• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

3.2 Tahapan Pengerjaan

Sebagai acuan pengerjaan dalam penelitian tugas akhir ini, diperlukan adanya kerangka diagram alir (flowchart) kinerja yang jelas agar proses penelitian tugas akhir ini bisa berjalan lancar adalah sebagai berikut:

40

Lokasi Industri Penunjang Pembanding

Identifikasi Masalah

1. Menentukan lokasi optimum industri penunjang operasional kapal di wilayah timur Indonesia 2. Dampak jarak dan waktu terhadap proses mobilisasi-demobilisasi kapal dari home base menuju

galangan

Analisis Biaya Biaya Akibat Relokasi Industri Penunjang

Surabaya, Jawa Timur

Investasi Galangan Kapal

Biaya Pengiriman Material Repair dari Industri Penunjang untuk plat dan cat

Mob-Demob Kapal Perintis Demand muatan/

penumpang

Pendapatan yang Hilang (Opportunity Cost)

Gambar 3. 1 Diagram Alir Pengerjaan (Bagian 1)

Biaya Kebutuhan

Repair Biaya Mob-Demob Biaya SDM

Rekapitulasi Biaya

Set Covering Problem

MAXIMUM UTILITY untuk setiap kapal perintis

MINIMUM COST untuk setiap kapal perintis

Kesimpulan

SELESAI

Denga n syarat tiap satu lokasi Home-Base haru s te rpilih maksimal

1 kapal dan untuk tiap lokasi indu stri penun jang ti dak selalu terpilih 1 kapal atau lebih dari sama

den gan nol

A

Pelayaran

Mob-Demob Pengiriman Material

Operational Cost 1. Seatime

2. Waktu Operasi (Voyage) 3.Jadwal Annual Docking

Operational Cost 1. Jarak Antar Lokasi 2. Tarif per Kilogram 3.Jumlah Kebutuhan Mater ial

 Radius Maksimum Kapal

 Jarak Antar Lokasi

DITERIMA

Dengan menggunakan tools optimizer pada solver

Gnumeric

Investasi Galangan

Endurance Kapal-k

Denga n syarat tiap satu lokasi Home-Base haru s te rpilih minimal 1

kapal dan untuk tiap lokasi industr i pen unjang tidak sela lu terp ilih 1

kapal atau sa ma den gan nol

Opportunity Cost

Gambar 3. 2 Diagram Alir Pengerjaan (Bagian 2)

42

Prosedur pengolahan data dalam pengerjaan tugas akhir ini dilakukan dengan beberapa tahapan sebagai berikut:

3.2.1 Tahap Identifikasi

Pada tahap identifikasi ini diuraikan beberapa proses identifikasi terkait permasalahan dari penelitian yang dilakukan yaitu mengetahui kondisi pembangunan penunjang perawatan kapal perintis di wilayah Indonesia Timur. Adapun beberapa tahapan identifikasi yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Identifikasi Potensi Permintaan Perbaikan Kapal Indonesia Timur

Dalam tahap ini, harus mengetahui potensi permintaan perbaikan kapal kawasan Indonesia Timur mengingat jumlah kapal yang berada di wilayah tersebut didominasi oleh kapal perintis. Tujuannya adalah untuk menentukan rencana letak pembangunan industri penunjang yang sesuai dengan tata wilayah kota dan jarak dari Home-Base kapal.

2. Identifikasi Kapal Perintis

Dalam tahap ini, harus mengetahui ukuran masing-masing kapal beserta kebutuhannya selama pelayaran. Tiap Home-Base melayani beberapa jenis ukuran kapal perintis dan memiliki jadwal dan rute operasi yang berbeda kemudian tiap kapal juga memiliki kemampuan melayani radius jarak yang bermacam- macam. Tujuan mengidentifikasi Kapal Perintis adalah sebagai batasan-batasan yang diberikan oleh masing masing node tujuan untuk tiap kapal perintis.

3. Identifikasi Lokasi Industri Penunjang Perawatan Kapal

Untuk mengetahui koordinat lokasi dan kegiatan ekonomi utama agar mengetahui strategis tidaknya rencana pemilihan lokasi industri penunjang. Untuk pemilihan lokasi, data yang digunakan menggunakan data Home-Base masing masing kapal perintis yang juga dilakukan pemilihan lagi berdasarkan fasilitas dan tata wilayah masing-masing lokasi berdasarkan kapasitas galangan yang direncanakan berdasarkan bobot kapal (Lightweight &

Deadweight).

4. Identifikasi Pelayanan Perawatan Kapal

Tahap ini bertujuan untuk membatasi jenis pelayanan-pelayanan yang akan dihitung dalam penentuan lokasi dengan biaya optimum. Pelayanan yang dipilih adalah

Mobilisasi-Demobilisasi kapal tanpa menyertakan kegiatan kepelabuhanan dan kegiatan bongkar muat.

Kemudian logistic support untuk perbaikan dan perawatan kapal dengan menyertakan kegiatan kepelabuhaan dan kegiatan bongkar muat material. Biaya operasional Mobilisasi-Demobilisasi kapal adalah fungsi dari voyage cost kapal perintis dari Home-Base.

Sedangkan untuk logistik support adalah fungsi dari pertambahan biaya pengiriman material dari industri hulu menuju lokasi industri penunjang dengan tarif per kilogram terhadap jarak pengiriman.

3.2.2 Tahap Analisis

Setelah tahap identifikasi dilakukan, maka tahap selanjutnya adalah tahap analisis. Pada tahap ini dilakukan analisis terkait studi penentuan lokasi pembangunan industri penunjang perawatan kapal perintis yang ditinjau dari hasil survey pada PT. Pelayaran Nasional Indonesia di Jakarta Pusat, Indonesia. Perbandingan ini dilakukan dengan beberapa tahap perhitungan sebagai berikut:

1. Analisis Voyage Cost Pengiriman Material Cat dan Baja

Tujuan menganalisis voyage cost dalam analisis ini adalah untuk mengetahui biaya pengiriman material yang dibutuhkan untuk kegiatan perbaikan dan perawatan di tiap industri penunjang. Biaya yang timbul dari voyage cost tersebut adalah pengiriman material baja dan cat untuk keperluan perbaikan dan perawatan kapal perintis per tahun sesuai frekuensi dock tiap kapal perintis. Pengiriman material dilakukan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pengiriman sebanyak jumlah permintaan di masing-masing lokasi industri penunjang.

2. Analisis Biaya Jasa Industri Penunjang

Analisis biaya jasa industri penunjang untuk mengetahui berapa besar biaya yang digunakan untuk melayani tiap ukuran kapal perintis beserta Repair List yang telah disusun sebelumnya. Semua biaya berdasarkan harga yang didapat dari survey yang dilakukan oleh surveyor PT. Pelayaran Nasional Indonesia (disesuaikan dengan pencarian internet) yang pernah ditempatkan di lokasi-lokasi yang direncanakan.

3. Analisis Biaya Operasional Kapal Perintis

Analisis biaya operasional kapal perintis untuk mengetahui berapa besar biaya yang digunakan untuk sekali roundtrip ke lokasi industri penunjang terpilih. Biaya operasional dihitung dengan mengetahui sea time dari Home-Base ke lokasi industri penunjang untuk biaya BBM per trip, biaya kebutuhan crew selama perjalanan menuju industri penunjang.

44

3.2.3 Tahap Pembuatan Model

1. Seleksi Pemilihan Lokasi Industri Penunjang Perawatan Kapal

Seleksi pemilihan lokasi industri penunjang perawatan kapal berfungsi untuk memilih lokasi yang dapat melayani lokasi-lokasi Home-Base berdasarkan parameter-parameter yang berfungsi sebagai batasan. Salah satu batasan yang diberikan yaitu jarak antara Home-Base menuju lokasi industri penunjang tidak boleh lebih dari radius operasi yang dapat ditempuh oleh kapal perintis. Hal ini bertujuan untuk memenuhi tujuan pembuatan model yaitu mencari biaya yang minimum. Kemudian selanjutnya penseleksian dilakukan dengan mengetahui kondisi saat ini dari daerah yang menjadi lokasi industri penunjang yang dapat dilihat dari kondisi Sumber Daya Manusia, Infrastruktur yang tersedia, dan sebagainya untuk memastikan bahwa sistem rantai pasok dari lokasi-lokasi tersebut mampu melayani kapal perintis yang ada di penjuru Home-Base.

2. Seleksi Pemilihan Home-Base

Seleksi pemilihan Home-Base berfungsi untuk memastikan bahwa kapal-kapal perintis yang dapat dimobilisasi/didemobilisasi mengeluarkan biaya yang benar benar optimum (minimum) dan juga mempertimbangkan waktu menuju lokasi industri penunjang yang dapat menyebabkan berkurangnya utilitas / Service of Level dari kapal tersebut apabila kapal terlalu lama dalam proses mobilisasi/demobilisasi dan dicari biaya paling optimum.

3. Model Optimasi Menggunakan Set Covering

Model optimasi pola operasi sederhana atau set covering modifikasi dalam penelitian ini bertujuan untuk meminimalisir jumlah kapal dan meminimumkan jarak yang akan ditempuh oleh masing-masing kapal. Pada perhitungan sebelumnya diasumsikan bahwa seluruh kapal yang ada di masing-masing Home-Base dapat memilih satu lokasi industri penunjang perawatan kapal dimana hal ini dapat menyebabkan overload dari kapasitas lokasi industri penunjang tersebut dan under utilized dari kapal-kapal tersebut karena harus mengantri untuk melakukan perawatan dan perbaikan di lokasi yang sama.