• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jabatan : Bendahara Program P2KP-DT Kabupaten Gunungkidul Tahun 2006

Tantri (T) : Apakah semua pihak bertanggung jawab dan melaksanakan pekerjaannya? Dan apakah kerangka kelembagaan berfungsi dengan benar?

Sumpono (S) : Saya pikir iya. Untuk tim yang orang-orangnya beda-beda seperti ini, semua pihak cukup bertanggung jawab. Sepengetahuan saya tidak ada yang melimpahkan pekerjaannya ke pihak lain.

T : Apakah peran tiap pihak di sosialisasi terlaksana dengan baik?

S : Baik. Sudah ada sosialisasi terdahulu ya supaya semua pihak bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Di sosialisasi ini yang diundang KMUP untuk mendengar penjelasan dari pusat. Terus provinsi dan kabupaten membantu mengundang KMUP.

T : Lalu apakah peran tiap pihak di workshop terlaksana dengan baik?

S : Ini juga baik. Kita kumpulkan dulu materi apa yang mereka bisa ambil manfaatnya. Terus pelatihan ini di kecamatan sama KMUP yang akan dapat bantuan.

T : Kemudian apakah KMUP mengerti teknis pelaksanaan dan mekanisme penyaluran dana? S : Iya, mereka mengerti.

T : Apa Tim Koordinasi dan Pengendali Kabupaten bekerja dengan baik?

S : Ya, baik. Pekerjaan yang diberikan di pedoman itu dilaksanakan semua. Ada sedikit kekurangan tapi dibandingkan dengan keseluruhannya sepertinya sudah sangat baik untuk tim yang isinya dari berbagai elemen berbeda ya kerjanya itu sudah sangat baik.

T : Apakah Tim Pengadaan Barang membuat pengumuman lelang?

S : Ya, supaya pemborong-pemborong yang ada itu tahu kalau mau ada lelang. T : Apakah Tim Pengadaan Barang melakukan seleksi pendaftar lelang? S : Ya, untuk semua jenis komoditi harus diseleksi dulu.

T : Apakah Tim Pengadaan Barang membuat kontrak dengan pemenang? S : Ya, ini kontrak dengan pemenang lelang dari tiap komoditi.

T : Apakah Tim Penerimaan Barang mengecek spesifikasi barang? Bagaimana dan dimana? S : Ya, yang dicek itu jumlahnya, kualitasnya. Tempatnya di tempat karantina sama bengkel kapal. T : Apakah Tim Penerimaan Barang menandatangani berita acara serah terima?

S : Iya, waktu komoditi itu diserahkan ke KMUP ada tim penerimaan yang mengawasi. Setelah diserahkan, ya berita acara ditandatangani sebagai bukti.

T : Apakah lelang dan penerimaan dilakukan oleh orang-orang yang berbeda? Buktinya apa? S : Iya, buktinya bisa di foto atau dokumen lelang dan berita acara serah terima.

T : Apakah Tenaga Pendamping bukan aparat pemerintah? S : Bukan.

T : Apakah Tenaga Pendamping lulusan minimal D3?

S : Pak Martin insinyur pertanian, sedangkan Pak Agung sarjana manajemen. T : Apakah Tenaga Pendamping lulus seleksi? Seleksinya seperti apa?

S : Lulus. Seleksinya ditanya keahliannya di bidang-bidang yang berkaitan dengan program. T : Apakah Tenaga Pendamping tinggal di Gunungkidul?

S : Pak Martin dan Pak Agung dua-duanya tinggal di Karangmojo, Gunungkidul. T : Apakah Tenaga Pendamping berusia di bawah 40 tahun?

S : Iya, di bawah 40 tahun semua.

T : Berapa kali fasilitasi pengelolaan kawasan produksi dilakukan?

S : Kalau totalnya 20 kali. Kalau untuk tenaga pendamping ada fasilitasi tambahan tiap bulan langsung ke KMUPnya. Kalau dari tim kabupaten dikumpulkan di kecamatan saja.

T : Bagaimana Tenaga Pendamping membina administrasi keuangan KMUP?

S : Melalui diskusi dan pelatihan. Nanti ditanya apa ada kesulitan dalam mengatur keuangan. Sebaiknya bagaimana itu aliran dananya supaya labanya maksimal dan tidak rugi.

T : Bagaimana Tenaga Pendamping memantau penyaluran dana dari KMUP ke anggota?

S : Dipantau langsung dari mulai dana diserahkan ke ketua. Terus waktu dibagikan bagaimana pembagiannya, apakah adil dan jujur.

T : Bagaimana Tenaga Pendamping membina usaha pembangunan kawasan produksi?

S : Lewat pelatihan bulanan. Ini maksudnya supaya kawasan produksi yang dibangun bagus dan bisa menarik investor juga di masa depan.

T : Apakah Tenaga Pendamping memberikan informasi tentang pasar?

S : Tenaga pendamping cari info dulu tentang pasar yang berpotensi. Lalu diinformasikan ke KMUP. Ini supaya pendapatan dan networking nya lebih bagus.

T : Apa saja informasi perkembangan teknologi peningkatan mutu yang diberikan Tenaga Pendamping?

S : Tenaga pendamping cari info lewat dinas-dinas terkait soal perkembangan teknologi apa yang sekarang ini untuk komoditi itu lalu nanti diinformasikan ke pengurus KMUP.

T : Apakah Tenaga Pendamping membuat daftar kunjungan? S : Ya.

T : Apakah Tenaga Pendamping membuat laporan ke Tim Koordinasi dan Kabupaten tiap akhir bulan?

S : Ya, laporan per bulan ini nanti dikompilasi.

T : Apakah Tenaga Pendamping sudah melaksanakan tugasnya dengan baik?

S : Sudah sangat baik. Dilihat dari segi ilmu mereka berpengalaman di bidangnya. Kerjanya juga tidak pilih wilayah, karena semua wilayahnya cukup susah. Di bidang budidaya sama keuangan mereka sudah sangat membantu KMUP.

T : Apakah dana bantuan mencukupi? S : Ya, cukup.

T : Apakah dana bantuan disalurkan dengan benar? S : Iya, ini benar.

S : Ya, totalnya itu ada 155 orang. Caranya dari 17 KMUP itu dipilih orang-orang yang mampu mengelola bantuan ini dengan baik, terus juga mampu untuk menggulirkan hasil bantuan itu ke anggota KMUP lain.

T : Bagaimana Tenaga Pendamping memberikan latihan pengelolaan?

S : Kalau pertemuan bulanan itu nanti diberitahu cara mengelola komoditi yang baik sesuai ilmu-ilmunya. Kebanyakan KMUP ini belum tahu cara mengelola yang baik itu seperti apa. Sudah tahu sedikit tapi kan mereka senang dapat tambahan pengetahuan seperti ini.

T : Apakah KMUP menerima bantuan teknis manajemen usaha budidaya sesuai alokasi? Apakah berguna dan mencukupi?

S : Tidak ada itu bantuan teknis manajemen usaha budidaya. Yang ada cuma komoditi sama penyiapan usaha. Itu saja.

T : Apakah KMUP memiliki mitra usaha pemasaran? S : Ya, tapi masih di level sekitar sini saja.

T : Apakah KMUP Purwosari, Saptosari, dan Tanjungsari menerima kambing jawa? Bagaimana kondisinya sekarang?

S : Ya, kondisinya sehat dan dikelola dengan baik.

T : Apakah KMUP Gedangsari menerima bibit lele dumbo? Bagaimana kondisinya sekarang? S : Ya, sudah tebar bibit lagi. Jadi yang bantuan itu sudah dijual.

T : Apakah KMUP Gedangsari menerima pakan lele dumbo? Apakah membantu? S : Sangat membantu.

T : Apakah KMUP Girisubo menerima kapal ikan 15 GT?

S : Tidak. Uang untuk kapal ini sebenarnya bisa turun kalau tim pengadaan itu tidak terlambat menandatangani berkasnya. Penyebabnya ya dari waktu juga dari orang-orangnya sendiri yang kurang cepat menangani masalah.

T : Apakah dana bantuan penyiapan usaha dan kelembagaan kelompok berguna?

S : Ini jumlahnya tiap KMUP Rp 750.000. Ini digunakan untuk menyiapkan kelembagaan KMUP supaya lebih profesional.

T : Apakah dana bantuan pengelolaan usaha komoditi berguna?

S : Dana bantuan pengelolaan usaha komoditi ini juga tidak ada. Untuk mengelola hariannya mereka dengan dana sendiri.

T : Apakah KMUP memiliki mitra pengembangan produksi?

S : Setahu saya tidak ada, karena KMUP ini masih taraf berkembang. Belum perlu bantuan pihak luar untuk manajemennya.

T : Apakah KMUP memiliki mitra pengembangan investasi?

S : Kebanyakan tidak ada karena ya KMUP ini masih taraf berkembang. Beberapa ada yang sudah mengajukan proposal tapi kemajuannya masih belum tahu.

