• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. METODE PENELITIAN

3.3 Tata Laksana 1 Pengumpulan D

Pengumpulan data data primer. Akuisisi p mendalam (depth intervie

Condong Garut dan dua dilakukan untuk menjelas ada di lapangan yang be langsung (observasi) dan Ketiga teknik pengumpula akurat untuk mendukung sekunder yang berhubung tersedia, diestimasikan m manajemen dan tinjauan p

katan ini akan meningkatkan daya beli konsumen stri tersebut berkualitas dan potensi untuk memasark n perusahaan terus meningkat.

tput

unjang keputusan manajemen rantai pasokan dilakuk ulai dengan identifikasi kebutuhan pengguna sehingga ut sistem. Diagram input-output menggambarka asukan dan keluaran model yang dikembangkan deng ilakukan (Marimin 2004). Gambar 14 menggambarkan ng Keputusan Rantai Pasok Karet Alam.

Gambar 14. Diagram input output

a

an Data

ta meliputi data kuantitatif dan kualitatif dalam bentuk i pengetahuan untuk mendapatkan data kualitatif mela

iew). Responden wawancara dan kuesioner ini adalah ua orang pakar dari Riset Perkebunan Nusantara (RP laskan dan mengklarifikasi serta menerangkan masala

berguna untuk mendapatkan informasi tambahan. S an dokumentasi kegiatan juga dilakukan untuk menduk

ulan data ini diupayakan dapat menggali kekayaan inf ng hasil dari penelitian ini. Data kuantitatif yang d ngan dengan kegiatan rantai pasok karet pada perusa melalui informasi kualitatif dan kuantitatif yang dipe n pustaka (artikel, jurnal ilmiah, buku acuan, dan interne

n karena produk yang rkan pun semakin besar

ukan dengan pendekatan ga menghasilkan rancang kan skema identifikasi ngan dilengkapi dengan kan diagram input output

k data sekunder maupun elalui teknik wawancara lah staf dan karyawan PT. (RPN). Wawancara juga lah-masalah teknis yang Sedangkan pengamatan ukung hasil wawancara. informasi kualitatif yang digunakan berupa data sahaan. Datayang tidak iperoleh dari wawancara net).

30

3.3.2 Pengolahan dan Analisis Data

Pada pengembangan sistem, analisis data dilakukan dengan menggunakan metode MPE dan AHP. Sebelum melakukan analisis data, dilakukan terlebih dahulu observasi lapang dan juga wawancara dengan pakar untuk pengisian kuesioner. Sebelum membuat operasi fungsi dalam sistem, data dari hasil kuesioner untuk model pemilihan produk prospektif dan konsumen potensial diolah dengan menggunakanMs. Excel2007 terlebih dahulu dengan metode MPE. Sementara data dari hasil kuesioner untuk model pemilihan strategi plasma unggul (petani kebun karet) dan model pemilihan pengukuran kinerja rantai pasok tersebut dianalisis menggunakan perangkat lunak Expert Choice

2000. Hasil analisis data kuesioner tersebut menjadi bobot prioritas tujuan dari pemilihan strategi plasma unggul dan bobot prioritas tujuan dari pemilihan metrik pengukuran kinerja.

Pada model pengukuran kinerja, pembobotan metrik kinerja dilakukan dengan menggunakan metode AHP yang dikombinasikan dengan SCOR yang beraspek lingkungan (GSCOR). SCOR merupakan salah satu pendekatan untuk mengukur kinerja rantai pasok perusahaan secara keseluruhan. Model SCOR yang digunakan pada penelitian ini adalah SCOR versi 8.0. SCOR versi terbaru, yaitu SCOR versi 10.0 menggambarkan kebutuhan pelatihan dan pengukuran kinerja individu untuk masing-masing proses sehingga pemimpin dapat menemukan dan mengembangkan orang-orang yang memiliki keahlian dan pengalaman (Anonim 2011). Semua metrik yang sudah mempunyai bobot akan dijadikan sebagai poin penilaian mewakili keseluruhan metriks yang ada. Kemudian dari semua poin penilaian tersebut, keluaran yang diterima oleh pengguna akan ditambahkan dengan rekomendasi dari sistem berupa saran perbaikan yang bersifat umum.

SCOR adalah referensi model proses yang memungkinkan perusahaan untuk mengubah rantai pasokan mereka dengan pemetaan proses rantai pasokan, menentukan dimana link lemah, dan mengukur kinerja yang dibandingkan dengan target perusahaan standar industri. Metode ini terdiri atas beberapa lapisan yang semakin rinci, yang memungkinkan perusahaan untuk memeriksa hubungan mereka dengan mitra, pemasok dan pelanggan (Supply Chain Council 2006). Namun, metode SCOR ini juga mempunyai kekurangan, yaitu hanya menilai kinerja dari dua perspektif saja. Penilaian internal dilakukan oleh pihak perusahaan dan penilaian ektsternal yang hanya diwakili oleh customer. Metrik-metrik pengukuran dalam SCOR juga memberikan sistem pengukuran yang masih bersifat generik bagi para penggunanya (Ervil 2010).

3.3.3 Pengembangan Sistem

Setelah permasalahan dan informasi teridentifikasi dirancang, dilanjutkan dengan tahap persiapan meliputi pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara serta tahap pengolahan dan analisis data. Sementara, tahap pengembangan dilakukan dengan mengembangkan Sistem Manajemen Basis Data dan Sistem Manajemen Basis Model yang dihubungkan dengan sistem pengolahan terpusat serta sistem manajemen basis dialog yang mempermudah komunikasi antara pengguna dan komputer.

Sistem Manajemen Basis Data merupakan bagian yang memberikan fasilitas pengolahan data, yaitu mengendalikan dan memanipulasi data yang tersimpan. Proses tersebut diantaranya input data, ubah data, dan hapus data. Sistem Manajemen Basis Data terdiri dari dua bagian yaitu sistem manajemen basis data statis dan sistem manajemen basis data dinamis. Sistem Manajemen Basis Data terdiri dari dua bagian yaitu sistem manajemen basis data statis dan sistem manajemen basis data dinamis. Sistem manajemen basis data statis merupakan bagian sistem yang didalamnya terdiri dari basis data yang bersifat statis (tetap), pada sistem ini adalah informasi-informasi mengenai budidaya tanaman karet dan teknologi pengolahan karet alam.

Sistem manajemen basis model merupakan bagian dari sistem sistem penunjang keputusan yang memberikan fasilitas pengelolaan model untuk mengkomputasikan pengambilan keputusan dan meliputi semua aktivitas yang tergabung dalam pemodelan. Sistem ini meliputi berbagai formulasi matematika sebagai penunjang dalam pengambilan keputusan (decision making). Sistem manajemen basis model terdiri atas empat model, yaitu model pemilihan produk prospektif, model pemilihan konsumen potensial, model strategi pemilihan plasma unggul, dan model pengukuran kinerja perusahaan. Model produk prospektif dan konsumen potensial merupakan model yang digunakan untuk menentukan jenis karet alam dan pasar konsumen yang akan diprioritaskan dalam produksi dan pemasaran. Kedua model tersebut menggunakan metode MPE. Model strategi pemilihan petani kebun karet digunakan untuk menentukan strategi penilaian perusahaan dalam memilih mitra plasma yang dianggap unggul, metode ini dilakukan pembobotan dengan menggunakan AHP. Sementara model pengukuran kinerja perusahaan digunakan untuk mengukur kinerja atau performa perusahaan dan dilakukan dengan metode pendekatan GSCOR yang dikombinasikan dengan AHP.

Pada tahapan implementasi, koordinasi dilakukan pada basis data dan basis model yang akan diimplementasikan dalam suatu program komputer. Pengembangan sistem ini menggunakanXAMPP 2.5dan pengembangan basis datanya menggunakanMySQL Oracle2010.

Verifikasi adalah proses pemeriksaan apakah logika operasional model (program komputer) sesuai dengan logika diagram alur (Sargent 2007). Pada tahap ini dilakukan perbandingan hasil perhitungan program aplikasi Heveniel dengan yang dilakukan menggunakan perangkat lunak Ms. Excel2007. Verifikasi diperlukan untuk memeriksa adanya kesalahan-kesalahan yang dilakukan pada tahap implementasi. Dengan adanya tahap verifikasi kesalahan yang terjadi dapat segera diperbaiki dengan cepat.

Validasi dilakukan untuk mengetahui dan memastikan ketepatan konsep logika dari model yang dirancang serta hubungan yang tepat dan rasional antara input dan output yang digunakan pada model (Sargent 2007). Teknik validasi yang digunakan adalah teknikface validity. Menurut Sargent (2007), face validity merupakan teknik validasi yang dilakukan dengan menanyakan kepada pakar (orang yang berkompeten) mengenai ketepatan model dan perilaku model yang dirancang.

IV.

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN