C. Lesson Study
3. Tahapan Pelaksanaan Lesson Study
Lesson study dilaksanakan dalam tiga tahapan, yaitu PLAN (merencanakan), DO
(melaksanakan), dan SEE (merefleksi) yang berkelanjutan dan tak pernah berakhir
(continuous improvement).148 Siklus kegiatan lesson study diperlihatkan pada gambar berikut:
148
Herawati Susilo, dkk.,Lesson Study Berbasis Sekolah, (Malang: Bayu Media Publishing, 2009), h. 22-29.
PLAN
Secara kolaboratif merencanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa
DO
Seorang guru melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan
guru-guru sejawat
Gambar 2.3
Penjelasan dari siklus kegiatan Lesson Study adalah sebagai berikut:
a. Plan
Tahapan pelaksanaan Lesson Study dimulai dari tahap perencanaan (plan), yang bertujuan untuk merancang pembelajaran yang dapat mendorong peserta didik, dapat belajar dalam suasana menyenangkan, sehingga tujuan yang diinginkan dapat dicapai secara efektif, melalui aktivitas belajar secara aktif dan kreatif.149 Dalam kegiatan ini, beberapa orang guru berkolaborasi menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sehingga ide-ide yang berkembang lebih kaya.
Pada tahap plan ini, diawali dengan menganalisis permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. Permasalahan dapat berupa materi bidang studi atau cara penyampaian materi. Permasalahan dapat juga menyangkut aspek paedagogik tentang
149
metode pembelajaran yang tepat, agar pembelajaran berjalan efektif dan efisien, atau permasalahan mengenai fasilitas belajar, yakni bagaimana mensiasati kekurangan fasilitas pembelajaran.150 Selanjutnya guru bersama-sama mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi dan dituangkan dalam rencana pembelajaran atau lesson plan, teaching material (berupa media pembelajaran dan lembar kerja peserta didik), serta metode evaluasi. Pertemuan-pertemuan yang sering dilakukan oleh para guru dalam rangka menyusun rencana pembelajaran menyebabkan terbentuknya kolegalitas atau kemitraan antara guru yang satu dengan yang lain, sehingga tidak berlaku hukum senioritas antar teman sejawat. Para guru dapat berbagi pengalaman dan saling belajar, sehingga melalui kegiatan ini diharapkan terbentuk situasi mutual learning, yaitu situasi dimana komunitas tersebut dapat saling belajar.
Pada prinsipnya, rencana pembelajaran yang disusun dalam lesson study sama dengan rencana pembelajaran harian guru sebelum mengajar. Namun karena lesson study
merupakan sebuah inovasi, maka rencana pembelajaran dan perangkat pembelajaran dalam lesson study juga harus bersifat inovatif dibandingkan dengan rencana pembelajaran harian. Setelah rencana pembelajaran tersusun, maka akan lebih baik jika diuji cobakan terlebih dahulu melalui sebuah micro teaching, sebelum diimplementasikan dalam kelas sesungguhnya. Hal ini bertujuan untuk menambah atau menyempurnakan dan memantapkan beberapa hal sebelum tahap pelaksanaan sesungguhnya.
b. Do
Langkah kedua dalam lesson study adalah pelaksanaan, yakni melaksanakan pembelajaran sesuai rencana yang telah dirumuskan bersama di dalam kelas sesungguhnya (real teaching). Langkah ini bertujuan untuk menguji coba model pembelajaran atau solusi permasalahan yang telah dirancang. Dalam kegiatan ini, salah
150
seorang guru ditunjuk dan bertindak sebagai guru model, sementara guru yang lain bertindak sebagai pengamat pembelajaran (observer).151 Kepala sekolah dapat pula terlibat dalam kegiatan ini sebagai pemandu kegiatan dan pengamat pembelajaran. Fokus pengamatan dalam lesson study ditujukan pada kegiatan peserta didik, yakni interaksi para peserta didik, peserta didik-bahan ajar, peserta didik-guru, dan peserta didik dengan lingkungan yang terkait. Para pengamat dapat melakukan rekaman pelaksanaan pembelajaran melalui video camera atau foto digital untuk keperluan dokumentasi dan bahan studi lebih lanjut. Keberadaan pengamat dalam ruang kelas, selain bertugas mengumpulkan informasi, juga dimaksudkan untuk belajar dari pembelajaran yang sedang berlangsung dan bukan semata-mata untuk mengevaluasi guru model yang tampil.
Pemahaman tentang perilaku peserta didik dalam proses pembelajaran merupakan hal yang sangat penting bagi guru. Jika seorang guru melalui observasinya mampu mengidentifikasi dengan baik tingkat pemahaman yang berhasil dicapai peserta didik, kesulitan yang mereka hadapi, serta potensi individual atau kelompok yang ditunjukkan selama proses pembelajaran terjadi, maka guru tersebut kemungkinan besar akan mampu mengembangkan intervensi yang lebih tepat sesuai dengan kebutuhan serta tingkat kemampuan berfikir peserta didik. Dengan demikian, kegiatan observasi yang dilakukan selam proses pembelajaran memiliki peran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan-kemampuan tersebut.
Pada saat mengajar, mungkin seorang guru tidak sempat meneliti dan mencatat setiap perilaku belajar peserta didik secara mendalam. Akan tetapi sebagai observer, seorang guru dapat mempelajari secara teliti dan mendalam bagaimana seorang peserta didik mengalami kesulitan untuk memulai tugas yang diberikan. Bagaimana seorang peserta didik mengalami kesulitan mengemukakan pendapat atau ideanya, bagaimana
151
berinteraksi dan berkomunikasi dalam kelompok, bagaimana peran seorang peserta didik dalam diskusi kelompok, bagaimana sebuah kelompok tidak mampu mengembangkan interaksi yang konstruktif, bagaimana terjadinya sharing antar peserta didik dalam kelompok atau antar kelompok, dan masih banyak lagi perilaku lainnya yang dapat diungkap melalui kegiatan observasi.
Kemampuan mengidentifikasi serta memahami perilaku belajar peserta didik yang diperoleh melalui pengalaman mengobservasi pada gilirannya akan berkontribusi pada kemampuan mengembangkan strategi pembelajaran secara lebih baik. Dengan demikian peningkatan kemampuan mengajar melalui lesson study tidak hanya terjadi pada guru yang menjadi model, akan tetapi juga bagi guru yang menjadi observer.152
Agar proses observasi dalam pembelajaran dari suatu lesson study dapat berjalan dengan baik, maka ada beberapa hal yang harus dipersiapkan baik oleh guru maupun observer sebelum proses pembelajaran dimulai. Sebelum proses pembelajaran berlangsung, guru dapat memberikan gambaran secara umum mengenai apa yang akan terjadi di kelas, yakni meliputi informasi tentang rencana pembelajaran, tujuan, keterkaitan materi ajar dengan materi sebelumnya, kedudukan materi ajar dalam kurikulum, dan kemungkinan respon peserta didik.153 Selain itu, observer juga perlu diberikan informasi mengenai lembar kerja peserta didik serta peta posisi tempat duduk yang menggambarkan setting kelas yang digunakan. Akan lebih baik lagi jika peta posisi tempat duduk tersebut dilengkapi dengan nama-nama peserta didik secara lengkap.
Dengan memiliki gambaran yang lengkap tentang pembelajaran yang akan dilakukan, maka seorang observer dapat menetapkan apa yang akan dilakukan di kelas pada saat melakukan pengamatan. Misalnya memfokuskan perhatian pada peserta didik
152
Ibid., h.30. 153
tertentu dengan alasan tingkat kemampuannya yang sangat berbeda dibandingkan dengan peserta didik lain, atau ada hal khusus yang penting untuk diamati. Observer lain mungkin akan tertarik dengan cara berinteraksi peserta didik dengan teman dalam kelompok, cara mengemukakan pendapat atau idea baik dalam diskusi kelompok maupun dalam diskusi kelas, atau cara mengajukan argumentasi atas solusi masalah yang diberikan. Jadi fokus observasi pada pelaksanaan lesson study akan sangat beragam tergantung pada minat serta tujuannya masing-masing. Semakin beragam target yang menjadi focus observasi, maka semakin lengkaplah informasi yang bisa digali, dianalisis, dan diungkapkan pada saat dilakukan refleksi.
Jika akan dilakukan video shooting, maka tentukan siapa yang akan melakukan, dan harus dipilih tempat yang strategis untuk melakukan pengambilan gambar yang meliputi aktivitas peserta didik dan guru, dan pastikan bahwa rekaman video yang dibuat menggambarkan seluruh pembelajaran secara utuh. Rekaman video ini sangat penting sebagai bagian dari dokumentasi yang dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk melakukan diskusi pengembangan lesson study atau diskusi masalah-masalah pembelajaran secara umum.
Untuk mengatasi kemungkinan banyaknya observer yang datang, sebaiknya kelas ditata sedemikian sehingga mobilitas peserta didik, guru, dan observer dapat berlangsung secara nyaman dan mudah. Pada saat melakukan observasi, disarankan untuk melakukan beberapa hal berikut:154
154LP. Ario Nugroho dan Sumar Hendayana, ―Penerapan Lesson Study Berbasis Sekolah
Untuk Melaksanakan Supervisi Akademik Pembelajaran Fisika di SMA‖, Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Fisika (JP2F), Volume 2 Nomor 1 April 2011, Tersedia :http://e- jurnal.upgrismg.ac.id/index.php/JP2F/article/view/124. [diakses tanggal 2 februari 2016].
1) membuat catatan tentang komentar atau diskusi yang dilakukan peserta didik serta jangan lupa menuliskan nama atau posisi tempat duduk peserta didik.
2) membuat catatan tentang situasi dimana peserta didik melakukan kerja
sama atau memilih untuk tidak melakukan kerja sama.
3) mencari contoh-contoh bagaimana terjadinya proses konstruksi pemahaman melalui diskusi dan aktivitas belajar yang dilakukan peserta didik.
4) melakukanpencatatan tentang variasi metode penyelesaian masalah dari
peserta didik secara individual atau kelompok peserta didik, termasuk strategi penyelesaian yang salah.
Selain membuat catatan tentang beberapa hal yang penting mengenai aktivitas belajar peserta didik, seorang observer selama melakukan pengamatan perlu mempertimbangkan atau berpedoman pada sejumlah pertanyaan berikut:155
1) Apakah tujuan pembelajaran sudah jelas? Apakah aktivitas yang
dikembangkan berkontribusi secara efektif pada pencapaian tujuan tersebut?
2) Apakah langkah-langkah pembelajaran yang dikembangkan berkaitan satu dengan yang lain, dan apakah hal tersebut mendukung pemahaman peserta didik tentang konsep yang dipelajari?
3) Apakah hand-on atau teaching material yang digunakan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan?
155
4) Apakah diskusi kelas yang dilakukan membantu pemahaman peserta didik tentang konsep yang dipelajari?
5) Apakah materi yang dikembangkan guru sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik?
6) Apakah peserta didik menggunakan pengetahuan awalnya atau pengetahuan sebelumnya untuk memahami konsep baru yang dipelajari? 7) Apakah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru dapat mendorong dan
memfasilitasi cara berfikir peserta didik?
8) Apakah gagasan peserta didik dihargai dan dikaitkan dengan materi yang
sedang dipelajari?
9) Apakah kesimpulan akhir yang diajukan didasarkan pada pendapat peserta didik?
10) Apakah kesimpulan yang diajukan sesuai dengan tujuan pembelajaran? 11) Bagaimana guru memberikan penguatan capaian hasil belajara peserta
didik selama pembelajaran berlangsung?
c. See
Langkah ketiga dalam kegiatan lesson study adalah melakukan refleksi (see). Setelah pembelajaran (tahap do) selesai, maka selanjutnya dilaksanakan diskusi langsung antara guru model yang tampil dan pengamat yang dipandu oleh kepala sekolah atau personel yang ditunjuk untuk membahas kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan.156 Guru model mengawali diskusi dengan menyampaikan kesan-kesan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Selanjutnya pengamat diminta menyampaikan komentar dan lesson learnt atau hal baru yang diperoleh/dipelajari dari
156
kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan, terutama berkenaan dengan aktifitas peserta didik selama kegiatan pembelajaran.157 Tentunya kritik dan saran dari para pengamat disampaikan secara bijak dan konstruktif. Sebaliknya, guru model seyogyanya dapat menerima masukan dari pengamat untuk perbaikan pembelajaran berikutnya. Berdasarkan masukan dalam diskusi ini, guru dapat merancang pembelajaran berikutnya lebih baik. Pada prinsipnya setiap orang yang terlibat dalam kegiatan lesson study ini harus memperoleh lesson learnt, yakni memperoleh sesuatu yang baru setelah mengamati pembelajaran, sehingga komunitas belajar dapat terbentuk.
Setelah tiga tahapan ini selesai, maka selanjutnya dapat dilaksanakan kegiatan berikutnya yakni open house atau seminar hasil Lesson Study. Open house adalah kegiatan lanjutan yang bertujuan untuk mendesiminasikan hasil atau produk inovasi yang telah dilaksanakan melalui lesson study. Peserta yang hadir dalam seminar hasil lesson study diharapkan lebih banyak sehingga memerlukan pengorganisasian yang cermat agar hasilnya dapat dideseminasikan secara efektif