• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tata Hubungan Tari Baladewan

Dalam dokumen ANALISIS STRUKTUR GERAK TARI BALADEWAN (Halaman 81-91)

BAB IV: HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4 Tata Hubungan Tari Baladewan

4.4.1 Tata Hubungan Tumpang Tindih dan Salih Berganti

Tata hubungan tumpang tindih dan tata hubungan silih berganti merupakan tata hubungan alinier, bila unsur sikap dan unsur gerak sebagai elemen dasar pembentukan dapat dikualifikasikan dalam satu tingkatan, maka disebut tingkat yang pertama pada keseluruhan sistem tata hubungan.

Gerak trap jamang, unsur geraknya trap jamang tapi belum bisa dikatakan sebagai motif karena belum dikombinasikan dengan gejug, tolehan dan mendhak. Totalitas motif gerak, trap jamang harus dilakukan oleh empat sub sistem tubuh secara bersamaan koordinasi kebersamaan tersebut terjadi secara bersama-sama dan bergantian. Koordinasi gerak yang bersama-sama tampak lebih jelas dan pada gerak yang bergantian, namun tetap mempertimbangkan sistem isolatif, hanya menekankan pada salah satu bagian yang bergerak sementara lainnya tetap dalam sikap tertentu. Struktur pada koordinasi lebih tampak dari pada gerak yang bersama-sama, sehingga strukturnya dinamakan sistem tata hubungan silih berganti.

Kesatuan kebersamaan gerak tersebut merupakan rentetan ang saling menyambng dengan halus, rapi, luluh dan lekat. Sehubungan dengan itu, telah dijelaskan bahwa tata hubungan tumpang tindih silih berganti merupakan tata hubungan alinier, bila unsur sikap dan unsur gerak sebagai elemen dasar pembentukan gerak tari, dapat dikualifikasikan dalam satu tingkatan maka disebut dalam satu tingkatan yang pertama pada keseluruhan sistem tata hubungan, dalam hal itu struktur Tari Baladewan.

4.4.2 Tata Hubungan Hierarkis Gramatikal

Komponen-komponen dalam Tari Baladewan terdiri dari bagian-bagian terkecil sampai bagian terbesar. Bagian-bagian tersebut mempunyai sistem tata hubungan yang runtut, saling terkait, dan saling melengkapi untuk mewujudkan sebuah struktur Tari Baladewan.

Tari Baladewan terbagi menjadi tiga bagian yaitu gerak maju beksan, beksan dan mundur beksan. Gerak maju beksan terdiri dari gerak: frase lumaksono nglombo, frase lumaksono ngracik, frase onclang tanjak dan frase sindhetan . Gerak beksan terdiri dari frase tebahan asto ingset, sindhetan, bang dunuk dublang, sindhetan, bapangan, sindhetan, teposan, sindhet ulap-ulap trecet, baworan encot, sindhet ulap-ulap trecet, obah lambung malangkerik, sindhetan, lembean encot, sindhetan, lembean muter, sindhetan, trap jamang mancat, sindhetan, ukel baladewan, sindhetan, tebahan, sindhetan, ngeler. Gerak mundur beksan terdiri dari frase sindhetan dan lumaksono ngracik.

Pengertian maju beksan dalam Tari Baladewan merupakan awal, dan mundur beksan merupakan tarian akhir, sedangkahn beksan adalah tarian inti pada Tari Baladewan dan menceritakan makna dari Tari Baladewan itu sendiri. gerak yang terkecil hingga gerak yang terbesar yang diuraikan dalam analisis gerak yang berupa kupasan sistem tata hubungan secara hierarkis. Tata hubungan hierarkis yang tersusun sistem tata hubungan linier (penjajaran) dalam penulisan ini berupa pengorganisasian gerak.

Bagian satuan yang paling kecil adalah motif gerak, motif gerak adalah satuan gerak terkecil yang paling sederhana dari seluruh gerak tari yang

merupakan perpaduan antara unsur sikap dan unsur gerak yang sudah bermakna dan sudah dapat berdiri sendiri. motif gerak yang ada dalam Tari Baladewan yaitu: 1) Lumaksono nglombo, 2) Lumaksono ngracik, 3) Onclang, 4) Tanjak kanan, 5) Encot tanjak, 6) Mlangkah tanjak kambeng, 7) Tebahan asto tanjak kanan-kiri, 8) Ukel dublang kanan-kiri, 9) Tanjak gedhek, 10) Bapang junjung kanan-kiri, 11) Teposan mlangkah, 12) Ulap-ulap trecet, 13) Mlangkah tanjak, 14) Baworan tekuk kanan-kiri, 15) Obah lambung, 16) Tanjak malangkerik, 17) Lembean encot maju-mundur, 18) Lembean muter, 19) Tanjak ogek gedhek, 20) Trap jamang kanan-kiri, 21) Tanjak ukel gedhek, 22) Ukelan kanan-kiri, 23) Tanjak malangkerik ogek, 24) Tebahan tanjak kanan-kiri, 25) Tanjak wolak-walik gedhek, 26) Ngeler tekuk kanan-kiri.

Komponen yang lebih besar dari motif gerak adalah frase gerak, frase gerak merupakan kesatuan motif gerak yang dikembangkan baik dengan pengulangan maupun divariasikan, frase gerak bisa terdiri dari satu motif gerak atau beberapa motif gerak. Frase gerak yang ada didalam Tari Baladewan yaitu: 1) Frase Lumaksono nglombo terdiri dari motif: lumaksono nglombo, lumaksono nglombo, lumaksono nglombo, lumaksono nglombo, frase lumaksono nglombo merupakan frase angkatan. 2) Frase Lumaksono ngracik terdiri dari motif: lumaksono ngracik, lumaksono ngracik, frase lumaksono ngracik merupakan frase angkatan. 3) Frase Onclang tanjak terdiri dari motif: onclang, tanjak kanan, frase onclang tanjak merupakan frase seleh karena penyelesaian dari frase lumaksono nglombo dan lumaksono ngracik. 4) Frase Sindhetan terdiri dari motif: encot, mlangkah kambeng, frase sindhetan merupakan frase angkatan. 5) Frase Tebahan

asto ingset terdiri dari motif: tebahan asto tanjak kanan-kiri, tanjak kambeng gedhek, frase tebahan asto merupakan frase angkatan. 6) Frase Sindhetan terdiri dari motif: encot, mlangkah kambeng, frase sindhetan merupakan frase angkatan. 7) Frase Bang dunuk dublang terdiri dari motif: ukel dublang kanan, ukel dublang kiri, tanjak gedhek, frase ini merupakan frase angkatan. 8) Frase Sindhetan terdiri dari motif: encot, mlangkah kambeng, frase sindhetan merupakan frase angkatan. 9) Frase Bapangan terdiri dari motif: bapang junjung kanan, bapang junjung kiri, tanjak gedhek, frase bapangan merupakan frase angkatan. 10) Frase Sindhetan terdiri dari motif: encot, mlangkah kambeng, frase sindhetan merupakan frase angkatan. 11) Frase Teposan terdiri dari motif: teposan mlangkah, tanjak gedhek, frase ini merupakan frase angkatan. 12) Frase Sindhet ulap-ulap trecet terdiri dari motif: ulap-ulap trecet, mlangkah tanjak, frase ini merupakan frase angkatan. 13) Frase Baworan encot terdiri dari motif: baworan, tanjak encot malangkerik, frase ini merupakan frase angkatan. 14) Frase Sindhet ulap-ulap trecet terdiri dari motif: ulap-ulap trecet, mlangkah tanjak, frase ini merupakan frase angkatan. 15) Frase Obah lambung malangkerik terdiri dari motif: obah lambung, tanjak malangkerik, frase ini merupakan frase angkatan. 16) Frase Sindhetan terdiri dari motif: encot, mlangkah kambeng, frase sindhetan merupakan frase angkatan. 17) Frase Lembean encot terdiri dari moti: lembean encot maju, lembean encot mundur, tanjak gedhek, frase ini merupakan frase agkatan. 18) Frase Sindhetan terdiri dari motif: encot, mlangkah kambeng, frase sindhetan merupakan frase angkatan. 19) Frase Lembean muter terdiri dari motif: lembean, tanjak ogek gedhek, frase ini merupakan frase angkatan. 20) Frase Sindhetan terdiri dari

motif: encot, mlangkah kambeng, frase sindhetan merupakan frase angkatan. 21) Frase Trap jamang terdiri dari motif: trap jamang kanan, trap jamang kiri, tanjak ukel gedhek, frase ini merupakan frase angkatan. 22) Frase Sindhetan terdiri dari motif: encot, mlangkah kambeng, ukel kiri, frase sindhetan merupakan frase angkatan. 23) Frase Ukel baladewan terdiri dari motif: ukel kanan, ukel kiri, tanjak malangkerik ogek, frase ini merupakan frase seleh karena merupakan penyelesaian dari frase sindhetan. 24) Frase Sindhetan terdiri dari motif: encot, mlangkah kambeng, frase sindhetan merupakan frase angkatan. 25) Frase Tebahan terdiri dari motif: tebahan tanjak kanan-kiri, tanjak wolak-walik gedhek, frase ini merupakan frase angkatan. 26) Frase Sindhetan terdiri dari motif: encot, mlangkah kambeng, ngeler tekuk, frase sindhetan merupakan frase angkatan. 27) Frase Ngeler terdiri dari motif: ngeler tekuk kanan-kiri, tanjak encot, frase ini merupakan frase seleh karena merupakan penyelesaian dari frase sindhetan. 28) Frase Sindhetan terdiri dari motif: encot, mlangkah kambeng, lumaksono ngracik, frase sindhetan merupakan frase angkatan. 29) Frase Lumaksono ngracik terdiri dari motif: lumaksono ngracik, lumaksono ngracik, lumaksono ngracik, frase ini merupakan frase seleh karena merupakan penyelesaian dari frase sindhetan.

