• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemanfaatan Faktor Produksi Berbasis Kearifan Lokal di Kejaya

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

B. Penyajian dan Analisis Data

2. Pemanfaatan Faktor Produksi Berbasis Kearifan Lokal di Kejaya

a. Produksi

Produksi adalah suatu kegiatan yang dapat menciptakan guna baik waktu, bentuk maupun tempat dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia. Produksi tersebut dapat berupa barang ataupun jasa tetapi produksi diartikan juga sebagai suatu kegiatan mengubah sumber-sumber kedalam produk.77 Untuk proses produksinya sendiri kita menggunakan berbagai cara hingga cuaca pendukung agar menghasilkan produk yang maksimal.

Berikut hasil wawancara dengan bapak Sudarmaji selaku Kepala Produksi di UD. Kejaya Handicraft yaitu:

“Kalau proses produksi dilihat dari bahan-bahan yang digunakan, kalau dari bahan pelepah pisang kita jemur dulu habis dijemur lalu kita simpan dalam keadaan kering, kemudian kita bentuk pelepah pisang itu sesuai dengan desain yang sudah kita buat sebelumnya. Ada yang dibentuk bikin lembaran, ada yang dibikin tampar, dari situ baru diproses sesuai dengan yang diinginkan. Kalau untuk faktor penghambat disini biasanya dari cuaca yang tidak mendukung, kalau kita butuh penjemuran untuk membuat produk yang akan segera dikirim tetapi kadang cuaca sedang hujan itu berpengaruh bagi kami, kemudian juga dari tenaga kerja pengrajin yang mayoritas dari ibu-ibu di desa lain untuk anyam menganyam, biasanya kalo ada hajatan di desa

77 Nugroho J. Setiadi, Business Economics And Managerial Decision Making, 115.

itu berpengaruh bagi kami karena ibu-ibu disana saling membantu untuk hajatan sehingga kita berkurangnya karyawan.

Tapi biasanya kita mengantisipasi itu untuk karyawan kita lebihkan, yang biasanya butuh 10 orang maka biasanya kita lebihkan jadi 15. Jadi mengantisipasi ketika mereka berhalangan. Kalo untuk di bahan baku kita mengantisipasinya di stok ”78

Pernyataan ini didukung oleh bapak Khotibin selaku Pemilik UD. Kejaya Handicraft yaitu :

“Kalau disini lagi hitsnya itu tempat parfum mbak. Dan untuk pengerjaanya itu kita sebar di masyarakat, biasanya kita sebar di dua desa dan yang jadi pengrajin biasanya ibu-ibu untuk anyam menganyam. Kalau sudah selesai maka diambil sama orang yang khusus bagian mengambilnya dan diserahkan ke gudang untuk melakukan finishing sama karyawan dalam.”79

Pernyataan ini juga selaras dengan hasil wawancara dengan ibu Drasti selaku Admin di UD. Kejaya Handicraft yaitu :

“Kalau untuk proses produksi ini sendiri kita itu kan ada gudangnya sendiri mbak, kalau untuk di gudang kita tenaga kerjanya itu hanya 25 an. Tapi kita rata-rata mempunyai karyawan di dua desa ada 100 orang dari ibu-ibu biasanya, soalnya borongan untuk membuat tempat parfum dari tali agel dan tutup parfum. Kalau tutup parfum ini kita industrinya ada di gudang. Kalau untuk yang tali agel biasanya ibu-ibu desa yang mengerjakan. Untuk prosesnya biasanya anak gudang itu mengambil ke beberapa desa tadi, jadi ada pengepulnya sendiri.

Nanti dari pengepul itu di sebarkan ke ibu-ibu. Lalu untuk finishingnya dikerjakan sama karyawan dalam. Tapi kalau untuk pembuatan yang dari batok kelapa, pembuatan peralatan dapur seperti sendok garpu nampan dan yang lainya itu ada bagian sendiri di gudang.”80

Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa produksi sangat penting dilakukan oleh masyarakat untuk menjamin kelangsungan hidupnya.

