• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEKNIK ANALISIS DATA HASIL SURVEI 1. Analisa Data

PELAKSANAAN SURVEI Tim Survei

4.5 TEKNIK ANALISIS DATA HASIL SURVEI 1. Analisa Data

Analisa data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diintepretasikan. Dalam analisa data digunakan statistik. Penyajian analisis data survei

umumnya dalam bentuk tabel dan graik yang kemudian diinterpretasikan untuk mencari makna

dan implikasi yang lebih luas.

Analisis secara umum harus mencakup kepada hal-hal yang telah diidentiikasi pada awal

kegiatan survei, yaitu pada Fokus Survei. Dalam melakukan teknik analisis dapat digunakan beberapa paket program misalnya, Microsoft Excel, SPSS, dan lain-lain. Pada dasarnya semua paket program yang tersedia hanya merupakan alat bantu analisis, sehingga dalam melakukan analisis dapat dikembangkan dengan teknik yang sederhana hingga analisis tingkat lanjut, tergantung dengan kemampuan. Hal yang paling penting dalam teknik analisis adalah

bagaimana melakukan interpretasi terhadap hasil analisis.

2. Teknik Analisis

(memaparkan temuan) tanpa bermaksud memberikan kesimpulan kepada populasi. Hasil analisis ini merupakan pendiskripsian temuan survei dengan statistik deskriptif,

seperti frekuensi distribusi, tabulasi data dan persentase yang diwujudkan dalam graik

atau gambar, serta perhitungan – perhitungan deskriptif sehingga dapat dijabarkan ciri-ciri dari data tersebut. Nilai tersebut diketahui dari tanggapan responden terhadap jawaban – jawaban pada kuesioner (angket) dan dari hasil perhitungan analisis deskriptif dengan menggunakan program SPSS.

Berikut ini disajikan contoh tabulasi hasil survei yang terdapat pada Tabel 7 dan Tabel 8.

Tabel 7. Karakteristik Responden (Contoh)

KARAKTERISTIK UMUM KUMULATIF (%)

Mayoritas responden adalah ibu rumah tangga 66.9

Mayoritas antara 3 s/d 7 jiwa/KK

78.3 Jumlah penghuni rata-rata per KK = 5.35 jiwa

Dengan minimum penghuni per KK = 1 jiwa, dan maksimum = 25 jiwa

Mayoritas pendidikan tamat SLTA dan Perguruan Tinggi 57.8

Tamat Akademi atau Perguruan Tinggi 16.8

Lebih dari setengahnya berpendapatan di atas 500 ribu per bulan 95 Mempunyai pekerjaan terbanyak secara berurut sebagai ibu rumah

tangga, wiraswasta/ pedagang serta sebagai karyawan swasta 79.5

Ukuran sampel total = 1.131

Tabel 8. Pemanfaatan Sumber Air Lain (Selain PAM) (contoh)

SUMBER AIR LAIN (SELAIN PAM) PERSENTASE (%)

Pemanfaatan Sumber Air Lain 37.9

Krans umum / terminal air 2.3

Dari sumur (gali/pompa) 89.2

Tetangga 1.2

Dari membeli air bukan PAM 7.8

Dari danau, sungai/mata air 5.8

Pelayanan dengan truk tangki PDAM 0.2

Alasan menggunakan sumber air selain PAM

Sumber air lain lebih murah 61.8

Kuanitas sumber air lain lebih baik dibandingkan PAM 39.4

Koninuitas sumber air lain lebih baik dibandingkan PAM 39.4

Kualitas sumber air lain lebih baik dibandingkan PAM 36.2

Sumber lain memiliki tekanan air yang lebih baik daripada PAM 38.1

Memakai sumber air lain lebih mudah/suka 39.7

Sebagai sumber air cadangan (bila air PAM idak mengalir) 67.0

Ukuran sampel total – 1.131 b. Analisis Bivariat

Analisis bivariat dilakukan untuk dapat menjelaskan hubungan yang kompleks antara variable, contohnya adalah Importance – Demand Analysis yang merupakan analisis bivariat dalam bentuk tabulasi silang (cross tab). Tujuan utama dari analisis ini adalah melihat hubungan antar variabel yang digunakan sebagai dasar untuk menjelaskan masalah.

c. Matriks Kepentingan dan Kebutuhan

Adalah merupakan suatu alat analisa strategi yang merupakan pengembangan konsep SERVQUAL yang intinya adalah pengukuran tingkat kepentingan dan kebutuhan masysrakat dalam kaitannya dengan apa yang seharusnya dikerjakan oleh Pemerintah Daerah (Kota/Kabupaten) agar menghasilkan produk atau jasa yang berkualitas tinggi.

5. KRITERIA ANALISIS TINGKAT DAN CAKUPAN PELAYANAN

Hal-hal yang dilakukan dalam melakukan analisis tingkat dan cakupan pelayanan adalah sebagai berikut :

1. Persiapan. Yang harus dipersiapkan sebelum melakukan survei lapangan adalah:

a.

Surat pengantar untuk melakukan survei;

b.

Peta kota;

2. Prosedur pelaksanaan survey. Prosedur pelaksanaan survei adalah sebagai berikut: a. Serahkan surat izin survei kepada setiap instansi yang dituju

b. Lakukan pengumpulan data berikut:

• Peta dan laporan terdahulu;

• Laporan mengenai rencana tata ruang wilayah;

• Peta sistem pengelolaan air limbah

• Rencana jaringan pipa distribusi air limbah;

• Data teknis.

c. Lakukan survei lapangan yang berupa kunjungan lapangan terhadap:

• Sumber air limbah;

• Kondisi Badan air penerima hasil olahan

• Karakteristik dan kualitas air limbah yang akan diolah

• Alternatif jalur sistem distribusi air limbah.

