• Tidak ada hasil yang ditemukan

TESIS. Oleh MUHAMMAD GHOFAR TRIYONO IM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "TESIS. Oleh MUHAMMAD GHOFAR TRIYONO IM"

Copied!
163
0
0

Teks penuh

(1)PENGARUH KUALITAS PRODUK, DAYA TARIK IKLAN, DAN HARGA TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA PRODUK GOF FASHION STORE. TESIS. Oleh MUHAMMAD GHOFAR TRIYONO 177019003 IM. PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2019. 1 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(2) 2. PENGARUH KUALITAS PRODUK, DAYA TARIK IKLAN, DAN HARGA TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA PRODUK GOF FASHION STORE. TESIS Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Magister Sains Dalam Program Studi Magister Ilmu Manajemen Pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Oleh MUHAMMAD GHOFAR TRIYONO 177019003 IM. PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2019. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(3) 3. HALAMAN PERSETUJUAN. Tesis ini diajukan oleh, Nama Mahasiswa Nomor Induk Mahasiswa Program Studi Judul Tesis. : : : :. Muhammad Ghofar Triyono 177019003 Magister Ilmu Manajemen Pengaruh Kualitas Produk, Daya Tarik Iklan Dan, Harga Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Produk Gof Fashion Store. Menyetujui, Komisi Pembimbing. Ditetapkan di : Universitas Sumatera Utara Pada Tanggal : …… October 2019. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(4) 4. Telah Diuji Pada Tanggal. : 16 Oktober 2019. PANITIA PENGUJI TES Ketua : Prof. Dr. Paham Ginting MS Anggota : 1. Dr. Beby Karina Fawzeea Sembiring, S.E, MM 2. Prof. Dr. Amrin Fauzi 3. Dr. Endang Sulistiya Rini, SE, M.Si 4. Prof. Dr. Arlina Nurbaity Lubis, SE, MBA PERNYATAAN ORISINALITAS. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(5) 5. PENGARUH KUALITAS PRODUK, DAYA TARIK IKLAN, DAN HARGA TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA PRODUK GOF FASHION STORE. Dengan. ini penulis menyatakan bahwa tesis disusun sebagai syarat untuk. memperoleh gelar Magister pada program Studi Ilmu Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sumatera Uatara adalah benar merupakan hasil karya penulis sendiri. Adapun kutipan-kutipan yang penulis lakukan pada bagianbagian tertentu dari hasil karya orang lain dalam penulisan tesis ini, telah penulisan tesis ini, telah penulis cantumkan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah dan etika penulisan ilmiah. Apabila di kemudian hari ternyata ditemukan seluruh atau sebagian tesis ini bukan hasil karya penulisan sendiri atau adanya plagiat dalam bagian-bagian tertentu, penulis bersedia menerima sanksi pencabutan gelar akademik yang penelti sandang dan sanksi-sanksi lainya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Medan, 16 October 2019 Yang membuat pernyataan,. Muhammad Ghofar Triyono 177019003. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(6) PENGARUH KUALITAS PRODUK, DAYA TARIK IKLAN, DAN HARGA TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA PRODUK GOF FASHION STORE. ABSTRAK. Penelitian ini betujuan untuk menentukan dan menganalisis pengaruh, kualitas produk, daya tarik iklan, dan harga terhadap minat beli konsumen. Pada pelanggan produk gof di toko 061store. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melaui pendekatan survei dengan menyebar kuesiner. Populasi penelitian ini adalah pelanggan toko 061store yang usdah membeli produk sebanyak 2.734 orang. Jumlah sampel penelitian sebanyak 350 orang. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara simultan kualitas produk, daya tarik iklan, dan harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Secara parsial kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Begitu juga dengan daya tarik iklan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Secara parsial harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Dari ketiga variabel tersebut harga merupakan variabel yang dominan dalam mempengaruhi minat beli konsumen pada produk gof di toko 061store. Kata kunci: Kualitas Produk, Daya Tarik Iklan, Harga, Minat Beli Konsumen. i UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(7) THE INFLUENCE OF PRODUCT QUALITY, ADVERTISING ATTRACTION, AND PRICE ON CONSUMER BUYING INTEREST IN GOF FASHION STORE PRODUCTS. ABSTRACT. The thesis aims to determine and to analyze the significance of the products' quality, advertisement attractiveness, and pricing towards the customers' purchase decision of Gof products in 061 store. The data of the research is collected by surveillance approach with questionnaire. The population is 061store's customers up to 2,734 people. The number of research sample is 350 people. The data is analyzed using the descriptive analysis and multiple linear regression method. The result shows that simultaneously product quality, advertisement attractiveness, and pricing has a significant effect on the customers' purchase decision. Partially, product quality, along with advertisement and pricing has a positive and signicant effect on the purchase decision of the customers. Pricing, out of all three variables, is a dominant factor on persuading customers' decision on Gof products of 061store.. Key word: Product Quality, Advertisement Attractiveness, Pricing, Consumers' Purchase Decision. ii UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(8) RIWAYAT HIDUP. Muhammad Ghofar Triyono lahir di kota Medan, Sumatera Utara pada tanggal 22 April 1993. Anak ketiga dari tiga bersaudara pasangan Ayahanda Sigit Sadmono dan Ibu Tuti Sufianti, berkebangsaan Indonesia dan beragama Islam. Memulai pendidikan Sekolah Dasar pada SDN 115467 Kanopan Ulu, Kabupaten Labuhan Batu tahun 1999 dan tamat tahun 2005. Melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama di SMP Swasta Harapan 3, Kabupaten Deli Serdang pada tahun 2006 dan tamat pada tahun 2008. Setelah itu melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas SMA Swasta Harapan 3, Kabupaten Deli Serdang pada tahun 2009 dan tamat tahun 2011. Setelah itu memulai perkuliahan di Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, mengambil jurusan Ilmu Administrasi Niaga Bisnis dengan konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia tahun 2011 dan lulus pada tahun 2015. Kemudian melanjutkan pendidikan di Program Magister Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara pada tahun 2017 Sejak tahun 2012 penulis memulai bisnis online dan membuka distro 061 Store pada tahun 2016 sampai saat ini.. Medan, 16 October 2019 Peneliti,. (Muhammad Ghofar Triyono) 177019003. iii UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(9) KATA PENGANTAR. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Syukur Alhamdulillah Penulis panjatkan puji dan syukur kepada ALLAH SWT, Atas limpahan karunia-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan penulisan tesis ini. Penulisan tesis ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Ilmu Manajemen (Magister Sains) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Adapun judul dari tesis ini adalah “Pengaruh Kualitas Produk, Daya Tarik Iklan, Dan Harga Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Produk Gof Fashion Store”. Peneliti mempersembahkan tesis ini kepada kedua orang tua tercinta yang dimuliakan ALLH SWT, untuk Ayahanda Sigit Sadmono dan Ibunda Tuti Sufianti yang selalu memberikan do’a, nasehat dan motivasi serta memberikan inspirasi dalam setiap perjalanan hidup peneliti. Semoga rahmat, berkah, hidayah dan ridho ALLAH SWT selalu tercurah kepada keluarga kita, Amin ya Rabbal’ alamin. Dalam penulisan tesis ini penulis banyak mendapat bimbingan, bantuan, dan dukungan dari berbagai pihak, maka dari itu penulis mengucapkan terima kasih yang tulus kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Runtung Sitepu, SH, M. Hum Selaku Rektor Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Prof. Dr. Ramli, SE., MS Selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.. iv UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(10) 3. Ibu Dr. Endang Sulistiya Rini, SE., M.Si Selaku Ketua Program Studi Magister Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara dan juga selaku Anggota Komisi Pebanding yang banyak membimbing dan mengarahkan peneliti dalam penulisan Tesis ini. 4. Ibu Dr. Yeni Absah, SE., M.Si Selaku Sekretaris Program Studi Magister Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. 