Pad a t ah u n 20 11, p en er im aan p er p ajakan d it ar get kan m en cap ai Rp 8 39 ,5 t r iliu n , at au m en in gkat 12,9 per sen dar i tar getn ya dalam APBN-P tah u n 20 10 . Beber apa faktor yan g berpen garuh dalam pen in gkatan pen erim aan perpajakan adalah (1) pertum buhan ekon om i yan g lebih tin ggi, baik secara global m aupun dom estik; (2) perbaikan adm in istrasi pajak, kepabean an dan cukai yan g dilakukan secara terus m en erus; (3) upaya extra effort yan g d ila ku ka n d a la m r a n gka op t im a lisa si p en er im a a n p er p a ja ka n ; d a n (4 ) t in ggin ya t a x
com plian ce m asyarakat.
PPh ditargetkan m en capai Rp414,5 triliun pada tah un 20 11, atau m en in gkat 14,4 persen bila diban din gkan den gan targetn ya dalam APBN-P tah un 20 10 . Term asuk dalam target pen erim aan PPh adalah fasilitas pajak ditan ggun g Pem erin tah (DTP) sebesar Rp3,5 triliun , yan g terdiri atas PPh DTP un tuk pan as bum i sebesar Rp1,0 triliun , PPh DTP un tuk bun ga obligasi in t er n asion al sebesar Rp 1,5 t r iliu n , d an PPh DTP u n t u k h ibah d an ker jasam a keuan gan in tern asion al sebesar Rp1,0 triliun .
Dari keseluruhan pen erim aan PPh pada tahun 20 11, PPh m igas ditargetkan m en capai Rp54,2 triliun , atau 13,1 persen kon tribusi terh adap pen erim aan PPh . Bila diban din gkan den gan targetn ya pada APBN-P tahun 20 10 , target PPh m igas tahun 20 11 m en galam i pen urun an sebesar 2,2 persen . Sasaran pen erim aan PPh m igas tahun 20 11 didasarkan an tara lain pada: (1) asum si ICP USD8 0 ,0 per barel; (2) n ilai tukar rupiah rata-rata Rp9.30 0 per USD, dan (3) liftin g m in yak sebesar 970 ribu bph.
Pad a t ah u n 20 11, PPh n on m igas d it ar get kan m en galam i ken aikan 17,4 p er sen , h in gga m en capai Rp360 ,3 tr iliu n , dar i tar get APBN-P tah u n 20 10 . Secar a u m u m , faktor u tam a ya n g b e r p e n ga r u h a d a la h p e n e r a p a n k e b ija k a n p e r p a ja k a n ya n g b e r p e r a n d a la m m en in gkatkan pen erim aan PPh n on m igas an tara lain : (1) kegiatan pasca sun set policy yan g
m en itikberatkan pada law en forcem en t dan pem bin aan kepada wajib pajak; (2) perluasan basis pajak; (3) kegiatan in ten sifikasi m elalui m appin g, profilin g, dan ben chm arkin g; dan (4) upaya extra effort m elalui pem eriksaan dan pen agihan .
Pen erim aan PPh n on m igas sektoral pada tahun 20 11 ditargetkan m en capai Rp 30 8 ,4 triliun . Target tersebut m erupakan target bruto yan g belum m em perhitun gkan pen erim aan dalam ben tuk m ata uan g asin g serta kem un gkin an restitusi yan g terjadi. Bila diban din gkan den gan perkiraan realisasi tahun 20 10 , target tersebut m en in gkat sebesar 19,1 persen atau Rp49,5 triliun , terutam a didukun g oleh sektor in dustri pen golah an yan g m em berikan kon tribusi sebesar Rp95,1 triliun (30 ,8 persen ) den gan pertum buhan pen erim aan sebesar 22,3 persen . Selan ju tn ya, sektor keu an gan , r ea l esta te, d an jasa p er u sah aan m em ber ikan kon tr ibu si sebesar Rp66,8 triliun (21,7 persen ) den gan pertum buhan 8 ,6 persen . Sem en tara itu, sektor perdagan gan , hotel dan restoran sebagai kon tributor terbesar ketiga m em berikan kon tribusi sebesar Rp39,0 tr iliu n (12,6 per sen ) atau m en galam i per tu m bu h an sebesar 23,6 per sen .
