BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Pembahasan
Dalam penelitian ini menghasilkan produk media video animasi pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 SD. Penelitian ini dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu, Analysis (Analisis), Design (Perancangan), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi).
Langkah awal penelitian ini yaitu peneliti mendapatkan data dengan melakukan wawancara kepada guru kelas 1 SDN Sudirman Ambarawa. Dari hasil wawancara yang diperoleh dalam pembelajaran guru hanya menggunakan buku paket bahasa Indonesia saja. Sebelumnya guru tidak menggunakan video animasi dalam pembelajaran karena terkendala oleh ruang kelas yang tidak terdapat LCD, speaker dan alat pendukung lainnya. Sehingga guru tidak menggunakan video animasi sebagai media pembelajaran. Hanya beberapa kali menggunakan video animasi ketika pembelajaran daring, karena video lebih praktis dalam memberikan melalui WA group. Maka peneliti tertarik untuk mengembangkan media video animasi untuk diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar.
Dalam merancang media pembelajaran, peneliti menentukan judul terlebih dahulu dan materi pada media video animasi, menyiapkan sumber dari buku dan referensi yang lain yang dapat mendukung dalam pembuatan produk media video animasi, selain itu peneliti juga merancang isi media video animasi. Pada penetuan judul disesuaikan dengan capaian pembelajaran peserta didik kelas 1. Adapun materi pembelajaran yaitu pada Bab 3 “Awas Kuman!” tentang penyusunan suku kata yang berawalan dengan huruf “ka, ki, ku, ke, ko”.
Dalam pengembangan media ini dilakukan dengan uji validasi pakar media dan uji validasi pakar materi. Hasil uji validasi pakar media, media video animasi layak untuk digunakan, karena memperoleh skor 40 dengan presentase 83,3% dengan kategori sangat baik dan layak untuk digunakan. Meskipun masih terdapat
56
komentar dan masukan untuk diperbaiki. Sedangkan hasil uji validasi pakar materi yang pertama, media video animasi memperoleh jumlah skor 24 dengan presentase 50,0% termasuk kedalam kategori kurang baik. Sehingga peniliti harus melakukan revisi untuk memperbaiki materi yang terdapat dalam produk video animasi. Hasil uji validasi pakar media setelah melakukan perbaikan memperoleh jumlah skor 40 dengan presentase 83,3%, termasuk kedalam kategori sangat baik dan layak untuk digunakan untuk diterapkan pada pembelajaran.
Media video animasi yang sebelumnya sudah dilakukan uji validasi pakar, kemudian dilakukan uji kevalidan dan keefektifan. Dalam penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 30 peserta didik. Uji coba dilakukan di SDN Sudirman Ambarawa dengan peserta didik mengerjakan soal pretest dan posttest. Hasil pretest dan posttest dijadikan sebagai dasar untuk mengetahui keefektifan dalam menggunakan produk media video animasi yang dikembangkan. Berikut adalah grafik hasil pretest dan posttest :
Ga mba r 4.14 Gra fik Ha sil Pretest da n Posttest
Dari rata-rata hasil pretest dan posttest peserta didik dapat dilihat bahwa terdapat kenaikan 19%.
0 20 40 60 80 100
Pretest Postest
40,25 43,75
28,25 43,75
Hasil Pretest dan Posttest
Series 1 Series 2
57
Pada tahap evaluasi bertujuan untuk menganalisis kevalidan dan keefektifan dari media yang dikembangkan. Penelitian ini dilakukan sampai dengan uji keefektifan produk dalam pembelajaran. Dari hasil uji kevalidan dan keefektifan, dapat terlihat bahwa media video animasi termasuk dalam kategori layak dan dapat diterapkan di sekolah dasar.
58
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dalam pembelajaran menggunakan media video animasi, dapat dilihat berdasarkan hasil penelitian. Berikut adalah simpulannya :
1. Media video animasi sangat mudah diproduksi dengan aplikasi kinemaster, sehingga guru dapat mengembangkan media video animasi untuk pembelajaran, tidak hanya pembelajaran bahasa Indonesia saja. Tetapi bisa juga dengan materi di pembelajaran lainnya.
2. Video animasi dalam mapel bahasa Indonesia pada kelas 1 sekolah dasar sangat cocok sebagai alat bantu pembelajaran. Hal ini terlihat dari hasil validasi media dan hasil validasi materi. Hasil validasi media dan materi masing-masing memberikan skor keseluruhan 40 dengan persentase penyajian 83,3% berada pada kategori sangat baik.
3. Video animasi pembelajaran bahasa Indonesia peserta didik kelas 1 ini valid dan efektif untuk ditampilkan dalam pembelajaran. Dapat dilihat dari hasil pretest dan posttest yang diselesaikan oleh peserta didik. Hasil uji sebelum menggunakan video animasi peserta didik memperoleh nilai total 2,055 termasuk dalam kategori cukup dengan persentase 68,5%. Maka diperlukan media video animasi untuk meningkatkan pemahaman membaca peserta didik.
Hasil post test peserta didik setelah menggunakan media video animasi dengan jumlah 2,624 dengan presentase 87,4% masuk dalam kategori baik.
5.2 Saran
Pernyataan dari hasil penelitian, terdapat saran yang dapat membantu semua pihak adalah sebagai berikut ini :
1. Untuk Sekolah
59
Dalam mengembangkan video animasi ini pihak sekolah harus mempertimbangkan penggunaan media video animasi. Karena kelas khususnya kelas 1 dianggap terbatas karena alat yang digunakan dalam pengajaran tatap muka. Jika kelasnya cukup, lebih baik jika perlu menggunakan sumber animasi untuk pembelajaran.
2. Untuk Guru
Guru dapat mencoba media video animasi sebagai bahan pembelajaran untuk meningkatkan minat baca peserta didik di awal pembelajaran. Terutama bagi peserta didik yang tidak bisa membaca atau yang kesulitan membaca. Sehingga peserta didik tidak hanya belajar membaca dengan buku mapel.
4. Untuk Peserta Didik
Peserta didik dapat memanfaatkan media berbasis video animasi menggunakan perangkat dalam proses pembelajaran. Dengan cara ini media video animasi dapat digunakan dari rumah dan dimana saja untuk belajar.
5. Untuk Peneliti Yang Akan Meneliti
Untuk peneliti yang akan datang, penelitian yang sudah dilaksanakan dapat dijadikan referensi dalam pengembangan media pendidikan, yaitu. video animasi, untuk membuat media yang dikembangkan lebih menarik secara kreatif. Lingkungan video animasi dapat dikembangkan hingga tahap uji kinerja produk, seperti yang telah dilakukan peneliti sebelumnya untuk mengetahui kesesuaian video animasi yang dikembangkan untuk pembelajaran.
60
DAFTAR PUSTAKA
Afridzal, A. (2018). Perbedaan Hasil Belajar Menggunakan Media Gambar dan Video Animasi pada Materi Karangan Deskripsi Di Kelas III SD Negeri 28 Banda Aceh. Jurnal Tunas Bangsa, 5)(2), 231-247.
Andriyani, A., Dewi, H. I., & Zulfitria, Z. (2020) Penggunaan Multimedia dan Animasi Interaktif Terhadap Keterampilan Membaca Permulaan Siswa.
Intruksional 1(2), 172-180.
Firmadani, F. (2020). Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Sebagai Inovasi Pembelajaran Era Revolusi Industri 4.O. KoPeN : Konferensi Pendidikan Nasional, 2(1), 93-97.
Firmansyah, M. F. A., Pratama, T. Y., & Sidik, S. A. (2021). Penerapan Penggunaan Media Video Animasi Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Pada Siswa Berkesuliatan Belajar Kelas VI Di SDIT IRSADUL 'IBAD Pandeglang Banten.
Fitri, F., & Ardipal, A. (2021). Pengembangan Video Pembelajaran Menggunakan Aplikasi Kinemaster pada Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5(6), 6330-6338.
Fitriana, I. N, Tahir, M., & Setiawan, H. (2021). Pengembangan Media Interaktif Berbasis Macromedia Flash Sebagai Bentuk Penguatan Keterampilan Membaca Siswa Kelas II Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 6(3),476-481.
Hasmi, F. (2017). Peningkatan Keterampilan Membaca Permulaan dengan Menggunakan Media Kartu Kata pada Siswa Kelas II SD Negeri 001 Rimba Sekampung Dumai. School Education Journal Pgsd Fip Unlimed, 7(4), 423-428.
61
Havisa, S., Solehun, S., & Putra, T. Y. (2021). Pengaruh Metode Suku Kata Menggunakan Media Kartu Huruf terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siwa Kelas 1 SD Muhammadiyah Majaran Kabupaten Sorong.
Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar, 3(1), 23-31.
Helvina, M., Noeng, A. Y., & Timba, F. N. S. (2021). Pengaruh Penggunaan Media Animasi Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Selama Pandemi Covid-19. Tunas Nusantara, 3(2), 379-378.
Isti, L. A. (2020). Pengembangan Media Video Animasi Tema 5 Fokus Bahasan Sifat-Sifat Cahaya dan Keterkaitannya dengan Indra Penglihatan Untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. (Doctor disertation, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan).
Kamilah, A., & Ruqoyyah, S. (2020). Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 SD Menggunakan Contextual Teaching And Learning Berbantuan Kartu Kata. JPP (Jurnal Profesi Pendidikan). 1 (1), 25-33
Kuntoro, B. T., & Wardani, N. S. (2020). Pengembangan Instrumen Penilaian Sikap Sosial Pembelajaran Tematik Kelas III SD. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 6(2), 163-175.
Latifah, L. N. (2020). Pembelajaran Keterampilan Membaca Permulaan Pada Siswa SD Kelas 1 Dengan Menggunakan Metode Eja. COLSEE (Creative of Learning Students Elementary Education), 4(1), 60-64.
Lestari, N. D. D., Ibrahim, M., Amin, S. M., & Kasiyun, S. (2021). Analisis Faktor-Faktor Yang Menghambat Belajar Membaca Permulaan Pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5(4), 2611-2626.
Lubis, M. A. (2019). Pembelajaran Tematik di SD/MI: Pengembangan Kurikulum 2013.
62
Mawardi, Penelitian dan Pengembangan (Research and Development).
Mudnillah, A. (2022). Manfaat Media Pembelajaran Aplikasi Kinemaster Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa SDN 25 Tambangan. TARQIYATUNA : Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Madrasah Ibtidaiyah, 1(1), 30-34.
Prasetya, W. A., Suwatra, I. I. W., & Mahadewi, L. P. P. (2021). Pengembangan Video Animasi Matematika. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan.
5(1), 60-68.
Pratiwi, C. P. (2020). Analisis Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Sekolah Dasar : Studi Kasus Pada Siswa Kelas 2 Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Edutama. 7(1), 1-8.
Rahman, B., & Haryanto, H. (2014). Peningkatan Keterampilan Membaca Permulaan Melalui Media Flashcard Pada Siswa Kelas 1 SDN Bajayau Tengah 2.
Jurnal Prima Edukasi, 2(2), 127-137.
Silvia, S., Pebriana, P. H., & Sumanto, S. (2021). Penerapan Metode Silaba Untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Sekolah Dasar.
Sukarini, K., & Manuaba, I. B. S. (2021). Video Animasi Pembelajaran Daring Pada Mata Pelajaran IPA Kelas VI Sekolah Dasar. Jurnal Edutech Undiksha, 9(1), 48-56.Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 3(1), 7-12.
Suparlan. S. (2021). Keterampilan Membaca Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD/MI. FONDATIA, 2021, 5.1 : 1-12.
Widyowati, F. T., Rahmawati, I., & Priyatno, W. (2020). Pengembangan Media Pembelajaran Membaca Mengeja Berbasis Aplikasi Untuk Kelas 1 Sekolah Dasar. Internasional Journal of Community Service Learning, 4(4), 332-337.