5. Bapak Prof. Dr. Paham Ginting, MS Selaku Ketua Komisi Pembimbing yang telah meluangkan waktu dalam membimbing dan sangat membeikan motivasi kepada peneliti dalam penulisan Tesis ini. 6. Ibu Dr. Beby Karina Fawzeea Sembiring, SE, MM Selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah meluangkan waktu dalam membimbing dan sangat membeikan motivasi kepada peneliti dalam penulisan Tesis ini. 7. Bapak Prof. Dr. Amrin Fauzi Selaku Komisi Pembanding yang telah meluangkan waktu dalam memberikan masukan dan membeikan motivasi kepada peneliti dalam penulisan Tesis ini. 8. Ibu Prof. Dr. Arlina Nurbaity Lubis, SE, MBA Selaku Anggota Komisi Pembanding yang telah banyak memberikan masukan dan motivasi untuk perbaikan Tesis ini. 9. Seluruh Staf Pengajar dan Staf Administrasi Program Studi Magister Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara, Serta semua pihak yang telah banyak membantu peneliti selama perkuliahan.. v UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(11) 10. Bapak/Ibu Pelanggan Distro 061store yang telah banyak memberikan dukungan kepada peneliti dalam penyusunan Tesis ini. 11. Orang tua Bapak H. Ir Sigit Sadmono, Ibu Hj Tuti Sufianti, Abang M. Pandu Lukito dan kembaran peneliti M.Ghofur Dwiyanto, dan semua keluarga buat doa, bantuan dan memberikan semangat yang diberikan kepada penliti sampai penyelesaian Tesis ini. 12. Rekan – Rekan Pendonor Darah siaga, Blood Heroes Ghofar dan Ghofur atas bantuan serta dukungan kepada peneliti menempuh studi dan dalam penyelesaian penulisan Tesis ini. 13. Rekan – Rekan Program Studi Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara atas bantuan serta dukungan selama peneliti menempuh studi dan dalam penyelesaian penulisan Tesis ini.. Peneliti menyadari tesis ini belum sempurna. Namun harapan peneliti semoga tesis ini bermanfaat bagi seluruh pembaca, semoga kiranya Allah SWT memberikan keberkahan kepada kita semua. Amin.. Medan, 16 October 2019 Peneliti. Muhammad Ghofar Triyono 177019003. vi UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(12) DAFTAR ISI. Halaman. ABSTRAK ....................................................................................................... i ABSTRACT ..................................................................................................... ii KATA PENGANTAR ................................................................................... iii DAFTAR ISI .................................................................................................. iv DAFTAR TABEL.......................................................................................... vi DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... ix DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ vii BAB I PENDAHULUAN ................................................................................1 1.1 Latar Belakang ..................................................................................1 1.2 Pertanyaan Penelitian ......................................................................10 1.3 Tujuan Penelitian ............................................................................10 1.4 Manfaat Penelitian ..........................................................................11. BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN .......................................................12 2.1Uraian Teoretis ................................................................................12 2.1.1 Definisi Pemasaran...................................................................12 2.1.1.1. Manajemen Pemasaran.....................................................14 2.1.2 Bauran Pemasaran ....................................................................15 2.1.3 Kualitas Produk ........................................................................18 2.1.3.1 Dimensi Kualitas Produk ..................................................19 2.1.3.2 Indikator Kualitas Produk .................................................20 2.1.4 Definisi Produk ........................................................................23 2.1.4.1 Tingkatan Produk ...............................................................25 2.1.5 Daya Tarik Iklan ......................................................................26 2.1.5.1 Tujuan Iklan .......................................................................27 2.1.5.2 Indikator Daya Tarik Iklan .................................................29 2.1.5.3 Dimensi Daya Tarik Iklan ..................................................29 2.1.6 Definisi Harga ..........................................................................31 2.1.6.1 Peranan Harga ...................................................................33 2.1.6.2 Dimensi Harga ..................................................................34 2.1.6.3 Tujuan Penetapan Harga ...................................................36 2.1.6.4 Indikator Harga .................................................................37 2.1.7 Definisi Minat Beli..................................................................38 2.1.7.1 Indikator Minat Beli .........................................................38 2.1.7.2 Dimensi Minat Beli ..........................................................42 2.2 Penelitian Terdahulu ......................................................................43 vii UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(13) 2.3 Kerangka Konseptual .....................................................................54 2.3.1 Hubungan Kualitas Produk Terhadap Minat Beli ....................54 2.3.2 Hubungan Daya Tarik Iklan Terhadap Minat Beli ..................55 2.3.3 Hubungan Harga Terhadap Minat Beli ....................................56 2.4 Hipotesis Penelitian.......................................................................57. BAB III METODE PENELITIAN ..............................................................59 3.1 Jenis dan Sifat Penelitian ..................................................................59 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ............................................................59 3.3 Populasi dan Sample .........................................................................60 3.3.1 Populasi .......................................................................................60 3.3.2 Sample .........................................................................................60 3.4 Operasionalisasi Variabel..................................................................61 3.5 Teknik Pengumpulan Data ................................................................65 3.6 Jenis dan Sumber Data ......................................................................66 3.7 Teknik Analisis Data .........................................................................67 3.7.1 Analsis Statistik Deskriptif .........................................................67 3.8 Uji Validitas dan Realibilitas ............................................................68 3.8.1 Uji Validitas ................................................................................68 3.8.2 Uji Relibilitas ..............................................................................71 3.9 Uji Asumsi Klasik .............................................................................72 3.9.1 Uji Normalitas .............................................................................72 3.9.2 Uji Asumsi Multikoliniearitas .....................................................73 3.9.3 Uji Asumsi Heterokedastisitas ....................................................73 3.9.4 Metode Analisis Regresi Linier Berganda ..................................74 3.9.5 Uji Keofisiensi Determinasi (Uji R2) ..........................................74 3.9.6 Uji Signifikansi Simultan (Uji-F)................................................75 3.9.7 Uji Parsial (Uji-T) .......................................................................75 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .............................77 4.1 Hasil Penelitian ..................................................................................77 4.1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian .............................................77 4.1.1.1 Pemasaran Distro 061 Store ...................................................78 4.1.1.2 Jaringan Usaha .......................................................................78 4.1.2 Gambaran Umum Responden ......................................................79 4.1.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ...........................79 4.1.2.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ...........80 4.1.2.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaaan.................82 4.1.2.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pembelian .................83 4.1.2.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Rekomendasi ............84 4.2.3 Analisis Deskriptif Variabel Penelitian........................................85 4.2.3.1 Penjelasan Responden Atas Variabel Kualitas Produk, Daya Tarik Iklan, Harga dan Minat Beli Konsumen .............86 viii UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(14) 4.2.4 Statistik Deksriptif Variabel Kualitas Produk ..............................87 4.2.5 Statistik Deskriptif Variabel Daya Tarik Iklan ............................89 4.2.6 Statistik Deskriptif Variabel Harga ..............................................91 4.2.7 Statistik Deskriptif Minat Beli Konsumen ...................................92 4.2 Hasil Pengujian Hipotesis ..................................................................93 4.2.1 Uji Asumsi Klasik ........................................................................93 4.2.2 Uji Normalitas ...............................................................................93 4.2.3 Uji Heterokedastisitas ...................................................................95 4.2.4 Uji Multikolinieritas ......................................................................96 4.3 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda .............................................97 4.3.1 Uji Simultan (Uji-F) .....................................................................99 4.3.2 Uji Parsial (Uji-T) .....................................................................100 4.3.4 Uji Koefisien Determinasi (R2) ..................................................101 4.3.5 Hasil Pengujian Hipotesis ..........................................................102 4.4 Pembahasan .......................................................................................102 4.4.1 Kualitas Produk Berpengaruh Positif dan Signifikan Terhadap Minat Beli....................................................................................102 4.4.2 Daya Tarik Iklan Berpengaruh Positif dan Signifikan Terhadap Minat Beli....................................................................................105 4.4.3 Harga Berpengaruh Positif dan Signifikan Terhadap Minat Beli....................................................................................108 4.4.4 Kualitas Produk, Daya Tarik Iklan dan Harga Berpengaruh Positif dan Signifikan Terhadap Minat Beli................................110 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ......................................................114 5.1 Kesimpulan .......................................................................................114 5.2 Saran .................................................................................................115 5.3 Keterbatan Penelitian ........................................................................116 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................117. ix UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(15) DAFTAR TABEL. No. Tabel. Judul. Halaman. Tabel 1.1 Volume Penjualan Distro 061 Store........................................3 Tabel 1.2 Pengunjung 061Store ..............................................................4 Tabel 1.3 Indentifikasi Fenomena Latar Belakang Kualitas Produk .....5 Tabel 1.4 Indentifikasi Fenomena Latar Belakang Data Tarik Iklan ......6 Tabel 1.5 Indentifikasi Fenomena Latar Belakang Harga ......................7 Tabel 1.6 Indentifikasi Fenomena Latar Belakang Minat Beli ...............8 Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ............................................................ 