• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.4 Tataniaga Gula Merah

5.4.1 Pola Saluran Tataniaga Gula Merah

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Desa Buluh Awar, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang terdapat satu (1) saluran tataniaga gula merah. Saluran tataniaga yang dapat ditelusuri seperti terlihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 5.2. Pola Saluran Tataniaga Gula Merah di Desa Buluh Awar Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang

Pada saluran tataniaga gula merah memperlihatkan bahwa petani gula merah di daerah penelitian yang menjual hasil gula merahnya kepada pedagang pengecer. Petani mengantarkan produk gula merah kepada pedagang pengecer yang ada di daerah bandar baru hingga sampai ke konsumen.

5.4.2 Lembaga dan Fungsi Tataniaga Gula Merah

Lembaga tataniaga adalah badan-badan yang menyelenggarakan kegiatan atau fungsi tataniaga yang mana barang-barang bergerak dari produsen sampai ke konsumen. Lembaga tataniaga yang berperan dalam kegiatan tataniaga gula merah di daerah penelitian yaitu petani gula merah, pedagang pengecer.

Dalam melaksanakan kegiatan tataniaga, lembaga tataniaga melakukan fungsinya masing-masing. Fungsi-fungsi ini dilakukan untuk memperlancar

Keterangan:

: Arah Penjualan Gula Merah

69

penyampaian gula merah ke tangan konsumen akhir. Fungsi-fungsi tataniaga yang dilakukan oleh masing-masing lembaga tataniaga gula merah dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 5.22. Fungsi-fungsi Tataniaga yang Dilakukan oleh Masing-masing Lembaga Tataniaga Gula Merah di Daerah Penelitian

Fungsi Tataniaga Lembaga Tataniaga

Petani Pedagang Pengecer

Penjualan √ √

Sumber: Lampiran 27, 28, 29, 30 (Diolah), 2018

Berdasarkan Tabel 5.22 bahwa petani melakukan fungsi penjualan yaitu petani melakukan penjualan gula merah kepada pedagang pengecer, fungsi pengangkutan yaitu petani melakukan pengangkutan gula merah dengan menggunakan kendaraan untuk dipasarkan kepada pedagang pengecer, fungsi penyimpanan yaitu petani melakukan penyimpanan selama menjual gula merah kepada pedagang pengecer, penanggungan resiko yaitu adanya resiko yang dapat terjadi kepada petani seperti terjadinya kecelakaan dalam memasarkan gula merah, pengemasan yaitu petani melakukan pengemasan dalam menjual gula merah dengan mengepak gula merah di dalam plastik dan informasi pasar yaitu petani mengetahui harga berdasarkan harga penjualan di pasaran dan mempertimbangkan biaya produksi yang ada,

Pedagang pengecer dalam penelitian ini melakukan fungsi penjualan yaitu melakukan penjualan gula merah kepada konsumen, fungsi pembelian yaitu

pedagang pengecer melakukan pembelian gula merah dari petani gula merah, dan informasi pasar yaitu harga yang diketahui pedagang pengecer dengan melihat harga gula merah dipasaran. Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa semakin banyak fungsi tataniaga yang dilakukan oleh lembaga tataniaga maka semakin banyak biaya yang dikeluarkan oleh lembaga tataniaga tersebut.

5.4.3 Analisis Biaya, Margin, dan Keuntungan Tataniaga Gula Merah

Dalam sistem tata niaga ini,fungsi-fungsi tata niaga yang dilakukan oleh lembaga tataniaga gula merah menimbulkan biaya-biaya tata niaga dari setiap lembaga tata niaga yang terlibat dalam saluran tata niaga dapat dianalasis untuk melihat besarnya bagian yang diterima setiap lembaga tata niaga. Analisis lembaga tataniaga dapat digunakan untuk melihat margin tata niaga yang terdiri dari biaya dan keuntungan.

Tabel 5.23. Analisis, Margin, dan Keuntungan Tataniaga Gula Merah

No Uraian Petani I

Harga Jual Petani 27.000,00 20.000,00

Biaya Produksi 5.947,46 18,59 23,78

Biaya Tataniaga 500,00 153,85 1,56 0,61

Margin Keuntungan 20.552,54 13.898,69 64,22 55,59

Nisbah Margin Keuntungan 3,19

2 Pedagang Pengecer

Harga Beli Pedagang Pengecer 27.000,00 20.000,00 Harga Jual Pedagang Pengecer 32.000,00 25.000,00

Biaya Kemasan 80,00 76,92 0,25 0,31

Margin Keuntungan 4.920,00 4.921,08 15,38 19,68

Nisbah Margin Keuntungan 61,50 63,98

3 Konsumen

Harga Beli Konsumen 32.000,00 25.000 100,00

Sumber: Lampiran 27, 28, 29, 30 (Diolah), 2018

71

Pada Tabel 5.23 Petani I menjual hasil panen gula merah persatu kg seharga Rp. 27.000, petani mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp 5.947,46/kg

dan juga biaya transportasi mobil untuk mengantar gula merah ke pedagang pengecer sebesar Rp 500/kg. Sehingga keuntungan (profit) yang didapat oleh petani sebesar Rp 20.552,54/kg.

Pedagang pengecer membeli gula merah dari Petani I seharga Rp. 27.000 dan pedagang pengecer menjual gula merah tersebut kepada konsumen dengan harga Rp. 32.000/kg. Untuk menjual gula merah, pedagang pengecer mengeluarkan biaya kemasan sebesar Rp. 80/kg. Dengan demikian pedagang pengecer memperoleh keuntungan (profit) sebesar Rp 4.920/kg.

Biaya Produksi petani merupakan biaya terbesar yang terdapat pada saluran tataniaga gula merah Petani I yaitu sebesar Rp 5.947,46/kg (18,59%) dari harga yang diterima oleh konsumen. Total biaya yang dikeluarkan oleh seluruh lembaga tataniaga pada saluran tataniaga gula merah yaitu sebesar Rp 6.527,46/kg dengan total keuntungan sebesar Rp 30.392,54 /kg.

Sedangkan Petani II menjual hasil panen gula merah per satu kg seharga Rp. 20.000, petani mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp 5.947,46/kg

dan juga biaya transportasi motor untuk mengantar gula merah ke pedagang pengecer sebesar Rp 153,85/kg. Sehingga keuntungan (profit) yang didapat oleh petani sebesar Rp 13.898,69/kg.

Pedagang pengecer membeli gula merah dari Petani II seharga Rp. 20.000 dan pedagang pengecer menjual gula merah tersebut kepada konsumen dengan harga Rp. 25.000/kg. Untuk menjual gula merah, pedagang pengecer

mengeluarkan biaya kemasan sebesar Rp. 76,92/kg. Dengan demikian pedagang pengecer memperoleh keuntungan (profit) sebesar Rp 4.921,08/kg.

Biaya Produksi petani merupakan biaya terbesar yang terdapat pada saluran tataniaga gula merah Petani II yaitu sebesar Rp 5.947,46/kg (23,78%) dari harga yang diterima oleh konsumen. Total biaya yang dikeluarkan oleh seluruh lembaga tataniaga pada saluran tataniaga gula merah yaitu sebesar Rp 6.178,23/kg dengan total keuntungan sebesar Rp 18.819,77 /kg.

5.4.4 Efisiensi Saluran Tataniaga

Untuk menganalisis efisiensi tataniaga gula merah di Desa Buluh Awar, Kecamatan Sibolangit, Kabupataen Deli Serdang dengan menggunakan rumus:

E= Jt + Jp Ot + Op

Tabel 5.24. Tingkat Efisiensi Tataniaga Gula Merah Saluran

Sumber: Tabel 5.23 (Diolah), 2018

Tabel tabel 5.24 dapat diketahui bahwa tingkat efisiensi kedua tataniaga gula merah adalah efisien. Suatu tataniaga dikatakan efisien jika tingkat efisiensi > 1, maka dari hasil perhitungan didapatkan tingkat efisiensis pada saluran tataniaga gula merah Petani I yaitu sebesar 4,66 (dimana 4,66 > 1),

73

kemudian saluran gula merah Petani II sebesar 3,05 (dimana 3,05 > 1), artinya kedua saluran tataniaga gula merah di daerah penelitian tergolong efisien.

Dari hasil efisiensi tataniaga gula merah, maka dapat disimpulkan hipotesis 3 yang menyatakan bahwa pemasaran aren di Desa Buluh Awar efisiensi adalah benar dan dapat diterima.

6.1 Kesimpulan

1. Usahatani aren yang diolah menjadi tuak di Desa Buluh Awar layak untuk diusahakan.

2. Usahatani aren yang diolah menjadi gula merah di Desa Buluh Awar layak untuk diusahakan.

3. Saluran tataniaga tuak yang ada di Desa Buluh Awar adalah efisien dengan tingkat efisiensi sebesar 7,63 (dimana 7,63 > 1). Sedangkan untuk saluran tataniaga gula merah yang ada di Desa Buluh Awar adalah efisien dengan tingkat efisiensi tertinggi terjadi pada saluran tataniaga gula merah Petani I yaitu sebesar 4,66 (merupakan yang paling efisien), kemudian saluran tataniaga gula merah Petani II sebesar 3,05.

75

6.2 Saran

Adapun saran dalam penelitian ini adalah:

1. Kepada Petani

Petani diharapkan untuk lebih memperhatikan cara budidaya tanaman aren yang baik agar produksi yang dihasilkan lebih meningkat baik dan dapat mengembangkan pemasaran olahan aren yang lebih luas.

