Dalam upaya mendukung reposisi bisnis kearah services provider peran HRD menjadi sangat vital untuk tercapainya kesuksesan bisnis. Sasaran HRD telah dipatok dan dalam 5 tahun mendatang ditargetkan tercapai sumberdaya pada kompetensi inti sejumlah 50%. Untuk mendukung pencapaian tersebut, program-program utama sedang dalam penggodokan meliputi: Reorganisasi dan pembenahan sistem serta pengembangan kompetensi.
percaya bahwa Tata Kelola Perusahaan merupakan suatu sistem dinamis yang harus dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan untuk mencapai pertumbuhan yang lebih baik melalui serangkaian pelaksanaan sistem manajemen modern yang berprinsip pada transparansi, akuntabilitas, integritas, independensi, dan adil. Dengan menerapkan prinsip tersebut,
berkomitmen untuk terus menumbuhkan kepercayaan para pemangku kepentingan (stakeholders).
PT DAHANA (Persero)
PT DAHANA (Persero)
In an attempt of supporting the business repositioning towards a service provider, the role of Human Resource Development (HRD) becomes very vital in accomplishing business success. HRD's target has been set and within the next 5 years, the expected achieved target of human resource having core competence of 50%. For the purpose of supporting the achievement, there are programs which are currently being made: system arrangement and re-organization and competencies development.
believes that company management is a dynamic system which has to be performed consistently and continuously so as to achieve a better growth through a series of modern management system implementation which is based on transparency, accountability, integrity, independence, and justice. Applying the principles, is committed to keep encouraging the stakeholders' trust.
PT DAHANA (Persero)
PT DAHANA (Persero)
LAPORAN TAHUNAN 2010
36
Meliputi Nilai-nilai Operasional (Operating Values) sebagai berikut:
1. Kompetensi 2. Kerjasama 3. Penguasaan
INOVATIF
Perusahaan mendukung dan memberikan perlakuan yang sama terhadap setiap individu PT DAHANA (Persero) untuk mampu mengembangkan proses dan atau jasa yang inovatif (dalam proses dan output) didasari oleh pola pikir dan perilaku pembelajaran yang kreatif, dinamis, dan antisipatif. Meliputi Nilai-nilai Operasional (Operating Values) sebagai berikut:
1. Kreatifitas 2. Pembelajaran 3. Kesetaraan
KEUNGGULAN
Jasa yang diberikan mampu
memenuhi tuntutan sesuai dengan yang dijanjikan kepada pelanggan, dengan cepat dan tepat dalam waktu, cara, kualitas dan kuantitas
Meliputi Nilai-nilai Operasional (Operating Values) sebagai berikut:
1. Kualitas
2. Kecepatan dan Ketepatan
ALIANSI/GLOBAL
Aliansi global merupakan tuntutan untuk menjadi perusahaan kelas dunia (world class company) yang berada pada peringkat 5 besar di industri jasa p e l e d a k a n d i k a w a s a n A s i a , d e n g a n mengembangkan jejaring seluas-luasnya yang berlandaskan kemitraan yang setara dan saling menguntungkan (equal and mutually beneficial partnership)
Meliputi Nilai-nilai Operasional (Operating Values) sebagai berikut:
1. Kemitraan 2. Jejaring
Dengan pembangunan budaya perusahaan yang baru, perusahaan akan tampil dengan nilai-nilai unggul dan siap menyongsong era keterbukaan dan persaingan.
PT DAHANA (Persero)
The Operational Values of Professionalism cover: 1. Competency
2. Teamwork 3. Mastery
INNOVATIVE PROCESS
The company supports and provides similar treatment to each of ’s individual to be able to develop innovative process and/or services (in the process and output) which is based on creative, dynamic, and anticipative mindset and learning attitude.
The Operational Values of Innovative Process cover: 1. Creativity
2. Learning 3. Egalitarian
ADVANTAGE
is capable of fulfilling the demand of speedy and accurate service in quality and quantity just as promised to customers.
The Operational Values of Advantage cover: 1. Quality
2. Speed and Accuracy
ALLIANCE/GLOBAL
Alliance/global is the demand of becoming world class company occupying the big five place in explosive service in Asia region by developing as wide networking as possible based on equal and mutually beneficial partnership.
The Operational Values of Alliance/global cover: 1. Partnership
2. Networking
With the new establishment of company culture, the company shall appear with premium values and it is ready to welcome openness and competitiveness era.