Perkiraan pen erim aan PPh n on m igas sektoral dapat dilihat pada Tabel III.17.
Pada tahun 20 11, target PPN dan PPn BM adalah sebesar Rp30 9,3 triliun , atau m en in gkat 17,6 persen dari perkiraan n ya dalam APBN-P tahun 20 10 . Pen in gkatan in i sejalan den gan lebih tin ggin ya asum si pertum buh an ekon om i In don esia pada tah un 20 11 yan g m en capai 6,3 p er sen , d ar i p er kir aan p er tu m bu h an ekon om i p ad a tah u n 20 10 sebesar 5,9 p er sen . Kon sum si m asyarakat dan Pem erin tah yan g m asin g-m asin g diperkirakan tum buh di atas 5 persen dan 6 persen diharapkan dapat m en doron g pen in gkatan pen erim aan PPN dan PPn BM dalam n egeri. Dem ikian juga den gan aktivitas perdagan gan dun ia yan g diperkirakan tum buh d i atas 6 per sen akan m en jad i salah satu pen d or on g pen in gkatan pen er im aan PPN d an PPn BM im por.
Dalam target PPN dan PPn BM tersebut, di dalam n ya terdapat target pen erim aan perpajakan dalam ben tuk pajak ditan ggun g Pem erin tah sebesar Rp9,3 triliun . Rin cian dari PPN DTP adalah (1) PPN DTP un tuk bahan bakar m in yak, bahan bakar n abati, dan LPG 3 kg bersubsidi seb esa r Rp 6 ,0 t r iliu n ; (2 ) P P N DTP u n t u k p a ja k d a la m r a n gka im p or (P DRI ) t er ka it
Perk. Real. % thd Total y -o -y RAPBN % thd Total y -o -y
Pertanian, Petern akan , Kehutan an , dan Perikanan 9,3 3,6 (8,7) 12,5 4,1 34,7
Pertam ban gan Migas 8 ,2 3,2 (19,5) 8,3 2,7 0 ,8
Pertam ban gan Bukan Migas 14,0 5,4 (20 ,7) 17,2 5,6 22,5
Penggalian 0 ,3 0 ,1 24,7 0 ,4 0 ,1 29,8
In dustri Pen golahan 77,8 30 ,0 29,7 95,1 30 ,8 22,3
Listrik, Gas, dan Air Bersih 8 ,3 3,2 49,3 9,1 2,9 9,7
Kon struksi 7,7 3,0 19,1 9,7 3,2 25,8
Perdagan gan, H otel, dan Restoran 31,5 12,2 18 ,5 39,0 12,6 23,6
Pengan gkutan dan Kom unikasi 17,4 6,7 1,2 18,1 5,9 4,2
Keuangan, Real Estate, dan J asa Perusahaan 61,6 23,8 (12,2) 66,8 21,7 8,6
J asa Lain nya 20 ,3 7,8 32,5 26,0 8 ,4 28,0
Kegiatan yang Belum J elas Batasann ya 2,4 0 ,9 7,5 6,1 2,0 150 ,7
Total 258,9 10 0 ,0 7,0 30 8 ,4 10 0 ,0 19,1
* Belu m m em perhitu n gkan pen erim aan PPh valas dan BUN, tran saksi yan g offlin e serta restitu si Su m ber : Kem en terian Keuan gan
2011 TABEL III.17
PERKEMBANGAN PPh NONMIGAS SEKTORAL, 2010 −2011
(triliun rupiah) Uraian
kebutuhan eksplorasi hulu m in yak, gas bum i serta pan as bum i sebesar Rp2,8 triliun ; dan (3) PPN DTP un tuk adaptasi dan m itigasi perubahan iklim sebesar Rp0 ,5 triliun .