 Selanjutnya siapkan peta kota, plot lokasi sumber air limbah, sistem distribusi, lokasi IPAL, dan badan air penerima hasil olahan, serta tempat pembuangan lumpur sesuai dengan batas wilayah studi dan wilayah pelayanan.

d. Buat foto lokasi yang ada kaitannya dengan rencana sistem pengelolaan air limbah.

3. Pengkajian

a. Pengkajian sumber air limbah

Pengkajian sumber air limbah berdasarkan pada hasil survei di masyarakat mengenai penggunaai air bersih dan besarnya persentase pemakaiannya dalam

sehari. Selain itu ditambahkan data berdasarkan hasil identiikasi prasarana kota,

pada umumnya dapat digambarkan dengan data yang meliputi :

• Jaringan jalan, meliputi jalan arteri/protokol, kolektor, jalan lingkungan (dilengkapi peta jaringan jalan).

• Perumahan, meliputi perumahan komplek dan non komplek baik yang teratur, tidak teratur maupun perumahan kumuh.

• Fasilitas komersial, meliputi pertokoan, pasar, hotel, restoran, salon, bioskop, kawasan wisata, kawasan industri dan lain-lain.

• Fasilitas umum, meliputi perkantoran, fasilitas pendidikan (universitas, sekolah dan lain-lain), fasilitas kesehatan (rumah sakit, apotik, puskesmas dan lain-lain).

• Fasilitas sosial, meliputi rumah ibadah, panti sosial dan lain-lain.

• Ruang terbuka hijau/hutan kota, meliputi taman kota, hutan kota, perkebunan, persawahan dan lahan pertanian.

b. Pengkajian komposisi dan karakteristik air limbah

c. Pengkajian pengelolaan air limbah eksisting

d. Penetapan wilayah pelayanan

Pada dasarnya sasaran wilayah pelayanan suatu daerah tergantung pada fungsi strategis kota atau kawasan, dan tingkat kepadatan penduduk. Wilayah pelayanan tidak terbatas pada wilayah administrasi yang bersangkutan sesuai hasil kesepakatan dan koordinasi dengan pihak yang terkait dalam rangka menunjang penyelenggaraan sistem pengelolaan air limbah.

Kondisi wilayah pelayanan yang menjadi sasaran pelayanan mengacu pada

pertimbangan teknis dalam standar spesiikasi teknis berikut. Cantumkan hasil

pertimbangan teknis dalam bentuk tabel dan buatlah dalam bentuk peta.

Bentuk Wilayah Pelayanan. Bentuk wilayah pelayanan mengikuti arah

perkembangan kota dan kawasan di dalamnya.

Luas Wilayah Pelayanan. Luas wilayah pelayanan ditentukan berdasarkan

survei dan pengkajian sehingga memenuhi persyaratan teknis.

Pertimbangan Teknis Wilayah Pelayanan. Pertimbangan teknis dalam

menentukan wilayah pelayanan antara lain namun tidak dibatasi oleh:

• Kepadatan penduduk

• Tata ruang kota

• Tingkat perkembangan daerah

• Dana investasi, dan

• Kelayakan operasi

e. Penetapan wilayah studi

• Apabila terdapat sistem eksisting, maka lakukan penanganan seperti pada ketentuan umum dan ketentuan teknis di atas, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

• Uraikan sasaran wilayah pelayanan dan arah pengembangan kota menurut tata ruang kota yang sudah disetujui.

• Uraikan komponen yang ada di dalam wilayah pelayanan saat ini dan proyeksi pada masa mendatang.

• Plot lokasi sumber air limbah, alternatif jaringan sistem distribusinya, dan lokasi penempatan IPAL.

• Buatlah batas wilayah yang mencakup seluruh lokasi yang dilewati oleh alternatif jaringan sistem distribusi air limbah dan wilayah yang menjadi kesepakatan dan koordinasi pihak terkait.

Wilayah proyek merupakan wilayah sistem yang sudah terpilih yang mencakup semua tahapan penyelenggaraan sistem pengelolaan air limbah.

Cantumkan alternatif terpilih tersebut pada sebuah peta wilayah proyek, dan lengkapi dengan keterangan sistem yang mencakup:

- Lokasi sumber air limbah dan pengembangannya daerah pelayanan, - Lokasi IPAL dan badan air penerima air hasil olahan,

- Sistem distribusi penyaluran air limbah dari sumber ke IPAL - Wilayah pelayanan dan pengembangannya.

4. Hasil Pengkajian

Hasil pengkajian berupa ketetapan pasti mengenai:

a. Sumber air limbah, kualitas dan karakteristik air limbah, dan kondisi badan air penerima

b. Alternatif penetapan sistem distribusi air limbah

c. Lokasi IPAL

d. Batas wilayah pelayanan beserta komponennya;

e. Batas wilayah studi beserta komponennya;

f. Batas wilayah proyek.

6. PERHITUNGAN PEMBIAYAAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL

(SPM) AIR LIMBAH

1.

Rumus SPM

Berikut ini rumus SPM yang digunakan, yaitu :

SPM Cakupan Pelayanan =

100%

(B)

kota

seluruh

penduduk

Dokumen terkait