2. Kepada Pemerintah

Pemerintah diharapkan menjadi fasilitator dalam hal pemasaran produksi aren seperti gula merah dan juga dapat memberikan pelatihan budidaya aren secara baik dan benar.

3. Kepada Peneliti Selanjutnya

Diharapkan kepada peneliti selanjutnya agar meneliti tentang strategi pengembangan pemasaran aren di daerah penelitian dan strategi pengolahan olahan dari aren.

Angka 2016. BPS. Sumatera Utara.

BPS (Badan Pusat Statistik) Deli Serdang. 2016. Kabupaten Deli Serdang Dalam Angka 2016. BPS. Deli Serdang.

Daniel, M. 2002. Pengantar Ekonomi Pertanian. Bumi Aksara. Jakarta.

Ikegami, Shigehiro. 1997. Tuak dalam Mayarakat Batak Toba: Laporan Singkat tentang Aspek Sosia-Budaya Penggunaan Nira. Universitas Shizuoka.

Shizuoka.

Lempang, Mody. 2012. Pohon Aren dan Manfaat Produksinya. Buletin Penelitian Kehutanan Vol. 9 No. 1 Oktober 2012 hal 37-54. Balai Penelitian Kehutanan. Ujung Pandang.

Mariati, Rita. 2013. Potensi Produksi dan Prospek Pengembangan Tanaman Aren (Arenga pinnata Merr.). Jurnal AGRIFOR Volume XII Nomor 2, Oktober 2013. Universitas Mulawarman. Samarinda.

Medan Bisnis Daily. 2015. BPDAS Jadikan Buluh Awar Sentra Aren.

http://www.mdn.biz.id/n/196395/ (Diakses: 30 Juni 2017, 21.30 WIB) Medan Bisnis Daily. 2015. Buluh Awar Penghasil Aren Terbaik Indonesia.

http://mdn.biz.id/n/197310/ (Diakses: 30 Juni 2017, 21.00 WIB).

Medan Bisnis Daily. 2017. Mengulik Pengembangan Aren di Deli Serdang.

http://mdn.biz.id/n/286853/ (Diakses: 29 Juni 2017, 20.00 WIB).

Mubyarto. 1994. Pengantar Ekonomi Pertannian. Pustaka LP3ES. Jakarta.

Peraturan Menteri Pertanian. 2013 Pedoman Budidaya Aren (Arenga pinnata Merr.). Peraturan Menteri Pertanian No. 133/Permentan/OT.

140/12/2013.2013. Menteri Pertanian. Jakarta.

Rahim, A dan Hastuti, D.R.D. 2007. Sitem Manajemen Agribisnis. State University of Makasar Press. Makassar.

Rahmi, Claudya. 2013. Analisis Usahatani dan Pemasaran Jagung. Skripsi Depatermen Agribisnis. Universitas Sumatera Utara. Medan

Shafira, Karina. 2015. Analisis Kelayakan Usaha Gula Aren. Skripsi Depatermen Agribisnis. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Sihombing, L. 2010. Tata Niaga Hasil Pertanian. USU Press. Medan.

Soekartawi. 1991. Agribisnis Teori dan Aplikasinya. Rajawali Press, Jakarta.

Sudiyono, A. 2001. Pemasaran Pertanian. Universitas Muhammadiyah Malang.

Malang.

77

Sunarjono. 2000. Prospek Berkebun Buah. Penebar Swadaya. Jakarta.

Suratiyah, Ken. 2006. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta.

Suratiyah, Ken. 2008. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta.

Van Steenis, C.G.G.J., 2005. Flora Untuk Sekolah di Indonesia. PT. Pradnya Paramita. Jakarta.

Lampiran 1. Karakteristik Petani Tuak Sampel di Daerah Penelitian Tahun 2017

Kelamin Pendidikan Pekerjaan

Lama

79

19 1 39 Laki-laki SMP Petani 19 3 50 10 4

20 1 40 Laki-laki SMA Petani 20 2 10 5 4

Total 17.3 822 374 55 1598 186 75

Rataan 0.865 41.1 18.7 2.75 79.9 9.3 3.75

Lampiran 2. Data Biaya Penggunaan Input Produksi Pupuk Pada Petani Tuak (Per Tahun) No

Sampel

Luas lahan (Ha)

Jenis Pupuk

Jumlah Biaya Pupuk/Petani (Rp/Tahun)

Urea NPK TSP

Jumlah (Kg) Biaya (Rp) Jumlah (Kg) Biaya (Rp) Jumlah (Kg) Biaya (Rp)

1 0,5 0 0 0 0 0 0 -

2 0,5 0 0 0 0 0 0 -

3 1 0 0 0 0 0 0 -

4 1 0 0 0 0 0 0 -

5 1 0 0 0 0 0 0 -

6 0,5 0 0 0 0 0 0 -

7 0,5 0 0 0 0 0 0 -

8 1 12 30.000 12 36.000 12 36.000 102.000,00

9 0,8 0 0 0 0 0 0 -

10 1 0 0 0 0 0 0 -

11 1 0 0 0 0 0 0 -

12 1 0 0 0 0 0 0 -

13 1,5 0 0 0 0 0 0 -

14 0,5 0 0 0 0 0 0 -

15 0,5 0 0 0 0 0 0 -

16 1 0 0 0 0 0 0 -

17 1 36 90.000 3 108.000 0 0 198.000,00

18 1 0 0 0 0 0 0 -

19 1 24 60.000 0 0 0 0 60.000,00

20 1 12 30.000 0 0 0 0 30.000,00

Total 12 84 210.000 48 144.000 12 36.000 390.000,00

Rataan 0,6 4,2 10.500 2,4 7.200 0,6 1.800 19.500,00

Lampiran 3. Data Penggunaan Input Produksi Raru Pada Petani Tuak (Per Tahun)

No Sampel Luas lahan (Ha) Jumlah (lembar) Harga (Rp) Biaya Per Tahun

1 0,5 180 5.000 900.000

2 0,5 216 5.000 1.080.000

3 1 240 5.000 1.200.000

4 1 360 5.000 1,800,000

5 1 204 5.000 1.020.000

6 0,5 180 5.000 900.000

7 0,5 480 5.000 2.400.000

8 1 480 5.000 2.400.000

9 0,8 180 5.000 900.000

10 1 276 5.000 1.380.000

81

11 1 204 5.000 1.020.000

12 1 384 5.000 1.920.000

13 1,5 240 5.000 1.200.000

14 0,5 180 5.000 900.000

15 0,5 180 5.000 900.000

16 1 288 5.000 1.440.000

17 1 240 5.000 1.200.000

18 1 300 5.000 1.500.000

19 1 240 5.000 1.200.000

20 1 240 5.000 1.200.000

Total 12 5.292 100.000 26.460.000

Rataan 0,6 264,60 5.000 1.323.000

Lampiran 4. Data Jumlah Penggunaan Tenaga Kerja Pada Petani Tuak (Per Tahun)

Uraian Kegiatan Jumlah

Penggunaan Tenaga

Kerja (HKP)

Persiapan Lahan Penananman Pemupukan Pengendalian HPT Pemanenan Pengolahan

TKDK

83

Rataan 0.6 1.85 1.85 0 0 1.85 1.85 0 0 0 0 0 0 0.23 0 0 0 4.7 0 0 0 0 0 0 0 65.30

Lampiran 5. Data Penggunaan Peralatan Usahatani Pada Petani Tuak

No Sampel

Luas lahan (Ha)

Jenis Peralatan dan Umur Ekonomis

Parang Tungkil Batu Asah Parang Batu Asah Tungkil Balbal

Unit

16 1 1 8 2 8 1 8 1 8 1 10

17 1 1 8 2 8 1 8 1 8 0 0

18 1 2 8 1 8 1 8 1 8 0 0

19 1 1 8 1 8 1 8 1 8 1 10

20 1 1 8 2 8 1 8 1 8 1 10

Total 12 25 160 35 160 20 160 20 160 6 60

Rataan 0.6 1.25 8 1.75 8 1 8 1 8 0.3 3

85

Jenis Peralatan dan Umur Ekonomis

Jerigen Besar Jerigen Kecil Tali Kawat Tangga

Unit

20 1 4 2 4 2 2 2 1 2 1 2

Total 12 94 40 70 35 75 40 22 34 6 8

Rataan 0.6 4.7 2 3.5 1.75 3.75 2 1.1 1.7 0.3 0.4

87

Lampiran 6. Data Biaya Penyusutan Peralatan Pada Petani Tuak (Per Tahun)

No

Parang Tungkil Batu Asah Parang Batu Asah Tungkil Balbal

Unit Harga Beli

Lanjutan Lampiran 6.

Jerigen Besar Jerigen Kecil Tali Kawat Tangga

Unit Harga

Total 12.00 25 2,750,000.00 418,750.00 35.00 1,000,000.00 210,000.00 20.00 400,000.00 50,000.00 20.00 300,000.00 37,500.00 6.00 2,000,000.00 60,000.00 Rataan 0.60 1.25 137,500.00 20,937.50 1.75 50,000.00 10,500.00 1.00 20,000.00 2,500.00 1.00 15,000.00 1,875.00 0.30 100,000.00 3,000.00

89

14 0,5 6 20,000 58,500.00 6 15,000.00 44,400.00 3 5,000.00 7,500.00 1 5,000.00 5,000.00 0 50,000.00 0 150,275.00

15 0,5 2 20,000 19,500.00 2 15,000.00 14,800.00 2 5,000.00 5,000.00 1 5,000.00 2,500.00 1 50,000.00 25,000.00 101,675.00

16 1 8 20,000 78,000.00 0 15,000.00 0 4 10,000.00 20,000.00 1 5,000.00 2,500.00 2 50,000.00 50,000.00 189,125.00

17 1 4 20,000 39,000.00 4 15,000.00 29,600.00 4 10,000.00 20,000.00 1 5,000.00 5,000.00 0 50,000.00 0 128,475.00

18 1 8 20,000 78,000.00 0 15,000.00 0 4 5,000.00 10,000.00 1 5,000.00 5,000.00 0 50,000.00 0 127,875.00

19 1 4 20,000 39,000.00 4 15,000.00 29,600.00 4 5,000.00 10,000.00 1 5,000.00 2,500.00 0 50,000.00 0 119,975.00

20 1 4 20,000 39,000.00 4 15,000.00 29,600.00 2 5,000.00 5,000.00 1 5,000.00 2,500.00 1 50,000.00 25,000.00 145,975.00

Total 12 94 400,000 916,500.00 70 300,000 505,666.67 75 140,000 270,000.00 22 100,000 70,000.00 6 1,000,000 150,000.00 2,688,416.67 Rataan 0.60 4.70 20,000.00 45,825.00 3.50 15,000.00 25,283.33 3.75 7,000.00 13,500.00 1.10 5,000.00 3,500.00 0.30 50,000.00 7,500.00 134,420.83

Lampiran 7. Biaya Tanaman Usahatani Aren Pada Petani Tuak (Per Tahun) No

Sampel

Luas lahan (Ha)

Biaya Variabel (Variable Cost) Biaya Tetap (Fix Cost)

Jumlah Biaya Produksi (Rp/Tahun) Biaya Pupuk

(Tahun) Biaya Raru (Tahun) Biaya PBB (Tahun) Biaya Penyusutan Alat (Tahun)

1 0,5 - 900,000.00 50,000.00 125,975.00 1,075,975.00

8 1 102,000.00 2,400,000.00 100,000.00 181,875.00 2,783,875.00

9 0,8 - 900,000.00 140,000.00 141,791.67 1,181,791.67

17 1 198,000.00 1,200,000.00 110,000.00 128,475.00 1,636,475.00

18 1 - 1,500,000.00 100,000.00 127,875.00 1,727,875.00

19 1 60,000.00 1,200,000.00 100,000.00 119,975.00 1,479,975.00

20 1 30,000.00 1,200,000.00 100,000.00 145,975.00 1,475,975.090

91

Total 12 390,000.00 26,460,000.00 1,874,000.00 2,688,416.67 31,412,416.67

Rataan 0.6 19,500.00 1,323,000.00 93,700.00 134,420.83 1,570,620.83

Lampiran 8. Data Jumlah Penerimaan, Biaya Produksi, dan Pendapatan Usahatani Aren Pada Petani Tuak (Per Tahun) No

Sampel Luas Lahan Jumlah Produksi (ℓ)

(Rp/Tahun) Pendapatan (Rp)

1 0,5 10,800 2,000 21,600,000 1,075,975.00 20,524,025.00

93

Total 12 314,400 40,000 628,800,000 31,412,417 597,387,583,33

Rataan 0.6 157.20 2,000 31,440,000 1,570,620,83 29,869,379.17

Lampiran 9. Karakteristik Petani Gula Merah Sampel di Daerah Penelitian Tahun 2017

Kelamin Pendidikan Pekerjaan

Lama

95

Lampiran 10. Data Biaya Penggunaan Input Produksi Pupuk Pada Petani Gula Merah (Per Tahun) No. Sampel Luas lahan (Ha)

Jenis Pupuk

Jumlah Biaya Pupuk/Petani (Tahun)

Urea Kompos

Jumlah (Kg) Biaya (Rp) Jumlah (Kg) Biaya (Rp)

1 1.5 0 0 0 0 0

2 1.2 0 0 0 0 0

3 1.0 0 0 0 0 0

4 1.0 0 0 0 0 0

5 0.8 0 0 0 0 0

6 2.0 42 105.000,00 250 375.120,00 480,000.00

7 0.5 45 112.500,00 0 0 112,500.00

Total 8.0 87 217.500,00 250 375.120,00 592,500.00

Rataan 1.14 12.43 31.071,43 35,71 53.588,57 84,642.86

Lampiran 11. Data Biaya Penggunaan Kayu Bakar Pada Petani Gula Merah (Per Tahun)

No. Sampel Luas lahan (Ha) Kayu Bakar

Total Biaya (Rp/Tahun) Jumlah (M3/Tahun) Harga (Rp)

1 1.5 126 75,000 9,450,000.00

2 1.2 90 75,000 6,750,000.00

3 1 126 75,000 9,450,000.00

4 1 126 75,000 9,450,000.00

5 0.8 108 75,000 8,100,000.00

6 2 126 75,000 9,450,000.00

7 0.5 126 75,000 9,450,000.00

Total 8 828 525,000 62,100,000.00

Rataan 1.14 0.33 75,000 8,871,428.57

97

Lampiran 12. Data Biaya Penggunaan Kotak Pada Petani Gula Merah (Per Tahun)

No. Luas lahan (Ha) Kotak

Total Biaya (Tahun)

Jumlah Harga

1 2 216 1,000 216,000

2 1 90 1,000 90,000

3 1 180 1,000 180,000

4 1 0 0 0

5 1 108 1,000 108,000

6 2 0 0 0

7 1 162 1,000 162,000

Total 8 756 5,000 756,000

Rataan 1.14 108 714.29 108,000

Lampiran 13. Data Biaya Penggunaan Plastik Kemas Pada Petani Gula Merah (Per Tahun) No. Sampel Luas Lahan (Ha) Plastik Kemas

Total Biaya (Rp/Tahun) Jumlah (Buah) Harga (Rp)

1 1.5 0 0 0

2 1.2 0 0 0

3 1 0 0 0

4 1 3.600 200 720.000

5 0.8 0 0 0

6 2 4.500 200 900.000

7 0.5 0 0 0

Total 8 8.100 400 1.620.000

Rataan 1.14 1.157,14 57,14 231.428,57

99

Lampiran 14. Data Biaya Penggunaan Label Pada Petani Gula Merah (Per Tahun)

No. Sampel Luas Lahan (Ha) Label

Total Biaya (Rp/Tahun) Jumlah (Buah) Harga (Rp)

1 1.5 0 0 0

2 1.2 0 0 0

3 1 0 0 0

4 1 3.600 200 720.000

5 0.8 0 0 0

6 2 4.500 200 900.000

7 0.5 0 0 0

Total 8 8.100 400 1.620.000

Rataan 1.14 1.157,14 57,14 231.428,57

Lampiran 15. Data Jumlah Penggunaan Tenaga Kerja Pada Petani Gula Merah

Persiapan Lahan Penananman Pemupukan Pengendalian HPT Pemanenan Pengolahan

TKDK

101

Lampiran 16. Data Biaya Penggunaan Tenaga Kerja Pada Petani Gula Merah

No.

Persiapan Lahan Biaya

Tenaga Kerja (Rp)

Penananman Biaya Tenaga Kerja (Rp)

Pemupukan Biaya tenaga Kerja (Rp) Pengendalian HPT Biaya

Tenaga

5 0.8 0.75 0 0 0 0 90 0 0 0 0 180 240.00 0 0 0 0

6 2.0 0 0 12.00 0 900,000 0 0 225 0 9,600,000 0 0 180.00 240.00 36,000,000.00 46,500,000.00

7 0.5 1.50 0 0 0 0 225 0 0 0 0 180 240.00 0 0 0 0

Total 8 9 0 15.00 0 1,380,000 1,080 0 495 0 21,600,000 900 1,200.00 360.00 240.00 42,000,000.00 64,980,000.00 Rataan 1.14 1.29 0 2.14 0 197,142.86 154.29 0 70.71 0 3,085,714.29 128.57 171.43 51.43 34.29 6,000,000.00 9,282,857.14

103

Lampiran 17. Data Penggunaan Peralatan Usahatani Pada Petani Gula Merah No

Sampel

Luas lahan

(Ha)

Jenis Peralatan dan Umur Ekonomis

Parang Tungkil Batu Asah Parang Batu Asah Tungkil Balbal

Unit Umur Ekonomis

(Tahun) Unit Umur Ekonomis

(Tahun) Unit Umur Ekonomis

(Tahun) Unit Umur Ekonomis

(Tahun) Unit Umur Ekonomis (Tahun)

Lanjutan I Lampiran 17.

No Sampel

Luas lahan (Ha)

Jenis Peralatan dan Umur Ekonomis

Jerigen Besar Jerigen Kecil Tali Kawat Tangga

Unit Umur Ekonomis

(Tahun) Unit Umur Ekonomis

(Tahun) Unit Umur Ekonomis

(Tahun) Unit Umur Ekonomis

(Tahun) Unit Umur Ekonomis (Tahun)

6 2 15 2 15 2 4 2 3 1 1 2

7 0.5 30 2 30 2 5 2 1 2 2 2

Total 8 137 14 125 12 33 14 24 9 16 14

Rataan 1.14 19.57 2 17.86 1.71 4.71 2 3.43 1.29 2.29 2

105

Lanjutan II Lampiran 17.

