma Agung Desa Bunutin Bangli sebanyak 13 orang pemain termasuk penata sendiri, durasi pementasan garapan kurang lebih selama 12 menit.

5.2 Saran-saran

Berdasarkan pengalaman yang dialami penata sendiri selama proses penggarapan ini berlangsung, penata ingin menyampaikan beberapa hal terkait dalam garapan ini kepada para pembaca khususnya kepada calon-calon sarjana yang sedang mempersiapkan tugas akhir yang nantinya dapat bermanfaat untuk mewujudkan sebuah karya seni yang lebih baik dimasa yang akan mendatang.

a. Kepada mahasiswa Institut Seni Indonesia Denpasar yang akan mempersiapkan ujian tugas akhir, persiapkanlah diri sedini mungkin baik secara fisik maupun mental sehingga pada saatnya nanti benar-benar siap dan matang untuk melangkah dan tidak merasa terbebani serta yang terpenting adalah jangan pernah menunda-nunda waktu dalam berproses. b. Dalam proses berkarya, kematangan konsep dan ide sudah diperkirakan

atau direncanakan sejak dini, karena hal ini merupakan kunci meraih kesuksesan, semakin matang konsep dan ide dalam proses berkarya maka semakin lancar jalan yang dilalui dalam proses berkarya tersebut.

c. Tingkatkanlah daya kreativitas dalam diri, karena dalam berkreativitas dalam pembentukan sebuah karya seni tidaklah bersifat statis, melainkan bergerak secara dinamis seiring dengan perkembangan zaman dan pola pikir manusia.

d. Teruslah berimajinasi dan terus mencoba berkarya, karena dalam berkarya akan mampu menambah pengetahuan serta pengalaman sebagai bekal melangkah ke jenjang selanjutnya sebagai seorang seniman. Jangan pernah merasa karya sendiri itu lebih jelek dari karya orang lain, karena dalam proses akan merubah semua itu dan dari proses sebelumnya itu kita dapat berkarya dengan melihat kekurangan dari karya kita sendiri.

e. Setiap orang sudah barang tentu memiliki kekurangan dan kelebihan. Dalam melakukan sesuatu, lakukanlah dengan sungguh-sungguh sesuai dengan keinginan dan penuh tanggung jawab.

f. Terwujudnya garapan Selonding kreasi Gebog Domas ini, diharapkan agar para seniman berkarya jangan hanya untuk berkarya sesaat namun berkaryalah untuk jenjang yang lebih lama dan mudah untuk dicerna oleh masyarakat yang nantinya memberikan dampak positif terhadap kesenian. g. Garapan ini diharpkan agar para seniman akan semakin tergugah untuk

menciptakan karya-karya yang lebih inovatif dan kreatif.

h. Penata berharap, semoga karya-karya yang terlahir atau dihasilkan oleh para seniman tetap berkwalitas serta dapat dikembangkan untuk memperkaya pembendaharaan karya seni yang bernilai luhur dan adiluhung.

DAFTAR PUSTAKA

Aryasa, I WM. 1984. Pengetahuan Karawitan Bali. Denpasar: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Proyek Pengembangan Kesenian Bali.

Atmadja, Nengah Bawa. 2010. Ajeg Bali: Gerakan, Identitas Kultural, dan

Globalisasi. Yogyakarta: LKIS.

Bandem, I Made. 1986. Prakempa Sebuah Lontar Gamelan Bali. Denpasar: ASTI.

Bandem, I Made. 1987. Ubit-ubitan Sebuah Tehnik Gamelan Bali. Denpasar: Sekolah Tinggi Seni Indonesia.

Dibia, I Wayan. 1977/1978. Pengantar Karawitan Bali. Denpasar: Proyek Peningkatan/Pengembangan ASTI.

Dibia, I Wayan. 2008. Seni Kekebyaran. Denpasar: Balimangsi Foundation. Djelantik, A. A. Made. 1999. Estetika Sebuah Pengantar. Bandung: MSPI. Djelantik, A. A. Made. 1987. Pengantar Dasar Ilmu Estetika jilid I Estetika

Instrumental. Denpasar: Proyek Pengembangan IKI Sub/Bagian Proyek

Peningkatan/Pengembangan Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI). Donder, I Ketut. 2005. Esensi Bunyi Gamelan Dalam Prosesi Ritual Hindu.

Surabaya: Paramita.

Garwa, I Ketut. 2009. Komposisi Karawitan IV. Denpasar: okabawes. Kartohadikoesoemo, Soetardjo. 1984. Desa. Jakarta: Balai Pustaka.

Mustika, Pande Gede, dkk. 1996. Mengenal Jenis-Jenis Pukulan Dalam

Barungan Gamelan Gong Kebyar. Denpasar: Sekolah Tinggi Seni

Indonesia.

Putra, I Gusti Putu Adi. 2011. Skrip Karya Seni Gehgehan. Denpasar: Institut Seni Indonesia.

Rembang, I Nyoman, dkk. 1984/1985. Sekelumit Cara-Cara Pembuatan Gamelan

Bali. Bali: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral

Kebudayaan Proyek Pengembangan Kesenian Bali. Ruma, I Ketut. 2006. Gaguritan Wirotama 2. Karangasem: Jasri.

Sidia, Dewa Ngakan Made Kelaci. TT. Lembar Kerja Siswa Bahasa Bali SLTP

Semester I. Bangli: Tim Guru dan MGMP Bahasa Bali Tingkat

Kabupaten.

Sugono, Dendy. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa. Sukerta, Pande Made. 1998. Ensiklopedi Karawitan Bali. Bandung: MSPI.

Surpha, I Wayan. 2004. Eksistensi Desa Adat dan Desa Dinas di Bali. Denpasar: Pustaka Bali Post.

Suryatini, Ni Ketut. 1984. Gamelan Slonding di Desa Asak Karangasem (Skripsi

Untuk Mencapai Gelar Sarjana Muda). Denpasar: ASTI.

Suweca, I Wayan. 2009. Estetika Karawitan. Denpasar: Institut Seni Indonesia. Tusan, Pande Wayan. 2002. Selonding Tinjauan Gamelan Bali Abad X-XIV

(Suatu Kajian Berdasarkan Data Prasasti, Karya Sastra dan Artefak).

Karangasem: Sanggar Citra Lekha Sanggraha.

Wikarman, I Nyoman Singgih. 2013. Bangli Tempo Doeloe (Dalam Kajian

Sejarah). Bangli: Yayasan Wikarman.

Wirawan, I Wayan Arik. 2013. Skrip Karya Seni “Warna-warni Anak”. Denpasar: ISI.

DAFTAR DISCOGRAFI

Astawa, I Kadek. 2009. Komposisi Karawitan Selonding Inovatif “Keta”. Denpasar: ISI.

Sanggar Guna Winangun. TT. Slonding Tenganan Pegringsingan Karangasem. Denpasar: Maharani.

Sinthi, I Wayan. 1993. Tabuh Pat Lelambatan “Lokariya”. Denpasar: Bali Record. Takei, Yasuko. 2009. Kreasi Kontemporer Semara Pegulingan “Bintang Bima

Sakti”. Denpasar: Bali Record.

Windha, I Nyoman. TT. Selonding Kreasi Baru “Bali Aga”. Denpasar: Bali Record.

Windha, I Nyoman. 2013. Rekaman kaset sendiri “Gunungan Penggak”. Denpasar: ISI.

DAFTAR INFORMAN

1. Nama : I Wayan Ariawan (Jro Mangku Dalem Gede Tamanbali)

Umur : 55 tahun

Alamat : Dusun Dadia, Tamanbali, Bangli.

Pekerjaan : Pemangku Pura Dalem Gede Tamanbali atau Pedagang

makanan babi.

2. Nama : Pande Ketut Cakri, S.Pd.

Umur : 58 tahun

Alamat : Banjar Pande, Tamanbali, Bangli

Pekerjaan : Guru SMP N 1 Bangli.

3. Nama : Ni Nyoman Sumarini

Umur : 47 tahun

Alamat : Dusun Dadia Tamanbali Bangli

Lampiran I

SINOPSIS

GEBOG DOMAS

Gebog diartikan tatanan kawasan yang besar dan domas diartikan delapan

ratus. Gebog Domas Pura Dalem Gede Tamanbali merupakan sebuah cakupan atau kawasan besar yang terdiri dari beberapa wilayah yang dijadikan satu kesatuan pokok. Dalam kesatuan tersebut sudah barang tentu terdapat perbedaan (harmonis non harmonis). Terkadang perbedaan itu dijadikan sebuah ukuran, namun sebenarnya perbedaan itu harus dijadikan dasar pemikiran untuk mewujudkan suatu keharmonisan. Realita sosial ini memberikan inspirasi penata untuk mentransformasikan ke dalam komposisi karawitan Selonding kreasi dengan judul “GEBOG DOMAS”.

Penata Karawitan : Nama : I Made Desi Muliartana

NIM : 2010.02.020 Jurusan : Seni Karawitan

Pendukung karawitan :

Lampiran II

Notasi Karya Seni

Gebog Domas

Notasi Bagian I

Saih Sadi (introduction):

. .13 45 43 4543 45 75 74 57 57 54 34 37 13 41 (3) kekebyaran 371 31 .3 .1 37 13 17 13 413 43 .3 .3 43 45 43 45 7 5 7 5 74 57 57 54 34 37 13 71 (3) Motif kotekan . . . . 7 1 3 45 34 5 43 54 3 45 34 5 43 5 43 34 .1 34 34 31 7 13 71 37 1 73 17 31 7 13 71 37 1 73 17 31 7 13 71 37 1 73 17 31 .7 71 .7 71 34 13 41 34 53 53 .5 .3 5 7 7 (4)

Saih sondong (suling 1)

. . . 7 1 7 5 4 5 3 4 5 . . . . . 1 . 3 . . 2 3 . 45 6 5 . . . . . . . 1 . . 2 6 1 5 6 3 . . . .

Peralihan ke teknik suling ngotek (kebyar cadot) .3 53 45 75 . . . .

Saih Sondong (suling 2)

57 54 57 5 . 57 54 57 17 57 54 57 17 57 54 54 31 71 71 34 57 57 57 57 54 31 71 71 34 57 57 57 54 31 75 7 . (1) . . 2X

Peralihan suling 2 ke vokal

57 54 57 13 71 57 45 34 . . 13 71 57 45 34 71 3 . . 1 . 34 1 3 . 4 . 43 1 7 1 7 6 1 7 6 4 . . 3 4 . . 3 4 . . 3 4 3 2 4 (3)

Vokal perempuan (gerong) Laras Pelog:

3 4 3 43 5 5 71 7 5 345 4 Om Swas – ti – as – tu na – mah si – dem 4 5 3 434 5 5 717 5 345 4 Om Awi – genam – as – tu na – mah si – dem 4 5 3 434 5 57 1 75 17 34 5 .4 35 43 1 Om Si – dhi – ras – tu tat as – tu swa – ha

Saih Puja Semara

35 75 74 34 35 75 7 54 57 1 75 17 5 43 54 3

Notasi bagian II

Saih Panji Semara

3 4 . 3 . 4 3 4 . 3 . 4 . 5 4 5

. . 4 5 . 4 . 5 4 5 . 3 . 4 3 4

5 . . 5 . . 5 . . 5 . . . . . . 4X

Om bhur bwah swah

4 . . 4 . . 4 . . 4 . . . . . .

Om bhur bwah swah

4 5 3 434 5 57 1 75 17 34 5 .4 35 43 1 Om Si – dhi – ras – tu tat as – tu swa – ha

(Dimainkan tunggal dan bersamaan dengan lagu di atas)

Saih Sondong (instrumen Selonding dan suling)

.3 3 3 45 34 5 7 . 4 5 3 4 Saih Sadi 4 = 1

Saih Sadi (instrumen suling) 1 3

45 43 13 45 .4 31 71 .

.3 45 43 13 43 45 75 4 .3 45 75 45 43 14 3 1 2X

Saih Sondong .4

47 54 75 4 .4 75 47 5 .4 75 47 54 75 43 54 (3)

Kebyar peralihan (Saih Sondong)

.3 75 74 53 41 31 31 34 57 45 34 75 71 33 1 1 75 .7 .4 5 3 4 1 3 57 5 4 (3) 75 .5 .4 5

75 7 13 .3 1 1 75 .7 4 5 3 4 1 3 57 .

Notasi Bagian III

Saih Sondong 5 7 5 7 5 1 7 5 4 5 7 1 7 4 5 7 5 7 5 7 5 1 7 5 4 5 7 1 7 4 5 7 4 7 5 4 5 4 5 4 5 7 1 7 4 7 5 4 5 4 5 4 5 3 4 5 7 5 3 4 5 7 5 (7) 5X kidung Gambuh 4 34 5 45 43 3 4 54 5 7 17 17 54 Me – da – sar bu – di sa – dhu 4 3 43 1 7 17 17 7 1 3 3 54 53 43 Sa – king la – sya lan su – da – ning ka – yun

35 4 3 4 54 35 45 5 43 3 3 4 53 45 4 Nu – nas pa – nu – grah – an be – ta – ra be – ta – ri

4 34 5 43 43 1 17 13 54 53 43 Mi – wah ring pa – ra le – lu – hur

35 4 3 4 3 1 7 1 3 4 53 43 Mo – gi ne – mu ke – rah – a – yon

Peralihan mencari ending:

5 7 5 7 5 1 7 5 4 5 7 1 7 4 5 7 5 7 5 7 5 1 7 5 4 5 7 1 7 4 5 7 4 7 5 (4)

Kebyar (Saih Kesumba) 54 5 4 54 5 7 1 75 45 74 5 75 45 75 1 . 5 17 5 17 5 7 4 54 .5 .7 .1 .7 54 57 45 .7 54 57 51 . 5 17 5 17 5 7 (4) 54 5 4 54 5 7 1 75 45 74 5 75 45 75 1 . 5 17 5 17 5 7 . . Ending . . 34 57 57 45 34 57 5 45 34 13 71 35 (4) (3) bersama Om

Lampiran III

Nama-nama Pendukung Karya Seni Gebog Domas

No. Nama Pemain Sebagai Pemain

1 I Made Desi Muliartana (Penata) Peenem dan petuduh

2 Pande Ketut Cakri Nyong-nyong Alit 2

3 I Ketut Saja Nyong-nyong Ageng 2

4 Drs. I Wayan Teken, M.Pd. Nyong-nyong Ageng 1

5 I Dewa Putu Arsa, S.Pd. Nyong-nyong Alit 1

6 Ida I Dewa Gede Raka Gong

7 I Dewa Made Sumerta Kempul

8 I Made Sudarma Suling

9 I Ketut Adi Merdana Suling

10 Pande Wayan Jefri Suling

11 Ni Wayan Ika Sri Muliani Gerong

12 Ni Nengah Semari Asih Gerong

MOTTO

Dalam dokumen SKRIP KARYA SENI GEBOG DOMAS (Halaman 77-101)

Dokumen terkait