• Tidak ada hasil yang ditemukan

Daya Tarik Iklan

Dalam dokumen TESIS. Oleh MUHAMMAD GHOFAR TRIYONO IM (Halaman 44-49)

BAB I PENDAHULUAN

2.1 Uraian Teoretis

2.1.5 Daya Tarik Iklan

Secara umum iklan dapat diartikan sebagai bentuk kegiatan dalam mengkomunikasikan, menarik perhatian dan membujuk sebagian atau seluruh masyarakat untuk mengambil tindakan dalam merespon ide, barang, atau jasa yang dipresentasikan.

Junaedi (2013) mengungkapkan bahwa iklan sebagai struktur dan komposisi komunikasi informasi yang bersifat nonpersonal, umumnya dilakukan dengan berbayar yang dicirikan dengan persuasif, berisi tentang produk (barang,

jasa, dan ide) yang diidentifikasikan sebagai sponsor melalui berbagai media.

Komponen-komponen dalam definisi tentang iklan yaitu :

1. Suatu bentuk komunikasi. Secara aktual, iklan dibentuk dengan sangat terstruktur dari komunikasi verbal maupun non verbal yang disusun untuk memenuhi format waktu dan ruang yang spesifik yang ditentukan oleh pihak sponsor.

2. Iklan diarahkan pada kelompok khalayak dan bukan ditujukan pada individu tertentu. Dikarenakan tujuan yang lebih mengarah pada kelompok inilah iklan lebih bersifat non personal atau merupakan bentuk dari komunikasi massa.

2.1.5.1 Tujuan Iklan

Iklan dibuat dengan tujuan sebagai media untuk mendorong hard sell yang bagus. Untuk mencapai hal ini, secara minimal iklan harus mempunyai kekuatan untuk mendorong, mengarahkan, dan membujuk khalayak untuk mengakui kebenaran pesan dari iklan, dan secara maksimal dapat mempengaruhi kesadaran khalayak untuk mengkonsumsi produk dan jasa yang diiklankan. Menurut Junaedi (2013) tujuan iklan yaitu:

1. Sebagai media informasi

Iklan ditujukan untuk menginformasikan suatu produk barang dan jasa kepada khalayak. Tidak hanya dalam produk tetapi juga hal lainnya.

2. Untuk mempengaruhi konsumen

Iklan dapat mengarahkan konsumen untuk mengkonsumsi produk barang atau jasa tertentu, atau mengubah sikap agar sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pengiklan.

3. Untuk mengingatkan konsumen

Iklan ditujukan agar konsumen selalu mengingat produk tertentu sehingga tetap setia mengkonsumsinya.

Tjiptono (2014) berpendapat bahwa iklan memiliki tiga tujuan utama, yaitu menginformasikan produk yang ditawarkan dan menciptakan permintaan awal, membujuk dan mempengaruhi konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan, serta mengingatkan konsumen mengenai keberadaan suatu produk serta berupaya melekatkan nama atau merek produk tertentu di benak konsumen.

Dendy (2010) juga mengungkapkan ada lima fungsi periklanan sebagai berikut:

1. Memberikan informasi atas produk

2. Membujuk atau mempengaruhi konsumen untuk mengkonsumsi produk.

3. Memuaskan keinginan (orang ingin mengetahui kandungan gizi, vitamin atau suatu produk)

4. Merupakan alat konsumsi 5. Menjaring khalayak

Dari penjelasan di atas dapat dijelaskan bahwa daya tarik iklan (advertising appeal) mengacu pada pendekatan yang digunakan untuk mendapatkan perhatian konsumen atau memengaruhi perasaan mereka pada suatu merek tertentu (barang dan jasa). Suatu daya tarik iklan juga dapat pula dipahami sebagai sesuatu yang dapat menggerakan orang, membangkitkan ketertarikan mereka dan berbicara mengenai keinginan atau kebutuhan mereka Morrisan, (2010).

2.1.5.2 Indikator Daya Tarik Iklan

Daya Tarik Iklan adalah Informasi secara tidak langsung yang dibuat sedemikian rupa yang didasari pada informasi tentang keunggulan atau keuntungan sebuah produk. Variabel daya tarik iklan diukur melalui indikator Simarmata, (2016).

1. Iklan menarik

2. Bintang iklan menarik

3. Pesan iklan dapat dipercaya Iklan dapat membujuk

Daya tarik iklan dapat didefinisikan sebagai seberapa besar iklan yang dibuat oleh perusahaan mampu menarik perhatian dan memukau permirsannya melalui penggunaan bintang iklan serta musik pendukung lain tersebut Santoso, (2012).

Menon (2010) menyatakan bahwa daya tarik iklan digunakan untuk mempengaruhi perasaan, membujuk, serta mempertahankan gambaran produk di benak konsumen. Daya tarik merupakan pendekatan yang diterapkan dalam iklan untuk membuat konsumen tertarik tehadap suatu produk.

2.1.5.3 Dimensi Daya Tarik Iklan

Shimp (2014) membagi daya tarik yang diterapkan dalam periklanan sebagai berikut:

1. Daya tarik pendukung (endorser) dengan menggunakan tokoh popular untuk mendukung iklan tersebut seperti selebriti, kalangan expert maupun non selebriti. Dua atribut khusus yang harus dimiliki endorser yaitu attractiveness (menarik) dan trustworthiness (kelayakan untuk dipercaya).

2. Daya tarik rasional atau sering disebut daya tarik informasional berfokus pada kebutuhan praktis konsumen akan produk atau jasa yang mengelaborasi atribut atau manfaat produk. Daya tarik ini mengasumsikan pemrosesan komunikasi di pihak konsumen bersifat sangat rasional.

3. Daya tarik emosional atau disebut juga daya tarik transformasional mengelaborasikan manfaat atau citra merek yang tidak berhubungan dengan produk.

Bendixen (2008) menyatakan untuk melakukan pendekatan kepada konsumen dan agar pesan mudah diterima, perlu juga digunakan daya tarik (appeals). Daya tarik yang digunakan dalam pesan iklan harus memiliki tiga karakteristik:

1. Daya tarik itu bermakna (meaningful), yaitu menunjukkan manfaat yang membuat konsumen lebih menyukai atau lebih tertarik pada produk itu.

2. Daya tarik itu harus khas/berbeda (distinctive), harus menyatakan apa yang membuat produk lebih baik dari produk-produk pesaing.

3. Pesan iklan itu harus dapat dipercaya (believable), yaitu menunjukkan kebenaran iklan mengenai produk yang ditampilkan.

Menurut Bittner (2015), ada dua jenis iklan yaitu iklan standar dan iklan layanan masyarakat. Iklan standar adalah iklan yang didata secara khusus untuk keperluan memperkenalkan barang, jasa, pelayanan untuk konsumen melalui media periklanan. Dalam kata lain iklan ini memiliki keuntungan ekonomis.

Sementara iklan layanan masyarakat yaitu iklan yang bersifat non-profiit. Disebut

non-profit karena iklan ini tidak mencari keuntungan komersial secara langsung.

Namun keuntungan iklan ini dituju pada keuntungan sosial.

Berdasarkan media yang digunakan, iklan dibagi menjadi dua jenis.

Widyatama (2011), yaitu sebagai berikut:

1. Iklan Cetak

Yang dimaksud iklan cetak yaitu iklan yang dibuat dan dipasang dengan menggunakan teknik cetak, baik cetak dengan teknologi sederhana maupun dengan teknologi tinggi. Media yang digunakan dalam teknik cetak tersebut sangat beragam, mulai dari kertas, pelat metal, kulit, plastik, kaca dan, kain. Iklan yang dibuat dengan menggunakan teknik cetak ini, pada akhirnya lebih popular disebut dengan nama sesuai dengan bentuk format media ceak. Beberapa bentuk iklan cetak yaitu: iklan cetak surat kabar. Iklan cetak majalah, iklan cetak baliho, iklan cetak poster dan berbagai iklan cetak lainya.

2. Iklan Elektronik

Disebut iklan elektronik, kearena media yang digunakan sebagai tempat dipasangnya pesan iklan adalah menggunakan media yang berbasis perangkat elektronik.

Dalam dokumen TESIS. Oleh MUHAMMAD GHOFAR TRIYONO IM (Halaman 44-49)

Dokumen terkait