• Tidak ada hasil yang ditemukan

INDUSTRI PERKEBUNAN

PERTANYAAN WAWANCARA MENDALAM

III. Taraf Hidup Masyarakat Sekitar Perkebunan

Cigudeg pada awalnya hanya merupakan sebuah desa. Namun setelah tahun 1969-1970an, atau setelah pembubaran PKI, Desa Cigudeg berkembang menjadi Kecamatan Cigudeg. Sejak saat itu Cigudeg berkembang semakin pesat samapai saat ini. Banyak masyarakat baik dari masyarakat lokal maupun pendatang yang menempati posisi-posisi pemerintahan di desa maupun kecamatan. Selain itu banyak juga masyarakat yang memanfaatkan situasi dengan membuka lapangan usaha baru seperti berdagang maupun membuka sektor jasa. Perkembangan ekonomi masyarakat saat ini memang lebih baik dari 20 tahun ke belakang. Dahulu, karena Cigudeg merupakan daerah perkebunan swasta atau onderneming saat penjajahan Belanda, maka mayoritas masyarakat bekerja di perkebunan sebagai buruh, baik sebagai buruh sadap, maupun sebagai buruh pabrik. Namun saat ini setelah Cigudeg mangalami beberapa pembangunan di bidang ekonomi khususnya, matapencaharian masyarakat mulai beragam, misalnya sudah ada yang dapat berjualan di pasar. Namun, masyarakat yang berjualan di pasar Cigudeg, mayoritas dikuasai oleh masyarakat pendatang. Masyarakat lokal hanya menempati sekitar 2% nya saja.

111 Berdasarkan tingkat pendapatan, masyaraka Desa Cigudeg apat dikatakan beragam. Menurut Mukhroji, “masyarakat dengan pendapatan rendah misalnya mereka yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Atau bisa dikatakan mereka adalah serabutan. Mereka akan bilang mereka adalah buruh bangunan maupun tidak punya pekerjaan.” Sedangakan perbedaan

pendapatan antara masyarakat perkebunan dan non perkebunan adalah “yang

bekerja di kebun gajinya kecil, atau bisa dikatakan pas-pasan. Apalagi disini kan banyaknya buruh kasar, mereka kerjanya paling cape, gajinya paling kecil. Paling yang pendapatan tinggi di kebun ya seperti para pimpinan-

pimpinan.” Jelas TIN seorang buruh perkebunan. akan tetapi, untuk meningkatkan pendapatannya, para buruh melakukan berbagai cara, misalnya dengan memungut buah sawit yang terjatuh kemuian dijual ke perkebunan. selain itu yang popular adalah membuat kerajinan sapu lidi. Banyaknya sapu lidi yang dihasilkan untuk dijual dapat menambah pendapatan masyarakat, kata ICH, “dalam satu bulan biasanya menghasilkan 20-100 ikat sapu, kemudian dijual biasanya dengan harga Rp1 000 – Rp1 500 per ikat. Itu lumayan untuk menambah uang makan.”

Dari segi kesehatan, Desa Cigudeg juga sudah mulai memiliki kemajuan yang dibuktikan dengan terdapatnya puskesmas 24 jam dengan bangunan gedung yang cukup memadai sejak tahun 2000-an. Terdapat juga beberapa fasilitas puskesmas lainnya seperti ambulan, ruang rawat inap dan sebagainya. Sedangkan dulu, tenaga kesehatan di puskesmas masih terbatas dan segala macam pengobatan banyak yang dirujuk ke Kota Bogor. Desa Cigudeg juga telah memiliki bidan desa yang tetap. Keberadaan bidan desa juga sangat membantu meningkatkan kondisi kesehatan di Desa Cigudeg untuk membantu kegiatan melahirkan. Sementara untuk masyarakat perkebunan, mereka dapat mengakses layanan kesehatan gratis yang diseiakan oleh perkebunan. Perkebunan memiliki klinik kesehatan gratis bagi karyawannya. Hanya saja, jika karyawan memiliki penyakit yang serius, mereka irujuk untuk ke Bogor Kota dengan menapat biaya santunan. Menurut EEI, “kalau ada yang sakit parah, misalnya perlu operasi atau lainnya,

biayanya suka dibagi dua sama perkebunan, itu lumayan mengurangi pengeluaran untuk kesehatan, tapi kalau sakit-sakit biasa paling pergi ke klinik PTP kan gratis ini nanti disuntik atau dikasih obat”. Sementara, untuk kegiatan persalinan, klinik PTP tidak menyeiakan sehingga masyarakat banyak yang menggunakan jasa dukun beranak.

Kemajuan pada Desa Cigudeg juga dapat dilihat dari segi pendidikan. Secara fisik, pendidikan masyarakat Desa Cigudeg dapat dibuktikan dengan terdapatnya bangunan Sekolah Dasar (SD), Menengah Pertama (SMP) dan Menengah Atas (SMA) yang memadai. Saat ini, rata-rata pendidikan anak dilanjutkan sampai ke tingkat SMP dan SMA. Bahkan bagi masyarakat tertentu sudah banyak yang memilih keluar kota untuk melanjutkan pendidikan di tingkat Perguruan Tinggi. Selain itu, terdapat juga pusat pembelajaran agama seperti pesantren. Dengan adanya pembangunan sekolah di Desa Cigudeg, hal ini dapat meningkatkan kondisi pendidikan masyarakat desa dari generasi ke generasi. Dua puluh tahun lalu, Desa Cigudeg hanya memiliki Sekolah Rakyat (SR). Untuk melanjutkan sekolah ke tingkat SMP harus dilakukan di Kota Bogor. Hal itu menyebabkan masyarakat lebih

112

memilih untuk tidak sekolah karena kendala biaya dan jarak yang jauh. Oleh karena itu masyarakat akhirnya hanya memiliki pendidikan sebatas tingkat SD saja. Jika dibeakan berdasarkan masyarakat perkebunan dan masyarakat non perkebunan, maka masyarakat perkebunan biasanya pendidikannya mayoritas lebih rendah. Banyak diantara mereka yang memilih untuk berhenti ari sekolah dan mengikuti jejak orangutan bekerja di perkebunan sebagai buruh. Sebagai orangtuapun, tidak terlalu cemas karena memiliki harapan bahwa anaknya kelak akan menjadi buruh tetep di perkebunan. Menurut SAP seorang pensiunan pekebunan, “anak saya lulusan SMP, saya langsung suruh aja

kerja di perkebunan, tidak apa-apa sekarang menjadi buruh lepas dulu, setelah lima atau enam bulan juga nanti akan menjadi buruh tetap, setidaknya

kalu di perkebunan itu tidak perlu ongkos karena dekat dengan rumah.”. Lain halnya dengan karyawan perkebunan yang berada pada lapisan atas seperti direksi maupun koordinator umum perkebunan. Mereka menyekolahkan seluruh anaknya ke luar kota bahkan sampai pada jenjang perguruan tinggi. Oleh karena itu, pengeluaran mereka paling besar adalah untuk biang pendidikan anaknya.

Dari segi kondisi perumahan serta kepemilikan barang berharga dan aset pertanian, masyarakat Desa Cigudeg juga memiliki keberagaman. Pada rumahtangga perkebunan, banyak diantaranya yang menempati perumahan inventaris perkebunan. Sehingga, kondisi perumahan mereka bukanlah masalah utama yang perlu diperbaiki. Mereka biasanya lebih prioritas pada mempersiapkan masa depan terutama masa pensiun. Menurut EDD, “saya suka investasi untuk masa depan, apalagi setelah nanti setelah pensiun tidak boleh tidak ada kerjaan. Makanya saya mulai sekarang sudah mulai sedikit- sedikit membeli tanah, kebun, atau memeliharan ternak. Setiadaknya pas

pensiun tiba, saya bisa berusaha sendiri.” Berbeda dengan masyarakat non perkebunan, saat mereka memiliki cukup uang, mereka akan melakukan sesuatu yang diinginkan, misalnya MAD, “kemarin saya dapat rezeki sedikit, lumayan ternyata cukup untuk memperbaiki rumah seupaya lebih terlihat pantas dihuni, hehehe.”

Saat ini Desa Cigudeg memang sudah menjadi pusat kota bagi Kecamatan Cigudeg. Selain itu, Desa Cigudeg juga mudah untuk dijangkau karena telah terdapat angkutan umum tetap yang melewati Desa Cigudeg. Lancarnya sarana dan prasarana transportasi di Desa Cigudeg juga mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakatnya. Hal ini akan memudahkan beberapa distribusi barang, jasa, maupun manusia. Dapat dikatakan, Cigudeg saat ini merupakan daerah yang akan menuju daerah urban.

113 Lampiran 6 Uji korelasi tingkat keberlanjutan kelembagaan ekonomi dan tingkat taraf hidup masyarakat pedesaan sekitar industri perkebunan

Correlations

Tingkat Keberlanjutan Kelembagaan

Kemitraan Taraf Hidup

Spearman's rho Tingkat Keberlanjutan

Kelembagaan Kemitraan

Correlation Coefficient 1.000 .242

Sig. (2-tailed) . .199

N 30 30

Taraf Hidup Correlation Coefficient .242 1.000

Sig. (2-tailed) .199 . N 30 30 Correlations Tingkat Keberlanjutan Kelembagaan

Koperasi Taraf Hidup

Spearman's rho Tingkat Keberlanjutan

Kelembagaan Koperasi

Correlation Coefficient 1.000 .413*

Sig. (2-tailed) . .023

N 30 30

Taraf Hidup Correlation Coefficient .413* 1.000

Sig. (2-tailed) .023 .

N 30 30

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Correlations Tingkat Keberlanjutan Kelembagaan Paguyuban Taraf Hidup

Spearman's rho Tingkat

Keberlanjutan Kelembagaan Paguyuban

Correlation Coefficient 1.000 .440*

Sig. (2-tailed) . .015

N 30 30

Taraf Hidup Correlation Coefficient .440* 1.000

Sig. (2-tailed) .015 .

N 30 30

114

Lampiran 7 Dokumentasi penelitian

Kantor Desa Cigudeg Tampak Depan Prasasti Desa Cigudeg

Papan Nama PTPN VIII Perumahan Karyawan Perkebunan

Ruangan Depan Kantor Perkebunan Kantor Koperasi Harapan Mulya

115