BAB III METODELOGI PENELITIAN
F. Tata Cara Penelitian
Tahap ini dilakukan dengan mengumpulkan informasi mengenai keadaan lokasi penelitian serta hal-hal yang berkaitan dengan penelitian. Hal-hal tersebut antara lain jumlah responden yang memenuhi kriteria inklusi dan waktu yang tepat untuk mengambil data serta mengetahui batas wilayah daerah pengambilan data.
Penelitian mengenai pengaruh tingkat pendidikan terhadap tingkat pengetahuan mengenai antibiotika di Kecamatan Gondokusuman ini dimulai dengan melakukan pengamatan ke beberapa wilayah dan meminta izin kepada dinas perizinan, kantor Kecamatan Gondokusuman, kantor kelurahan, serta kepada ketua RT setempat. Surat keputusan izin penelitian diberikan oleh Dinas Perizinan dimulai dari bulan Maret 2011 sampai dengan bulan Juni 2011, dimana ijin tersebut harus diketahui oleh pejabat kelurahan dan ketua RT.
2. Penetapan besar sampel
Penetapan besar sampel dilakukan secara random dengan metode cluster sampling. Pertama-tama dihitung jumlah RT secara keseluruhan dalam Kecamatan tersebut. Dari total jumlah RT, akan diambil sebanyak 10% secara random untuk di cluster. Dari setiap RT yang terpilih akan diambil 10% populasi yang memenuhi kriteria inklusi untuk dijadikan sampel uji. Jumlah RT di Kecamatan Gondokusuman adalah sebanyak 274 RT sehingga akan diambil 28 RT untuk dijadikan lokasi pengambilan sampel. Dua puluh delapan RT tersebut di
ambil menggunakan tabel random. Setiap RT yang menjadi sampel penelitian diambil 10% dari keseluruhan masyarakat yang masuk kriteria inklusi penelitian. Selanjutnya setelah diketahui jumlah responden pada setiap RT, pengambilan sampel untuk data penelitian dilakukan secara purposive. Hal ini dikarenakan peneliti kurang mampu menjangkau seluruh masyarakat.
Sampel diambil dari 5 kelurahan yang terdapat di Kecamatan Gondokusuman yaitu: kelurahan Klitren, kelurahan Terban, kelurahan Demangan, kelurahan Kota Baru, dan kelurahan Baciro.
3. Uji pemahaman bahasa
Uji bahasa kuesioner dilakukan dengan mengujikan kuesioner yang sudah dibuat kepada 15 orang dengan kriteria inklusi yang ditetapkan yaitu pendidikan terakhir minimal SD. Namun, uji pemahaman bahasa ini tidak dilakukan di lokasi penelitian. Uji pemahaman bahasa dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman responden terhadap maksud atau tujuan pernyataan yang dibuat oleh peneliti. Hasil uji pemahaman bahasa diketahui bahwa bahasa yang digunakan dalam kuesioner tersebut dapat dimengerti oleh responden.
4. Validasi instrumen
Validitas yang akan dicapai oleh peneliti dalam penelitian ini adalah validitas isi. Validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau melalui professional judgement. Professional judgementyang dimaksud adalah seorang apoteker. Pertanyaan yang
dicari jawabannya dalam validasi ini adalah sejauh mana item dalam tes mencakup keseluruhan kawasan isi dan tidak keluar dari batasan tujuan pengukuran. Validitas isi yang dicapai oleh tes tergantung pada penilaian subjektif individual. Hal ini dikarenakan validitas isi tidak memerlukan perhitungan statistik namun menggunakan analisis rasional. Validitas ini didasarkan pada penilaian ahli bidang tersebut (Azwar, 2007).
5. Reliabilitas instrumen
Uji reliabilitas digunakan untuk menguji konsistensi dari instrumen. Semakin tinggi koefisien reliabilitas berarti semakin reliabel instrumen tersebut. Koefisien reliabilitas dinyatakan dengan angka dalam rentang dari 0 sampai 1,00. Kuesioner dikatakan reliabel jika nilai r-nya (nilai reliabilitasnya) semakin mendekati 1,00 dan sebaliknya jika nilai r-nya semakin mendekati 0 berarti reliabilitasnya semakin rendah. Para ahli merekomendasikan nilai reliabilitas diatas 0,7 (Umar, 2010).
Uji reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji reliabilitas terpakai yaitu hasil uji responden sekaligus dipakai untuk uji reliabilitas. Uji reliabilitas terpakai ini digunakan untuk menghemat waktu karena terbatasnya waktu penelitian dan luasnya cakupan wilayah penelitian.
Reliabilitas instrumen dilakukan pada 30 responden dan dihitung menggunakan alat ukur uji statistik Cronbach Alpha. Berdasarkan hasil uji reliabilitas pada penelitian ini sebesar 0,759 dan lebih besar dari r-tabelnya yaitu
0,361. Angka ini menunjukkan bahwa alat ukur yang digunakan oleh peneliti dapat dinyatakan reliabel.
6. Penyebaran kuesioner
Penyebaran kuesioner dilakukan oleh peneliti ke 22 RT yang sudah dipilih secara acak. Pengisian kuesioner dilakukan sendiri oleh responden dengan ditunggui oleh peneliti agar peneliti dapat memeriksa kelengkapan data responden dan mengurangi kesalahan karena ketidakpahaman responden akan maksud pernyataan dalam kuesioner. Kuesioner langsung dikumpulkan segera setelah responden mengisinya sehingga jumlah kuesioner yang disebar sama dengan jumlah kuesioner yang kembali. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan bias akibat responden mengumpulkan informasi dari media informasi yang ada untuk menjawab pernyataan dalam kuesioner yang diberikan karena variabel yang ingin diukur adalah pengetahuan responden mengenai antibiotika sampai saat itu.
7. Analisis Hasil a. Scoring
Setelah responden menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peneliti, peneliti melakukan scoring. Cara scoringuntuk pertanyaan nomor 1-25 adalah dengan memberikan nilai 1 pada pertanyaan yang dijawab secara benar oleh responden dan memberikan nilai 0 pada responden yang menjawab
pertanyaan dengan pilihan jawaban yang salah; Sedangkan pertanyaan no 26-40 nilai 1 diberikan pada jawaban “Ya” dan nilai 0 (nol) pada jawaban “Tidak”.
b. Uji normalitas
Uji normalitas yang dilakukan pada data penelitian ini untuk mengetahui apakah data yang telah didapat pada saat penelitian ini normal atau tidak. Uji normalitas juga digunakan untuk mengecek apakah data penelitian berasal dari populasi sebaran yang normal. Pengujian normalitas pada data ini dengan menggunakan statistic nonparametric yaitu dengan menggunakan teknik Kolmogorof-Smirnovdengan bantuan komputer (Dahlan, 2009).
Tabel I. Uji Normalitas Pada Tingkat Pendidikan Dan Tingkat Pengetahuan
Variabel Z Sig. (P) Keterangan
Tingkat pengetahuan 1,045 0,225 normal
Tingkat pendidikan 3,579 0,000 tidak normal
Dari tabel di atas, sebaran data pada variabel tingkat pendidikan memiliiki nilai p < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa sebaran data pada variabel tingkat pendidikan tidak normal; Sedangkan sebaran data pada variabel tingkat pengetahuan memiliki nilai p > 0,05 dan hasil ini menunjukkan bahwa variabel tingkat pengetahuan normal. Adanya variabel yang memiliki sebaran tidak normal, menjadi dasar bagi peneliti untuk menganalisis data korelasi Spearman Rank (Patria, 2010).
c. Uji Hipotesis
Uji Hipotesis dilakukan menggunakan uji Spearman karena sebaran data yang diperoleh tidak normal (Umar, 2010).