PT DAHANA (Persero)
ANNUAL REPORT 2010 37
Tata Kelola Perusahaan
GOOD CORPORATE GOVERNANCE
Dalam upaya mendukung reposisi bisnis kearah services provider peran HRD menjadi sangat vital untuk tercapainya kesuksesan bisnis. Sasaran HRD telah dipatok dan dalam 5 tahun mendatang ditargetkan tercapai sumberdaya pada kompetensi inti sejumlah 50%. Untuk mendukung pencapaian tersebut, program-program utama sedang dalam penggodokan meliputi: Reorganisasi dan pembenahan sistem serta pengembangan kompetensi.
PT DAHANA (Persero) percaya bahwa Tata Kelola Perusahaan merupakan suatu sistem dinamis yang harus dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan untuk mencapai pertumbuhan yang lebih baik melalui serangkaian pelaksanaan sistem manajemen modern yang berprinsip pada transparansi, akuntabilitas, integritas, independensi, dan adil. Dengan menerapkan prinsip tersebut, PT DAHANA (Persero) berkomitmen untuk terus menumbuhkan kepercayaan para pemangku kepentingan (stakeholders).
In an attempt of supporting the business repositioning towards a service provider, the role of Human Resource Development (HRD) becomes very vital in accomplishing business success. HRD's target has been set and within the next 5 years, the expected achieved target of human resource having core competence of 50%. For the purpose of supporting the achievement, there are programs which are currently being made: system arrangement and re-organization and competencies development.
PT DAHANA (Persero) believes that Good Corporate Governance is a dynamic system which has to be performed consistently and continuously so as to achieve a better growth through a series of modern management system implementation which is based on transparency, accountability, integrity, independence, and justice. Applying the principles, PT DAHANA (Persero) is committed to keep encouraging the stakeholders' trust.
LAPORAN TAHUNAN 2010
38
GCG berkaitan dengan pengambilan keputusan yang efektif yang bersumber dari budaya perusahaan, etika, nilai, sistem, proses bisnis, kebijakan dan struktur organisasi perusahaan yang bertujuan untuk mendorong dan mendukung: 1. Memaksimalkan nilai Perusahaan dengan cara
meningkatkan prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dapat dipercaya, bertanggung jawab, dan adil agar perusahaan memiliki daya saing yang kuat, baik secara nasional maupun internasional. Implementasi GCG diharapkan akan mencegah praktik-praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta meningkatkan fungsi pengawasan dalam pengelolaan Perusahaan.
2. Mendorong pengelolaan Perusahaan secara profesional, transparan dan efisien, serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian organ.
3. Mendorong agar organ perusahaan dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakan dilandasi nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta kesadaran akan adanya tanggung jawab sosial Perusahaan terhadap stakeholders maupun kelestarian lingkungan di sekitar Perusahaan.
4. Meningkatkan kontribusi Perusahaan dalam perekonomian nasional;
5. Meningkatkan iklim investasi nasional; 6. Mensukseskan program privatisasi.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
RUPS mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris, dalam batas yang ditentukan dalam undang-undang atau anggaran dasar. Wewenang tersebut antara lain adalah meminta pertanggungjawaban Dewan Komisaris dan Direksi terkait dengan pengelolaan Perseroan, mengubah anggaran dasar, mengangkat dan memberhentikan Direktur dan Anggota Dewan
GCG is related to effective decision making which is sourced from company culture, ethic, value, system, business process, policy, and company's organizational structure which is dedicated to encouragement and supports.
1. Maximizing company value by improving the principles of openness, accountability, reliability, responsibility, and justice so that the company has a strong competitiveness both nationwide and worldwide. GCG implementation is expected to prevent corruption, collusion, and nepotism (KKN) and to improve monitoring functions in company management.
2. E n c o u r a g i n g c o m p a n y m a n a g e m e n t professionally, transparently, and efficiently, and empowering the organ's function and independence.
3. Encouraging company organs to have high morality and obedience to the prevailing regulation in making decision and implementing an action, also to have realization of company's social responsibility towards the stakeholders and environment preservation in the company vicinity.
4. Improving company contribution in national economy;
5. Improving national investment condition;
6. Encouraging the success of privatization programs
Share Holder General Meeting (RUPS)
RUPS has an authority which is not authorized to the Board of Directors or Board of Commissaries in a certain restriction stated in the regulation or budget. The authority is among others asking for Board of Directors and Commissaries' responsibility in relation to State-Owned Company management, amandmenting company’s articles of association,
ANNUAL REPORT 2010 39
Komisaris, memutuskan pembagian tugas dan wewenang pengurusan di antara Direktur dan lain- lain. Perseroan menjamin untuk memberikan segala keterangan yang berkaitan dengan perseroan kepada RUPS, sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan Perseroan dan peraturan perundang-undangan.
Keputusan yang diambil dalam RUPS didasarkan pada kepentingan Perseroan. RUPS atau pemegang saham tidak dapat melakukan intervensi terhadap tugas, fungsi dan wewenang Dewan Komisaris dan Direksi dengan tidak mengurangi wewenang RUPS untuk menjalankan haknya sesuai dengan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan.
Sesuai dengan Pasal 78 ayat (2) Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dimana RUPS Tahunan wajib dilaksanakan paling lambat enam bulan setelah tahun buku berakhir, perusahaan dalam hal ini telah melaksanakan RUPS pada tanggal 19 Juni 2010.
Hubungan Direksi dan Dewan Komisaris
Direksi dan Dewan Komisaris saling menghormati tugas, tanggung jawab dan wewenang masing- masing sesuai peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar. Dewan Komisaris memperoleh akses atas informasi Perseroan secara tepat waktu dan lengkap.
Setiap hubungan kerja yang bersifat informal dapat dilakukan oleh masing-masing Anggota Dewan Komisaris dan Direktur, namun tidak mempunyai kekuatan hukum sebelum diputuskan melalui mekanisme yang sah sesuai dengan peraturan perundangan dan anggaran dasar Perseroan.
appointing and releasing the
articles of associate
Director and Board of Commissary's Members, deciding job shares and organizing authority among the Directors, etc. The State-Owned Company ensures to provide any information regarding the company to RUPS, so long as it is not conflicting with company interest and regulation.
The decision made in RUPS is based on company's interest. RUPS or Share Holders are not eligible to interfere in Board of Directors and Commissaries' duties, function, and authorities, without reducing RUPS' authorities in implementing their rights according to and regulations.
In line with article 78 phrase (2) Regulation No. 40 year 2007 regarding Limited State-Owned Company where annual RUPS must be conducted six months after the last year book at the latest, the company had conducted RUPS on June 19th 2010.
Board of Directors and Commissaries Relations
Board of Directors and Commissaries reciprocally respect each other's own duties, responsibilities, and authorities according to regulation and basic budget. The Board of Commissaries gets access of State-Owned Company information accurately and completely.
Every informal professional relationship can be done by each Board of Directors and Commissaries' Members, but it doesn't have legal legitimacy before it is decided through an official mechanism according to the State-Owned Company's regulations and basic budget.
LAPORAN TAHUNAN 2010
38
GCG berkaitan dengan pengambilan keputusan yang efektif yang bersumber dari budaya perusahaan, etika, nilai, sistem, proses bisnis, kebijakan dan struktur organisasi perusahaan yang bertujuan untuk mendorong dan mendukung: 1. Memaksimalkan nilai Perusahaan dengan cara
meningkatkan prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dapat dipercaya, bertanggung jawab, dan adil agar perusahaan memiliki daya saing yang kuat, baik secara nasional maupun internasional. Implementasi GCG diharapkan akan mencegah praktik-praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta meningkatkan fungsi pengawasan dalam pengelolaan Perusahaan.
2. Mendorong pengelolaan Perusahaan secara profesional, transparan dan efisien, serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian organ.
3. Mendorong agar organ perusahaan dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakan dilandasi nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta kesadaran akan adanya tanggung jawab sosial Perusahaan terhadap stakeholders maupun kelestarian lingkungan di sekitar Perusahaan.
4. Meningkatkan kontribusi Perusahaan dalam perekonomian nasional;
5. Meningkatkan iklim investasi nasional; 6. Mensukseskan program privatisasi.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
RUPS mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris, dalam batas yang ditentukan dalam undang-undang atau anggaran dasar. Wewenang tersebut antara lain adalah meminta pertanggungjawaban Dewan Komisaris dan Direksi terkait dengan pengelolaan Perseroan, mengubah anggaran dasar, mengangkat dan memberhentikan Direktur dan Anggota Dewan
GCG is related to effective decision making which is sourced from company culture, ethic, value, system, business process, policy, and company's organizational structure which is dedicated to encouragement and supports.
1. Maximizing company value by improving the principles of openness, accountability, reliability, responsibility, and justice so that the company has a strong competitiveness both nationwide and worldwide. GCG implementation is expected to prevent corruption, collusion, and nepotism (KKN) and to improve monitoring functions in company management.
2. E n c o u r a g i n g c o m p a n y m a n a g e m e n t professionally, transparently, and efficiently, and empowering the organ's function and independence.