No Sampel

Luas lahan (Ha)

Jenis Peralatan dan Umur Ekonomis

Tungku Kuali Sudip Gayung Ember

Unit Umur Ekonomis

(Tahun) Unit Umur Ekonomis

(Tahun) Unit Umur Ekonomis

(Tahun) Unit Umur Ekonomis

(Tahun) Unit Umur Ekonomis (Tahun)

1 1.5 2 10 2 10 2 5 0 0 0 0

2 1.2 1 10 1 10 1 5 0 0 0 0

3 1 2 10 2 10 2 5 0 0 0 0

4 1 2 10 2 10 2 5 0 0 0 0

5 0.8 1 10 1 10 1 5 0 0 0 0

6 2 5 10 5 10 5 5 5 5 3 5

7 0.5 2 10 2 10 2 5 0 0 0 0

Total 8 15 70 15 70 15 35 5 5 3 5

Rataan 1.14 2.14 10 2.14 10 2.14 5 0.71 0.71 0.43 0.71

Lampiran 18. Data Biaya Penyusutan Peralatan Pada Petani Gula Merah (Per Tahun)

Parang Tungkil Batu Asah Parang Batu Asah Tungkil Balbal

Unit Harga Beli

Lanjutan I Lampiran 18.

No

Jerigen Besar Jerigen Kecil Tali Kawat Tangga

Unit Harga

107

Lanjutan II Lampiran 18.

No

Lampiran 19. Data Biaya Usahatani Aren Pada Petani Gula Merah (Per Tahun)

Biaya Variabel (Variable Cost) Biaya Tetap (Fix Cost) Jumlah Biaya Produksi

6 2 480,000 9,450,000.00 900.000 900.000 46.500.000 524,000.00 1,509,925.00 60,263,925.00

7 0.5 112,500 9,450,000.00 0 0 0 65,000.00 931,250.00 10,558,750.00

Total 8 592,500 62,100,000.00 1.620.000 1.620.000 64.980.000 1,315,000.00 5,872,425.00 138,099,925.00 Rataan 1.14 84,642.86 8,871,428.57 231.428,57 231.428,57 9.282.857,14 187,857.14 838,917.86 19,728,560.71

109

Lampiran 20. Data Jumlah Penerimaan, Biaya Produksi, dan Pendapatan Usahatani Aren Pada Petani Gula Merah (Per Tahun)

No. Sampel Luas lahan (Ha)

Jumlah Produksi (Kg)

Harga Jual Gula Merah (Rp/Kg)

Jumlah Penerimaan

(Rp)

Jumlah Biaya Produksi (Rp) Jumlah Pendapatan (Rp)

1 1.50 4,320.00 20,000.00 86,400,000.00 10,478,500.00 75,921,500.00

2 1.20 1,800.00 20,000.00 36,000,000.00 7,132,200.00 28,867,800.00

3 1.00 3,600.00 20,000.00 72,000,000.00 10,274,175.00 61,725,825.00

4 1.00 3,600.00 27,000.00 97,200,000.00 30,708,000.00 66,492,000.00

5 0.80 2,160.00 20,000.00 43,200,000.00 8,684,375.00 34,515,625.00

6 2.00 4,500.00 27,000.00 121,500,000.00 60,263,925.00 61,236,075.00

7 0.50 3,240.00 20,000.00 64,800,000.00 10,558,750.00 54,241,250.00

Total 8.00 23,220.00 154,000.00 521,100,000.00 138,099,925.00 383,000,075.00

Rataan 1.14 3,317.14 22,000.00 74,442,857.14 19,728,560.71 54,714,296.43

Rataan/Kg 22.441,88 5.947,46 16.494,42

Lampiran 21. Karakteristik Pedagang Pengumpul Tuak di Kec Sibolangit, Kab. Deli Serdang

No Umur (tahun) Pendidikan Terakhir Pengalaman Berdagang (tahun) Domisili Sumber Pembelian

1 33 SMA 10 Buluh Awar Petani

2 31 SMA 8 Buluh Awar Petani

Total 64 18

Rataan 32 9

111

Lampiran 22. Karakteristik Pedagang Pengecer Tuak di Kec Sibolangit, Kab. Deli Serdang No. Umur (tahun) Pendidikan Terakhir Pengalaman Berdagang

(tahun) Domisili Sumber Pembelian

1 36 SMP 8 Bandar Baru Pedagang Pengumpul

2 28 SMK 2 Sembahe Pedagang Pengumpul

3 43 SD 10 Bandar Baru Pedagang Pengumpul

4 30 SMA 3 Sembahe Pedagang Pengumpul

5 37 SMP 8 Sembahe Pedagang Pengumpul

6 40 SD 10 Sembahe Pedagang Pengumpul

7 39 SMP 7 Bandar Baru Pedagang Pengumpul

Total 253 48

Rataan 36,14 6.86

Lampiran 23. Karakteristik Pedagang Pengecer Gula Merah Pada Petani I di Kec. Sibolangit, Kab. Deli Serdang

No Umur

(tahun)

