• Tidak ada hasil yang ditemukan

2011 2012 2015 Target Persen

Dalam dokumen RPJMD 2013-2018 RPJMD 2013 2018 (Halaman 176-182)

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

2011 2012 2015 Target Persen

Ton Ekuivalen Beras

40 80 45 90 60 120 Realisasi Persen

Ton Ekuivalen Beras

44,74 89,475

70,94

dapat mendukung ketersediaan cadangan pangan beras sebanyak 3.360 Ton. Jumlah lumbung pangan yang difasilitasi sampai dengan Tahun 2012 sebanyak 232 lumbung pangan masyarakat.

b. Distribusi dan Akses Pangan, dengan Indikator Ketersediaan

Informasi pasokan, Harga dan Akses Pangan di Daerah

Target komoditas yang wajib dipantau adalah gabah/beras, jagung, kedelai, daging sapi, daging ayam, telur, minyak goreng, gula pasir dan cabe merah. Persentase capaian ketersediaan informasi pasokan harga dan akses pangan Tahun 2012 sebesar 93,65%, belum mencapai target SPM sebesar 100% pada Tahun 2015.

c. Penganekaragaman dan Keamanan Pangan, dengan Indikator

Pengawasan dan Pembinaan Keamanan Pangan

Persentase pengawasan dan pembinaan keamanan pangan Tahun 2012 sebesar 80%, sudah sesuai dengan Target SPM. Pengawasan dan pembinaan keamanan pangan baik pangan segar maupun pangan olahan pada Tahun 2012 telah dilakukan terhadap 50 sampel dengan jumlah aman 40 sampel (80%).

d. Penanganan Kerawanan Pangan, dengan Indikator Penanganan

Daerah Rawan Pangan

Penanganan daerah rawan pangan sebagai salah satu upaya pengurangan kemiskinan telah dilaksanakan dengan program Desa Mandiri Pangan dan Revitalisasi lumbung pangan masyarakat di daerah yang mengalami defisit pangan pada saat masa tanam atau berpotensi rawan pangan/miskin. Untuk meningkatkan kemampuan antisipasi kondisi rawan pangan dan penanganan rawan pangan dilakukan melalui Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) serta intervensi melalui Penanganan Daerah Rawan Pangan (PDRP).

Hasil analisis FSVA 2012, menunjukkan 29 kabupaten yang ada di Jawa Tengah pada kondisi sangat tahan pangan. Penanganan daerah rawan pangan difokuskan untuk mengantisipasi terjadinya rawan pangan transien. Kegiatan penanganan rawan pangan di Jawa Tengah dilaksanakan di 99 desa.

22. Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Pemberdayaan Masyarakat dan Desa/Kelurahan adalah upaya untuk mewujudkan kemampuan dan kemandirian masyarakat desa dan kelurahan yang meliputi aspek ekonomi, sosial budaya, politik dan lingkungan hidup melalui penguatan pemerintahan desa dan kelurahan, lembaga kemasyarakatan dan upaya dalam penguatan kapasitas masyarakat. Pemberdayaan masyarakat dilakukan dalam suatu kerangka pembangunan partisipatif yang dilaksanakan dari, oleh dan untuk masyarakat yaitu sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemanfaatan dan pemeliharaan hasil-hasil pembangunan serta pengembangan tindak lanjut hasil pembangunan. Perencanaan pembangunan desa disusun dengan mengacu kepada perencanaan pembangunan kabupaten/kota, provinsi dan nasional. Program-program

pembangunan yang diarahkan ke desa wajib disinkronisasikan dan diintegrasikan dengan perencanaan pembangunan desa.

Pemberdayaan Masyarakat dan Desa/Kelurahan dilakukan dengan melibatkan Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan (LPMD/K). Jumlah LPMD/K sebagaimana pada Tabel 2.157.

Tabel 2.157.