Pen erim aan PPN dalam n egeri (PPN DN) sektoral pada tahun 20 11 diperkirakan m en capai Rp18 1,5 tr iliun atau m en in gkat sebesar 19,1 per sen bila diban din gkan den gan per kir aan realisasi tahun 20 10 . Secara lebih rin ci, pen erim aan PPN DN terutam a disum ban gkan oleh sektor in dustri pen golahan den gan kon tribusi sebesar Rp8 5,2 triliun (46,9 persen ) den gan per tum buh an sebesar 26,6 per sen dan sektor per dagan gan , h otel, ser ta r estor an den gan kon tribusi sebesar Rp32,4 triliun (17,8 persen ) den gan pertum buhan sebesar 15,7 persen . Sed a n gka n seb a ga i kon t r ib u t or ket iga t er b esa r , sekt or p en ga n gku t a n d a n kom u n ika si m em berikan kon tribusi sebesar Rp14,3 triliun (7,9 persen ) den gan pertum buh an sebesar
15,2 persen . Perkiraan pen erim aan PPN DN sektoral dapat dilihat pada Tabel III.18.
Pada tah un 20 11, pen erim aan PPN im por sektoral diperkirakan m en capai Rp117,7 triliun atau m en in gkat sebesar 23,9 persen bila diban din gkan den gan perkiraan realisasi tah un 20 10 . Kon tributor utam a adalah sektor in dustri pen golahan yan g m em berikan kon tribusi sebesar Rp72,0 triliun (61,2 persen ) den gan pertum buhan m en capai 21,7 persen . Selan jutn ya, seb a ga i kon t r ib u t or t er b esa r ked u a , sekt or in d u st r i p er d a ga n ga n , h ot el d a n r est or a n m em berikan kon tribusi sebesar Rp36,2 triliun (30 ,7 persen ) den gan pertum buhan sebesar 28 ,4 per sen . Secar a um um , pen in gkatan PPN im por sektor al ter utam a disebabkan oleh perkiraan m en in gkatn ya tran saksi perdagan gan in tern asion al seirin g den gan m em baikn ya perekon om ian dun ia. Kon tribusi m asin g-m asin g sektor ekon om i terhadap pen erim aan PPN
im por sektoral tahun 20 10 – 20 11 dapat dilihat dalam Tabel III.19.
Pen erim aan dari PBB ditargetkan m en capai Rp27,7 triliun pada tahun 20 11, atau m en in gkat 9,3 persen dari targetn ya pada APBN-P tahun 20 10 . Target pen erim aan PBB tersebut sudah m en gan tisipasi kebijakan pen galihan adm in istrasi PBB sektor perdesaan dan perkotaan dari pusat ke daerah yan g sudah siap un tuk m elaksan akan kebijakan tersebut. Sem en tara itu, sebagai kom pon en terbesar, PBB pertam ban gan ditargetkan m en capai Rp20 ,8 triliun , atau n aik 21,7 persen dari targetn ya pada APBN-P tahun 20 10 .
Perk. Real. % thd Total y -o -y RAPBN % thd Total y -o -y
Pertan ian , Petern akan , Kehutan an , dan Perikan an 3,3 2,2 9,4 3,9 2,2 18,0
Pertam ban gan Migas 2,8 1,9 (8 3,9) 1,6 0 ,9 (42,1)
Pertam ban gan Bukan Migas 2,1 1,4 55,5 2,3 1,3 6,2
Pen ggalian 0 ,2 0 ,1 37,3 0 ,2 0 ,1 28 ,8
In dustri Pen golahan 67,3 44,2 78 ,7 8 5,2 46,9 26,6
Listrik, Gas, dan Air Bersih 0 ,9 0 ,6 50 ,8 1,1 0 ,6 21,3
Kon struksi 12,1 7,9 15,4 12,1 6,7 0 ,0
Perdagan gan , H otel, d an Restoran 28,0 18,4 43,4 32,4 17,8 15,7
Pen gan gku tan dan Kom un ikasi 12,4 8 ,2 43,4 14,3 7,9 15,2
Keuangan , Real Estate, dan J asa Perusahaan 12,1 7,9 31,0 12,5 6,9 3,1
J asa Lain n ya 3,8 2,5 58 ,4 4,4 2,4 18 ,1
Kegiatan yang Belum J elas Batasan nya 7,3 4,8 24,1 11,4 6,3 56,1
Total 152,3 10 0 ,0 30 ,7 18 1,5 10 0 ,0 19,1
* Belum m em perhitungkan PPN dari tran saksi pem belian yan g dilakukan K/ L, tran saksi yang offline dan restitusi Sum ber : Kemen terian Keuan gan
2011
TABEL III.18
PERKEMBANGAN PPN DALAM NEGERI SEKTORAL, 2010 –2011
(triliun rupiah)
Uraian
Sehubun gan den gan kebijakan pen galihan adm in istrasi BPH TB dari Pem erin tah pusat ke pem erin tah daerah, m aka tidak ada pen erim aan BPH TB pada RAPBN tahun 20 11.
Target pen erim aan cukai pada tahun 20 11 adalah sebesar Rp60 ,7 triliun , terdiri atas cukai hasil tem bakau sebesar Rp58 ,1 triliun , dan cukai MMEA dan EA sebesar Rp2,7 triliun . Bila diban din gkan den gan APBN-P tahun 20 10 , target cukai 20 11 m en galam i pen in gkatan 2,4 persen , didukun g oleh pen in gkatan cukai hasil tem bakau sebesar 3,9 persen . Beberapa faktor yan g berpen garuh pada pen in gkatan pen erim aan cukai adalah (1) pen in gkatan tarif cukai hasil tem bakau sesuai den gan roadm ap cukai hasil tem bakau; (2) pen in gkatan tarif cukai MMEA d an EA; (3) p er baikan ad m in istr asi kep abean an d an cu kai; d an (4) extr a effor t un tuk m en guran gi peredaran baran g ken a cukai secara ilegal.
Pada tah un 20 11, pajak lain n ya ditargetkan m en capai Rp4,2 triliun , atau 9,4 persen bila diban din gkan den gan targetn ya pada APBN-P tahun 20 10 . Pen in gkatan tersebut terutam a disebabkan oleh m en in gkatn ya tran saksi yan g m en ggun akan ben da m aterai.
P en er im a a n b ea m a s u k p a d a t a h u n 2 0 11 d it a r get ka n m en ca p a i Rp 18 ,0 t r iliu n . Bila diban din gkan den gan target APBN-P tahun 20 10 , terjadi pen in gkatan sebesar 5,2 persen . Ta r get p en er im a a n b ea m a su k p a d a t a h u n 2 0 11 t er seb u t t er m a su k b ea m a su k ya n g d it a n ggu n g P em er in t a h (DTP ) seb esa r Rp 2 ,0 t r iliu n . Asu m si-a su m si ya n g d ija d ika n per tim ban gan d alam pen etapan tar get bea m asu k ad alah (1) per tu m bu h an ekon om i 6,3 persen ; (2) n ilai tukar rupiah yan g rata-rata Rp9.30 0 per USD; dan (3) m en in gkatn ya volum e im por sebagai dam pak dari m en in gkatn ya volum e perdagan gan in tern asion al.