49 Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel .....................................................63 Tabel 3.2 Skala Likert ...........................................................................66 Tabel 3.3 Uji Validitas Variabel Kualitas Produk ................................69 Tabel 3.4 Uji Validitas Variabel Daya Tarik Iklan ...............................70 Tabel 3.5 Uji Validitas Variabel Harga.................................................70 Tabel 3.6 Uji Validitas Variabel Minat Beli Konsumen .......................71 Tabel 3.7 Uji Realibilitas ......................................................................72 Tabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ..........................79 Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ..........80 Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan .................82 Tabel 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pembelian ................83 Tabel 4.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Rekomendasi ...........84 Tabel 4.6 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Kualitas Produk, Daya Tarik Iklan, Harga dan Minat Beli Konsumen ...........................................................86 Tabel 4.7 Tabel Distribusi Normal........................................................95 Tabel 4.8 Uji Glejser .............................................................................95 Tabel 4.9 Uji Multikolinieritas..............................................................97 Tabel 4.10 Hasil Pengujian Analisis Regresi Linier Berganda .............98 Tabel 4.11 Hasil Pengujian Statistik Simultan (Uji-F) .........................99 x UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(16) Tabel 4.12 Hasil Pengujian Statistik Parsial (Uji-T)...........................100 Tabel 4.13 Hasil Pengujian Statistik Uji Koefien Determinasi (R2) ...101 Tabel 4.14 Hasil Pengujian Hipotesis .................................................102. xi UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(17) DAFTAR GAMBAR. No. Gambar. Judul. Halaman. Gambar 2.1 Tingkatan Produk ..............................................................25 Gambar 2.2 Kerangka Konseptual ........................................................57 Gambar 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ......................80 Gambar 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin .....81 Gambar 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaaan ............82 Gambar 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pembelian ...........83 Gambar 4.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Rekomendasi .......84 Gambar 4.6 Grafik Distribusi Setiap Indikator .....................................87 Gambar 4.7 Uji Normalitas Histogram .................................................94 Gambar 4.8 Uji Normalitas Normal P-P Plot........................................94 Gambar 4.9 Uji Heterokedastisitas .......................................................96. xii UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(18) DAFTAR LAMPIRAN. No. Lampiran. Judul. Halaman. Lampiran 1 Kuesioner Pertanyaan ............................................................... 124 Lampiran 2 Hasil Jawaban Kuesioner ......................................................... 129 Lampiran 3 Hasi Uji Validitas dan Reablitias……………………………..138 Lampiran 4 Hasil Uji Normalitas ................................................................. 139 Lampiran 5 Hasil Uji Regresi Linear Berganda ........................................... 140 Lampiran 6 Hasil Koefisien Determinasi .................................................... 141. xiii UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(19) BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Fashion merupakan gaya berpakaian yang menggambarkan karakteristik. dari seseorang. Seiring perkembangan fashion yang menjadi kebiasaan dan kegiatan sehari- hari, tren fashion sudah menjadi bagian dari life style masyarakat. Semakin ketat persaingan berbagai distro dalam menghasilkan dan menjual produknya memberikan pengaruh terhadap pandangan bahwa perusahaan harus memberitahukan dan memperkenalkan produknya kepada masyarakat agar tertarik akan produk yang ditawarkan perusahaan tersebut. Menurut Kotler (2016) dalam meningkatkan persaingan masing-masing perusahaan harus dapat memenangkan persaingan tersebut dengan menampilkan produk yang terbaik dan dapat memenuhi selera konsumen yang selalu berkembang dan berubah-ubah. Dunia fashion dari dulu dan sampai sekarang mempunyai daya tarik yang kuat dan perkembanganya pada saat ini sangat pesat, khususnya di pasar Indonesia perkembangan ini disebabkan oleh meningkatnya animo masyarakat terhadap kesesuaian berbusana. Dengan perkembangan budaya dan meningkatnya taraf hidup masyarakat , maka pemenuhan kebutuhan pakaian atau fashion tidak lagi harus berdasarkan fungsinya saja tetapi telah memasukan banyak pertimbangan dalam memilih pakaian. Hal ini dikarenakan timbulnya kesadaran bahwa cara berpakaian dan berpenampilan seseorang dapat mencerminkan keperibadian dan profesi seseorang tersebut.. 1 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(20) 2. Objek penelitian ini adalah distro atau toko 061store yang menjual fashion dengan merek Gof. Distro 061 store berdiri pada tahun 2016. Distro singkatan dari distribution store atau distribution outlet merupakan jenis toko di Indonesia yang menjual pakaian dan aksesori yang dititipkan oleh pembuat pakaian, atau diproduksi sendiri. Distro umumnya merupakan usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan merk independen yang dikembangkan kalangan muda. Produk yang dihasilkan oleh distro diusahakan untuk tidak diproduksi secara massal, agar mempertahankan sifat eksklusif suatu produk dan hasil kerajinan. Distro 061 store adalah salah satu usaha ritel yang berlokasi di Jalan Karya Wisata Perumahan Citra Wisata Blok 14 Nomor 5 Medan Johor, yang mengakomodasi tren anak muda kota Medan khususnya sebagai pangsa pasar dan dapat berdiri hingga sekarang ini dengan mengusung merek (brand ) 061 store . Distro 061store ini memiliki outlet fashion dengan mengangkat brand sendiri dengan maksud mengambil pangsa pasar, dengan menghadirkan hingga 20 -an varian produk seperti kaos, celana panjang, topi, jaket, sandal, sepatu, dompet, tas, belt, dan lain-lain, yang terorientasi untuk memenuhi kebutuhan tren anak muda. Berikut ini disajikan data volume penjualan produk distro 061 store pada tahun 2016 sampai dengan tahun 2018.. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(21) 3. Tabel 1.1 Volume Penjualan Distro 061 Store Tahun 2016 Sampai Tahun 2018 Volume penjualan Persentase Tahun ( unit) (%) 2016 1340 2017 1695 21,87 2018 1723 1,22 Sumber: Data Penjualan Distro 061-Store. Berdasarkan Tabel 1.1 diketahui bahwa volume penjualan produk distro 061 store meningkat dari tahun 2016 sampai tahun 2018. Diawali dengan jumlah penjualan produk sebanyak 1340 unit pada tahun 2016 dan kemudian pada tahun 2017 meningkat menjadi 1695 unit, kemudian pada tahun 2018 meningkat menjadi 1723 unit. Namun peningkatan tersebut tidak dibarengi dalam hal persentase, jika dilihat dari persentase penjualan, peningkatan persentase penjualan terjadi di tahun 2017, selanjutnya justru terjadi penuruan persentase penjualan pada tahun 2018. Penuruan persentase penjualan di distro 061 store diduga akibat kualitas dari produk yang berkesan standar dan kurangnya promosi dan harga yang mahal di distro 061store. Hal ini ditandai dengan semakin berkurangnya jumlah pelanggan yang datang ke distro 061 store setiap tahunnya, berikut data yang menjelaskan kondisi tersebut. Berikut ini adalah tabel jumlah pengunjung distro 061Store periode tahun 2016 sampai dengan tahun 2018.. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(22) 4. Tabel 1.2 Tabel Pengunjung Distro 061Store Pada Tahun 2016 sampai dengan Tahun 2018 Bulan. 2016 Januri 305 Februari 331 Mei 355 April 413 May 457 Juni 475 July 402 Agustus 375 September 358 October 332 November 404 Desember 449 Total pengunjung 4.656 Sumber: Data Pengunjung Distro 061 Store. Tahun 2017 263 256 244 357 402 420 371 337 312 253 211 224 3.650. 2018 257 235 224 157 308 415 346 312 252 228. 2.734. Tabel 1.2 menunjukan jumlah pengunjung distro 061store tiap tahun mengalami penurunan. Awal tahun pendirian distro 061store pelanggan yang datang berkunjung sebanyak 4.656 orang, dan pada tahun kedua Distro 061 store mengalami penurunan pengunjung menjadi 3.650 orang di tahun 2018. Dan selanjutnya pada tahun 2018 distro 061store juga mengalami penurunan pengunjung dari 3.650 orang menjadi 2.734 orang. Penurunan jumlah pelanggan yang datang berkunjung ke distro 061store diduga disebabkan oleh kualitas produk yang kurang dan kurangnya promosi serta harga yang mahal. Untuk penelitian ini penulis juga telah melakukan pra penelitian terhadap 20 pelanggan distro 061store, dengan mengajukan beberapa pertanyaan dalam bentuk kuesioner untuk pra penelitian. Berikut ini adalah tabel identifikasi fenomena latar belakang kualitas produk pada para pelanggan distro 061 Store.. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(23) 5. No. 1 2 3 4. Tabel 1.3 Identifikasi Fenomena Latar Belakang Kualitas Produk Pada Para Pelanggan Distro 061store Jawaban Pernyataan Ya Tidak 7 13 Produk yang dijual distro 061store tahan lama. (35%) (65%) 13 Produk yang dijual distro 061store didesain dengan (65%) sangat menarik. 3 Distro 061store selalu menjaga kualitas produk (15%) yang dijual 16 Saya merasakan kenyamanan jika memakai produk (80%) yang dijual distro 061store. 7 (35%) 17 (85%) 4 (20%). Dari hasil kuesioner yang telah disebar tersebut dapat diketahui bahwa sebesar 65% dari pelanggan menyatakan bahwa kualitas produk yang dijual distro 061store tidak tahan lama. Kemudian sebanyak 65% pelanggan 061store menyatakan produk yang dijual distro 061store didesain dengan sangat menarik, akan tetapi sebanyak 85% pelanggan distro 061store menyatakan bahwa produk yang dijual distro 061store tidak terjaga kualitasnya. Selain itu 80% pelanggan merasakan kenyamaan memakai produk yang dijual distro 061store. Kemudian kuesioner juga disebar kepada 20 responden tersebut untuk melihat fenomena daya tarik iklan dari distro 061store. Berikut ini adalah tabel identifikasi fenomena latar belakang daya tarik iklan pada para pelanggan distro 061store.. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(24) 6. No. 1 2 3 4. Tabel 1.4 Identifikasi Fenomena Latar Belakang Daya Tarik Iklan Pada Para Pelanggan Distro 061store Jawaban Pernyataan Ya Tidak Iklan produk Gof memberikan banyak informasi 6 14 manfaat produk dan kelebihan produk. (20%) (80%) Iklan produk Gof menampilkan sedikit kata kata tetapi banyak makna yang bisa disampaikan. Iklan produk Gof menampilkan keunggulan yang berbeda dari yang ditampilkan dalam iklan produk pesaing.. 13 (65%). 7 (35%). 3 (15%). 17 (85%). Iklan produk Gof menggunakan kalimat dan penggambaran atau keterangan yang jelas.. 9 (45%). 11 (55%). Berdasarkan Tabel 1.4 dapat dilihat bahwa iklan produk Gof tidak memberikan banyak informasi mengenai kelebihan produknya sebanyak 80% . Kemudian dari 20 responden hanya sebesar 65% beranggapan bahwa iklan produk Gof menampilkan sedikit kata tetapi banyak makna yang bisa disampaikan iklan tersebut. Selain itu, sebanyak 85% responden menyatakan bahwa iklan produk Gof tidak menampilkan perbedaan keunggulan dari produk pesaing. Ada sebanyak 55% responden menyatakan bahwa iklan produk Gof tidak menggunakan kalimat yang mudah dimengerti. Selain itu, kuesioner yang disebar juga ditujukan untuk melihat fenomena latar belakang harga dari distro 061store. Berikut ini adalah tabel identifikasi fenomena latar belakang harga pada para pelanggan distro 061store.. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(25) 7. Tabel 1.5 Identifikasi Fenomena Latar Belakang Harga Pada Para Pelanggan Distro 061store No. 1. Jawaban Ya Tidak Distro 061store menjual produk dengan harga yang 2 18 mampu dijangkau pelanggan. (10%) (90%) Pernyataan. 2. Distro 061store menjual produk mengikuti harga pasar.. 5 (25%). 15 (75%). 3. Harga bervariasi sesuai dengan kualitas produk.. 16 (80%). 4 (20%). 4. Distro 061store menawarkan harga yang cukup bersaing.. 7 (35%). 13 (65%). Berdasarkan Tabel 1.5 terlihat bahwa hanya 10% responden yang menyatakan bahwa produk yang dijual distro 061store mampu dijangkau pelanggan, dan sebanyak 75% responden menyatakan bahwa produk yang dijual 061store tidak mengikuti harga pasar. Kemudian sebanyak 80% responden menyatakan bahwa harga produk di distro 061store bervariasi sesuai dengan kualitas produknya. 65% responden menyatakan bahwa distro 061store menawarkan harga yang cukup bersaing. Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan fenomena latar belakang minat beli konsumen pada distro 061store berdasarkan kuesioner pra penilitian yang disebar.. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(26) 8. No. 1. Tabel 1.6 Identifikasi Fenomena Latar Belakang Minat Beli Konsumen Pada Para Pelanggan Distro 061store Jawaban Pernyataan Ya Tidak Informasi mengenai produk Gof mempengaruhi 13 7 untuk berbelanja di sini 65%) (35%). 2. Setelah memperoleh informasi yang lengkap saya akhirnya berkeinginan untuk membeli produk Gof. 5 (25%). 15 (75%). 3. Anda berminat membeli produk Gof karena harga relatif murah dibandingkan dengan produk lainya. 3 (15%). 17 (85%). 4. Anda berminat membeli produk Gof karena kualitasnya bagus. 15 (75%). 5 (25%). Tabel 1.6 memperlihatkan bahwa sebanyak 65% responden terpengaruh informasi mengenai produk Gof dan berkeinginan berbelanja, dan sebanyak 75% responden menyatakan bahwa mereka memperoleh informasi yang lengkap untuk produk Gof dan tidak berkeinginan untuk membeli produk Gof. Kemudian 75% responden berminat membeli produk Gof karena kualitasnya yang bagus. Berkaitan dengan kualitas produk, hasil pra survei dengan beberapa pelanggan distro 061 store menyatakan kualitas produk yang terkesan standar, model yang kurang up-to-date, bahan produk yang kurang bagus sehingga cepat pudar, serta tidak ada ciri khas produk yang mampu membedakan produk distro 061 store dengan distro lain, kemudian kurangnya promosi yang dilakukan oleh distro 061store. Selain kualitas produk, promosi yang kurang gencar dilakukan oleh 061store, dan, harga juga menjadi penyebab menurunya minat beli konsumen. Pelanggan distro 061 store rata-rata dari kalangan remaja, dimana sumber keuangannya untuk membeli produk masih dari orang tua, mereka mengatakan bahwa harga fashion Gof distro 061 store lebih mahal dari distro. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(27) 9. yang ada di sekitarnya tetapi tidak diimbangi dengan kualitas produk, tampilan atau model dari produk yang dijual. Dari hasil penelitian terdahulu, mengindifikasikan terjadinya research gap pada penelitian ini dan dapat dijelaskan sebagai berikut: 1.. Variabel kualitas produk terhadap minat beli konsumen, pernyataan dari hasil penelitian Wulandari, (2016) bahwa variable kualitas produk berpengaruh negatif dan signifikan terhadap minat beli.. 2.. Variabel kualitas produk terhadap minat beli konsumen, Parmin, (2013). Menyatakan bahwa kualitas produk berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap minat beli konsumen.. 3.. Variabel harga terhadap minat beli konsumen, pernyataan dari hasil penelitian Wardani, (2015) menyatakan bahwa harga tidak berpengaruh secara signfikan terhadap minat beli konsumen.. 4.. Variabel harga terhadap minat beli konsumen, Suharto, (2016). Menyatakan bahwa harga berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Menghadapi permasalahan tersebut, distro 061store harus mampu. meningkatkan kinerja pemasaranya demi. profitabilitas perusahaan di masa. mendatang terutama dalam hal kualitas produk dan harga. Selain itu diperlukan pemahaman yang serius dari pihak distro 061store terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan volume penjualan dengan cara meningkatkan minat beli konsumen.. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(28) 10. Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui sejauh mana kualitas produk, daya tarik iklan, dan harga berpengaruh terhadap minat beli konsumen pada produk GOF distro 061store di kota Medan. Untuk itu penulis melakukan penelitian dengan judul: “Pengaruh Kualitas Produk, Daya Tarik Iklan, dan Harga Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Produk Gof (Studi Kasus Distro 061 Store Kota Medan)”.. 1.2 Pertanyaan Penelitian Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah, maka pertanyaan dalam penelitian ini adalah: 1.. Apakah kualitas produk daya tarik iklan harga berpengaruh terhadap minat beli konsumen pada produk Gof?. 2.. Apakah kualitas produk berpengaruh terhadap minat beli konsumen pada produk Gof?. 3.. Apakah daya tarik iklan berpengaruh terhadap minat beli konsumen pada produk Gof?. 4.. Apakah harga berpengaruh terhadap minat beli konsumen pada produk Gof ?. 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang di atas dan permasalahan yang dikemukankan, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas produk terhadap minat beli konsumen pada produk Gof.. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(29) 11. 2.. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh daya tarik iklan terhadap minat beli konsumen pada produk Gof.. 3.. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh harga terhadap minat beli konsumen pada produk Gof.. 4.. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas produk, daya tarik iklan, dan harga terhadap minat beli konsumen pada produk Gof.. 1.4 Manfaat Penelitian 1.. Bagi Distro 061 Store Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai sumber referensi yang mampu memberikan informasi secara praktis kepada distro 061Store tentang faktor kualitas produk, daya tarik iklan, dan harga terhadap minat beli konsumen pada produk Gof fashion store.. 2.. Bagi Peneliti Diharapkan hasil penelitian ini untuk dapat mengaplikasikan antara teori yang diperoleh diperkuliahan dan dapat membandingkannya dengan kondisi rill dalam dunia perdagangan .. 