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 - 2012

No. Tahun Jumlah LPMD/K

1. 2008 8.574

2. 2009 8.576

3. 2010 8.576

4. 2011 8.576

5. 2012 8.578

Sumber : Bapermasdes Provinsi Jawa Tengah, Tahun 2013

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) adalah salah satu Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat terutama untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Hasil pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pelayanan Posyandu kepada masyarakat selama kurun waktu Tahun 2008- 2013 adalah meningkatkan peran dan fungsi melalui revitalisasi 15.000 unit Posyandu dan pembangunan 44 unit Posyandu. Data selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2.158.

Tabel 2.158.

Posyandu Aktif di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 - 2012

No. Tahun Jumlah Posyandu Aktif

1. 2008 36.897

2. 2009 47.579

3. 2010 48.124

4. 2011 48.124

5. 2012 48.187

Sumber : Bapermades Provinsi Jawa Tengah, 2012

Dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) telah memberikan peran nyata untuk meningkatkan pendapatan keluarga yaitu dalam bentuk pelatihan kewirausahaan bagi kader-kader PKK. Hasil yang telah dicapai selama kurun waktu 2008 - 2012 adalah telah ditumbuhkembangkan 332 unit Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K-PKK). Disamping itu PKK memiliki beberapa peran dalam meningkatkan ketrampilan dan

pengetahuan 1.750 kader PKK dalam bidang kesehatan, pendidikan dan lingkungan yaitu melalui kegiatan Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan, Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pelestarian lingkungan. Data selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2.159.

Tabel 2.159.

PKK Aktif di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 - 2012

No. Tahun Jumlah PKK Aktif

1. 2008 8.574

2. 2009 8.574

3. 2010 8.576

4. 2011 8.577

5. 2012 8.578

Sumber : Bapermasdes Provinsi Jawa Tengah, 2012

Dalam rangka peningkatan kapasitas Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) telah dilaksanakan penguatan kelembagaan Unit Ekonomi Desa- Simpan Pinjam (UED-SP), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Pasar Desa melalui pemberian bantuan stimulan dan pelatihan bagi pengurus. Hasil yang dicapai selama kurun waktu Tahun 2008 - 2012 adalah kapasitas 153 unit UED-SP, 87 unit BUMDes dan 176 unit Pasar Desa, dapat dilihat pada Tabel 2.160.

Tabel 2.160.

UED-SP, BUMDES dan Pasar Desa di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 - 2012

NO KEGIATAN TAHUN

2008 2009 2010 2011 2012

1. UED-SP 30 10 30 49 34

2. BUMDES - - 29 29 29

3. Pasar Desa 20 60 29 39 28

Sumber : Bapermasdes Provinsi Jawa Tengah, 2012

23. Statistik

Pengembangan data/informasi/statistik daerah dilaksanakan guna mendukung perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Dalam kaitan ini tidak hanya terbatas pada penyediaan data namun yang lebih penting adalah validitas, kecepatan penyampaian serta keterpaduan data antar sektor sehingga memudahkan dalam analisa perencanaan pembangunan.

Capaian kinerja sejak Tahun 2008 sampai dengan triwulan I Tahun 2013 antara lain : Tersusunnya Buku Jawa Tengah Dalam Angka Tahun 2008 - 2012; Buku PDRB Tahun 2008 - 2012 dan Buku Tinjauan PDRB kabupaten/kota Tahun 2008 - 2012. Selain itu telah dapat diwujudkan kemudahan untuk mengakses data statistik.

24. Kearsipan

Pengelolaan kearsipan di lingkungan SKPD Provinsi Jawa Tengah pada kurun waktu Tahun 2008 - 2012 sudah dilakukan secara baku sesuai dengan norma dan standar yang ada namun belum optimal. Sementara itu pada tingkat kabupaten/kota belum semua SKPD melakukan pengelolaan arsip secara baku dikarenakan adanya beberapa kendala antara lain tidak semua SKPD mempunyai tenaga arsiparis/tenaga pengelola kearsipan, belum tersedianya tempat/ruang penyimpanan arsip sesuai dengan standar sebagaimana pada Tabel 2.161.

Tabel 2.161.

Pengelolaan Arsip Secara Baku

di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 - 2012

No Tahun Jumlah SKPD Jumlah SKPD yang Mengelola

Arsip Secara Baku Rasio

1 2008 60 60 1,00

2 2009 60 60 1,00

3 2010 60 60 1,00

4 2011 59 59 1,00

5 2012 59 59 1,00

Sumber : Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, 2013

Pengelolaan kearsipan dimulai sejak penciptaan, penyusutan sampai dengan pelestarian dan dilakukan pada semua jenis arsip, yaitu arsip statis dan dinamis. Jumlah arsip yang dilestarikan mulai Tahun 2008 - 2012 mencapai 196.500 arsip sebagaimana terlihat pada Gambar 2.36.

Sumber : Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, 2013

Gambar 2.36

Jumlah Arsip yang Dilestarikan

di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 - 2012

Kondisi SDM bidang kearsipan khususnya arsiparis masih sangat terbatas. Untuk mengatasi hal tersebut telah dilaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas SDM bidang kearsipan. Selama kurun waktu 5 tahun telah diselenggarakan 11 kali kegiatan peningkatan kapasitas SDM bidang kearsipan melalui Bintek bagi 2.900 Sekdes dan 320 SDM Aparatur.

25. Komunikasi dan Informatika

a. Persentase SKPD Provinsi yang memiliki website sendiri

Keterbukaan informasi kepada masyarakat merupakan tuntutan yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Akses masyarakat terhadap informasi hasil pembangunan harus dibuka seluas-luasnya. Salah satu upaya yang bisa dilakukan yaitu menyajikan data hasil pembangunan di

website milik pemerintah. Cara ini akan memudahkan masyarakat

mengakses informasi kapanpun dan dimanapun. Data selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2.162.

Tabel 2.162.

Persentase SKPD Provinsi Jawa Tengah Memiliki Website

Tahun 2008 - 2012 No Tahun Jumlah SKPD Provinsi Jumlah SKPD Provinsi Memiliki Website Persentase 1 2008 60 24 41 2 2009 60 27 46 3 2010 60 30 50 4 2011 59 33 55 5 2012 59 35 58

Sumber : Dishubkominfo Provinsi Jawa Tengah, 2013

b. Persentase SKPD Provinsi yang telah meng-update data di

websitenya

Kekinian data yang tersaji dalam website milik pemerintah akan memberikan gambaran hasil pembangunan kepada masyarakat dan juga investor yang membutuhkan data terbaru, sebagaimana terlihat pada Tabel 2.163.

Tabel 2.163.

Persentase SKPD Provinsi Jawa Tengah yang Melakukan Update

Data Pada Website Tahun 2008 - 2012

No Tahun Jumlah SKPD Provinsi Memiliki Website Jumlah SKPD Provinsi yang Telah Meng-

update Data diwebsite

Persentase 1 2008 24 19 80 2 2009 27 22 81 3 2010 30 25 83 4 2011 33 28 85 5 2012 35 30 85

Sumber : DishubkominfoProvinsi Jawa Tengah, 2013

c. Jumlah Surat Kabar

Jumlah surat kabar yang beredar di Jawa Tengah mengalami peningkatan dari 8 surat kabar (Tahun 2008), 9 surat kabar (Tahun 2009) dan 10 surat kabar (Tahun 2010, 2011 dan 2012).

26. Perpustakaan

Perkembangan jumlah perpustakaan kurun waktu Tahun 2008-2012 sesuai standar sebagaimana Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan mengalami perkembangan yang fluktuatif. Demikian juga untuk jumlah koleksi perpustakaan pada kurun waktu yang sama senantiasa meningkat. Peningkatan tersebut berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah pengunjung perpustakaan dari 432.455 orang Tahun 2008 menjadi 595.200 orang Tahun 2012. Disisi lain meningkatnya jumlah pengunjung juga dikarenakan meningkatnya minat baca masyarakat, meskipun peningkatan tersebut belum optimal jika dikaitkan dengan jumlah orang dalam populasi yang harus dilayani. Perkembangan perpustakaan di Jawa Tengah terlihat pada Tabel 2.164.

Tabel 2.164.

Perkembangan Perpustakaan di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 - 2012

No Uraian Data Tahun

2008 2009 2010 2011 2012

Dalam dokumen RPJMD 2013-2018 RPJMD 2013 2018 (Halaman 176-182)