T : Apakah KMUP mengalami kemajuan usaha produksi? Apakah karena pengaruh P2KP-DT? S : Memang benar ada kemajuan. Contohnya seperti penambahan kolam lele. Terus penukaran

kambing yang lebih besar. Ini bisa dibilang pengaruh pengetahuan baru dari latihan pengelolaan P2KP-DT.

T : Apakah KMUP memiliki Rencana Tindak Lanjut?

S : Ada. KMUP menyusun ini sebagai bukti kalau mereka juga ada usaha untuk lebih maju lagi. T : Apakah KMUP memiliki strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan?

S : Iya. Strategi ini seperti rencana juga.

T : Apakah Tim Pusat mengawasi persiapan pelaksanaan? Berapa kali dan sejauh apa? Bagaimana dengan proses pelaksanaan dan pelestarian manfaat?

S : Sudah pernah sekitar 5 kali. Mereka selalu mengkoordinasikan semua kegiatan apa lancar-lancar saja. Dilihat apa ada yang kurang dari pedoman.

T : Apakah Tim Provinsi mengendalikan persiapan pelaksanaan? Berapa kali dan sejauh apa? Bagaimana dengan proses pelaksanaan dan pelestarian manfaat?

S : Tim provinsi pernah sekitar 2 kali untuk melihat kondisi. Mereka tidak sering.

T : Apakah Tim Provinsi melaporkannya ke Tim Pusat? Dengan cara apa? Apakah laporan dilakukan di tiap tahapan?

S : Ada laporannya.

T : Apakah Tim Kabupaten mengendalikan persiapan pelaksanaan? Berapa kali dan sejauh apa? Bagaimana dengan proses pelaksanaan dan pelestarian manfaat?

S : Ya, 4 kali tiap kecamatan di tiap tahapan.

T : Apakah Tim Kabupaten melaporkannya ke Tim Provinsi? Dengan cara apa? Apakah laporan dilakukan di tiap tahapan?

S : Sama, ada laporannya.

T : Apakah Tim Kabupaten melaporkannya ke Tim Pusat? Dengan cara apa? Apakah laporan dilakukan di tiap tahapan?

S : Ini juga dengan laporan yang sama.

T : Apakah Inspektorat KNPDT mengawasi seluruh kegiatan? Sejauh apa? S : Dua kali. Awal dan akhir program.

T : Apakah sistem ini berfungsi dengan baik dan berguna bagi perbaikan impelementasi kegiatan? S : Ya.

T : Apakah Tim Pusat memantau pelaksanaan tiap 3 bulan? S : Lebih ya. Di tahun 2006 itu pernah 5 kali.

T : Apakah Tim Pusat mengevaluasi pelaksanaan? Apakah langsung berguna?

S : Memang tidak sedetail itu. Tapi mereka kasih tahu kalau ada kesalahan. KMUP melihatnya ini sebagai masukan berarti. Apalagi karena ini orang dari pusat. Jadi sepertinya mereka lebih memperhatikan lagi.

T : Apakah Tim Provinsi memantau pelaksanaan tiap bulan? Sejauh apa? S : Tidak. Mereka ini tiap 3 bulan.

T : Apakah Tim Provinsi mengevaluasi pelaksanaan? Apakah langsung berguna? S : Sama seperti tim pusat juga pasti ada evaluasi kalau ada yang kurang. T : Apakah Tim Provinsi memverifikasi laporan Tim Kabupaten tiap bulan? S : Tidak, per tahapan.

S : Iya. Kita juga sampai evaluasi.

T : Apakah Tim Kabupaten melaporkan pelaksanaan ke Tim Provinsi dan Tim Pusat tiap bulan? S : Tidak, per tahapan.

T : Apakah P2KP-DT di tahun 2006 berguna bagi KMUP dan masyarakat Gunungkidul?

S : Ya berguna. Kegunaannya itu pertama ya memberikan tambahan ilmu buat peternak dan nelayan. Kedua itu ya peningkatan produksi. Ketiga ya masyarakat sekitarnya juga bertambah kesejahteraannya. Keempat ya secara keseluruhan ada semangat baru untuk mengangkat kemiskinan di daerah Gunungkidul.

T : Apakah kelebihan /kekurangan P2KP-DT di tahun 2006?

S : Kalau dari saya sendiri kekurangannya ya kalau ada masalah jangan sampai menyulitkan semuanya. Karena program ini menyangkut orang banyak.

T : Saran untuk P2KP-DT di tahapan selanjutnya atau masa yang akan datang?

S : Yang pertama itu mungkin daerahnya bisa lebih banyak. Dan orang-orangnya harus lebih bisa kerjasama. Kedua itu harus ingat kalau ini untuk mengangkat kemiskinan jadi jangan ada yang curang.

Dokumen terkait