• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

G. Teknik Analisis Data

Pemeriksaan terhadap keabsahan data pada dasarnya, selain digunakan untuk menyanggah balik yang dituduhkan kepada penelitian kualitatif yang mengatakan tidak ilmiah, juga merupakan sebagai unsur yang tidak terpisahkan dari tubuh pengetahuan penelitian kualitatif (Moleong, 2014:320). Keabsahan data dilakukan untuk membuktikan apakah penelitian yang dilakukan benar-benar merupakan penelitian ilmiah sekaligus untuk menguji data yang diperoleh.

Uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji, credibility, transferability, dependability, dan confirmability (Sugiyono, 2014:270). Agar data dalam penelitian kualitatif dapat dipertanggungjawabkan sebagai penelitian ilmiah perlu dilakukan uji keabsahan data, yaitu sebagai berikut:

1. Credibility

Uji credibility (kredibilitas) atau uji kepercayaan terhadap data hasil penelitian yang disajikan oleh peneliti agar hasil penelitian yang dilakukan tidak meragukan sebagai sebuah karya ilmiah dilakukan.

2. Transferability

Transferability merupakan validitas eksternal dalam penelitian kualitatif.

Validitas eksternal menunjukkan derajat ketepatan atau dapat diterapkannya hasil penelitian ke populasi di mana sampel tersebut diambil (Sugiyono, 2014:276). Pertanyaan yang berkaitan dengan nilai transfer sampai saat ini masih dapat diterapkan/dipakai dalam situasi lain. Bagi peneliti nilai transfer sangat bergantung pada si pemakai, sehingga ketika penelitian dapat digunakan dalam konteks yang berbeda di situasi sosial yang berbeda validitas nilai transfer masih dapat dipertanggungjawabkan.

3. Dependability

Reliabilitas atau penelitian yang dapat dipercaya, dengan kata lain beberapa percobaan yang dilakukan selalu mendapatkan hasil yang sama. Penelitian yang dependability atau reliabilitas adalah penelitian apabila penelitian yang dilakukan oleh orang lain dengan proses penelitian yang sama akan memperoleh hasil yang sama pula. Pengujian dependability dilakukan dengan cara melakukan audit terhadap keseluruhan proses penelitian. Dengan cara auditor yang independen atau pembimbing yang independen mengaudit keseluruhan aktivitas yang dilakukan oleh peneliti dalam melakukan penelitian. Misalnya bisa dimulai ketika bagaimana peneliti mulai menentukan masalah, terjun ke lapangan, memilih sumber data, melaksanakan analisis

data, melakukan uji keabsahan data, sampai pada pembuatan laporan hasil pengamatan.

4. Confirmability

Objektivitas pengujian kualitatif disebut juga dengan uji confirmability penelitian. Penelitian bisa dikatakan objektif apabila hasil penelitian telah disepakati oleh lebih banyak orang. Penelitian kualitatif uji confirmability berarti menguji hasil penelitian yang dikaitkan dengan proses yang telah dilakukan. Apabila hasil penelitian merupakan fungsi dari proses penelitian yang dilakukan, maka penelitian tersebut telah memenuhi standar confirmability. Validitas atau keabsahan data adalah data yang tidak berbeda antara data yang diperoleh oleh peneliti dengan data yang ada pada objek penelitian sehingga keabsahan data dapat dipertanggungjawabkan.

29 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Profil PT. PLN (persero)

1. Sejarah dan gambaran umum perusahaan

Perusahaan Listrik Negara (disingkat PLN) atau nama resminya adalah PT. PLN (Persero) adalah sebuah BUMN yang mengurusi semua aspek kelistrikan yang ada di Indonesia. Berawal di akhir abad ke 19, perkembangan ketenagalistrikan di Indonesia mulai ditingkatkan saat beberapa perusahaan asal Belanda yang bergerak di bidang pabrik gula dan pabrik teh mendirikan pembangkit listrik untuk keperluan sendiri.

Antara tahun 1942-1945 terjadi peralihan pengelolaan perusahaan- perusahaan Belanda tersebut oleh Jepang, setelah Belanda menyerah kepada pasukan tentara Jepang di awal Perang Dunia II. Proses peralihan kekuasaan kembali terjadi di akhir Perang Dunia II pada Agustus 1945, saat Jepang menyerah kepada Sekutu.

Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para pemuda dan buruh listrik melalui delegasi Buruh/Pegawai Listrik dan Gas yang bersama-sama dengan Pimpinan KNI Pusat berinisiatif menghadap Presiden Soekarno untuk menyerahkan perusahaan-perusahaan tersebut kepada Pemerintah Republik Indonesia. Pada 27 Oktober 1945, Presiden Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik sebesar 157,5 MW. Pada tanggal 1 Januari 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPUPLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas yang dibubarkan pada

tanggal 1 Januari 1965. Pada saat yang sama, 2 (dua) perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik milik negara dan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pengelola gas diresmikan. Pada tahun 1972, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.17, status Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditetapkan sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara dan sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan Seiring dengan kebijakan Pemerintah yang memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan listrik, maka sejak tahun 1994 status PLN beralih dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dan juga sebagai PKUK dalam menyediakan listrik bagi kepentingan umum hingga sekarang. (PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum.

2. PT. PLN (persero) UP3 Makassar Selatan Ulp Takalar

PT PLN (Persero) Wilayah Makassar yakni unit pelaksana pelayanan pelanggan yang memiliki 6 kantor Unit Layanan Pelanggan (Ulp), terdiri dari Unit Layanan Pelanggan (Ulp) Mattoangin, Unit Layanan Pelanggan (Ulp) Panakkukang, Unit Layanan Pelanggan (Ulp) Sungguminasa, Unit Layanan Pelanggan (Ulp) Kalebajeng, Unit Layanan Pelanggan (Ulp) Malino, Unit Layanan Pelanggan (Ulp) Takalar sedang berusaha untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu “Menjadi perusahaan kelas dunia yang tumbbuh, berkembang, unggul dan terpercaya”, melalui pelaksanaan dua misi utama. Misi pertama adalah “Melakukan Bisnis Kelistrikan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan, karyawan, pemilik dan akrab lingkungan”. Sedangkan misi kedua adalah “Menjadikan tenaga listrik untuk

meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi”.

PT PLN (Persero) Wilayah Makassar Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan mengemban suatu amanah besar bagi pelayanan kelistrikandi bumi lancang kuning ini. Perubahan kearah perbaikan pelayananpun terus dilakukan, antara lain dengan dilakukannya perubahan Organisasi PLN di Makassar, yaitu dengan adanya Keputusan Presiden No. 139 Tahun 1998 Tanggal 11 September 1998 tentang Tim Restrukturisasi dan Rehabilitasi PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero).

PLN telah menerbitkan Keputusan Direksi No. 113.K/010/DIR/2001 Tanggal 25 Mei 2001 sehingga PLN Wilayah III berubah status menjadi PT.

PLN (Persero) Unit Bisnis Sumbar Makassar termasuk di dalamnya pembentukan Wilayah Usaha Makassar. Kemudian PT. PLN (Persero) Wilayah Makassar dipisah menjadi PT. PLN (Persero) Wilayah Makassar Selatan dan PT. PLN (Persero) Wilayah Makassar Utara yang berdiri sendiri sesuai Keputusan Direksi No. 089.K/010/DIR/2002 Tanggal 2 Juli 2002 tentang Perubahan Pengorganisasian Unit Bisnis di Lingkungan PT.

PLN (Persero). Dan yang terakhir diterbitkan Keputusan Direksi No.

300.K/010/DIR/2003 Tanggal 19 November 2003 tentang Organisasi PT PLN (Persero) Wilayah Makassar Dan UP3 Makassar Selatan. Sekarang PT PLN (Persero) Wilayah Makassar khususnya di UP3 Makassar Sealatan telah memiliki delapan kantor, yaitu Kantor Wilayah PLN, Kantor Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Makassar Selatan, Kantor Unit Layanan Pelanggan mattoangin, Kantor Unit Layanan Pelanggan sungguminasa, Unit Layanan Pelanggan malino, Unit Layanan Pelanggan

Panakkukang, Unit Layanan Pelanggan Kalebajeng, dan Unit Layanan Pelanggan Takalar. Dengan pembentukan Organisasi PT PLN (Persero) Wilayah Makassar tepatnya di bagian UP3 Makassar Selatan ini, diharapkan percepatan peningkatan pelayanan kelistrikan di bagian Makassar Selatan ini dapat berjalan secara efektif dan efesien dengan tetap berfokus pada sistem manajemen yang berbasis pada kepuasan pelanggan.

3. Letak Geografis PT. PLN (persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Takalar Kantor PT. PLN (persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) terletak di Jalan jalan H. padjonga Dg. Ngalle, Kel. Sombalabella, Kec. Pattalassang, kabupaten Takalar, Takalar 92200, Indonesia. Kantor ini merupakan kantor baru yang diresmikan oleh General Manager PLN UIW Sulselrabar, Ismail Deu di dampingi senior Manager SDM & Umum PLN UIW Sulselrabar, Mundhakir beserta Manager PLN UP3 Makassar Selatan Aditya Anugraha, Manager PLN ULP Takalar Agus Wahyu Setiawan.

4. VISI PT. PLN (Persero) Wilayah Makassar Selatan Unit Layanan Pelanggan Ulp Takalar

a. Visi perusahaan PT. PLN adalah Menjadi perusahaan pengelola sistem distribusi dan pelayanan pelanggan listrik terkemuka di asia tenggara dan #1 pilihan pelanggan untuk solusi energi di Sulawesi selatan, barat, dan tenggara

b. MISI PT. PLN (Persero) Wilayah Makassar Selatan Unit Layanan Pelanggan Ulp Takalar

1) Mengelola kegiatan pendistribusian tenaga listrik dan pembangkit isolated dan jumlah, mutu dan keandalan sesuai dengan standar yang di tetapkan.

2) Mengelola niaga dan penjualan tenaga listrik untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

3) Mengelola pelayanan pelanggan memenuhi kebutuhan dan tingkat kepuasan pelanggan.

4) Mengelola sumber daya dan asset perusahaan secara efisiensi, efektif dan sinergis untuk menjamin pengelola usaha optimal dan memenuhi kaidah Good Corporate.

5. Struktur Organisasi, Tugas dan Tanggung Jawab a. Struktur organisasi

Dalam menjelaskan suatu keadaan perusahaan kepada pihak-pihak yang membutuhkan maka perlu untuk menyusun suatu struktur organisasi agar nampak dengan jelas bagaimana organisasi dengan pendelegasian jabatan tersebut dan bagaimana proses pelaksanaan dari pada kegiatan dan jabatan tersebut.

Salah satu persyaratan yang cukup penting bagi suatu perusahaan agar dapat berjalan lancar sebagaimana yang diharapkan, yaitu apabila terdapat pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang dinyatakan dengan jelas, maka di harapkan dapat mendorong kerja sama yang baik untuk meningkatkan produktivitas pekerja serta keinginan untuk melakukan sesuatu yang sempurna sehingga dapat memperlancar pekerjaan dalam perusahaan.

29

2. MUHAMMAD ZAENAL NIP : 9616013FY 3. SYAHRUL HARDIANSYAH NIP : 9718056FBY 4. ARISANDI HIDAYAT ABDILLAH NIP : 9716021FY 5. FAJERIN RHEZKY BAHARUDDIN NIP : 9618002FBY 6. ETA SAIRA SAIDI., S.T NIP : 9216948ZY

Dokumen terkait