78 Sudarmaji, wawancara, Banyuwangi, 07 Agustus 2022

79 Khotibin, wawancara, Banyuwangi, 06 Agustus 2022

80 Drasti, wawancara, Banyuwangi, 16 Juli 2022

67

b. Faktor Produksi

Produksi tidak bisa dilakukan jika tidak adanya bahan-bahan yang memungkinkan dilakukanya proses produksi itu sendiri. Untuk melakukan produksi, orang-orang memerlukan beberapa faktor produksi seperti tanah, tenaga kerja, modal dan kecakapan tata laksana.

Berikut hasil wawancara dengan Bapak Khotibin selaku pemilik UD. Kejaya Handicraft yaitu :

”Kita membuat kerajinan tangan dengan bahan alami yang murni diperoleh dari alam mbak, ya seperti bambu, kayu, rotan, batok kelapa, tapas kelapa, sabut kelapa, pohon pisang, kayu jati, dan lainya yang berasal dari alam. Itu semua tergantung permintaan dari konsumen juga biasanya. Jadi kita emang benar-benar memproduksi kerajinan tangan ini dari bahan alam sekitar.”81

Gambar 4.2 Bahan-bahan produksi

Berikut hasil wawancara dengan Ibu Drasti selaku Admin di UD. Kejaya Handicraft yaitu :

81 Khotibin, wawancara, Banyuwangi, 06 Agustus 2022

“Selain bahan untuk membuat produksi, kita juga membutuhkan sumber daya manusia. Kita juga pasti butuh tenaga manusia yang banyak mbak karena kita juga memproduksi kerajinan dengan jumlah banyak, untuk karyawan sendiri kita mempunyai kurang lebih 100 pengrajin di dua desa dan 25 karyawan sebagai finishing. Pengrajin di dua desa tersebut bertugas hanya untuk anyam-menganyam dan biasanya tugasnya dirumah masing-masing.”82

Gambar 4.3

Pengrajin anyam menganyam

Berikut hasil wawancara dengan bapak Sudarmaji selaku Kepala produksi di UD. Kejaya Handicraft yaitu :

“Kalau untuk memproduksi barang kita butuh beberapa mesin atau alat pembantu untuk mengerjakanya. Kita ada mesin untuk membantu meringankan pekerjaan karyawan, seperti mesin jahit, mesin pemotong kayu dan alat potong lainya, kemudian kita juga punya mesin untuk finishing. Tapi tidak semua produk kita kerjakan menggunakan mesin mbak, ada juga produk yang hanya mengandalkan tenaga manusia saja. Jadi untuk mesin biasanya untuk finishing dan pembuatan produk seperti bahan kayu, bambu, batok kelapa dan lain sebagainya. Dan setiap perusahaan harus mempunyai skill sendiri, kita harus mempunyai kreativitas atau inovasi sendiri setiap saat untuk mengikuti trend perkembangan jaman, gamungkin kalau kerajinan tangan itu monoton begitu saja, jadi kita harus paham target pasar dan konsumen itu seperti apa. Biasanya kita juga mengandalkan ide-ide kreatifitas dari karyawan kita sendiri, selain itu juga biasanya konsumen sendiri yang menentukan desainya tetapi untuk bahan pembuatanya menggunakan bahan kita.”83

82 Drasti, wawancara, Banyuwangi, 16 Juli 2022

83 Sudarmaji, wawancara, Banyuwangi, 07 Agustus 2022

69

Gambar 4.4

Mesin untuk pembuatan produk kerajinan tangan

Berdasarkan hasil wawancara diatas yaitu mengenai faktor produksi yang digunakan merupakan salah satu faktor yang mendukung keberhasilan produksi ini. Terbukti dengan adanya sumber daya alam yang ada disekitar dapat memudahkan orang-orang untuk mendapatkan pekerjaan termasuk berbisnis. Tanpa adanya tenaga manusia, modal, dan skill juga perusahaan tidak akan bisa berjalan dengan mudah. Dari faktor produksi diatas dapat kita simpulkan bahwa kerajinan yang dibuat terbuat dari bahan alam yang merupakan kearifan lokal setempat.

