HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian
4.4. Teknik Analisis Data
4.4.1 Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linear berganda dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (promosi jabatan dan lingkungan kerja) terhadap variabel terikat (kinerja pegawai). Analisis dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 19,0 for windows dengan menggunakan metode enter. Metode enter digunakan untuk analisis regresi agar dapat mengetahui apakah variabel bebas mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat. Seluruh variabel akan dimasukkan ke dalam analisis untuk dapat diketahui apakah variabel bebas mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel terikat.
Tabel 4.10
Uji Regresi Linier Tiap Variabel Coefficientsa Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 12,397 3,077 4,030 ,000 Promosi_Jabatan ,212 ,098 ,238 2,165 ,034 Lingkungan_Kerja ,311 ,103 ,333 3,024 ,003
a. Dependent Variable: Kinerja_Pegawai
Berdasarkan Tabel 4.10 menunjukkan hasil analisis statistik tiap indikator sebagai berikut :
a. Variabel yang dimasukkan ke dalam persamaan adalah variabel bebas yaitu (X1 dan X2).
b. Tidak ada variabel bebas yang dikeluarkan (removed).
c. Metode yang digunakan untuk memasukkan data yaitu metode enter. Analisis regresi berganda dirumuskan sebagai berikut:
Y = a + b1X1 + b2X2
Y = 12,397 + 0,212X1 + 0,311 X2
Sebelum nilai a (konstanta), nilai b1 dan b2 dimasukkan ke dalam persamaan, terlebih dahulu dilakukan analisis determinan, uji F, dan uji t dari hasil pengolahan regresi linear berganda.
4.4.2 Uji Signifikan Simultan (Uji-F)
Uji F dilakukan untuk menguji apakah pengaruh variabel independen (promosi jabatan dan lingkungan kerja) secara bersama-sama atau serempak
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Model hipotesis yang digunakan dalam Uji F ini adalah sebagai berikut:
H0 : b1 = b2 = 0, artinya secara serentak tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan dari variabel bebas yang terdiri dari promosi jabatan dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai.
Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0, artinya secara serentak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas yang terdiri dari promosi jabatan dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai.
Untuk menentukan nilai F, maka diperlukan adanya derajat bebas pembilang dan derajat bebas penyebut, dengan rumus sebagai berikut:
df (pembilang) = k-1 = 2 df (penyebut) = n-k = 71 Keterangan:
n = jumlah sampel penelitian = 74 k = jumlah variabel bebas dan terikat = 3
Pada penelitian ini diketahui jumlah sampel (n) adalah 74 dan jumlah keseluruhan variabel (k) adalah 3, sehingga diperoleh:
Tingkat kesalahan (α) = 5% dan derajat kebebasan (df) = (k-1) ; (n-k) 1) df (pembilang) = k-1 df (pembilang) = 3-1 =2
2) df (penyebut) = n-k df (penyebut) = 74 - 3 = 71 Maka : F tabel 0,05 (2;71) = 3,125
Nilai Fhitung akan diperoleh dengan menggunakan bantuan software SPSS 19
for Windows, kemudian akan dibandingkan dengan nilai Ftabel pada tingkat α =
5%, dengan kriteria uji sebagai berikut: H0 diterima bila Fhitung < Ftabelpada α =5%
H0 ditolak bila Fhitung > Ftabel pada α = 5%
Tabel 4.11 Hasil Uji F ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F
Sig.
1 Regression 21,002 2 10,501 9,695 ,000a
Residual 76,903 71 1,083
Total 97,905 73
a. Predictors: (Constant), Lingkungan_Kerja, Promosi_Jabatan b. Dependent Variable: Kinerja_Pegawai
Sumber : Data Primer diolah, (2015)
Berdasarkan Tabel 4.12 dilihat nilai Fhitung sebesar 9,695 dan Ftabel sebesar 3,125 sehingga Fhitung > Ftabel (9,695 > 3,125) pada α = 5%, Sehingga disimpulkan
bahwa variabel independen (promosi jabatan dan lingkungan kerja) secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja pegawai.
4.4.3 Uji Signifikansi Parsial (Uji-t)
Uji t dilakukan untuk menguji secara parsial apakah variabel bebas yang terdiri dari variabel promosi jabatan dan lingkungan kerja secara parsial berpengaruh terhadap kinerja pegawai.
Model hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut :
H0 : b1 = b2 = 0, artinya variabel bebas yang terdiri dari promosi jabatan dan lingkungan kerja secara parsial tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai.
Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0, artinya variabel bebas yang terdiri dari promosi jabatan dan lingkungan kerja secara parsial berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai.
Kriteria pengambilan keputusan :
Ho diterima jika t hitung < t tabel pada α = 5%
Ho ditolak jika t hitung> t tabel pada α = 5
Hasil pengujian adalah :
Tingkat kesalahan (α) = 5% dan derajat kebebasan (df) = (n-k) n = jumlah sampel , n = 74
k = jumlah variabel yang digunakan, k = 3 Derajat bebas pembilang (df) =( k-1) = 3-1 = 2 Derajat bebas penyebut (df) = (n-k) = 74 – 3 = 71
Uji t yang dilakukan adalah uji dua arah, maka t tabel yang digunakan adalah t 0,05 (71) = 1,993
Berdasarkan Tabel 4.10 dapat diketahui bahwa variabel promosi jabatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, yang dapat dilihat dari nilai signifikansi untuk promosi jabatan (0,034 < 0,05). Nilai t hitung (2,165) > t tabel (1,993) artinya jika variabel promosi jabatan (X1) di tingkatkan maka kinerja pegawai (Y) akan meningkat. Variabel lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, yang dapat dilihat dari nilai signifikansi
lingkungan kerja (0,003 < 0,05). Nilai t hitung (3,024) > t tabel (1,993) artinya jika variabel lingkungan kerja (X2) di tingkatkan maka kinerja pegawai (Y) akan meningkat.
a. Konstanta sebesar 12,397 artinya walaupun variabel bebas bernilai nol maka kinerja pegawai tetap sebesar 12,397.
b. Berdasarkan hasil uji t maka rumus persamaan regresinya adalah: Y = a + b1X1 + b2X2
Y = 12,397 + 0,212X1 + 0,311 X2
4.4.4. Pengujian Koefisien Determinasi (R2)
Determinan (R2) pada intinya mengukur proporsi atau persentase sumbangan variabel bebas yaitu variabel independen promosi jabatan dan lingkungan kerja terhadap variasi naik turunnya variabel terikat kinerja pegawai secara bersama-sama, dimana: 0≤R2≤1
Tabel 4.12 Hasil Uji Determinasi
Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,463 ,215 ,192 1,041 a. Predictors: (Constant), Lingkungan_Kerja, Promosi_Jabatan
b. Dependent Variable: Kinerja_Pegawai
Sumber : Data primer diolah (2015) Keterangan Tabel 4.12:
a. R = 0,463 berarti hubungan (relation) antara variabel promosi jabatan dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai sebesar 46,3% yang artinya mempunyai hubungan yang cukup besar.
b. Nilai R Square sebesar 0,215 artinya promosi jabatan dan lingkungan kerja menjelaskan kinerja pegawai sebesar 21,5% dan sisanya 78,5% dapat dijelaskan oleh faktor- faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
4.5. Pembahasan
4.5.1 Pengaruh Promosi Jabatan terhadap kinerja Pegawai
Seperti yang telah diketahui bahwa promosi jabatan adalah salah satu variabel yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai pada PT. Pelabuhan Indonesia I (PERSERO) Medan. Secara parsial diketahui bahwa besarnya pengaruh promosi jabatan terhadap kinerja adalah 21,2%. Sedangkan hubungan promosi jabatan terhadap kinerja pegawai adalah hubungan positif. Dapat disimpulkan hasil penelitian ini, bahwa promosi jabatan merupakan salah satu faktor yang mampu mempengaruhi kinerja pgawai pada Pelabuhan Indonesia I (PERSERO) Medan. Hal ini sesuai dengan penelitian-penelitian terdahulu yang mendapatkan hasil penelitian bahwa promosi jabatan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.
Promosi jabatan mempunyai peran penting dalam peningkatan kinerja pegawai PT. Pelabuhan Indonesia I (PERSERO) Medan. Promosi jabatan merupakan kesempatan untuk berkembang dan maju yang diberikan perusahaan agar dapat mendorong karyawan bekerja lebih baik atau lebih bersemangat dalam melakukan suatu pekerjaan dalam lingkungan perusahaan. Dengan adanya peluang promosi, pegawai dapat merasa lebih dihargai, diperhatikan, dibutuhkan dan diakui kemampuan kerjanya oleh manajemen perusahaan sehingga mereka
akan menghasilkan output yang baik serta akan mempertinggi kinerjanya pada perusahaan sehingga perusahaan dapat mencapaitujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan terebut.