Pendidikan Terakhir

Pengalaman Berdagang

(tahun) Domisili Sumber

Pembelian

1 33 SMA 5 Bandar Baru Petani

2 45 SMA 8 Bandar Baru Petani

3 35 SMA 4 Bandar Baru Petani

4 38 SMA 8 Bandar Baru Petani

Total 151 25

Rataan 37,75 6,25

113

Lampiran 24. Karakteristik Pedagang Pengecer Gula Merah Pada Petani II di Kec. Sibolangit, Kab. Deli Serdang No. Umur (tahun) Pendidikan Terakhir Pengalaman Berdagang

(tahun)

Domisili Sumber Pembelian

1 36 SMA 8 Sembahe Petani

2 20 SMK 2 Sembahe Petani

3 24 SMA 3 Bandar Baru Petani

Total 80 13

Rataan 26,67 4,33

Lampiran 25. Volume Pembelian dan Biaya Tataniaga Pedagang Pengumpul Tuak di Desa Buluh Awar, Kec. Sibolangit, Kab. Deli Serdang

No. Sumber

Pembelian Tujuan Penjualan Volume Pembelian (ℓ)

Volume Penjualan (ℓ)

Harga Beli (Rp)

Harga Jual

(Rp) Transportasi

1 Petani Pedagang Pengecer 450 450 2.000 4.200 200.000

2 Petani Pedagang Pengecer 425 425 2.000 4.200 200.000

Total 875 875 4.000 8.400 400.000

Rataan 437.5 437.5 2.000 4.200 200.000

115

Lampiran 26. Volume Pembelian dan Biaya Tataniaga Pedagang Pengecer Tuak di Kec. Sibolangit, Kab. Deli Serdang No. Sumber Pembelian Tujuan

Penjualan

Volume Pembelian (ℓ)

Volume Penjualan (ℓ)

Harga Beli (Rp)

Harga Jual

(Rp) Biaya Kemasan Marketing Loss

1 Pedagang Pengumpul Konsumen 50 48.00 4,200 8,500 20,000 168.00

2 Pedagang Pengumpul Konsumen 25 23.00 4,200 8,500 10,000 336.00

3 Pedagang Pengumpul Konsumen 35 33.00 4,200 8,500 14,000 240.00

4 Pedagang Pengumpul Konsumen 45 43.00 4,200 8,500 18,000 186.67

5 Pedagang Pengumpul Konsumen 50 48.00 4,200 8,500 20,000 168.00

6 Pedagang Pengumpul Konsumen 35 33.00 4,200 8,500 14,000 240.00

7 Pedagang Pengumpul Konsumen 30 28.00 4,200 8,500 12,000 280.00

Total 270.00 256.00 29,400.00 59,500.00 108,000 1,618.67

Rataan 38.57 36.57 4,200.00 8.500,00 421,88 6,32

Lampiran 27. Volumen Pembuatan dan Biaya Tataniaga Petani Gula Merah (Petani I) di Daerah Penelitian No. Sumber

Pembelian Tujuan Penjualan Volume Pembuatan (Kg)

Volume

Penjualan (Kg) Biaya Transportasi Harga Jual (Rp)

1 Petani Pedagan Pengecer 100 100 50,000 27,000

Total 100 100 50,000 27,000

Rataan 500

117

Lampiran 28. Volume Pembelian dan Biaya Tataniaga Pedagang Pengecer Gula Merah Pada Petani I di Daerah Penelitian No. Sumber

Pembelian

Tujuan Penjualan

Volume Pembelian (Kg)

Volume Penjualan

(Kg) Biaya Kemasan Harga Beli (Rp) Harga Jual (Rp)

1 Petani Konsumen 25 25 2.000 27.000 32.000

2 Petani Konsumen 25 25 2.000 27.000 32.000

3 Petani Konsumen 25 25 2.000 27.000 32.000

4 Petani Konsumen 25 25 2.000 27.000 32.000

Total 100 100 8.000 108.000 128.000

Rataan 80

Lampiran 29. Volumen Pembuatan dan Biaya Tataniaga Petani Gula Merah (Petani II) di Daerah Penelitian No. Sumber

Pembelian Tujuan Penjualan Volume Pembuatan (Kg) Volume Penjualan (Kg)

Biaya

Transportasi Harga Jual (Rp)

1 Petani Pedagan Pengecer 65 65 10,000 20,000

Total 65 65 10,000 20,000

Rataan 153,85

119

Lampiran 30. Volume Pembelian dan Biaya Tataniaga Pedagang Pengecer Gula Merah Pada Petani II di Daerah Penelitian No. Sumber

Pembelian

Tujuan Penjualan

Volume Pembelian (Kg)

Volume Penjualan

(Kg) Biaya Kemasan Harga Beli (Rp) Harga Jual (Rp)

1 Petani Konsumen 25 25 2.000 20.000 25.000

2 Petani Konsumen 20 20 1.500 20.000 25.000

3 Petani Konsumen 20 20 1.500 20.000 25.000

Total 65 65 5.000 60.000 75.000

Rataan 76,92