3. Encouraging company organs to have high morality and obedience to the prevailing regulation in making decision and implementing an action, also to have realization of company's social responsibility towards the stakeholders and environment preservation in the company vicinity.
4. Improving company contribution in national economy;
5. Improving national investment condition;
6. Encouraging the success of privatization programs
Share Holder General Meeting (RUPS)
RUPS has an authority which is not authorized to the Board of Directors or Board of Commissaries in a certain restriction stated in the regulation or budget. The authority is among others asking for Board of Directors and Commissaries' responsibility in relation to State-Owned Company management, amandmenting company’s articles of association,
ANNUAL REPORT 2010 39
Komisaris, memutuskan pembagian tugas dan wewenang pengurusan di antara Direktur dan lain- lain. Perseroan menjamin untuk memberikan segala keterangan yang berkaitan dengan perseroan kepada RUPS, sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan Perseroan dan peraturan perundang-undangan.
Keputusan yang diambil dalam RUPS didasarkan pada kepentingan Perseroan. RUPS atau pemegang saham tidak dapat melakukan intervensi terhadap tugas, fungsi dan wewenang Dewan Komisaris dan Direksi dengan tidak mengurangi wewenang RUPS untuk menjalankan haknya sesuai dengan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan.
Sesuai dengan Pasal 78 ayat (2) Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dimana RUPS Tahunan wajib dilaksanakan paling lambat enam bulan setelah tahun buku berakhir, perusahaan dalam hal ini telah melaksanakan RUPS pada tanggal 19 Juni 2010.
Hubungan Direksi dan Dewan Komisaris
Direksi dan Dewan Komisaris saling menghormati tugas, tanggung jawab dan wewenang masing- masing sesuai peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar. Dewan Komisaris memperoleh akses atas informasi Perseroan secara tepat waktu dan lengkap.
Setiap hubungan kerja yang bersifat informal dapat dilakukan oleh masing-masing Anggota Dewan Komisaris dan Direktur, namun tidak mempunyai kekuatan hukum sebelum diputuskan melalui mekanisme yang sah sesuai dengan peraturan perundangan dan anggaran dasar Perseroan.
appointing and releasing the
articles of associate
Director and Board of Commissary's Members, deciding job shares and organizing authority among the Directors, etc. The State-Owned Company ensures to provide any information regarding the company to RUPS, so long as it is not conflicting with company interest and regulation.
The decision made in RUPS is based on company's interest. RUPS or Share Holders are not eligible to interfere in Board of Directors and Commissaries' duties, function, and authorities, without reducing RUPS' authorities in implementing their rights according to and regulations.
In line with article 78 phrase (2) Regulation No. 40 year 2007 regarding Limited State-Owned Company where annual RUPS must be conducted six months after the last year book at the latest, the company had conducted RUPS on June 19th 2010.
Board of Directors and Commissaries Relations
Board of Directors and Commissaries reciprocally respect each other's own duties, responsibilities, and authorities according to regulation and basic budget. The Board of Commissaries gets access of State-Owned Company information accurately and completely.
Every informal professional relationship can be done by each Board of Directors and Commissaries' Members, but it doesn't have legal legitimacy before it is decided through an official mechanism according to the State-Owned Company's regulations and basic budget.
LAPORAN TAHUNAN 2010
40
Komite Audit
Pembentukan Komite Audit PT DAHANA (Persero) mengacu pada Undang-Undang No. 19 tahun 2003 tanggal 19 Juni 2003 tentang BUMN pasal 70 yang menyebutkan bahwa Komisaris dan Dewan Pengawas BUMN wajib membentuk Komite Audit. Aturan lebih lanjut mengenai Komite Audit terdapat dalam Peraturan Menteri Negara BUMN No. Per-05/MBU/2006 yang merupakan perubahan dari Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 103 tahun 2002, serta keputusan sebelumnya yaitu Keputusan Menteri Negara BUMN No. KEP-133/M-PBUMN. Pada Keputusan Menteri BUMN No. KEP-117/M-MBU/2002 tentang penerapan praktek Good Corporate Governance (GCG) pada BUMN terdapat pula beberapa pasal yang mengatur tentang Komite Audit.
Terkait pembentukan komite audit di lingkungan PT DAHANA (Persero), komite audit diangkat berdasarkan surat keputusan Dewan Komisaris P T D A H A N A ( P e r s e r o ) n o m o r : Skep/01/Kom/DHN/IV/2007 tanggal 2 April 2007. Selanjutnya, ditandatangani pula Piagam Komite Audit pada tanggal 4 Juli 2007.
Pembentukan komite audit ini merupakan komitmen PT DAHANA (Persero) dalam melaksanakan prinsip-prinsip keterbukaan dalam penerapan GCG. Untuk pelaksanaan Good Corporate Government (GCG) sendiri, manajemen PT DAHANA (Persero) telah menerbitkan keputusan Direksi No. Kep/069/X/2010, yang merupakan Pedoman Penerapan Praktik Good Corporate Governance (GCG) PT Dahana (Persero).
Audit Committee
The formation of Audit Committee of PT DAHANA (Persero) referred to Regulation No. 19 year 2003 dated 19th June 2003 regarding BUMN phrase 70 which states that the Commissary and the board of BUMN Auditors are compelled to form Audit Committee. Further rules concerning Audit Committee are in the State Minister of BUMN Regulation No. Per-05/ MBU/2006 which is an amendment of the Minister of BUMN decision No. 103 year 2002, as well as the previous decision that is the Minister of BUMN decision No. KEP-133/M- PBUMN. In the Minister of BUMN decision No. KEP- 117/M-MBU/2002 about the implementation of Good Corporate Governance (GCG) in BUMN, there are some articles that regulate Audit Committee.
Related to the formation of Audit Committee in PT DAHANA (Persero), the audit committee is appointed based on surat keputusan Dewan Komisaris PT DAHANA (Persero) nomor: Skep/01/Kom/DHN/IV/2007 tanggal 2 April 2007, which was then followed with the signing of Audit Carter on July 4th 2007.
The formation of audit committee is a commitment of PT DAHANA (Persero) in conducting the openness principles. In its application and implementation of Good Corporate Government (GCG), PT DAHANA (Persero)'s management has published a Director's decision No. Kep/069/X/2010, which is a Guideline to the Application of Good Corporate Governance (GCG) of PT DAHANA (Persero).
LAPORAN TAHUNAN 2010
40
Komite Audit
Pembentukan Komite Audit
mengacu pada Undang-Undang No. 19 tahun 2003 tanggal 19 Juni 2003 tentang BUMN pasal 70 yang menyebutkan bahwa Komisaris dan Dewan Pengawas BUMN wajib membentuk Komite Audit. Aturan lebih lanjut mengenai Komite Audit terdapat dalam Peraturan Menteri Negara BUMN No. Per-05/MBU/2006 yang merupakan perubahan dari Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 103 tahun 2002, serta keputusan sebelumnya yaitu Keputusan Menteri Negara BUMN No. KEP-133/M-PBUMN. Pada Keputusan Menteri BUMN No. KEP-117/M-MBU/2002 tentang penerapan praktek Good Corporate Governance (GCG) pada BUMN terdapat pula beberapa pasal yang mengatur tentang Komite Audit.
Terkait pembentukan komite audit di lingkungan , komite audit diangkat berdasarkan surat keputusan Dewan Komisaris P T D A H A N A ( P e r s e r o ) n o m o r : Skep/01/Kom/DHN/IV/2007 tanggal 2 April 2007. Selanjutnya, ditandatangani pula Piagam Komite Audit pada tanggal 4 Juli 2007.
Pembentukan komite audit ini merupakan komitmen dalam melaksanakan prinsip-prinsip keterbukaan alam penerapan GCG. Untuk pelaksanaan Good Corporate Government (GCG) sendiri, manajemen
telah menerbitkan keputusan Direksi No. Kep/069/X/2010, yang merupakan Pedoman Penerapan Praktik Good Corporate Governance (GCG) PT Dahana (Persero). PT DAHANA (Persero) PT DAHANA (Persero) PT DAHANA (Persero) d PT DAHANA (Persero) Audit Committee
The formation of Audit Committee of
referred to Regulation No. 19 year 2003 dated 19th June 2003 regarding BUMN phrase 70 which states that the Commissary and the board of BUMN Auditors are compelled to form Audit Committee. Further rules concerning Audit Committee are in the State Minister of BUMN Regulation No. Per-05/ MBU/2006 which is an amendment of the Minister of BUMN decision No. 103 year 2002, as well as the previous decision that is the Minister of BUMN decision No. KEP-133/M- PBUMN. In the Minister of BUMN decision No. KEP- 117/M-MBU/2002 about the implementation of Good Corporate Governance (GCG) in BUMN, there are some articles that regulate Audit Committee.
Related to the formation of Audit Committee in , the audit committee is appointed based on surat keputusan Dewan
Komisaris nomor:
Skep/01/Kom/DHN/IV/2007 tanggal 2 April 2007, which was then followed with the signing of udit
on July 4th 2007.
The formation of audit committee is a commitment of in conducting the openness principles. In its application and implementation of