BAB II : PERALIHAN HAK ATAS SAHAM PADA PERSEROAN
E. Tata Cara Peralihan Hak atas Saham
1. Pengalihan Hak Benda Bergerak
Saham memiliki sifat sebagai benda bergerak menurut pasal 511 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHP) sehingga dalam kedudukan nya kepemilikan saham juga dapat dipindah tangan kan. Hal ini merupakan salah satu wujud bahwa kedudukan saham sebagai benda bergerak tidak serta merta dapat dipindah tangan kan tanpa melalui mekanisme dan pengaturan yang jelas. Pasal 36 ayat 1 (satu) serta ayat 2 (dua) juga mengatakan bahwa kepemilikan saham juga tidak bisa serta merta dipindah tangan kan tanpa ada melalui suatu mekanisme yang telah diatur di dalam Undang-undang yang artinya adanya kepemindahan hak terdahulu pada benda tersebut dengan 3 cara terhadap pengalihan hak yaitu Perjanjian, Karena Undang-undang, serta melalui Keputusan Hakim yang berkedudukan Hukum tetap yang telah dipersamakan dengan itu.
a. Perjanijian
Perjanijian pada umum nya merupakan perbuatan yang dimana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang atau lebih dalam pengertian pasal 1313 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHP). Dalam perjanjian juga memiliki beberapa bentuk yaitu perjanjian jual-beli, tukar menukar ataupun hibah;
b. Karena Undang undang
Peralihan akibat undang-undang merupakan adanya unsur paksa oleh undang-undang yang dengan sendirinya kepemilikan hak atas saham harus terjadi misalnya si pemilik saham tersebut meninggal dunia berarti kepemilikan hak atas saham itu harus diwariskan;
c. Akibat keputusan hakim yang berkekuatan hukum tetap.
Keputusan hakim yang berkekuatan hukum tetap berarti kepemilikan hak atas benda beralih dikarenakan ada kondisi terhadap perusahaan tersebut ataupun pemilik saham yang melawan hukum ataupun tidak berjalan sebagaimana metinya. Misalnya adanya keputusan pailit atau pun bangkrut sehingga seluruh asset perusahaan termasuk didalamnya saham tersebut harus dilelang melalui mekanisme pelelangan di Balai Harta Pelelangan.
2. Pengalihan Hak Atas Saham pada perseroan Tertutup
Pengalihan hak atas saham pada suatu perseroan merupakan suatu perbuatan hukum yang dimana dalam kepemilikan saham telah terjadi pemindahan hak karena ada alas an-alasan tertentu dengan melalui mekanisme yang telah diatur pada pasal 56 Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perserian Terbatas. Dimana pada pasal tersebut berbunyi:
a. Pemindahan hak atas saham dilakukan dengan akta pemindahan hak. b. Akta pemindahan hak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) atau
c. Direksi wajib mencatat pemindahan hak atas saham, tanggal, dan hari pemindahan hak tersebut dalam daftar pemegang saham atau daftar khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dan ayat (2) dan memberitahukan perubahan susunan pemegang saham kepada Menteri untuk dicatat dalam daftar Perseroan paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal pencatatan pemindahan hak.
d. Dalam hal pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) belum dilakukan, Menteri menolak permohonan persetujuan atau pemberitahuan yang dilaksanakan berdasarkan susunan dan nama pemegang saham yang belum diberitahukan tersebut.
e. Ketentuan mengenai tata cara pemindahan hak atas saham yang diperdagangkan di pasar modal diatur dalam peraturan perundang-undangan dibidang pasar modal.40
Mengacu pada ketentuan Pasal diatas, maka hal pokok yang harus menjadi acuan pemegang saham adalah bahwa setiap pengalihan hak atas saham harus dibuat dalam bentuk akta. Oleh karena itu, sebagai proses pertama yang harus dilakukan adalah membuat Perjanjian Jual-Beli atas Saham yang dimiliki. Selanjutnya, Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas juga mengatur bahwa setiap perubahan Anggaran Dasar harus mendapat persetujuan RUPS.
40
Pengalihan hak atas saham adalah salah satu bagian perubahan Anggaran Dasar yaitu merubah struktur Pemegang Saham. Hal ini diatur pada Pasal 19 Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang berbunyi:
a. Perubahan anggaran dasar ditetapkan oleh RUPS.
b. Acara mengenai perubahan anggaran dasar wajib dicantumkan dengan jelas dalam panggilan RUPS.41
Oleh karena itu, niat seorang pemegang saham untuk menjual saham yang dimilikinya harus terlebih dahulu mendapat perserujuan daru Rapat Umum Pemegang Saham. Melalu mayoritas suara terbanyak maka saham tersebut dapat dijual ataupun dilepas.
Pada ruang lingkup Perseroan tertutup, pengalihan hak atas saham dilakukan tidak secara terbuka melainkan memiliki batasan tertentu sesuai dengan sifat perseroan yang tertutup walaupun melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham. Adapun batasan terhadap pelepasan lembar saham untuk dipindah tangankan hak nya ialah terletak pada kewajiban si pemegang saham tersebut untuk menawarkannya dulu di dalam ruang lingkup batasan perseroan. Artinya pihak ataupun calon pembeli saham tersebut hendaknya di prioritaskan merupakan orang yang juga berada pada ruang perseroan tersebut, baik itu jajaran direksi, pemegang saham ataupun karyawan perseroan. Pada akhirnya saham tersebut pada prinsipnya tidak dilepaskan atau pun tidak jatuh ke tangan publik yang berada diluar perseroan untuk menjaga sifat perseroan yang tertutup.
41
Penawaran terhadap saham yang akan dilepas hak kepemilikan nya terhadap pemegang saham yang lain di dalam perseroan tersebut sebenarnya tidak menutup kemungkinan untuk dilepaskan pada publik diluar perseroan. Pada umum nya ketentuan pelepasan hak saham tersebut diumumkan terlebih dahulu melalui media yang telah disetujui baik anggaran dasar perseoan maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga pihak ataupun calon pembeli dapat mengetahui kondisi penjualan tersebut. Wajarnya pengumuman terhadap niat untuk melepaskan saham itu memiliki jangka waktu tertentu. Terhadap penawaran yang dilakukan seorang pemegang saham yang akan melepas hak kepemilikan nya kepada pihak intern perseroan sebenarnya dilakukan hanya sekali saja, dan berjangka waktu selama 30 (tiga puluh) hari. Apabila pada sesi ataupun jangka waktu tersebut tidak ada penawaran terhadap pembelian saham yang akan dilepas, maka si pemegang saham dapat melepaskan saham tersebut dengan melakukan penawaran terhadap publik diluar perseroan dan dapat melakukan penawaran tersebut lebih dari sekali.
PERALIHAN HAK ATAS SAHAM