c. Kearifan Lokal

Kearifan lokal merupakan kemampuan kebudayaan setempat dalam menghadapi pengaruh kebudayaan asing pada waktu kedua kebudayaan itu berhubungan,84 hal ini dikembangkan karena adanya kebutuhan untuk mempertahankan dan melangsungkan hidup sesuai situasi, kondisi, kemampuan dan tata nilai dalam kehidupan.

84 Aji Rosidi, Kearifan Lokal dalam Perspektif Budaya Sunda, 29.

Berikut hasil wawancara dengan bapak Khotibin selaku pemilik UD. Kejaya Handicraft yaitu :

“Awal mula membuat kerajinan tangan karena banyaknya pohon pisang di desa kami yang keracunan jadi banyak pohon pisang yang di tebang akhirnya kami berfikir untuk mengkonservasi pohon pisang tersebut untuk membuat kerajinan tangan dari pohon pisang agar limbah pohon pisang tersebut tidak berserakan dimana-mana. Dengan cara ini kita bisa membuat kerajinan tangan untuk memenuhi kebutuhan hidup dari alam dengan cara yang baik dan tidak merusak alam.”85

Pernyataan ini sesuai dengan hasil wawancara dengan ibu Drasti selaku Admin UD. Kejaya Handicraft yaitu :

“Dimana pada tahun 1998 banyak daun lamtoro berjatuhan, waktu itu juga melimpahnya pohon kelapa di desa kami dan kami memanfaatkan itu menjadi bahan untuk membuat industri rumah tangga seperti kerajinan tangan. Bahan yang kita gunakan murni dari sumber daya alam dan kita menggunakanya dengan baik tidak sampai merusak alam, dengan adanya industri ini kita juga alhamdulillah sudah memperkerjakan banyak ibu-ibu dari desa kita sebagai kerja sampingan.”86

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa kearifan lokal setempat berfungsi untuk konservasi dan pelestarian alam dan juga berfungsi untuk mengembangkan sumber daya manusia. Sehingga kearifan lokal dapat dipercaya untuk keberlangsungan hidup masyarakat setempat.

Kita juga melakukan wawancara dengan beberapa konsumen atau distributor yang sudah menjadi langganan di UD. Kejaya Handicraft.

85 Khotibin, wawancara, Banyuwangi, 06 Agustus 2022

86 Drasti, wawancara, Banyuwangi, 16 Juli 2022

71

Berikut hasil pada saat wawancara dengan bapak Ali yang menyatakan bahwa :

“disana banyak jenis produknya mbak, jadi saya bisa memilih produk apa saja yang pengen dibeli. Bahan-bahanya juga unik, karena mereka menggunakan bahan alam seperti kayu bambu gitu mbak, jadi lebih tahan lama ya menurut saya. Sejauh ini itu sih mbak yang membuat saya tertarik untuk berbelanja di toko Kejaya Handicraft ini.”87

Didukung juga oleh pernyataan ibu Sari yaitu :

“Inovasi berbagai produk yang ada di Kejaya Handicraft ini menurut saya sangat menarik ya mbak, banyak macamnya juga disini jadi enak buat milih barang yang kita butuhkan. Dan itu mbak produknya dibuat dari bahan alam seperti peralatan dapur yang dari kayu gitu. Sehingga bisa menarik konsumen seperti saya ini mbak untuk membelinya.”88

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa inovasi pada sebuah produk yang ada di perusahaan sangan penting untuk menarik hati para konsumen, karena konsumen bisa tertarik apabila produk yang dihasilkan oleh perusahaan ini bervariasi.

Dokumen terkait