3.. Bagi Penelitian Selanjutnya Hasil penelitian ini diharpakan bermanfaat sebagai pelengkap sumber referensi untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang bagaimana suatu pemasaran, terutama dibidang ekonomi manajemen dan dapat menerapkan ilmunya dalam penelitian ataupun dalam kemudian hari.. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(30) BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Uraian Teoretis 2.1.1 Defenisi Pemasaran Manajemen pemasaran merupakan aktivitas yang sangat penting bagi perusahaan untuk mencapai tujuanya. Sekarang sudah banyak pesaing yang memiliki produk yang sejenis, perusahaan harus bisa menentukan strategi yang tepat agar perusahaan bisa terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Perusahaan harus melakukan inovasi produk agar produk yang dijual sesuai dengan kebutuhan para konsumen dan dapat memuaskan mereka. Menurut Kotler (2016). Pengertian manajemen pemasaran adalah mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan sosial. Sedangkan menurut Tjiptono (2012), manajemen pemasaran merupakan sistem total aktivitas bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menetapkan harga, dan mendistribusikan produk, jasa dan gagasan yang mampu memuaskan keinginan pasar sasaran dalam rangka mencapai tujuan organisasional. Buchory (2010) menjelaskan bahwa pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial menyangkut individu atau kelompok untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang melalui penciptaan, penawaran dan pertukaran (nilai) produk dengan yang lain. Menurut Assauri (2010) pemasaran adalah hasil prestasi kerja kegiatan mengalirnya barang dari produsen kepada konsumen. Pemasaran adalah mengidentifikasikan dan memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Menurut Kotler (2016) adalah “marketing is meeting needs 12 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(31) 13. profitability“, maksudnya adalah pemasaran merupakan hal yang dilakukan untuk memenuhi setiap kebutuhan (kebutuhan konsumen) dengan cara yang menguntungkan semua pihak. Daryanto (2011) mendefinisikan pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. Berdasarkan uraian yang dikemukakan para ahli pemasaran di atas, peneliti sampai pada pemahaman bahwa pemasaran adalah suatu kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen melalui serangkaian proses menciptakan, menyampaikan, mengkomunkasikan produk (barang, jasa, atau ide), dan dengan cara yang menguntungkan guna mencapai tujuan. Definisi ini mempunyai beberapa pengertian penting : 1.. Seluruh sistem dari kegiatan bisnis harus berorientasi ke pasar atau konsumen. Keinginan konsumen harus diketahui dan dipuaskan secara efektif.. 2.. Pemasaran adalah proses bisnis yang dinamis, sebuah proses integral yang menyeluruh, bukan gabungan aneka fungsi dan pranata yang terurai. Pemasaran bukan kegiatan tunggal atau kegiatan gabungan. Pemasaran adalah interaksi hasil interaksi dari berbagai kegiatan.. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(32) 14. 3.. Program pemasaran dimulai dengan sebutir gagasan produk dan tidak terhenti sampai keinginan konsumen benar-benar terpuaskan, mungkin beberapa waktu setelah penjualan dilakukan.. 4.. Untuk. berhasil,. pemasar. harus. memaksimalkan. penjualan. yang. menghasilkan laba dalam jangka panjang. Jadi, pelanggan harus merasa kebutuhannya dipenuhi agar supaya perusahaan memperoleh kesinambungan usaha yang biasanya sangat vital bagi keberhasilan. Menurut Swasta,(2012) konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. Konsep pemasaran tersebut dibuat dengan menggunakan tiga faktor dasar, yaitu : 1.. Seluruh perencanaan dan kegiatan perusahaan harus berorientasi pada konsumen / pasar.. 2.. Volume penjualan yang menguntungkan harus menjadi tujuan perusahaan, dan bukannya volume untuk kepentingan volume itu sendiri.. 3.. Seluruh kegiatan pemasaran dalam perusahaan harus dikoordinasikan dan diintegrasikan secara organisasi.. 2.1.1.1 Manajemen Pemasaran Sebuah perusahaan akan menjadi sukses apabila di dalamnya terdapat manajemen pemasaran yang baik. Manajemen pemasaran pun menjadi pedoman dalam menjalankan kelangsungan hidup perusahaan sejak dimulainya proses produksi hingga barang sampai pada konsumen. Peran manajemen tidak bisa terpisahkan karena nantinya apabila dilaksanakan dengan baik, maka akan. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(33) 15. menjadi keuntungan tersendiri bagi perusahaan khususnya dan konsumen pada umumnya. Berikut ini adalah beberapa definisi yang dijelaskan oleh beberapa ahli mengenai pengertian manajemen pemasaran yang diantarannya sebagai berikut: Manajemen pemasaran menurut Kotler (2016) adalah sebagai seni dan ilmu. memilih. pasar. sasaran. dan. mendapatkan,. mempertahankan,. dan. menumbuhkan pelanggan melalui penciptaan, pengiriman, dan komunikasi nilai pelanggan yang unggul. Sedangkan menurut Buchory dan Saladin (2012), manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan, penerapan dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Pengertian lain yang dikemukakan oleh Ben M. Enis dalam Alma (2014) menyatakan bahwa manajemen pemasaran adalah proses untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh individu atau oleh perusahaan. Berdasarkan beberapa definisi tersebut, peneliti sampai pada pemahaman bahwa manajemen pemasaran merupakan ilmu yang dapat diaplikasikan dalam suatu organisasi atau perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan serta menumbuhkan pelanggan di perusahaan agar perusahaan dapat menjalankan kegiatan perusahaan secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan organisasi. 2.1.2 Bauran Pemasaran Di dalam kajian pemasaran terdapat salah satu strategi yang disebut marketing mix (bauran pemasaran). Marketing mix mempunyai peranan yang. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(34) 16. cukup penting dalam mempengaruhi konsumen untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkannya, demikian pula bagi keberhasilan suatu pemasaran baik pemasaran produk maupun untuk pemasaran jasa. Elemen-elemen bauran pemasaran terdiri dari semua variabel yang dapat dikontrol perusahaan untuk dapat memuaskan pelanggan sasaran, oleh sebab itu, setiap perusahaan harus memulai menyiapkan perencanaan bauran pemasaran yang rinci. Pengertian bauran pemasaran menurut Alma (2014) bauran pemasaran merupakan strategi mencampuri kegiatan-kegiatan pemasaran, agar dicari kombinasi maksimal sehingga mendatangkan hasil yang memuaskan. Lupiyoadi (2013) berpendapat bahwa bauran pemasaran merupakan perangkat/alat bagi pemasar yang terdiri atas berbagai unsur suatu program pemasaran yang perlu dipertimbangkan agar implementasi strategi pemasaran dan penentuan posisi yang ditetapkan dapat berjalan sukses. Definisi lain mengenai bauran pemasaran dikemukakan oleh Keller (2016) yaitu various marketing activities into marketing-mixtools of four broad kinds, which he called the four P of marketing: product, price, place, and promotion. Berikut ini adalah elemen-elemen bauran pemasaran atau marketing mix menurut Charty (2016) ada empat variabel dalam kegiatan bauran pemasaran yaitu: 1.. Product Suatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, agar. produk yang dijual mau dibeli, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi suatu keinginan atau kebutuhan konsumen.. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(35) 17. 2.. Price Sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat dari memiliki. atau menggunakan produk atau jasa yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar menawar, atau ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli. 3.. Place Tempat meliputi segala aktivitas perusahaan dalam membuat produk yang. akan tersedia untuk konsumen sasaran. Tempat dapat dikatakan sebagai salah satu aspek penting dalam proses distribusi. Dalam melakukan distribusi selalin melibatkan produsen secara langsung, melainkan akan melibatkan pula pengecer dan distributor. 4.. Promotion “Promotion refers to activities that communicate the merits of the product. and persuade target customers to buy it”. Maksud dari definisi tersebut adalah aktivitas yang digunakan untuk mengkomunikasikan informasi mengenai produk yang akan dijual kepada konsumen potensial. Selain untuk mengkomunikasikan informasi mengenai suatu produk, promosi juga digunakan sebagai sarana untuk membujuk dan mempengaruhi konsumen untuk mengkonsumsi produk. Berdasarkan penjelasan mengenai marketing mix tersebut, maka diketahui bahwa marketing mix terdiri atas beberapa komponen. Marketing mix untuk produk barang lebih dikenal dengan empat P (Product, Price, Place, Promotion), Komponen yang terdapat di dalam marketing mix tersebut saling mendukung dan mempengaruhi satu sama lain dan komponen tersebut dapat menentukan. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(36) 18. permintaan dalam suatu bisnis. dengan menggunakan unsur-unsur bauran pemasaran tersebut maka perusahaan akan memiliki keunggulan kompetitif dari pesaing karena dengan penerapan bauran pemasaran yang efektif dan efisien, maka suatu proses keputusan pembelian pun akan lebih memilih kepada produk perusahaan. Tjiptono (2014) menjelaskan bahwa “bauran pemasaran merupakan seperangkat alat yang dapat digunakan pemasar untuk menawarkan jasa kepada pelanggan, alat-alat tersebut dirancang untuk mencapai tujuan perusahaan”, bauran pemasaran terdiri dari product, pricing, promotion, place, pysical evidance, proces, customer service. 2.1.3 Kualitas Produk Pengertian kualitas produk memiliki inti pada upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan yang bertujuan untuk mengimbangi harapan pelanggan. Menurut Kotler (2016), kualitas produk adalah kemampuan sebuah produk dalam menerapkan fungsinya, hal ini termasuk keseluruhan durabilitas, reabilitas, ketepan, kemudahan pengoperasian, dan reparasi produk, juga atribut produk lainya. Sedangkan menurut Mowen (2012), kualitas produk merupakan proses evaluasi secara keselurhan kepada pelanggan atas perbaikan kinerja suatu produk. Handoko (2014) menyatakan bahwa kualitas adalah suatu kondisi dari sebuah barang ditentukan oleh tolak ukur penilaian atas kesesuaiannya dengan standar ukur yang telah diciptakan. Berdasarkan pendapat ini diketahui bahwa. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(37) 19. kualitas barang ditentukan oleh tolak ukur penilaian. Semakin sesuai dengan standar yang ditetapkan dinilai semakin berkualitas. 2.1.3.1 Dimensi Kualitas Produk Garvin (2014), untuk menentukan dimensi kualitas produk dapat melalui delapan indikator sebagai berikut: 1.. Kinerja (performance) Hal ini berkaitan dengan aspek fungsional suatu barang dan merupakan karakteristik utama yang dipertimbangkan pelanggan dalam membeli barang tersebut.. 2.. Fitur produk Aspek performasi yang berguna untuk menambah fungsi dasar, berkaitan dengan pilihan-pilihan produk dan pengembangannya.. 3.. Kehandalan (reability) Hal yang berkaitan dengan probabilitas atau kemungkinan suatu barang berhasil menjalankan fungsinya setiap kali digunakan dalam periode waktu tertentu dan dalam kondisi tertentu pula.. 4.. Kesesuaian (conformance) Hal ini berkaitan dengan tingkat kesesuian terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan keinginan pelanggan.. 5.. Daya tahan (durability) Suatu refleksi umur ekonomis berupa ukuran daya tahan atau masa pakai barang.. 6.. Kemampuan memperbaiki (servieceability). Karakteristik yang berkaitan. dengan kecepatan, kompetensi, kemudahan, dan akurasi dalam memberikan layanan untuk perbaikan barang.. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(38) 20. 7.. Keindahan (asthetics) Merupakan karakteristik yang bersifat sebyektif mengenai nilai-nilai estetika yang berkaitan dengan pertimbangan pribadi dan refleksi dari preferensi individu.. 8.. Kualitas yang dipersepsikan (perceived quality) Konsumen tidak selalu memiliki informasi yang lengkap mengenai atributatribut produk. Namun demikian, biasanya konsumen memiliki informasi tentang produk secara tidak langsung.. 2.1.3.2 Indikator Kualitas Produk Menurut Kolter (2016), indicator kualitas produk meliputi: 1.. Kinerja (performance) Dimensi. ini. menunjukan. tingkat. kegunaan. dasar. dari. suatu. produk.impelementasinya kinerja diartikan sebagai persepsi pelanggan terhadap manfaat dasar dari produk yang dikosumsinya misalnya kemudahan, dan kenyamanan yang diperoleh. Seperti minuman kesehatan yang mempelancar metabolisme tubuh. 2. Keistimewaan (Features) Sifat yang memunjang fungsi dasar produk, misalnya kelengkapan fasilitas pendukung seperti desain kemasan yang menarik pada produk sehingga membuat konsumen akan tertarik untuk membeli dan mengkonsumsi produk tersebut. 3. Keandalan (Rebility) Keandalan diartikan sebagai persepsi pelanggan terhadap keandalan produk yang dinyatakan dengan kualitas produk yang diproduksi oleh prusahaan,. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(39) 21. misalnya seperti mata air pilihan untuk dijadikan air mineral yang berkualitas. 4. Kesesuaian (Conformanceto specifications) Sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Misalnya, standar keamanan terpenuhi melalui uji laboratorium nasional BPOM dan sudah memenuhi standar kesehatan. 5. Daya tahan (Durability) Berkaitan. ketahanan. berapa. lama. produk. dapat. digunakan. atau. mencerminkan suatu ukuran usia operasi produk yang diharapkan dalam kondisi normal. Waktu garansi atau jaminan produk tidak rusak sebelum masa kadaluarsa yang telah ditetapkan, mencakup umur berapa lama produk tersebut dapat digunakan. Produk memiliki arti penting bagi perusahaan karena tanpa produk, perusahaan tidak dapat melakukan kegiatan usahanya. Tentu dalam memilih sebuah produk konsumen akan mempertimbangkan manfaat yang ia dapatkan dari produk tersebut, maka dari itu dalam membuat sebuah produk harus disesuaikan dengan keinginan ataupun kebutuhan konsumen. Dengan kata lain, pembuatan produk lebih baik diorientasikan pada keingina pasar atau selera konsumen. Kualitas pruduk menjadi salah satu tolak ukur penting bagi kesuksesan sebuah perusahaan. Karena dengan kualitas produk yang baik, perusahaan akan mampu bersaing dengan para pesaingnya. Perusahaan juga harus melakukan. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(40) 22. inovasi baru terhadap produk yang mereka tawarkan karena konsumen cenderung bersikap kritis terhadap produk-produk yang beredar di pasar. Kualitas juga menjadi salah satu alat utama pemasaran untuk melakukan positioning. Dalam pengembangan suatu produk, pemasar awalnya harus memilih tingkat kualitas yang akan mendukung posisi produk dipasaran. Di sini, kualitas produk berarti kualitas kinerja dimana memiliki arti kemampuan produk dalam menjalankan fungsinya. Selain itu, kualitas yang tinggi dapat pula berarti tingkat dari. konsistensi. kualitas. tersebut.. Kualitas. produk. berarti. kesesuaian. (conformance quality) yaitu bebas dari kerusakan serta konsisten dalam memberikan tingkat kerja yang ditargetkan. Mutu atau kualitas dipengaruhi oleh faktor-faktor yang menentukan bahwa suatu barang dapat memenuhi tujuannya. Mutu atau kualitas merupakan tingkatan. pemuasan. suatu. barang.. Ada. beberapa. faktor-faktor. yang. mempengaruhi kualitas produk, antara lain : 1.. Proses pembuatan produk dan perlengkapan serta pengaturan yang digunakan dalam proses produksi.. 2.. Aspek Penjualan. Apabila kualitas dari barang yang dihasilkan dari barang terlalu rendah akan dapat menyebabkan berkurangnya penjualan. Sebaliknya apabila kualitas dari barang yang dihasilkan dari barang terlalu tinggi membuat harga jual semakin mahal sehingga jumlah yang terjual karena kemampuan beli terbatas.. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(41) 23. 3.. Perubahan Permintaan Konsumen. Konsumen atau pemakai sering menginginkan adanya perubahanperubahan barang yang dipakainya baik berupa kuantitas maupun kualitas.. 4.. Peranan Inspeksi. Selain dapat mengawasi atau menjadi kualitas standar yang telah ditetapkan juga berusaha untuk memperkecil biaya produksi.. 2.1.4 Definisi Produk Produk memiliki arti penting bagi perusahaan karena tanpa produk, perusahaan tidak dapat melakukan kegiatan usahanya. Tentu dalam memilih sebuah produk konsumen akan mempertimbangkan manfaat yang ia dapatkan dari produk tersebut, maka dari itu dalam membuat sebuah produk harus disesuaikan dengan keinginan ataupun kebutuhan konsumen. Dengan kata lain, pembuatan produk lebih baik diorientasikan pada keingina pasar atau selera konsumen. Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan Kotler, (2016). Produk merupakan elemen dasar dan penting dari bauran pemasaran, dikatakan penting karena dengan produk perusahaan dapat menetapkan harga yang sesuai, mendistribusikan dan menentukan komunikasi yang tepat untuk pasar sasaran. Produk diciptakan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dan keingina konsumen.. Tjiptono (2014) mendefinisikan produk adalah segala. sesuatu yang ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dibeli, dan dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(42) 24. bersangkutan. Produk terdiri atas barang, jasa, pengalaman, events, orang, tempat, kepemilikan, organisasi, informasi, dan ide. Dalam merencanakan penawaran pasar, pemasar perlu berpikir melalui lima tingkatan produk. Tiap tingkatan menambahkan lebih banyak nilai pelanggan dan kelimanya membentuk suatu hierarki nilau pelanggan. Tjiptono (2014) berpendapat bahwadalam merencanakan penawaran atau produk, pemasar perlu memahami lima tingkatan produk yaitu: 1.. Produk inti (core benefit), yaitu manfaat yang sebenarnya dibutuhkan dan akan dikonsumsi oleh pelanggan dari setiap produk.. 2.. Produk generik, yaitu produk dasar yang mampu memahami fungsi produk yang mampu memahami fungsi produk minimal agar dapat berfungsi.. 3.. Produk harapan (expected product), yaitu produk formal yang ditawarkan dengan berbagai atribut dan kondisinya secara normal (layak) diharapkan dan disepakati untuk dibeli.. 4.. Produk pelengkap (augmented product), yakni berbagai atribut pokok yang dilengkapi atau ditambahi berbagai manfaat dan layanan, sehingga dapat memberikan tambahan dan kepuasan serta dapat dibedakan dengan produk pesaing.. 5.. Produk potensial, yaitu segala macam tambahan dan perubahan yang mungkin dikembangkan untuk suatu produk dimasa datang. Produk adalah apapun yang dapat ditawarkan pada pasar untuk. memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen Widiyono, (2013). Produk yang dipasarkan termasuk barang fisik, barang jasa, pengalaman, peristiwa, orang,. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(43) 25. tempat, property, organisasi, informasi, dan ide atau gagasan. Konsumen membeli produk lebih karena nilai yang terkandung di dalam produk tersebut. 2.1.4.1 Tingkatan Produk Perusahaan harus mengetahui beberapa tingkatan produk ketika akan mengembangkan produknya. Tujuanya adalah mengetahui dengan jelas produk seperti apa yang ingin ditawarkan perusahaan kepada konsumen. Produk memiliki 5 (lima) tingkatan. Produk tersebut harus memiliki keunikan dibandingkan dengan perusahaan lain. Sehingga konsumen akan tetap memilih produk perusahaan tersebut dibandingkan dengan produk lain. Untuk lebih jelasnya berikut gambar 5 tingkatan produk menurut Kotler dan Keller (2016) :. Gambar 2.1 Tingkatan Produk. Sumber : Kotler & Keller (2016) 1.. Core Benefit/ Manfaat Inti Manfaat yang sebenarnya dibutuhkan dan akan dikonsumsi oleh pelanggan dari setiap produk.. 2.. Basic Product/ Produk Dasar. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(44) 26. Produk dasar yang mampu memenuhi fungsi pokok produk yang paling dasar. 3.. Expected Product/ Produk yang Diharapkan Produk formal yang ditawarkan dengan berbagai atribut dan kondisi secara normal yang diharapkan dan disepakati untuk dibeli dan serangkaian atributatribut produk dan kondisi-kondisi yang diharapkan oleh pembeli pada saat membeli produk.. 4.. Augmented Product/ Tambahan Atribut Produk Berbagai atribut produk yang dilengkapi atau ditambahkan dengan berbagai manfaat dan layanan, sehingga dapat memberikan tambahan kepuasan dan dapat dibedakan dengan produk pesaing.. 5.. Potential Product/ Potensi Produk Segala macam tambahan dan perubahan yang mungkin dikembangkan untuk suatu produk dimasa mendatang, atau semua argumentasi dan perubahan bentuk yang dialami oleh suatu produk dimasa datang.. 2.1.5 Daya Tarik Iklan Secara umum iklan dapat diartikan sebagai bentuk kegiatan dalam mengkomunikasikan, menarik perhatian dan membujuk sebagian atau seluruh masyarakat untuk mengambil tindakan dalam merespon ide, barang, atau jasa yang dipresentasikan. Junaedi (2013) mengungkapkan bahwa iklan sebagai struktur dan komposisi komunikasi informasi yang bersifat nonpersonal, umumnya dilakukan dengan berbayar yang dicirikan dengan persuasif, berisi tentang produk (barang,. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(45) 27. jasa, dan ide) yang diidentifikasikan sebagai sponsor melalui berbagai media. Komponen-komponen dalam definisi tentang iklan yaitu : 1.. Suatu bentuk komunikasi. Secara aktual, iklan dibentuk dengan sangat terstruktur dari komunikasi verbal maupun non verbal yang disusun untuk memenuhi format waktu dan ruang yang spesifik yang ditentukan oleh pihak sponsor.. 2.. Iklan diarahkan pada kelompok khalayak dan bukan ditujukan pada individu tertentu. Dikarenakan tujuan yang lebih mengarah pada kelompok inilah iklan lebih bersifat non personal atau merupakan bentuk dari komunikasi massa.. 2.1.5.1 Tujuan Iklan Iklan dibuat dengan tujuan sebagai media untuk mendorong hard sell yang bagus. Untuk mencapai hal ini, secara minimal iklan harus mempunyai kekuatan untuk mendorong, mengarahkan, dan membujuk khalayak untuk mengakui kebenaran pesan dari iklan, dan secara maksimal dapat mempengaruhi kesadaran khalayak untuk mengkonsumsi produk dan jasa yang diiklankan. Menurut Junaedi (2013) tujuan iklan yaitu: 1.. Sebagai media informasi Iklan ditujukan untuk menginformasikan suatu produk barang dan jasa kepada khalayak. Tidak hanya dalam produk tetapi juga hal lainnya.. 2.. Untuk mempengaruhi konsumen Iklan dapat mengarahkan konsumen untuk mengkonsumsi produk barang atau jasa tertentu, atau mengubah sikap agar sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pengiklan.. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(46) 28. 3.. Untuk mengingatkan konsumen Iklan ditujukan agar konsumen selalu mengingat produk tertentu sehingga tetap setia mengkonsumsinya. Tjiptono (2014) berpendapat bahwa iklan memiliki tiga tujuan utama,. yaitu menginformasikan produk yang ditawarkan dan menciptakan permintaan awal, membujuk dan mempengaruhi konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan, serta mengingatkan konsumen mengenai keberadaan suatu produk serta berupaya melekatkan nama atau merek produk tertentu di benak konsumen. Dendy (2010) juga mengungkapkan ada lima fungsi periklanan sebagai berikut: 1.. Memberikan informasi atas produk. 2.. Membujuk atau mempengaruhi konsumen untuk mengkonsumsi produk.. 3.. Memuaskan keinginan (orang ingin mengetahui kandungan gizi, vitamin atau suatu produk). 4.. Merupakan alat konsumsi. 5.. Menjaring khalayak Dari penjelasan di atas dapat dijelaskan bahwa daya tarik iklan. (advertising appeal) mengacu pada pendekatan yang digunakan untuk mendapatkan perhatian konsumen atau memengaruhi perasaan mereka pada suatu merek tertentu (barang dan jasa). Suatu daya tarik iklan juga dapat pula dipahami sebagai sesuatu yang dapat menggerakan orang, membangkitkan ketertarikan mereka dan berbicara mengenai keinginan atau kebutuhan mereka Morrisan, (2010).. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(47) 29. 2.1.5.2 Indikator Daya Tarik Iklan Daya Tarik Iklan adalah Informasi secara tidak langsung yang dibuat sedemikian rupa yang didasari pada informasi tentang keunggulan atau keuntungan sebuah produk. Variabel daya tarik iklan diukur melalui indikator Simarmata, (2016). 1.. Iklan menarik. 2.. Bintang iklan menarik. 3.. Pesan iklan dapat dipercaya Iklan dapat membujuk Daya tarik iklan dapat didefinisikan sebagai seberapa besar iklan yang. dibuat oleh perusahaan mampu menarik perhatian dan memukau permirsannya melalui penggunaan bintang iklan serta musik pendukung lain tersebut Santoso, (2012). Menon (2010) menyatakan bahwa daya tarik iklan digunakan untuk mempengaruhi perasaan, membujuk, serta mempertahankan gambaran produk di benak konsumen. Daya tarik merupakan pendekatan yang diterapkan dalam iklan untuk membuat konsumen tertarik tehadap suatu produk. 2.1.5.3 Dimensi Daya Tarik Iklan Shimp (2014) membagi daya tarik yang diterapkan dalam periklanan sebagai berikut: 1.. Daya tarik pendukung (endorser) dengan menggunakan tokoh popular untuk mendukung iklan tersebut seperti selebriti, kalangan expert maupun non selebriti. Dua atribut khusus yang harus dimiliki endorser yaitu attractiveness (menarik) dan trustworthiness (kelayakan untuk dipercaya).. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(48) 30. 2.. Daya tarik rasional atau sering disebut daya tarik informasional berfokus pada kebutuhan praktis konsumen akan produk atau jasa yang mengelaborasi atribut atau manfaat produk. Daya tarik ini mengasumsikan pemrosesan komunikasi di pihak konsumen bersifat sangat rasional.. 3.. Daya tarik emosional atau disebut juga daya tarik transformasional mengelaborasikan manfaat atau citra merek yang tidak berhubungan dengan produk. Bendixen (2008) menyatakan untuk melakukan pendekatan kepada. konsumen dan agar pesan mudah diterima, perlu juga digunakan daya tarik (appeals). Daya tarik yang digunakan dalam pesan iklan harus memiliki tiga karakteristik: 1.. Daya tarik itu bermakna (meaningful), yaitu menunjukkan manfaat yang membuat konsumen lebih menyukai atau lebih tertarik pada produk itu.. 2.. Daya tarik itu harus khas/berbeda (distinctive), harus menyatakan apa yang membuat produk lebih baik dari produk-produk pesaing.. 3.. Pesan iklan itu harus dapat dipercaya (believable), yaitu menunjukkan kebenaran iklan mengenai produk yang ditampilkan. Menurut Bittner (2015), ada dua jenis iklan yaitu iklan standar dan iklan. layanan masyarakat. Iklan standar adalah iklan yang didata secara khusus untuk keperluan memperkenalkan barang, jasa, pelayanan untuk konsumen melalui media periklanan. Dalam kata lain iklan ini memiliki keuntungan ekonomis. Sementara iklan layanan masyarakat yaitu iklan yang bersifat non-profiit. Disebut. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(49) 31. non-profit karena iklan ini tidak mencari keuntungan komersial secara langsung. Namun keuntungan iklan ini dituju pada keuntungan sosial. Berdasarkan media yang digunakan, iklan dibagi menjadi dua jenis. Widyatama (2011), yaitu sebagai berikut: 1.. Iklan Cetak Yang dimaksud iklan cetak yaitu iklan yang dibuat dan dipasang dengan. menggunakan teknik cetak, baik cetak dengan teknologi sederhana maupun dengan teknologi tinggi. Media yang digunakan dalam teknik cetak tersebut sangat beragam, mulai dari kertas, pelat metal, kulit, plastik, kaca dan, kain. Iklan yang dibuat dengan menggunakan teknik cetak ini, pada akhirnya lebih popular disebut dengan nama sesuai dengan bentuk format media ceak. Beberapa bentuk iklan cetak yaitu: iklan cetak surat kabar. Iklan cetak majalah, iklan cetak baliho, iklan cetak poster dan berbagai iklan cetak lainya. 2.. Iklan Elektronik Disebut iklan elektronik, kearena media yang digunakan sebagai tempat. dipasangnya pesan iklan adalah menggunakan media yang berbasis perangkat elektronik. 2.1.6 Definisi Harga Harga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian seseorang. Konsumen akan membeli suatu produk yang sesuai dengan kemampuannya. Perusahaan harus mempertimbangkan hal ini, karena dalam persaingan harga yang ditawarkan pesaing bisa dengan harga yang lebih rendah dengan kualitas yang sama dan bisa dengan harga yang lebih tinggi. Harga. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(50) 32. sifatnya fleksibel dimana setiap saat dapat berubah dengan sendirinya. Harga merupakan label yang ada dalam sebuah produk yang harus dibayar agar bisa mendapatkan produk/jasa. Harga merupakan faktor yang berpengeraruh signifikan pada minat beli konsumen sering melakukan perbandingan harga produk sebelum melakukan pembelian. Value adalah nilai suatu produk untuk ditukarkan dengan produk lain. Nilai ini dapat dilihat dalam situasi barter yaitu pertukaran antar barang dengan barang, namun saat ini barter tidak dilakukan lagi. Tetapi saat ini sudah menggunakan uang sebagai ukuran yang disebut harga untuk bisa mendapatkan suatu produk. berikut pengertian harga menurut beberapa ahli. Harga menurut Alma (2016) adalah nilai suatu barang yang dinyatakan dengan uang. Pengertian lain tentang harga menurut Daryanto (2013) mendefinisikan harga sebagai jumlah uang yang dibagikan untuk suatu produk atau sejumlah nilai yang dipertukarkan konsumen untuk manfaat memiliki atau menggunakan produk. Sedangkan menurut Kotler (2016) yang dimaksud harga adalah jumlah uang yang dikenakan untuk suatu produk atau layanan, jumlah nilai yang ditukarkan oleh pelanggan untuk mendapatkan atau menggunakan produk atau layanan. Dari beberapa teori di atas maka peneliti sampai dalam pemahaman bahwa harga adalah nilai dari suatu produk dalam bentuk uang yang harus dikeluarkan konsumen guna mengkonsumsi produk tersebut, sedangkan dari produsen atau pedagang harga dapat menghasilkan pendapatan.. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(51) 33. 2.1.6.1 Peranan Harga Harga memiliki dua peranan utama dalam proses pengambilan keputusan para pembeli, yaitu peranan alokasi dan peranan informasi menurut Tjiptono (2014). Untuk itu peranan harga sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu perusahaan dalam menjual produknya. 1. Peranan alokasi dari harga, yaitu fungsi harga dalam membantu para pembeli untuk memutuskan cara memperoleh manfaat tertinggi yang diharapkan berdasarkan daya belinya. Dengan demikian dengan adanya harga dapat membantu para pembeli untuk memutuskan cara mengalokasikan daya belinya pada berbagai jenis barang atau jasa. Pembeli membandingkan harga dari berbagai alternatif yang tersedia, kemudian memutuskan alokasi dana yang dikehendaki. 2. Peranan informasi dari harga, yaitu fungsi harga dalam “mendidik” konsumen mengenai faktor-faktor produk, seperti kualitas. Hal ini terutama bermanfaat dalam situasi dimana pembeli mengalami kesulitan untuk menilai faktor produksi atau manfaatnya secara objektif. Persepsi yang sering berlaku menurut Tjiptono (2014) adalah bahwa harga yang mahal mencerminkan kualitas yang tinggi. Berdasarkan peranan harga tersebut maka konsumen bisa dengan mudah untuk mengambil keputusan apakah suatu produk layak untuk dibeli atau tidak oleh konsumen.. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(52) 34. Kotler (2016) mendefinisikan harga sebagai sesuatu yang dapat diukur yang terdiri dari beberapa indikator, seperti harga terjangkau, harga wajar, harga diskon, harga pesaing, dan kesesuaian harga. 2.1.6.2 Dimensi Harga Menurut Tjiptono (2014) harga adalah salah satu elemen bauran pemasaran membutuhkan pertimbangan yang cermat dengan beberapa dimensi strategik harga berikut : 1.. Harga merupakan pernyataan nilai dari suatu produk.. 2.. Harga merupakan aspek yang tampak jelas bagi para pembeli.. 3.. Harga adalah determinan utama permintaan.. 4.. Harga berkaitan langsung dengan pendapatan dan laba.. 5.. Harga bersifat fleksibel, artinya bisa disesuaikan dengan cepat.. 6.. Harga mempengaruhi citra dan strategi positioning.. 7.. Harga merupakan konflik nomor satu yang dihadapi para manajer. Harga merupakan sejumlah uang yang harus dibaya oleh konsumen untuk. mendapatkan produk Ginting (2012). Bila suatu produk mengharuskan konsumen mengeluarkan biaya yang lebih besar dibanding manfaat yang diterima, maka yang terjadi adalah bahwa produk tersebut memiliki nilai negatif. Perusahaan harus menetapkan harga yang sesuai dengan nilai yang diberikan dan dipahami pelanggan. Jika harganya ternyata lebih tinggi daripada nilai yang diterima, perusahaan akan kehilangan kemungkinan untuk memetik laba, jika harganya ternyata terlalu rendah daripada nilai yang diterima, perusahaan tidak akan berhasil. menuai. kemungkinan. memperoleh. laba.. Perusahaan. harus. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(53) 35. mempertimbangkan banyak faktor dalam menentukan kebijakan harga. Ada 6 langkah prosedur dalam menentukan kebijakan penatapan harga Kotler (2016), yaitu : 1.. Memilih tujuan penetapan harga. Perusahaan memutuskan dimana ingin memposisikan tawaran pasarnya. Makin jelas tujuan suatu perusahaan, makin mudah menetapkan harga. Perusahaan dapat mengharapkan salah satu dari lima tujuan utama melalui penetapan harga: kelangsungan hidup, laba maksimum sekarang, pangsa pasar maksimum, menguasai pasar secara maksimum, atau kepemimpinan mutu produk.. 2.. Menentukan permintaan. Setiap harga akan menghasilkan tingkat permintaan yang berbeda dan karena itu mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap tujuan pemasaran suatu perusahaan.. 3.. Memperkirakan biaya. Permintaan menentukan batas harga tertinggi yang dapat dikenakan perusahaan untuk produksinya. Biaya menentukan batas terendahnya. Perusahaan ingin menetapkan harga yang menutupi biaya produksi, distribusi, dan penjualan produk, termasuk laba yang lumayan untuk upaya dan risikonya.. 4.. Menganalisa biaya, harga, dan tawaran pesaing. Dalam. rentang. kemungkinan-kemungkinan. harga. yang. ditentukan. permintaan pasar dan biaya perusahaan, perusahaan harus memperhitungkan. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(54) 36. biaya, harga dan kemungkinan reaksi harga pesaing. Perusahaan seharusnya pertama-tama mempertimbangkan harga pesaing terdekat. 5.. Memilih metode penetapan harga. Dengan adanya ketiga, jadwal permintaan pelanggan (customer’s demand schedule), fungsi biaya (cost function), dan harga pesaing (competitor’s prices) perusahaan siap memilih harga.. 2.1.6.3 Tujuan Penetapan Harga Menurut Kotler (2016) perusahaan harus memikirkan dimana ia akan memposisikan penawaran pasarnya. Semakin jelas tujuan perusahaan, maka akan semalkin mudah penetapan harga. Perusahaan dapat mengerjar lima tujuan utama melalui: 1.. Kelangsungan hidup (survival) Penentuan harga ditunjukan untuk mencapai tingkat keuntungan yang diharapkan untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan. 2.. Memaksimalkan keuntungan (profit maximization) Penentuan harga untuk menjamin tercapainya keuntungan maksimal dalam periode waktu tertentu. Priode yang ditentukan akan tergantung pada siklus hidup dari produk yang bersangkutan.. 3.. Memaksimalkan pangsa pasar (maximum market share) Penentuan harga untuk membangun pangsa pasar. Perusahaan percaya bahwa meningkatkan volume penjualan akan menuju pada biaya per unit yang leih rendah dan profit jangka panjang yang lebih tinggi.. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(55) 37. 4.. Kepemimpinan kualitas produk (leadership in product quality) Penentuan harga untuk ditujukan untuk pencapaian kepemimpinan kualitas produk. Beberapa merek berupaya menunjukan bahwa produk mereka merupakan kemewahan yang terjangkau produk dicirikan oleh persepsi yang tinggi tetapi dalam jangkuan konsumen.. 5.. Memaksimalkan market skimming (maximum market skimming) Perusahaan berusaha untuk memperkenalkan teknologi baru sehingga dapat menetapkan harga tinggi untuk memaksimalkan market skimming.. 2.1.6.4 Indikator Harga Kotler (2016) mendefinisikan harga sebagai sesuatu yang dapat diukur yang terdiri dari beberapa indikator, seperti harga terjangkau, harga wajar, harga diskon, harga pesaing, dan kesesuaian harga. 1.. Keterjangkauan harga yaitu apabila harga suatu produk yang ditetapkan oleh perusahaan masih dapat dibeli atau dijangkau oleh konsumen. Sehingga aspek penetapan harga yang dilakukan oleh produsen/penjual yang sesuai dengan kemampuan beli konsumen.. 2.. Harga wajar Adalah harga produk yang ditawarkan dapat dikategorikan wajar (realistis).. 3.. Harga diskon adalah pengurangan harga yang diberikan oleh penjual kepada pembeli sebagai penghargaan atas aktivitas tertentu dari pembeli yang menyenangkan bagi penjual. Biasanya harga diskon bersifat musiman.. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(56) 38. 4.. Daya saing harga adalah ketika harga yang ditetapkan oleh perusahaan dapat bersaing, sehingga produk yang ditawarkan oleh produsen/penjual yang berbeda maka produk mampu bersaing dengan jenis produk yang sejenis.. 5.. Kesesuaian harga dengan spesifikasi adalah ketika harga yang ditawarkan kepada konsumen sesuai dengan spesifikasi yang diperoleh konsumen.. 2.1.7 Defenisi Minat Beli Minat beli (purchase intention) merupakan bagian dari komponen perilaku dalam sikap mengkonsumsi. Minat beli konsumen adalah tahap dimana konsumen membentuk pilihan mereka diantara beberapa merek yang tergabung dalam perangkat pilihan, kemudian pada akhirnya melakukan suatu pembelian pada suatu altenatif yang paling disukainya atau proses yang dilalui konsumen ntuk membeli suatu barang atau jasa yang didasari oleh bermacam pertimbangan Sukmawati, (2012). Julianti, (2014) mengemukakan bahwa minat beli merupakan sesuatu yang berhubungan dengan rencana konsumen untuk membeli produk tertentu serta berapa banyak unit produk yang dibutuhkan pada periode tertentu. Seorang konsumen tidak dengan sendirinya memiliki keputusan dalam pembelian barang atau jasa. Terlebih dahulu konsumen mencara informasi dari orang terdekat atau orang yang benarbenar dipercaya untuk membantunya dalam pengambilan keputusan Putra, (2017). 2.1.7.1 Indikator Minat Beli Menurut Kanuk (2013) minat beli dianggap sebagai pengukuran kemungkinan konsumen membeli produk tertentu, dimana tingginya minat beli. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi yang dapat memberikan suatu informasi yang bermanfaat bagi pihak lain yang ingin melakukan penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran berupa pengetahuan, data atau informasi yang bermanfaat, serta untuk menambah referensi mengenai

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber referensi dan informasi bagi penelitian selanjutnya mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi maupun bahan bacaan yang bermanfaat, sehingga dapat memperdalam informasi dan pemahaman mengenai

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber referensi dan informasi bagi penelitian selanjutnya mengenai pembahasan faktor- faktor yang mempengaruhi

Manfaat praktis dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan informasi, saran serta kontribusi yang bermanfaat bagi unit kerja pelaksana pengadaan

Manfaat teoritis Hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat sebagai sumber informasi dan sarana dan referensi untuk pengaplikasian ilmu yang telah didapat kepada pihak – pihak

1.4.2 Manfaat Praktis Studi Literatur ini diharapkan dapat bermanfaat dan memberikan informasi terhadap pembaca atau masyarakat umum mengenai aktivitas antibakteri ekstrak tumbuhan