Kebijakan bea keluar tidak sem ata-m ata ditujukan un tuk m en ghim pun pen erim aan n egara. Nam un terdapat tujuan lain seperti ketersediaan kom oditi dalam n egeri, stabilitas h arga n asion al, d an kelestar ian su m ber d aya alam . Dalam tah u n 20 11, bea kelu ar d itar getkan m en cap ai Rp 5,1 t r iliu n at au 5,9 p er sen lebih r en d ah bila d iban d in gkan d en gan t ar get
Perk. Real. % thd Total y -o -y RAPBN % thd Total y -o -y
Pertan ian , Petern akan , Kehutanan dan Perikan an 0 ,4 0 ,5 366,4 0 ,6 0 ,6 47,2
Pertam bangan Migas 0 ,6 0 ,6 (8 5,3) 0 ,3 0 ,3 (45,4)
Pertam bangan Bukan Migas 1,9 2,0 318 ,2 3,0 2,5 54,5
Pen ggalian 0 ,0 0 ,0 (70 ,9) 0 ,0 0 ,0 (40 ,3)
In dustri Pen golahan 59,2 62,3 62,3 72,0 61,2 21,7
Listrik, Gas dan Air Bersih 0 ,2 0 ,3 4,9 0 ,3 0 ,2 10 ,2
Kon struksi 0 ,9 1,0 (0 ,4) 1,0 0 ,9 11,9
Perdagan gan , H otel dan Restoran 28 ,2 29,7 45,8 36,2 30 ,7 28 ,4
Pen gan gkutan dan Kom un ikasi 1,2 1,3 (9,4) 1,1 0 ,9 (8,5)
Keuan gan , Real Estate dan J asa Perusahaan 2,2 2,3 124,7 3,1 2,6 38,0
J asa Lain n ya 0 ,1 0 ,1 (13,0 ) 0 ,1 0 ,1 (2,8 )
Kegiatan yan g belum jelas batasann ya 0 ,0 0 ,0 14,5 0 ,0 0 ,0 51,7
Total 95,0 10 0 ,0 49,0 117,7 10 0 ,0 23,9
* Belu m m em perh itun gkan PPN dari tran saksi pem belian yang dilaku kan K/ L, tran saksi yang offlin e dan restitu si Sum ber : Kem en terian Keu an gan
2011 TABEL III.19
PERKEMBANGAN PPN IMPOR SEKTORAL, 2010-2011 (triliun rupiah)
Uraian
sebesar Rp50 ,0 m iliar atau 33,3 per sen bila diban din gkan den gan tar get APBN-P 20 10 . Sum ber utam a pen erim aan perikan an berasal dari pun gutan pen gusahaan perikan an (PPP), term asuk di dalam n ya pun gutan perikan an asin g (PPA) dan pun gutan hasil perikan an (PH P). Pen erim aan perikan an in i relatif san gat kecil bila diban din gkan den gan sum ber pen erim aan lain n ya dalam SDA n on m igas. Nam un , peran an sektor perikan an tersebut juga dapat dilihat d a r i m en in gka t n ya kegia t a n ekon om i d i sen t r a -sen t r a kegia t a n n ela ya n d i p ela b u h a n p er ikan an d an p asar ikan , kegiat an p er ikan an d i sen t r a-sen t r a bu d id aya, d an kegiat an pen golahan ikan serta pen erim aan daerah m elalui retribusi bidan g kelautan dan perikan an . Gu n a m en goptim alkan pen er im aan per ikan an , u paya yan g akan d item pu h d alam tah u n 2 0 11 a n t a r a la in : ( 1) o p t im a lis a s i p e la ya n a n d a n p e n e r t ib a n p e r ijin a n u s a h a ; (2) pen an ggulan gan illegal fishin g; (3) revisi PP Nom or 19/ 20 0 6 ten tan g Pun gutan Tarif PNBP KKP; (4 ) r evisi H ar ga Pat okan Ikan (H PI); (5) p en gem ban gan u sah a p er ikan an tan gkap terpadu; (6) doron gan pen gusahaan perikan an asin g yan g sem ula beroperasi den gan
schem e lisen si un tuk m elakukan kem itraan den gan pelaku usaha perikan an dom estik dan
m en daratkan hasil tan gkapan n ya di pelabuhan perikan an In don esia sebagai pasokan bahan baku in dustri pen golahan hasil perikan an ; (7) doron gan diben tukn ya perusahaan PMA un tuk m en in gkatkan in vestasi di bidan g pen golahan hasil perikan an ; (8 ) pen in gkatan kem am puan ar m ad a p er ikan an d alam n eger i u n tu k m en ggan ti kap al asin g yan g ber op er asi d i Zon a Ekon om i Eksklusif In don esia dan laut lepas; (9) pen in gkatan pelayan an ; dan (10 ) percepatan perizin an dan adm in istrasi pen agihan .
Pen erim aan pertam ban gan pan as bum i dalam RAPBN 20 11 diren can akan m en capai Rp356,1 m iliar, m en in gkat sebesar Rp111,7 m iliar atau 45,7 persen bila diban din gkan den gan target APBN-P 20 10 . Pen er im aan p er t am ban gan p an as bu m i in i ber su m ber d ar i p er h it u n gan set or a n b a gia n Pem er in t a h seb esa r 34 p er sen d a r i p en er im a a n b er sih u sa h a kegia t a n pen gusahaan sum ber daya pan as bum i (n et operatin g in com e/ N OI) un tuk pem ban gkitan en er gi/ list r ik set elah d iku r an gi d en gan sem u a kewajiban p em bayar an p ajak-p ajak d an pu n gu tan -pu n gu tan lain .
Penerimaan Bagian Pemerintah atas Laba BUMN
Kon disi m akroekon om i yan g m asih ren tan terhadap efek dari defisit an ggaran n egara-n egara
Organ ization for Econ om ic Coop eration Dev elop m en t (OECD) ter utam a Un i Er opa dan
Am erika Serikat di tahun 20 10 , akan m en jadi tan tan gan besar bagi Pem erin tah un tuk tetap dapat m en jaga kin erja BUMN agar tidak m en guran gi pen erim aan dividen di tah un 20 11. Di s a m p in g it u , s es u a i P er a t u r a n Ba n k I n d on es ia d a n Ba p ep a m -LK, BUMN Sekt or Perban kan , J asa Keuan gan dan Asuran si perlu m em upuk dan a un tuk m em en uhi persyaratan kecukupan Capital Adequacy R atio (CAR) un tuk perban kan BUMN yan g m elakukan IPO d en ga n p r osp ekt u s d en ga n m en ja n jika n p a y -ou t r a t io t er t en t u . Un t u k BUMN sekt or perban kan , an tisipasi pen in gkatan n on perform in g loan (NPL) m en jadi kom pon en pen guran g laba BUMN perban kan sehubun gan den gan cadan gan um um pen yisihan pen ghapusan aset atas aset p r od u ktif. H al lain ad alah Per atu r an Ban k In d on esia Nom or 10 / 15/ PBI/ 20 0 8 ten tan g Pen in gkatan Ca p it a l Ad equ a cy R a t io atau Rasio Kewajiban Pen yed iaan Mod al Min im u m (KPMM) yan g ju ga m en gu r an gi laba BUMN p er ban kan . Ter kait d en gan h al tersebut, Pem erin tah akan m elakukan pen yesuaian pay -out ratio terhadap beberapa BUMN p er ban kan yan g m em bu t u h kan t am bah an an ggar an in vest asi u n t u k kegiat an in vest asi. Kebijakan pen yesuaian pay -out ratio BUMN perban kan tersebut akan dikom pen sasi m elalui
upaya pen yaluran kredit den gan tin gkat suku bun ga ren dah dan pen guran gan dan a sim pan an dalam ben tuk SBI. H al in i dim aksudkan un tuk dapat m en doron g pertum buh an kredit di ten gah pelem ah an perekon om ian .
Ren can a kebijakan Pem erin tah un tuk PNBP bagian Pem erin tah atas laba BUMN di tahun 20 11 adalah den gan m en erapkan kebijakan pay -out ratio 50 -60 persen den gan beberapa pen gecualian , yaitu (a) pen etapan pay -out ratio (POR) 0 -25 persen un tuk BUMN sektor asuran si, khusus PT J am sostek, PT Taspen , PT Askes, dan PT Asabri diterapkan POR n ol per sen , ter kait den gan Un dan g-u n dan g Nom or 40 Tah u n 20 0 4 ten tan g Sistem J am in an Sosia l Na sion a l ya n g m en jela ska n b a h wa BUMN a su r a n si m en ja d i or ga n isa si n ir la b a ; (b) pen etapan POR n ol persen un tuk BUMN kehutan an , terkait den gan upaya pelestarian h u tan d i In d on esia, d an u n tu k BUMN laba d en gan aku m u lasi r u gi; (c) p en etap an POR 0 -6 0 p er sen u n t u k BUMN laba t an p a aku m u lasi r u gi; (d ) r en can a POR BUMN Sekt or Perkebun an 0 -25 persen ; (e) pen etapan POR BUMN Sektor Farm asi 0 -20 persen ; (f) ren can a POR BUMN Perban kan 35-45 persen un tuk an tisipasi Im plem en tasi BASEL II dan PSAK 50 / 55 agar CAR Ban k BUMN p ad a tah u n 20 14 tetap d i atas 10 p er sen d an d ap at tetap m em ajukan sektor riil den gan pertum buhan ekspan si kredit 18 -27 persen ; (g) ren can a POR BUMN Pertam ban gan 30 -45 persen ; dan (h) ren can a POR PT Pertam in a 45-50 persen . Ad a p u n r e n ca n a s t r a t e gi ya n g a k a n d it e m p u h P e m e r in t a h u n t u k m e n go p t im a lk a n pen erim aan dari dividen BUMN dalam tahun 20 11 adalah: (a) optim alisasi div iden pay -out
r a t io d en ga n m em p er t im b a n gka n a n t a r a la in kon d isi keu a n ga n d a n p en u ga sa n oleh
Pem er in tah ser ta per atur an per un dan gan yan g ber laku (m isaln ya: UU SJ SN, Pr ospektus IPO); (b) audit keuan gan oleh kan tor akun tan publik (KAP) dapat selesai lebih awal dari jadwal agar an gka defin itif atas laba/ rugi bersih BUMN secara din i dapat diketahui, un tuk dapat ditetapkan lan gkah -lan gkah dalam m en capai tar get yan g dih ar apkan ; dan (c) opsi un tuk m en gam bil dividen in terim terh adap BUMN yan g sudah m en yelen ggarakan RUPS, den gan tetap m em perhatikan arus kas un tuk operasi BUMN tersebut.
Ter kait d en gan r en can a p en in gkat an kin er ja BUMN d i t ah u n 20 11, Pem er in t ah secar a kon sist en a ka n m ela ku ka n b er b a ga i la n gka h p em b en a h a n in t er n a l d i t u b u h BUMN. Lan gkah-lan gkah tersebut juga dipersiapkan dalam ran gka an tisipasi pem berlakuan ACFTA agar BUMN dapat m em berikan kon tribusi yan g lebih besar bagi perekon om ian n asion al. La n gka h t a kt is ya n g d isia p ka n u n t u k t a h u n 2 0 11 a n t a r a la in a d a la h : (a ) p en in gka t a n cadan gan m odal kerja un tuk BUMN yan g sehat dan perlu m odal kerja dan sekaligus belan ja in vestasi (ca p it a l exp en d it u r e) agar BUMN d ap at lebih ber kem ban g m en u ju ke tin gkat
econ om ic of scale dan sekaligus m am pu m en in gkatkan pen dapatan serta lebih efisien ; dan
(b ) BUMN ya n g sed a n g d ir est r u kt u r isa si d a n m er a ih la b a n a m u n m a sih m en ga la m i akum ulasi rugi agar lebih sehat, tidak diam bil dividen n ya. Den gan m em perhatikan kon disi dan tan tan gan dan asum si dasar ekon om i m akro 20 11 serta ren can a kebijakan yan g akan ditem puh sebagaim an a disebutkan sebelum n ya, besaran PNBP bagian Pem erin tah atas laba