BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.3. Tanggapan Responden Mengenai Analisis Kinerja
Konsep kinerja karyawan dikembangkan untuk mengukur besarnya kemampuan menghasilkan nilai tambah atas komponen masuknya yang digunakan. karyawan mengutarakan cara pemanfaatan secara baik terhadap sumber-sumber dalam memproduksi barang-barang atau jasa yang menjadi produk inti perusahaan.
Tujuan dari peningkatan kinerja karyawan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi material, meminimalkan biaya per unit dan memaksimalkan output per jam kerja. Peningkatan kinerja karyawan tenaga kerja merupakan hal penting. Mengingat manusialah yang mengelola modal, sumber alam dan tehnologi, sehingga dapat meperoleh keuntungan darinya.
Kinerja pegawai merupakan suatu sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Indicator yang tepat digunakan sebagai criteria manfaat dan komponen-komponen pengukuran prosuktivitas antara lain adalah peningkatan prestasi kerja, penurunan absensi karyawan dan perputaran (turn over) tenaga kerja.
Aspek yang mesti diperhatikan adalah karyawan sebagai tenaga kerja yang penting bagi PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru. Untuk lebih jelasnya mengenai kinerja karyawan PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru dapat kita lihat hasil tanggapan responden mengenai kinerja pada tabel-tabel dibawah ini :
Tabel 5.21
Tanggapan Responden Untuk Tidak Menghasilkan Produk Cacat Pada PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru
No. Kategori Frekuensi (orang) Persentase (%)
1 Sangat Setuju 13 14,13
2 Setuju 72 78,27
3 Cukup Setuju 7 7,60
4 Tidak Setuju - -
5 Sangat Tidak Setuju - -
JUMLAH 92 100
Sumber : Data Olahan
Dari tabel diatas bahwa tanggapan responden mengenai berusaha tidak menghasilkan produk cacat, paling banyak 72 orang atau 78,27 % menyatakan setuju dan paling sedikit menyatakan cukup setuju yakni 7 orang atau 7,60 %. Dengan demikian dapat penulis simpulkan bahwa karyawan setuju untuk berusaha tidak menghasilkan produk cacat dalam proses produksi.
Produk yang berkualitas buruk justru akan membebani biaya dengan banyaknya produk cacat yang dihasilkan maka semakin tinggi biaya yang dikeluarkan untuk memperbaikinya. Hal ini dapat menyebabkan adanya pemborosan atau inefisiensi terhadap biaya operasi. Maka dari itu, PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru harus dapat menempatkan biaya-biaya yang dikeluarkan secara tepat dalam rangka meningkatkan kualitas produk.
Aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan kualitas akan menimbulkan terjadinya biaya. Biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk dengan kualitas yang sesuai dengan spesifikasinya untuk memenuhi kepuasan konsumen disebut biaya kualitas. Peningkatan biaya kualitas khususnya biaya kontrol (biaya
pencegahan dan biaya penilaian) akan berdampak pada kinerja produksi perusahaan dalam mencegah atau mendeteksi unit-unit yang tidak sesuai kualitas dan meminimalisir terjadinya produk cacat. Ketika unit produk cacat meningkat maka akan menyebabkan pada peningkatan biaya kegagalan internal, karena harus menanggung banyak biaya untuk pengerjaan kembali produk yang cacat. Ketika biaya kontrol meningkat maka unit produk cacat yang dihasilkan akan sedikit sehingga biaya kegagalan internal yang dikeluarkan akan sedikit. Sebaliknya, ketika biaya kontrol menurun maka aktifitas pencegahan dan penilaian kurang menyebabkan banyak unit produk cacat yang terjadi sehinggga biaya kegagalan internal yang dikeluarkan akan meningkat lebih besar.
Tabel 5.22
Tanggapan Responden Masalah Penghematan Alat Pada PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru
No. Kategori Frekuensi (orang) Persentase (%)
1 Sangat Setuju 15 16,32
2 Setuju 70 76,08
3 Cukup Setuju 7 7,61
4 Tidak Setuju - -
5 Sangat Tidak Setuju - -
JUMLAH 92 100
Sumber : Data Olahan
Dari tabel diatas bahwa tanggapan responden mengenai penghematan alat, paling banyak 70 orang atau 76,08 % menyatakan setuju dan paling sedikit menyatakan cukup setuju yakni 7 orang atau 7,60 %. Dengan demikian dapat simpulkan bahwa karyawan setuju untuk melakukan penghematan alat dalam menyelesaikan pekerjaan.
Penghematan alat adalah salah satu cara efisien kerja dalam pemakaian alat-alat kerja yang tidak berguna. Karena pemakaian alat kerja yang tidak perlu dapat menyebabkan pemborosan dalam pemakaian alat kerja tersebut misalnya jika alat kerja tersebut digerakkan oleh listrik maka akan meningkatkan biaya listrik perusahaan.
Tabel 5.23
Tanggapan Responden Masalah Pengetahuan Tentang Teknologi Pada PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru
No. Kategori Frekuensi (orang) Persentase (%)
1 Sangat Baik 12 13,04
2 Baik 62 67,39
3 Cukup Baik 18 19,57
4 Tidak Baik - -
5 Sangat Tidak Baik - -
JUMLAH 92 100
Sumber : Data Olahan
Dari tabel diatas bahwa tanggapan responden mengenai pengetahuan tentang menggunakan teknologi dalam bekerja, paling banyak 62 orang atau 67,39 % menyatakan baik dan paling sedikit menyatakan sangat baik yakni 12 orang atau 13,40 %. Dengan demikian pengetahuan karyawan dalam menggunakan teknologi dalam kategori baik.
Penggunaan teknologi yang sesuai akan menjadikan pekerjaan tersebut efisien dan menimbulkan rasa puas dalam diri karyawan. Semakin tinggi kesesuaian terhadap teknologi, maka akan semakin besar komitmen pada
perusahaan. Manajemen PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru ini
ditempatkan sebagai sumber daya ekonomi lebih tinggi dari modal, sumber daya alam, dan tenaga kerja itu sendiri salah satunya adalah pengetahuan tentang teknologi dalam hal ini menjalankan alat-alat atau mesin produksi yang dimiliki oleh perusahaan.
Tabel 5.24
Tanggapan Responden Masalah Efisiensi Bahan/Alat kerja Pada Saat ini Pada PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru No. Kategori Frekuensi (orang) Persentase (%)
1 Sangat Setuju 8 8,70
2 Setuju 71 77,17
3 Cukup Setuju 13 14,13
4 Tidak Setuju - -
5 Sangat Tidak Setuju - -
JUMLAH 92 100
Sumber : Data Olahan
Dari tabel diatas bahwa tanggapan responden mengenai pemahaman tentang efisiensi penggunaan bahan/alat, paling banyak 71 orang atau 77,17 % menyatakan setuju dan paling sedikit menyatakan sangat setuju yakni 8 orang atau 8,70 %. Dengan demikian karyawan setuju mengenai masalah efisiensi bahan/alat kerja
Efisiensi bahan/alat kerja pada PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru merupakan faktor utama yang harus di perhatikan untuk meningkatkan produktivitas karena dengan pengukuran efisiensi bahan/alat kerja, dapat dibandingkan besarnya input yang digunakan dengan output yang diperoleh.
Tabel 5.25
Tanggapan Responden Masalah Mutu Produk
Pada Saat ini Pada PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru No. Kategori Frekuensi (orang) Persentase (%)
1 Sangat Memperhatikan 30 32,62
2 Memperhatikan 58 63,04
3 Cukup Memperhatikan 4 4,34
4 Tidak Memperhatikan - -
5 Sangat Tidak Memperhatikan - -
JUMLAH 92 100
Sumber : Data Olahan
Dari tabel diatas bahwa tanggapan responden mengenai mutu produk, paling banyak 58 orang atau 63,04 % menyatakan memperhatikan dan paling sedikit menyatakan cukup memperhatikan yakni 4 orang atau 4,34 %. Dengan demikian dapat penulis simpulkan bahwa karyawan setuju untuk selau berusaha memperhatikan mutu produk yang dihasilkan.
Mutu produk merupakan dimensi kemampuan suatu produk dalam memenuhi kepuasan konsumen dan sesuai standar yang telah ditetapkan, sekaligus juga merupakan kunci keberhasilan perusahaan agar dapat bersaing secara kompetitif. Agar produk tersebut berkualitas maka harus sesuai dengan spesifikasinya, dan jika diartikan secara operasional, suatu produk dikatakan berkualitas jika produk tersebut memenuhi atau melebihi harapan dari pelanggan. Manajemen kualitas dalam PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru perlu mempunyai tehnik pengawasan kualitas yang baik agar perusahaan menghasilkan produk berdasarkan standar kualitas yang telah ditetapkan dan berusaha meminimalkan jumlah produk cacat bahkan berusaha meniadakan
produk yang cacat. Produk cacat diartikan produk yang tidak memenuhi standar mutu yang telah ditentukan, tetapi dengan mengeluarkan biaya pengerjaan kembali untuk memperbaikinya, produk tersebut secara ekonomis dapat disempurnakan lagi menjadi produk jadi yang baik. Peningkatan kualitas produk tidak berarti meningkatkan biaya.
Tabel 5.26
Tanggapan Responden Masalah Memaksimalkan Jam Kerja Pada Saat ini Pada PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru No. Kategori Frekuensi (orang) Persentase (%)
1 Sangat Setuju 28 30,43
2 Setuju 58 63,05
3 Cukup Setuju 6 6,52
4 Tidak Setuju - -
5 Sangat Tidak Setuju - -
JUMLAH 92 100
Sumber : Data Olahan
Dari tabel diatas bahwa tanggapan responden mengenai memaksimalkan jam kerja, paling banyak 58 orang atau 63,04 % menyatakan setuju dan paling sedikit menyatakan cukup setuju yakni 6 orang atau 6,52 %. Dengan demikian karyawan setuju dalam memaksimalkan jam kerja.
Jam kerja bagi karyawan tidak boleh melebihi dari ketentuan pemerintah dan apabila jam kerja karyawan melebihi jam kerja yang telah ditetapkan oleh pemertintah maka kelebihan jam kerja tersebut dianggap upah lembur dan perhitungannya tidak sama dengan perhitungan gaji yang diterima karayawan setiap bulan tetapi dibayar berdasarkan kelebihan per jam kerja dalam satu hari.
Tabel 5.27
Tanggapan Responden Mengenai Prestasi Kerja Pada PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru
No. Kategori Frekuensi (orang) Persentase (%)
1 Sangat Baik 18 19,56
2 Baik 59 64,14
3 Cukup Baik 15 16,30
4 Tidak Baik - -
5 Sangat Tidak Baik - -
JUMLAH 92 100
Sumber : Data Olahan
Dari tabel diatas bahwa tanggapan responden mengenai prestasi kerja, paling banyak 59 orang atau 64,14 % menyatakan baik dan paling sedikit menyatakan cukup baik yakni 15 orang atau 16,30 %. Dengan demikian prestasi kerja karyawan PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru dalam kategori baik.
Pada dasarnya manusia hidup di dunia untuk memenuhi semua kebutuhannya maka diharuskan untuk bekerja. Dalam proses kerja tersebut adakalanya mencapai titik puncak sukses yang seringan kita dengar dengan istilah prestasi dari kerja itu sendiri. Prestasi kerja dapat didefinisikan sebagai suatu hasil yang dicapai oleh karyawan dalam mengerjakan tugas atau pekerjaannya secara efisien dan efektif.
Tabel 5.28
Tanggapan Responden Tentang Kerja Sama Antar Karyawan Pada PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru
No. Kategori Frekuensi (orang) Persentase (%)
1 Sangat Baik 28 30,43
2 Baik 56 60,87
3 Cukup Baik 8 8,70
4 Tidak Baik - -
5 Sangat Tidak Baik - -
JUMLAH 92 100
Sumber : Data Olahan
Mengenai tanggapan responden mengenai kerja sama antar karyawan, paling banyak 56 orang atau 60,87 % menyatakan baik dan paling sedikit menyatakan cukup baik yakni 8 orang atau 8,70 %. Dengan demikian kerja sama antar karyawan PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru dalam kategori baik.
Yang dimaksud dengan etika kerja adalah norma-norma yang melandasi tata krama hubungan antara seorang karyawan dengan pihak lainnya. Saling menghargai dan membina semangat kerjasama yakni dengan saling menghargai karena persamaan harkat dan martabat dan membina kerjasama kerena semua karyawan bekerja dalam team yaitu perusahaan.Menghindari tindakan ketidak harmonisan, pertentangan dan keresahan diantara karyawan.
Tabel 5.29
Tanggapan Responden Masalah Kecakapan Dalam Bekerja Pada PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru
No. Kategori Frekuensi (orang) Persentase (%)
1 Sangat Baik 29 31,52
2 Baik 40 43,48
3 Cukup Baik 23 25,00
4 Tidak Baik - -
5 Sangat Tidak Baik - -
JUMLAH 92 100
Sumber : Data Olahan
Kemudian dari tabel 5.28 diatas mengenai kecakapan dalam bekerja, paling banyak 40 orang atau 43,48 % menyatakan baik dan paling sedikit menyatakan cukup baik yakni 23 orang atau 25 %. Dengan demikian kecakapan karyawan dalam bekerja adalah baik. Kecakapan bekerja merupakan kemampuan yang dimiliki oleh karyawan pada PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru. Kecakapan pekerjaan ini diperoleh oleh karyawan dari latar belakang pendidikan yang dimiliki karyawan dan pengalaman kerja karyawan selama bekerja pada PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru. Dengan kecakapan yang dimiliki oleh karyawan maka karyawan dapat menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya dengan baik dan tepat waktu serta dapat meningkatkan kinerja karyawan sehingga tujuan perusahaan dapat dengan mudah tercapai.
Tabel 5.30
Tanggapan Responden Dalam Menyelesaikan
Pekerjaan dengan Baik dan Tepat Waktu (Tanggung Jawab) Pada PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru
No. Kategori Frekuensi (orang) Persentase (%)
1 Sangat Setuju 13 14,13
2 Setuju 52 56,53
3 Cukup Setuju 27 29,34
4 Tidak Setuju - -
5 Sangat Tidak Setuju - -
JUMLAH 92 100
Sumber : Data Olahan
Tanggapan respon dalam menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu, paling banyak 52 orang atau 56,53 % menyatakan setuju dan paling sedikit menyatakan sangat setuju yakni 13 orang atau 14,13 %. Jadi kesimpulannya dalam menyelesaikan pekerjaan karyawan melakukannya dengan baik dan bertanggung jawab.
Seorang karyawan pada PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru harus mempunyai rasa tanggung jawab dalam menggunakan wewenang dan jabatan agar tidak merugikan perusahaan, rekan kerja, orang lain dan dirinya sendiri. Jangan menyalah gunakan wewenang demi kepentingan pribadi, atau mendahulukan atau memihak kelompok-kelompok tertentu.
Kesadaran dalam bekerja meliputi bagaimana kesadaran seorang karyawan pada PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru dalam mentaati peraturan dan bagaimana sikap karyawan terhadap peraturan perusahaan seperti yang dikemukakan oleh, dengan tanggung jawab dan kesadaran kerja tersebut,
karyawan dapat dan selalu berusaha bekerja sesuai dengan peraturan dan tujuan yang ditetapkan. Jadi karyawan yang dalam bekerjanya memiliki tanggung jawab kerja dapat dikatakan bahwa mereka memiliki komitmen yang tinggi untuk keberhasilan dalam PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru.
Tabel 5.31
Tanggapan Responden Masalah Pengetahuan Tentang Etos Kerja Pada Saat ini Pada PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru No. Kategori Frekuensi (orang) Persentase (%)
1 Sangat Setuju 17 18,48
2 Setuju 40 43,48
3 Cukup Setuju 35 38,04
4 Tidak Setuju - -
5 Sangat Tidak Setuju - -
JUMLAH 92 100
Sumber : Data Olahan
Dari tabel diatas mengenai masalah penetapan etos kerja di PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru menurut tanggapan responden, paling banyak 40 orang atau 43,48 % menyatakan setuju dan paling sedikit menyatakan sangat setuju yakni 17 orang atau 18,48 %. Jadi kesimpulannya bahwa etos kerja yang diterapkan oleh PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru adalah baik dan karyawan setuju.
Berhasil tidaknya suatu usaha selalu tergantung pada kinerja karyawan yang produktif, etos kerja yang tinggi, berpendidikan serta loyal terhadap tanggung jawab. Kinerja merupakan hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi
bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Karyawan sebagai sumber yang produktif dan terbina dapat diarahkan sebagai tenaga kerja yang efektif dan efisien.
Etos kerja merupakan sikap, pandangan, kebiasaan, ciri-ciri atau sifat mengenai cara bekerja yang dimiliki seseorang, suatu golongan atau suatu bangsa. Etos kerja yang tinggi tentunya rutinitas tidak akan membuat bosan, bahkan mampu meningkatkan prestasi kerjanya. Hal yang mendasari etos kerja tinggi di antaranya keinginan untuk menjunjung tinggi mutu pekerjaan, maka individu yang mempunyai etos kerja tinggi akan turut serta memberikan masukan- masukan ide di tempat bekerja. Etos kerja individu bukanlah merupakan suatu ha l yang terjadi secara sepihak. Dalam hal ini dan karyawan secara bersama-sama menciptakan kondisi yang kondusif untuk mencapai pemahaman yang dimaksud.
Perkembangan dalam dunia kerja tidak jarang menyebabkan timbulnya persoalan yang berhubungan dengan sumber daya manusia yang menghambat tercapainya tujuan perusahaan secara maksimal. Masalah yang dapat menghambat tercapainya tujuan perusahaan salah satunya yaitu etos kerja yang dimiliki para karyawan karena tujuan perusahaan dapat tercapai secara maksimal membutuhkan karyawan yang memiliki etos kerja yang tinggi sehingga dapat memungkinkan suatu perusahaan menjaga eksistensinya.
Pemahaman PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru dan karyawan tentang karakteristik pekerjaan sangat penting untuk meningkatkan etos kerja karyawan Sehingga pemahaman tentang karakteristik pekerjaan harus dikuasai dengan benar oleh suatu perusahaan bila ingin dikatakan berhasil.
Karakteristik pekerjaan bukanlah semata-mata sarana untuk memenuhi kebutuhan fisik karyawan saja, namun karakteristik pekerjaan memiliki nilai lebih dari itu karena secara langsung akan mendukung aspek-aspek psikologis lain seperti : harga diri, kebanggaan, rasa berarti dan juga status sosial. Oleh karena itu sifat- sifat atau unsur-unsur yang ada di dalam suatu pekerjaan harus kaya dengan dimensi-dimensi yang mampu mendukung pengembangan diri, karir serta tanggung jawab terhadap PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru.
Etos kerja yang tinggi tentunya rutinitas tidak akan membuat bosan, bahkan mampu meningkatkan prestasi kerjanya. Hal yang mendasari etos kerja tinggi di antaranya keinginan untuk menjunjung tinggi mutu pekerjaan, maka individu yang mempunyai etos kerja tinggi akan turut serta memberikan masukan- masukan ide di tempat bekerja.
Tabel 5.32
Tanggapan Responden Masalah Disiplin Kerja
Pada Saat ini Pada PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru No. Kategori Frekuensi (orang) Persentase (%)
1 Sangat Setuju 21 22,83
2 Setuju 41 44,57
3 Cukup Setuju 30 32,60
4 Tidak Setuju - -
5 Sangat Tidak Setuju - -
Sumber : Data Olahan
Tabel 5.31 diatas mengenai masalah disiplin kerja di PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru menurut tanggapan responden, paling banyak 41 orang atau 44,57 % menyatakan setuju dan paling sedikit menyatakan sangat
setuju yakni 21 orang atau 22,83 %. Jadi kesimpulannya karyawan PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru setuju dalam melaksanakan disiplin kerja.
Disiplin sangat penting pada PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru yang digunakan terutama untuk memotivasi pegawai agar dapat mendisiplinkan diri dalam melaksanakan pekerjaan baik secara perorangan maupun kelompok. Disamping itu disiplin bermanfaat mendidik pegawai untuk mematuhi dan menyenangi peraturan, prosedur, maupun kebijakan yang ada, sehingga dapat menghasilkan kinerja yang baik. Kurang pengetahuan tentang peraturan, prosedur, dan kebijakan yang ada merupakan penyebab terbanyak tindakan indisipliner. Disiplin adalah suatu proses yang dapat menumbuhkan perasaan seseorang untuk mempertahankan dan meningkatkan tujuan organisasi secara obyektif.
Perilaku manusia senantiasa diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu tetapi keterbatasan yang dimiliki oleh manusia menjadi masalah dalam mencapai tujuan tersebut. Individu memiliki kemampuan untuk berpikir, memandang sesuatu dan bertingkah laku dengan cara tertentu dan unik yang merupakan kepribadian individu yang membedakannya dengan individu yang lain
Berikut ini dapat dilihat rangkuman tanggapan respondem mengenai kinerja karyawan pada PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru sebagai berikut :
Tabel 5.33
Rekapitulasi Hasil Tanggapan Responden
Mengenai kinerja karyawan pada PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru
No. Variabel Skor Jawaban Skor
5 4 3 2 1
1. Tidak Menghasilkan Produk Cacat
13 72 7 0 0
Bobot Nilai 65 288 21 0 0 374
2. Masalah Penghematan Alat 15 70 7 0 0
Bobot Nilai 75 280 21 0 0 376
3. Pengetahuan Tentang
Teknologi
12 62 18 0 0
Bobot Nilai 60 248 54 0 0 362
4. Efisiensi Bahan/Alat kerja 8 71 13 0 0
Bobot Nilai 40 284 39 0 0 363
5. Masalah Mutu Produk
Pada Saat ini
30 58 4 0 0
Bobot Nilai 150 232 12 0 0 394
6. Memaksimalkan Jam Kerja 28 58 6 0 0
Bobot Nilai 140 232 18 0 0 390
7. Prestasi Kerja 18 59 15 0 0
Bobot Nilai 90 236 45 0 0 371
8. Kerja Sama Antar Karyawan 28 56 8 0 0
Bobot Nilai 140 224 24 0 0 388
9. Kecakapan Dalam Bekerja 29 40 23 0 0
Bobot Nilai 145 160 69 0 0 374
10. Menyelesaikan Pekerjaan
dengan Baik dan Tepat Waktu (Tanggung Jawab)
13 52 27 0 0
Bobot Nilai 65 208 81 0 0 354
11. Pengetahuan Tentang Etos Kerja
17 40 35 0 0
Bobot Nilai 85 160 105 0 0 350
12. Masalah Disiplin Kerja 21 41 30 0 0
Bobot Nilai 105 164 90 0 0 359 Jumlah 4.455 Skor Tertinggi 5 x 15 x 92 5.520 Skor Terendah 1 x 15 x 92 1.104 Nilai Interval 883 % Share Perolehan 80,71 %
Kriteria Penilaian Sangat
Baik
Sumber : Data Olahan Penelitian
Dari tabel diatas dapat dilihat skor yang diperoleh dari jawaban responden dari karyawan pada PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru mengenai
kinerja karyawan diperoleh skor sebesar 4.455 sehingga persentasenya 80,71 % sehingga kriteria jawaban responden adalah sangat baik yakni berada pada interval antara 80 % - 100 %.
5.4. Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
Setelah diadakan pengumpulan data dari hasil kuesioner yang disebarkan kepada karyawan, maka data yang berhasil diperoleh mengenai hasil kuesioner pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan tersebut diolah dengan rumus statistic yaitu dengan memakai analisis regresi sederhana.
Penggunaan analisis regresi sederhana ini dimaksud untuk melihat seberapa besar pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Indofood Sukses Makmur Cabang Pekanbaru. Adapun rumus dari regresi sederhana tersebut adalah : Y = a + bX
Dimana :
Y = Variabel Y ( Kinerja pegawai ) X = Variabel X ( Kepuasan kerja ) a = Konstanta
b = Slope dari pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja Hipotesis :
H0: Kondisi kepuasan kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap
kinerja karyawan.
H1: Kondisi kepuasan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap
Rekapitulasi tanggapan responden tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 5.34
Tabulasi Jawaban Responden
Responden
Perhitungan Variabel
Kepuasan Kerja Kinerja
( X ) ( Y ) 1 50 37 2 47 37 3 52 40 4 55 41 5 54 41 6 56 41 7 57 42 8 55 41 9 47 37 10 48 37 11 52 40 12 56 40 13 47 37 14 48 37 15 49 38 16 53 40 17 55 41 18 57 42 19 45 36 20 53 40 21 54 40 22 55 37 23 47 37 24 53 40 25 47 37 26 48 38 27 49 36 28 56 42 29 55 41 30 59 38 31 47 37 32 47 37 33 48 38 34 50 39 35 52 39 36 47 34 37 48 37 38 46 36 39 45 36
40 57 42 41 55 41 42 58 42 43 57 42 44 47 37 45 54 41 46 50 39 47 47 37 48 54 41 49 57 42 50 56 42 51 47 37 52 53 40 53 48 37 54 53 40 55 50 38 56 57 42 57 56 41 58 55 41 59 47 37 60 50 38 61 47 37 62 53 40 63 54 41 64 55 41 65 57 42 66 53 40 67 50 39 68 48 37 69 53 40 70 56 41 71 57 42 72 47 37 73 50 38 74 50 39 75 57 42 76 57 42 77 47 37 78 48 37 79 50 38 80 53 40 81 56 41 82 50 38 83 53 40 84 57 42 85 55 41 86 55 41 87 47 37
88 53 40
89 54 40
90 47 37
91 47 37
92 56 41
Sumber : Data Olahan
Dari hasil perhitungan program SPSS for Windows 12.00 diperoleh hasil berikut, selanjutnya penulis akan membahas satu persatu mengeanai tabel-tabel tersebut : Tabel 5.35 Model Summary(b) Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin- Watson 1 .915(a) .837 .835 .83093 1.999 a Predictors: (Constant), X b Dependent Variable: Y
R Square (koefisien determinasi) sebesar 0,837 atau 83,70 %. Koefisien determinasi digunakan untuk mempengaruhi persentase pengaruh variabel independen (predictor/X) terhadap perubahan variabel dependent (Y). Dari hasil olahan data tersebut diperoleh nilai koefisien determinasi = 0,837. Artinya besarnya pengaruh kepuasan kerja (predictor/X) terhadap peningkatan kinerja karyawan bagian produksi mie instan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Cabang Pekanbaru adalah 83,70 % sedangkan sisanya dipengaruhi variabel lain selain variabel independen (X) yaitu sifat dan karakteristik karyawan dan sifat karyawan.
2. Uji F atau Anova
Uji-F atau Anova digunakan untuk menguji apakah kepuasan kerja berpengaruh terhadap peningkatan kinerja karyawan bagian produksi mie instan
PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Cabang Pekanbaru. Sebelum melakukan pengujian, perlu dirumuskan formulasi hipotesis sebagai berikut :
Ho = Tidak ada pengaruh kepuasan kerja terhadap peningkatan kinerja karyawan bagian produksi mie instan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Cabang Pekanbaru
Hi = Ada pengaruh kepuasan kerja terhadap peningkatan kinerja karyawan bagian produksi mie instan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Cabang Pekanbaru
Ho dapat diterima apabila F-hitung kecil atau sama dengan F-tabel dan Hi diterima apabila F-hitung lebih besar daripada F-tabel. Melalui bantuan Program SPSS for Windows versi 12.00 diperoleh hasil uji F sebagaimana yang dapat dilihat pada tabel 5.30 berikut :
Tabel 5.36 ANOVA(b) Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 318.338 1 318.338 461.058 .000(a) Residual 62.141 90 .690 Total 380.478 91 a Predictors: (Constant), X b Dependent Variable: Y
Uji ini digunakan untuk menguji signifikansi koefisien regresi sehingga diketahui apakah pengaruh secara simultan antara kepuasan kerja terhadap peningkatan kinerja karyawan bagian produksi mie instan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Cabang Pekanbaru adalah memang benar terjadi.
Hasil perhitungan pada tabel 8 di atas diperoleh F-hitung = 461,058 dengan sig. 0,000, ini berarti bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan secara simultan antara kepuasan kerja terhadap peningkatan kinerja karyawan bagian produksi mie instan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Cabang Pekanbaru. Hasil Uji Statistik F mendukung hipotesis dari penelitian ini yaitu diduga kepuasan kerja mempunyai pengaruh signifikan terhadap peningkatan