Bagian yang lebih besar dari frase gerak adalah kalimat gerak. Kalimat gerak merupakan kesatuan dari frase angkatan dan frase seleh yang merupakan satu rangkaian gerak yang sudah selesai dalam satu periode. Kalimat gerak bisa terdiri dari satu atau beberapa frase angkatan dan frase seleh. Maka dari itu untuk menentukan kalimat gerak sangat erat kaitannya dengan gamelan atau musik pengiringnya, maka kalimat dalam hal ini dapat dikonotasikan seperti kalimat

dalam bahasa atau kalimat lagu dalam karawitan. susunan atau gabungan dari beberapa kalimat gerak akan membentuk sebuah paragraph sebagai padanan dari gugus gerak. Kalimat gerak yang ada dalam Tari Baladewan yaitu: 1) Kalimat Lumaksono nglombo ngracik beranggotakan frase gerak: lumaksono nglombo (frase angkatan), lumaksno ngracik (frase angkatan), onclang tanjak (frase seleh). 2) Kalimat Sindhetan encot beranggotakan frase gerak: sindhetan (frase angkatan). 3) Kalimat Tebahan asto beranggotakan frase gerak tebahan asto ingset (frase angkatan). 4) Kalimat Sindhetan encot beranggotakan frase gerak: sindhetan (frase angkatan). 5) Kalimat Bang dunuk dublang beranggotakan frase gerak: bang dunuk dublang (frase angkatan). 6) Kalimat Sindhetan encot beranggotakan frase gerak: sindhetan (frase angkatan). 7) Kalimat Bapangan beranggotakan frase gerak: bapangan (frase angkatan). 8) Kalimat Sindhetan encot beranggotakan frase gerak: sindhetan (frase angkatan). 9) Kalimat Teposan beranggotakan frase gerak: teposan (frase angkatan). 10) Kalimat Sindhet ulap-ulap trecet beranggotakan frase gerak: sindhet ulap-ulap-ulap-ulap trecet (frase angkatan). 11) Kalimat Baworan beranggotakan frase gerak: baworan encot (frase angkatan). 12) Kalimat Kalimat Sindhet ulap-ulap trecet beranggotakan frase gerak: sindhet ulap-ulap trecet (frase angkatan). 13) Kalimat Obah lambung beranggotakan frase gerak: obah lambung malangkerik (frase angkatan). 14) Kalimat Sindhetan encot beranggotakan frase gerak: sindhetan (frase angkatan). 15) Kalimat Lembean encot beranggotakan frase gerak: lembean encot (frase angkatan). 16) Kalimat Sindhetan encot beranggotakan frase gerak: sindhetan (frase angkatan). 17) Kalimat Lembean kanan beranggotakan frase gerak: lembean muter (frase

angkatan). 18) Kalimat Sindhetan encot beranggotakan frase gerak: sindhetan (frase angkatan). 19) Kalimat Trap jamang beranggotakan frase gerak: trap jamang mancat (frase angkatan). 20) Kalimat Sindhetan encot beranggotakan frase gerak: sindhetan (frase angkatan). 21) Kalimat Ukel baladewan beranggotakan frase gerak: ukel baladewan (frase seleh). 22) Kalimat Sindhetan encot beranggotakan frase gerak: sindhetan (frase angkatan). 23) Kalimat Tebahan ngisor nduwur beranggotakan frase gerak: tebahan tanjak kanan-kiri (frase angkatan). 24) Kalimat Sindhetan encot beranggotakan frase gerak: sindhetan (frase angkatan). 25) Kalimat Ngeler beranggotakan frase gerak: ngeler (frase seleh). 26) Kalimat Sindhetan encot beranggotakan frase gerak: sindhetan (frase angkatan). 27) Kalimat Lumaksono ngracik beranggotakan frase gerak: lumaksono ngracik (frase seleh).

Gugus kalimat gerak dalam menganalisis tari lebih dimaksudkan sebagai penyebutan sekelompok gerak yang saling berkaitan karena mempunyai ciri tertentu serta keutuhan sebagai kelompok, baik dari segi pola maupun pola iringannya. Gugus gerak yang ada dalam Tari Baladewan yaitu: 1) Gugus gerak maju beksan merupakan kesatuan dari kalimat-kalimat gerak yaitu kalimat lumaksono nglombo ngracik, sindhetan encot. 2) Gugus gerak beksan terdiri dari kesatuan dari kalimat-kalimat gerak yaitu kalimat tebahan asto, sindhetan encot, bang dunuk dublang, sindhetan encot, bapangan, sindhetan encot, teposan, sindhet ulap-ulap trecet, baworan, sindhet ulap-ulap trecet, obah lambung, sindhetan encot, lembean encot, sindhetan encot, lembean kanan, sindhetan encot, trap jamang, sindhetan encot, ukel baladewan, sindhetan encot, tebahan ngisor

nduwur, sindhetan encot, ngeler. 3) Gugus gerak mundur besan terdiri dari kesatunan kalimat-kalimat gerak yaitu kalimat sindhetan encot, lumaksono ngracik. Keseluruhan tataran dalam Tari Baladewan dapat dilihat dalam pengorganisasian gerak di bawah ini yang dimulai dari motif gerak, frase gerakn kalimat gerak serta gugus gerak.

4.4.3 Tata Hubungan Sintagmatis

Pengorganisasian gerak dalam tata hubungan hierarkis, maka tata hubungan yang terjadi secara linier yaitu satuan yang satu disusul satuan berikutnya, dapat dikombinasikan dalam tata hubungan sintagmatis dan paradigmatis. Kesinambungan antar pola gerak tersebut pada dasarnya menggunakan gerak penghubung atau sendi, yang menggunakan sendi gerak tersebut sangat terikat oleh banyaknya hitungan dari pola gerak, dalam kaitannya irama gendhing. Gerak sendi tentu dapat dilakukan dengan melihat jumlah hitungan pada pola gerak yang pertama, sehingga gerak penghubung pada hitungan tertentu dapat seleh tepat pada pemangku irama gong, yang kemudian dilakukan motif gerak selanjutnya. Tari Baladewan menggunakan gerak sendi ataupun penghubung sebagai penghubung antar motif-motif gerak yang berkesinambungan.

4.4.4 Tata Hubungan Paradigmatis

Tata hubungan paradigmatis akan lebih jelas bila dibentuk oleh kendhang. Bentuk gerak yang satu dapat dipertukarkan dengan bentuk gerak yang lain apabila mempunyai pola kendhang ciblonan yang sama, akan tetapi pada Tari Baladewan tidak menggunakan kendhang ciblonan, maka untuk mengetahui tata

hubungan paradigmatis dapat dilakukan dengan melihat hitungan pada tiap bentuk gerak. Apabila terdapat hitungan yang sama, antara bentuk gerak yang satu dengan bentuk gerak yang lain dalam satu irama tertentu maka kedua bentuk gerak tersebut dapat saling dipertukarkan dan saling menggantikan. Salah satu contohnya tebahan ngisor nduwur dengan hitungan 2 hitungan tari, sama dengan hitungan pada motif gerak obah lambung, kedua motif itu tidak beruntutan akan tetapi dengan kesamaan hitungan dimungkinkan keduanya dapat saling dipertukarkan atau saling menggantikan. Pertukaran atau penggantian tersebut tidak akan mepengaruhi tata hubungan dengan motif gerak yang lain, jika tidak berubah keterkaitan antara pola gerak dengan iringannya.

4.5 Hubungan Struktur Gerak dengan Struktur Iringan

Musik/iringan merupakan sarana pendukung dalam sebuah bentuk pertunjukan tari yang tidak bisa dipisahkan. Fungsi iringan dalam Tari Baladewan yaitu sebagi pengiring yang melengkapi dalam karya Tari Baladewan. Adapun mengenai alat atau instrumen yang digunakan yaitu gamelan ageng lengkap. Iringan Tari Baladewan menggunakan iringan gendhing Kulu-kulu laras slendro. Penyajian pada Tari Baladewan, untuk iringan yang disajikan bisa berupa langsung alat gamelan atau pun bisa berupa kaset, dvd. Gendhing ini digunakan karena dianggap pas atau cocok dengan gerakan serta karakter gerak Tari Baladewan yang gagah, trengginas. Iringan dalam Tari Baladewan tidak disertai dengan lagu tetapi dalam Tari Baladewan hanya menggunakan senggakan.

Notasi Gendhing Tari Baladewan adalah sebagai berikut: Gendhing Kulu-kulu Buka .6.3 .6.5 .6.3 .6.g2 A= ++====-======= [ .6.n3 .p6.n2 .p6.n3 .p6.g5 B= .6.n3 .p6.n5 .p6.n3 .p6.g2 ] Keterangan : n = Kenong p = Kempul g = Gong . = Pin

76

Dalam dokumen ANALISIS STRUKTUR GERAK TARI BALADEWAN (Halaman 81-91)

Dokumen terkait