Promosi memberikan peranan penting untuk pegawai, bahkan menjadi impian yang diinginkan pegawai, karena promosi mengisyaratkan ada kepercayaan dan pengakuan mengenai kemampuan serta kecakapan seorang pegawai untuk menduduki suatu jabatan yang lebih tinggi. Promosi akan memberikan status sosial, wewenang, tanggung jawab dan penghasilan yang semakin besar sehingga banyak pegawai yang menginginkan untuk mendapatkan promosi jabatan.
Menurut Manullang (2006:165). Promosi dilaksanakan oleh perusahaan ialah untuk mempertinggi knerja pegawai. jika promosi direalisasikan kepada mereka yang menghasilkan prestasi kerja yang tinggi, maka akan menimbulkan semangat kerja yang tinggi dan membawa pengaruh pada produktivitas karyawan tersebut. Berarti promosi jabatan sangat berpengaruh bagi kinerja pegawai karena promosi jabatan dapat meningkatkan semangat kerja dan promosi jabatan itu sendiri merupakan hasil dari kinerja yang tinggi dari pegawai.
Selain itu, Siagian (2005:57) menyatakan bahwa promosi adalah apabila seorang pegawai dipindahkan dari satu jabatan ke jabatan lain yang tanggung jawab dan haknya lebih tinggi. Program promosi jabatan perlu dilakukan oleh suatu perusahaan karena menunjukkan upaya perusahaan untuk mempertahankan sumber daya manusia sebagai komponen utama, dan juga sebagai perhatian dari perusahaan terhadap prestasi yang telah diberikan karyawan kepada perusahaan.
4.5.2 Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai
Seperti yang telah diketahui bahwa lingkungan kerja adalah salah satu variabel yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai pada PT. Pelabuhan Indonesia I (PERSERO) Medan. Secara parsial diketahui bahwa besarnya pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai adalah 31,1%. Sedangkan hubungan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai adalah hubungan positif. Dapat disimpulkan hasil penelitian ini, bahwa lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang mampu mempengaruhi kinerja pgawai pada Pelabuhan Indonesia I (PERSERO) Medan, hal ini sesuai dengan penelitian-penelitian terdahulu yang mendapatkan hasil bahwa lingkungan kerja mempunyai pengaruh yang positif dan signifikn terhadap kinerja pegawai.
Lingkungan kerja mempunyai peran penting dalam meningkatkan kinerja pegawai, dengan terciptanya kondisi lingkungan kerja yang kondusif akan memberikan dampak positif bagi pegawai yang sedang melakukan pekerjaannya, berupa kenyamanan. Jadi dapat dipastikan bila dalam suatu organisasi terhadap lingkungan kerja yang baik dan kodusif maka akan tercipta kinerja yang tinggi dari masing-masing individu atau kelompok.
Lingkungan kerja terdiri atas fisik dan nonfisik yang dekat dengan pegawai sehingga tidak dapat dipisahkan dari usaha pengembangan kinerja pegawai. Lingkungan kerja yang memenuhi standar kebutuhan layak akan memberikan kontribusi pada kenyamanan pegawai dalam menjalankan pekerjaannya. Lingkungan kerja nonfisik yang terdiri dari keramahan sikap para pegawai, sikap saling menghargai saat berbeda pendapat, dan lain sebagainya adalah syarat wajib
untuk dapat terus membina kualitas pemikiran pegawai yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja pegawai secara terus-menerus.
Menurut Nitisemito (2000:171, perusahaan hendaknya harus dapat mencerminkan kondisi lingkungan kerja yang dapat mendukung kinerja karyawan dan kerjasama antar tingkat atasan, bawahan maupun yang memiliki status jabatan yang sama di perusahaan. Kondisi yang hendaknya diciptakan adalah suasana kekeluargaan, komunikasi yang baik, dan pengendalian diri.
Dengan adanya lingkungan kerja fisik dan nonfisik yang baik, maka pegawai akan dapat bekerja dengan merasa aman dan akan meningkatkan kinerja pegawai tersebut. Jika karyawan memiliki lingkungan kerja yang buruk seperti suasana ruangan kerja yang kurang penerangan dan panas serta hubungan kerja antar karyawan yang tidak baik, akan membuat pegawai malas untuk bekerja sehingga pada akhirnya akan menurunkan kinerja pegawai. Maka dari itu lingkungan kerja yang baik adalah hal yang penting dalam peningkatan kinerja pegawai.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN