BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.2. Deskripsi Data Setelah Tindakan
merencanakan kembali langkah-langkah untuk meningkatkan kreativitas anak dengan memberikan tindakan berupa teknik meronce yang dilakukan pada siklus I.
4.1.2. Deskripsi Data Setelah Tindakan
Setelah menyusun RPPH, maka selanjutnya peneliti dan guru mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan tindakan, seperti manik-manik dengan berbagai warna dan tali. Peneliti juga mempersiapkan alat pengumpul data berupa angket untuk menilai peningkatan kreativitas anak setelah diberi tindakan berupa teknik meronce.
b) Tahap Pelaksanaan
Pelaksanaan siklus I pertemuan 1 ini dilakukan pada tanggal 19 Juli 2022 dengan tema pembelajaran mengenai “Diriku” dan subtemanya adalah
“Panca Indera”. Pada hal ini peneliti dan guru mengajari anak untuk menyebut angka 1 sampai 10 dengan menggunakan jari tangan, kemudian mengajari anak untuk mengenal dan emnulis angka 0. Lalu memberi contoh pada anak untuk meronce menggunakan manik-manik dan tali yang telah disediakan dengan membentuk angka 0 dan 1.
Selanjutnya peneliti dan guru meminta anak untuk melakukan kegiatan sesuai yang dicontohkan sebelumnya, serta anak diberi kebebasan untuk memilih warna manik-manik yang akan digunakan. Setelah anak selesai meronce, anak diminta untuk melihat dan menyebutkan warna dan bentuk dari hasil yang mereka ronce.
c) Tahap Observasi
Tahap observasi ini dilakukan setelah anak melakukan kegiatan meronce. Pada tahap observasi ini, guru dan peneliti menilai kreativitas anak selama melakukan kegiatan meronce dengan menggunakan lembar angket.
Adapun hasil penilaian dari siklus I pertemuan 1 sebagai berikut:
Tabel 4.2. Persentase Siklus I Pertemuan I
No Aspek Yang Diamati Peningkatan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Teknik Meronce Peningkatan
Kreativitas
Item Peneliti Guru Jumlah Persentase (%) 1 Kelancaran dalam
Menentukan Ide
1 0 0 0 0,00
2 3 3 6 12,00
3 19 15 34 76,60
4 17 14 31 68,56
5 19 18 37 76,72
6 23 20 43 92,80
2 Memiliki Keluwesan
7 0 0 0 0,00
8 3 3 6 12,12
9 0 0 0 0,00
10 3 3 6 12,12
11 0 0 0 0,00
12 25 18 43 100,72
3 Memiliki Keaslian
13 0 0 0 0,00
14 1 1 2 4,04
15 17 17 34 68,68
16 18 21 39 72,84
17 19 21 40 76,84
18 22 19 41 88,76
4 Memiliki Keterperincian
19 1 1 2 4,04
20 0 0 0 0,00
21 2 2 4 8,08
22 24 24 48 96,96
23 3 3 6 12,12
24 1 1 2 4,04
5 Memiliki Kepekaan
25 17 15 32 68,60
26 21 20 41 84,80
27 16 13 29 64,52
28 19 22 41 76,88
29 19 20 39 76,80
30 0 0 0 0,00
Jumlah 312 294 606 1.259,76
Rata-Rata 41,60 39,20 40,40 40,40
Keterangan dari tabel diatas:
Persentase setiap no item yang diperoleh anak dalam kelas:
Persentase = banyak setiap satu no item jumlah anak
Nilai tertinggi X jumlah anak 𝑥 100
Persentase P = 3
1 𝑥 25 𝑥 100 = 12,00 Persentase G = 3
1 𝑥 25 𝑥 100 = 12,00 Rata-rata = Persentase P+Persentase G
2
= 12,00+12,00
2 = 12,00
Sedangkan untuk mengetahui jumlah rata-rata kelas digunakan rumus:
Persentase = banyak jumlah item seluruh anak
Nilai tertinggi x jumlah anak x jumlah item 𝑥 100
Persentase P = 312
1 𝑥 25 𝑥 30 𝑥 100 = 41,60
Persentase G = 294
1 𝑥 25 𝑥 30 𝑥 100 = 39,20 Rata-rata persentase kelas= Persentase P+ Persentase G
2
= 41,60+39,20
2 = 40,40 d) Tahap Refleksi
Tahap refleksi ini adalah tahap untuk melihat hasi tindakan dan penilaian. Dari hasil penilaian menunjukkan bahwa rata-rata kreativitas anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan meronce di TK Negeri Sungai Bengkal sebesar 40,40. Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan meronce di TK Negeri Sungai Bengkal pada siklus I pertemuan 1 berada pada kategori rendah.
2. Pertemuan 2
Siklus I pertemuan 2 dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki hasil dari pertemuan sebelumnya. Tahapan pada siklus I pertemuan 2 ini sama dengan pertemuan sebelumnya, yaitu:
a) Tahap Perencanaan
Tahap perencanaan pada siklus I pertemuan 2 ini juga dilakukan dengan penyusunan RPPH yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran menggunakan teknik meronce. Penyusunan RPPH ini dilakukan oleh guru dan peneliti dengan tujuan untuk menyusun rencana kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran.
Setelah menyusun RPPH, maka selanjutnya peneliti dan guru mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan tindakan, seperti merjan meronce dan tali. Peneliti juga mempersiapkan alat pengumpul data berupa angket untuk menilai peningkatan kreativitas anak setelah diberi tindakan berupa teknik meronce.
b) Tahap Pelaksanaan
Siklus I pertemuan 2 dilakukan pada tanggal 25 Juli 2022 dengan tema yang sama yaitu “Diriku” dan subtemanya adalah “Panca Indera”.
Pada pertemuan ini anak diminta untuk menyebutkan kata yang berawalan huruf a, menyebutkan tulisan “aku” dan “aku nana”, serta menulis lengkungan ke atas. Kemudian anak juga diajari dan diminta untuk meronce bentuk untuk dirinya sendiri, seperti gelang atau kalung sesuai dengan warna dan imajinasi mereka.
Selanjutnya anak diminta untuk menunjukkanhasil ronceannya, menyebutkan bentuk dan warna-warna yang digunakan, serta perasaan mereka menggunakan hasil karyanya sendiri.
c) Tahap Observasi
Setelah tindakan selesai dilakukan, maka selanjutnya peneliti dan guru melakukan observasi atau pengamatan terhadap kreativitas anak dan diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 4.3. Siklus I Pertemuan 2
Peningkatan Kreativitas Item Peneliti Guru Jumlah Persentase (%)
1 4 0 4 0,08
2 3 3 6 6,06
3 16 15 31 30,32
4 15 14 29 28,30
5 19 17 36 34,38
6 21 20 41 40,42
7 0 0 0 0,00
8 6 5 11 10,12
9 3 2 5 4,06
10 6 6 12 12,12
11 13 3 16 6,26
12 8 18 26 36,16
13 19 0 19 0,38
14 11 1 12 2,22
15 12 15 27 30,24
16 8 18 26 36,16
17 24 17 41 34,48
18 24 15 39 30,48
19 1 10 11 20,02
20 0 7 7 14,00
21 2 17 19 34,04
22 24 12 36 24,48
23 3 9 12 18,06
24 1 7 8 14,02
25 15 18 33 36,30
26 19 13 32 26,38
27 13 5 18 10,26
28 15 17 32 34,30
29 16 17 33 34,32
30 0 0 0 0,00
321 301 622 608,42
42,80 40,13 41,47 41,47
1 Kelancaran dalam Menentukan Ide
2 Memiliki Keluwesan
3
Rata-Rata
5 Memiliki Kepekaan
Jumlah Memiliki Keaslian
4 Memiliki Keterperincian
No Aspek Yang Diamati Peningkatan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Teknik Meronce
Keterangan dari tabel diatas:
Persentase setiap no item yang diperoleh anak dalam kelas:
Persentase = banyak setiap satu no item jumlah anak
Nilai tertinggi X jumlah anak 𝑥 100
Persentase P = 4
1 𝑥 25 𝑥 100 = 0,16 Persentase G = 0
1 𝑥 25 𝑥 100 = 0,00 Rata-rata = Persentase P+Persentase G
2
= 0,16+0,00
2 = 0,08
Sedangkan untuk mengetahui jumlah rata-rata kelas digunakan rumus:
Persentase = banyak jumlah item seluruh anak
Nilai tertinggi x jumlah anak x jumlah item 𝑥 100
Persentase P = 321
1 𝑥 25 𝑥 30 𝑥 100 = 42,80
Persentase G = 301
1 𝑥 25 𝑥 30 𝑥 100 = 40,13 Rata-rata persentase kelas = Persentase P+ Persentase G
2
= 42,80+40,13
2 = 41,47 d) Tahap Refleksi
Dari hasil penilaian menunjukkan bahwa rata-rata kreativitas anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan meronce di TK Negeri Sungai Bengkal pada siklus I pertemuan 2 sebesar 41,47. Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan meronce di TK Negeri Sungai Bengkal pada siklus I pertemuan 2 berada pada kategori sedang.
3. Pertemuan 3
Adapun tahapan dalam siklus I pertemuan 3 sebagai berikut:
a) Tahap perencanaan
Tahap perencaan ini dilakukan dengan penyusunan RPPH ini dilakukan oleh guru dan peneliti dengan tujuan untuk menyusun rencana kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran. Setelah menyusun RPPH, maka selanjutnya peneliti dan guru mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan tindakan, seperti manik-manik dengan berbagai warna dan tali. Peneliti juga mempersiapkan alat pengumpul data berupa angket untuk menilai peningkatan kreativitas anak setelah diberi tindakan berupa teknik meronce.
b) Tahap pelaksanaan
Pelaksanaan siklus I pertemuan 3 dilakukan pada tanggal 29 Juli 2022 dengan tema “Diriku” dan subtema “Tubuhku”. Pada pertemuan 3 ini anak belajar mengenai huruf hijaiyah, mengenal dan menulsi angka 0, serta meronce bentuk angka 0 dengan 3 varian warna sesuai keinginan anak.
Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah melatih anak agar lebih kreativ dalam memilih warna, peka terhadap keinginan mreka, rinci dalam memadukan warna dan kreativitas lainnya.
c) Tahap observasi
Adapun hasil pengisian angket dari peneliti dan guru pada siklus I pertemuan 3 sebagai berikut:
Tabel 4.4. Persentase Siklus I Pertemuan 3
No Aspek Yang Diamati Peningkatan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Teknik Meronce Peningkatan
Kreativitas
Item Peneliti Guru Jumlah Persentase (%) 1 Kelancaran dalam
Menentukan Ide
1 7 8 15 30,00
2 13 9 22 44,00
3 12 12 24 48,00
4 12 13 25 50,00
5 15 10 25 50,00
6 18 15 33 66,00
2 Memiliki Keluwesan 7 0 5 5 10,00
8 6 5 11 22,00
9 3 6 9 18,00
10 6 6 12 24,00
11 13 3 16 32,00
12 8 18 26 52,00
3 Memiliki Keaslian 13 19 7 26 52,00
14 11 6 17 34,00
15 12 15 27 54,00
16 8 18 26 52,00
17 24 12 36 72,00
18 24 15 39 78,00
4 Memiliki
Keterperincian
19 13 10 23 46,00
20 6 8 14 28,00
21 2 17 19 38,00
22 24 11 35 70,00
23 9 12 21 42,00
24 20 13 33 66,00
5 Memiliki Kepekaan 25 11 17 28 56,00
26 19 12 31 62,00
27 13 9 22 44,00
28 15 17 32 64,00
29 16 17 33 66,00
30 8 19 27 54,00
Jumlah 367 345 712 1.424,00
Rata-Rata 48,93 46,00 47,47 47,47
Keterangan dari tabel diatas:
Persentase setiap no item yang diperoleh anak dalam kelas:
Persentase = banyak setiap satu no item jumlah anak
Nilai tertinggi X jumlah anak 𝑥 100
Persentase P = 7
1 𝑥 25 𝑥 100 = 28,00 Persentase G = 8
1 𝑥 25 𝑥 100 = 32,00 Rata-rata = Persentase P+Persentase G
2
= 28,00+32,00
2 = 30,00
Sedangkan untuk mengetahui jumlah rata-rata kelas digunakan rumus:
Persentase = banyak jumlah item seluruh anak
Nilai tertinggi x jumlah anak x jumlah item 𝑥 100
Persentase P = 367
1 𝑥 25 𝑥 30 𝑥 100 = 48,93
Persentase G = 345
1 𝑥 25 𝑥 30 𝑥 100 = 46,00 Rata-rata persentase kelas = Persentase P+ Persentase G
2
= 48,93+46,00
2 = 47,47 d) Tahap refleksi
Hasil observasi pada siklus I pertemuan 3 menunjukkan bahwa rata-rata kreativitas anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan meronce sebesar 47,47.
Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas anak usia 5-6 tahun pada siklus I pertemuan 3 masih berada pada kategori sedang dan belum mengalami peningkatan dari pertemuan sebelumnya. Oleh karena itu, peneliti dan guru sepakat untuk melanjutnya tindakan berupa memberikan teknik meronce pada siklus II.
4.1.2.2. Siklus II
Siklus II ini adalah tindakan lanjutan dari siklus I dengan tujuan untuk meningkatkan kreativitas anak agar lebih baik dari siklus sebelumnya.
Siklus II ini juga terdiri dari 3 pertemuan dengan hasil sebagai berikut:
1. Pertemuan 1
Pertemuan 1 pada siklus II diawali dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi dengan hasil sebagai berikut:
a) Tahap perencanaan
Tahap perencanaan ini juga dilakukan dengan menyiapkan RPPH yang disusun oleh peneliti dan guru. Penyusunan RPPH ini bertujuan untuk mempermudah pelaksanaan siklus II pertemuan 1 ini. Setelah RPPH selesai disusun, maka peneliti dibantu oleh guru mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan, seperti merjan meronce dan tali. Kemudian mempersiapkan lembar penilaian berupa angket untuk penelitian.
b) Tahap pelaksanaan
Siklus II pertemua 1 dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2022 dengan tema pembelajaran “Diriku” dan subtema “Mainan Kesukaanku”.
Pada tahap ini anak diajari untuk menebalkan garis titik berbentuk layangan dna bola, serta mewarnai bentuk tersebut. Kemudian anak juga dikenalkan diminta menulis angka 2, setelah itu anak diminta untuk meronce bentuk bebas dengan motif 2 warna yang diselang-seling. Anak diperbolehkan meronce bentuk gelang, kalung atau apapun dengan syarat menggunakan 2 warna yang diselang-seling.
c) Tahap observasi
Dari pelaksanaan tersebut, maka hasil penilaian siklus II pertemua 1 sebagai berikut:
Tabel 4.5. Persentase Siklus II Pertemuan 1
Keterangan dari tabel diatas:
Persentase setiap no item yang diperoleh anak dalam kelas:
Persentase = banyak setiap satu no item jumlah anak
Nilai tertinggi X jumlah anak 𝑥 100
Persentase P = 11
1 𝑥 25 𝑥 100 = 44,00 Persentase G = 11
1 𝑥 25 𝑥 100 = 44,00 Rata-rata = Persentase P+Persentase G
2
= 44,00+44,00
2 = 44,00
Sedangkan untuk mengetahui jumlah rata-rata kelas digunakan rumus:
Persentase = banyak jumlah item seluruh anak
Nilai tertinggi x jumlah anak x jumlah item 𝑥 100
Persentase P = 389
1 𝑥 25 𝑥 30 𝑥 100 = 51,87
Persentase G = 329
1 𝑥 25 𝑥 30 𝑥 100 = 43,87 Rata-rata persentase kelas = Persentase P+ Persentase G
2
= 51,87+43,87
2 = 47,87 d) Tahap refleksi
Hasil observasi pada siklus II pertemuan 1 menunjukkan bahwa kreativitas anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan meronce memiliki rata-rata sebesar 47,87 dan berada pada kategori sedang. Artinya belum ada peningkatan kreativitas anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan meronce dari pertemuan sebelumnya yaitu siklus I pertemuan 3, sehingga dilanjutkan kembali pada pertemuan 2 siklus II.
2. Pertemuan 2
Siklus II pertemuan 2 juga dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu:
a) Tahap persiapan
Tahap perencaan ini dilakukan dengan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran menggunakan teknik meronce. Penyusunan RPPH ini dilakukan oleh guru dan peneliti dengan tujuan untuk menyusun rencana kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran.
Setelah menyusun RPPH, maka selanjutnya peneliti dan guru mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan tindakan, seperti manik-manik dengan berbagai warna dan tali. Peneliti juga mempersiapkan alat pengumpul data berupa angket untuk menilai peningkatan kreativitas anak setelah diberi tindakan berupa teknik meronce.
b) Tahap pelaksanaan
Pelaksanaan siklus II pertemuan 2 dilaksanakan pada tangga; 9 Agustus 2022 dengan tema “Diriku” dan subtema “Mainan Kesukaanku”.
Pada tahap ini anak diajari untuk menebalkan garis titik berbentuk layangan dna bola, serta mewarnai bentuk tersebut. Kemudian anak juga dikenalkan diminta menulis angka 2, setelah itu anak diminta untuk meronce bentuk bebas dengan motif 2 warna yang diselang-seling. Anak diperbolehkan meronce bentuk gelang, kalung atau apapun dengan syarat menggunakan 2 warna yang diselang-seling.
c) Tahap observasi
Selanjutnya adalah melakukan observasi dengan mengisi angket mengenai kreativitas anak usia 5-6 tahun dengan hasil sebagai berikut:
Tabel 4.6. Persentase Siklus II Pertemuan 2
No Aspek Yang Diamati Peningkatan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Teknik Meronce Peningkatan
Kreativitas
Item Peneliti Guru Jumlah Persentase (%) 1 Kelancaran dalam
Menentukan Ide
1 16 15 31 62,00
2 16 5 21 42,00
3 15 5 20 40,00
4 5 11 16 32,00
5 13 6 19 38,00
6 13 8 21 42,00
2 Memiliki Keluwesan 7 6 16 22 44,00
8 3 16 19 38,00
9 16 16 32 64,00
10 16 16 32 64,00
11 13 17 30 60,00
12 23 25 48 96,00
3 Memiliki Keaslian 13 17 17 34 68,00
14 17 17 34 68,00
15 8 8 16 32,00
16 24 24 48 96,00
17 24 24 48 96,00
18 19 15 34 68,00
4 Memiliki
Keterperincian
19 16 5 21 42,00
20 16 5 21 42,00
21 12 13 25 50,00
22 24 6 30 60,00
23 16 3 19 38,00
24 17 17 34 68,00
5 Memiliki Kepekaan 25 15 20 35 70,00
26 14 8 22 44,00
27 5 5 10 20,00
28 7 13 20 40,00
29 10 12 22 44,00
30 15 8 23 46,00
Jumlah 431 376 807 1.614,00
Rata-Rata 57,47 50,13 53,80 53,80
Keterangan dari tabel diatas:
Persentase setiap nomor item yang diperoleh anak dalam kelas:
Persentase = banyak setiap satu no item jumlah anak
Nilai tertinggi X jumlah anak 𝑥 100
Persentase P = 16
1 𝑥 25 𝑥 100 = 64,00 Persentase G = 15
1 𝑥 25 𝑥 100 = 60,00 Rata-rata = Persentase P+Persentase G
2
= 60,00+64,00
2 = 62,00
Sedangkan untuk mengetahui jumlah rata-rata kelas digunakan rumus:
Persentase = banyak jumlah item seluruh anak
Nilai tertinggi x jumlah anak x jumlah item 𝑥 100
Persentase P = 431
1 𝑥 25 𝑥 30 𝑥 100 = 57,47
Persentase G = 376
1 𝑥 25 𝑥 30 𝑥 100 = 50,13 Rata-rata persentase kelas = Persentase P+ Persentase G
2
= 57,47+50,13
2 = 53,80 d) Tahap refleksi
Hasil observasi menunjukkan bahwa rata-rata kreativitas anak usia 5-6 tahun pada siklus II pertemuan 2 sebesar 53,80. Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan meronce di TK Negeri Sungai Bengkal pada siklus II pertemuan 2 berada pada kategori sedang.
3. Pertemuan 3
Tahapan pelaksanaan siklus II pertemuan 3 sebagai berikut:
a) Tahap perencanaan
Tahap perencaan ini dilakukan dengan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran menggunakan teknik meronce. Penyusunan RPPH ini dilakukan oleh guru dan peneliti dengan tujuan untuk menyusun rencana kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran.
Setelah menyusun RPPH, maka selanjutnya peneliti dan guru mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan tindakan, seperti manik-manik dengan berbagai warna dan tali. Peneliti juga mempersiapkan alat pengumpul data berupa angket untuk menilai peningkatan kreativitas anak setelah diberi tindakan berupa teknik meronce.
b) Tahap pelaksanaan
Siklus II pertemuan 2 ini dilakukan pada tanggal 15 Agustus 2022 dengan tema pembelajaran mengenai “Diriku” dan subtemanya adalah
“Panca Indera”. Pada hal ini anak diminta untuk menyebutkan kata yang berawalan huruf D, menggambar durian dan donat, menulis huruf f. Setelah itu, anak diminta untuk meronce bentuk donat sesuai warna yang mereka sukai. Selesai meronce, anak diminta untuk melihat dan menyebutkan warna dan bentuk dari hasil yang mereka ronce.
c) Tahap observasi
Tahap observasi dilakukan setelah anak diberi tindakan yang dinilai dengan menggunakan lembar angket. Adapun hasil penilaian sebagai berikut:
Tabel 4.7. Persentase Siklus II Pertemuan 3
No Aspek Yang Diamati Peningkatan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Teknik Meronce Peningkatan
Kreativitas
Item Peneliti Guru Jumlah Persentase (%) 1 Kelancaran dalam
Menentukan Ide
1 16 17 33 66,00
2 16 12 28 56,00
3 15 5 20 40,00
4 5 11 16 32,00
5 13 16 29 58,00
6 13 8 21 42,00
2 Memiliki Keluwesan
7 17 16 33 66,00
8 11 16 27 54,00
9 16 16 32 64,00
10 16 16 32 64,00
11 13 17 30 60,00
12 25 25 50 100,00
3 Memiliki Keaslian
13 17 17 34 68,00
14 17 17 34 68,00
15 8 8 16 32,00
16 24 24 48 96,00
17 24 24 48 96,00
18 19 21 40 80,00
4 Memiliki Keterperincian
19 16 5 21 42,00
20 16 5 21 42,00
21 12 13 25 50,00
22 24 6 30 60,00
23 16 3 19 38,00
24 17 17 34 68,00
5 Memiliki Kepekaan
25 15 20 35 70,00
26 14 15 29 58,00
27 5 5 10 20,00
28 7 13 20 40,00
29 10 12 22 44,00
30 15 8 23 46,00
Jumlah 452 408 860 1.720,00
Rata-Rata 60,27 54,40 57,33 57,33
Keterangan dari tabel diatas:
Persentase setiap no item yang diperoleh anak dalam kelas:
Persentase = banyak setiap satu no item jumlah anak
Nilai tertinggi X jumlah anak 𝑥 100
Persentase P = 16
1 𝑥 25 𝑥 100 = 64,00 Persentase G = 17
1 𝑥 25 𝑥 100 = 68,00 Rata-rata = Persentase P+Persentase G
2
= 64,00+68,00
2 = 66,00
Sedangkan untuk mengetahui jumlah rata-rata kelas digunakan rumus:
Persentase = banyak jumlah item seluruh anak
Nilai tertinggi x jumlah anak x jumlah item 𝑥 100
Persentase P = 452
1 𝑥 25 𝑥 30 𝑥 100 = 60,27
Persentase G = 408
1 𝑥 25 𝑥 30 𝑥 100 = 54,40 Rata-rata persentase kelas = Persentase P+ Persentase G
2
= 60,27+54,40
2 = 57,33 d) Tahap refleksi
Hasil pelaksanaan siklus II pertemuan 3 menunjukkan bahwa rata-rata nilai kreativitas anak usia 5-6 tahun sebesar 57,33. Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan meronce di TK Negeri Sungai Bengkal berada pada kategori sedang. Oleh karena itu, peneliti dan guru memutuskan untuk meningkatkan kreativitas anak usia 5-6 tahun pada siklus berikutnya yaitu siklus III.
4.1.2.3. Siklus III
Siklus III merupakan siklus lanjutan dari dua siklus sebelumnya, yaitu siklus I dan II dengan 3 kali pertemuan sebagai berikut:
1. Pertemuan 1
Pertemuan 1 siklus III ini juga terdiri dari 4 tahapan, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi dengan hasil sebagai berikut:
a) Tahap perencanaan
Tahap perencaan ini dilakukan dengan penyusunan RPPH ini dilakukan oleh guru dan peneliti dengan tujuan untuk menyusun rencana kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran. Setelah menyusun RPPH, maka selanjutnya peneliti dan guru mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan tindakan, seperti manik-manik dengan berbagai warna dan tali. Peneliti juga mempersiapkan alat pengumpul data berupa angket untuk menilai peningkatan kreativitas anak setelah diberi tindakan berupa teknik meronce.
b) Tahap pelaksanaan
Siklus I pertemuan 1 dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2022 dengan tema “Diriku” dan subtema “Panca Indera”. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan anak dikenalkan pada huruh hijaiyah, meminta anak untuk menyebutkan, menggambar dan mewarnai buah papaya. Selanjutnya peneliti meminta anak untuk meronce sebuah gelang dengan warna sesuai buah papaya.
c) Tahap observasi
Adapun hasil penilaian lembar angket mengenai kreativitas anak usia 5-6 tahun sebagai berikut:
Tabel 4.8. Persentase Siklus III Pertemuan 1
Peningkatan Kreativitas Item Peneliti Guru Jumlah Persentase (%)
1 23 25 48 96,00
2 11 25 36 72,00
3 11 13 24 48,00
4 9 25 34 68,00
5 14 23 37 74,00
6 16 6 22 44,00
7 17 14 31 62,00
8 12 15 27 54,00
9 10 13 23 46,00
10 22 12 34 68,00
11 16 19 35 70,00
12 16 19 35 70,00
13 25 19 44 88,00
14 25 16 41 82,00
15 0 2 2 4,00
16 23 22 45 90,00
17 12 16 28 56,00
18 12 16 28 56,00
19 10 18 28 56,00
20 14 20 34 68,00
21 16 6 22 44,00
22 19 14 33 66,00
23 13 16 29 58,00
24 13 12 25 50,00
25 22 8 30 60,00
26 16 10 26 52,00
27 16 17 33 66,00
28 25 11 36 72,00
29 25 16 41 82,00
30 25 25 50 100,00
488 473 961 1.922,00
65,07 63,07 64,07 64,07
Jumlah Rata-Rata 4 Memiliki Keterperincian
5 Memiliki Kepekaan
Aspek Yang Diamati Peningkatan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Teknik Meronce 1 Kelancaran dalam Menentukan Ide
2 Memiliki Keluwesan
3 Memiliki Keaslian No
Keterangan dari tabel diatas:
Persentase setiap no item yang diperoleh anak dalam kelas:
Persentase = banyak setiap satu no item jumlah anak
Nilai tertinggi X jumlah anak 𝑥 100
Persentase P = 23
1 𝑥 25 𝑥 100 = 92,00 Persentase G = 25
1 𝑥 25 𝑥 100 = 100,00 Rata-rata = Persentase P+Persentase G
2
= 92,00+100,00
2 = 96,00
Sedangkan untuk mengetahui jumlah rata-rata kelas digunakan rumus:
Persentase = banyak jumlah item seluruh anak
Nilai tertinggi x jumlah anak x jumlah item 𝑥 100
Persentase P = 488
1 𝑥 25 𝑥 30 𝑥 100 = 65,07
Persentase G = 473
1 𝑥 25 𝑥 30 𝑥 100 = 63,07 Rata-rata persentase kelas = Persentase P+ Persentase G
2
= 65,07+63,07
2 = 64,07 d) Tahap refleksi
Hasil observasi pada siklus III pertemuan 1 menunjukkan bahwa rata-rata kreativitas anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan meronce sebesar 64,07.
Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas anak usia 5-6 tahun pada siklus III pertemuan 1 masih berada pada kategori tinggi. Pada pertemuan 1 ini memang kreativitas anak sudah mengalami peningkatan yang lebih baik, tapi peneliti ingin menstimulus kreativitas anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Sungai Bengkal agar lebih baik lagi, sehingga penelitian ini terus dilanjutkan sampai pertemuan 2 dan 3.
2. Pertemuan 2
Siklus III Pertemuan 2 juga dilakukan dengan 4 tahapan sama seperti pertemuan sebelumnya, yaitu:
a) Tahap perencanaan
Penyusunan RPPH pada siklus III pertemuan 2 ini dilakukan oleh guru dan peneliti dengan tujuan untuk menyusun rencana kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran. Setelah menyusun RPPH, maka selanjutnya peneliti dan guru mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan tindakan, seperti manik-manik dengan berbagai warna dan tali. Peneliti juga mempersiapkan alat pengumpul data berupa angket untuk menilai peningkatan kreativitas anak setelah diberi tindakan berupa teknik meronce.
b) Tahap pelaksanaan
Siklus III pertemuan 2 dilakukan pada tanggal 24 Agustus 2022 dengan tema “Keluargaku” dan subtema “anggota keluarga”. Pada pertemuan ini anak diminta untuk membuat maze sederhana, kemudian anak diminta untuk meronce sebuah gelang dengan warna yang bermacam-macam atau gelang dengan corak warna-warni. Setelah itu, anak diminta untuk menggunakan hasil ronceannya dan mengutarakan perasaan anak menggunakan hasil karyanya tersebut.
c) Tahap observasi
Tahap observasi ini merupakan penilaian kreativitas anak dengan menggunakan lembar angket dan diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 4.9. Persentase Siklus III Pertemuan 2
No Aspek Yang Diamati Peningkatan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Teknik Meronce Peningkatan
Kreativitas
Item Peneliti Guru Jumlah Persentase (%) 1 Kelancaran dalam
Menentukan Ide
1 20 25 45 90,00
2 22 25 47 94,00
3 16 13 29 58,00
4 11 25 36 72,00
5 25 25 50 100,00
6 25 13 38 76,00
2 Memiliki Keluwesan 7 16 25 41 82,00
8 16 22 38 76,00
9 6 22 28 56,00
10 19 16 35 70,00
11 16 25 41 82,00
12 16 25 41 82,00
3 Memiliki Keaslian 13 25 23 48 96,00
14 25 16 41 82,00
15 0 2 2 4,00
16 25 22 47 94,00
17 22 16 38 76,00
18 15 16 31 62,00
4 Memiliki
Keterperincian
19 16 18 34 68,00
20 21 22 43 86,00
21 25 7 32 64,00
22 18 14 32 64,00
23 16 22 38 76,00
24 15 14 29 58,00
5 Memiliki Kepekaan 25 21 7 28 56,00
26 15 15 30 60,00
27 12 22 34 68,00
28 25 3 28 56,00
29 24 16 40 80,00
30 23 25 48 96,00
Jumlah 551 541 1.092 2.184,00
Rata-Rata 73,47 72,13 72,80 72,80
Keterangan dari tabel diatas:
Persentase setiap no item yang diperoleh anak dalam kelas:
Persentase = banyak setiap satu no item jumlah anak
Nilai tertinggi X jumlah anak 𝑥 100
Persentase P = 20
1 𝑥 25 𝑥 100 = 80,00 Persentase G = 25
1 𝑥 25 𝑥 100 = 100,00 Rata-rata = Persentase P+Persentase G
2
= 80,00+100,00
2 = 90,00
Sedangkan untuk mengetahui jumlah rata-rata kelas digunakan rumus:
Persentase = banyak jumlah item seluruh anak
Nilai tertinggi x jumlah anak x jumlah item 𝑥 100
Persentase P = 551
1 𝑥 25 𝑥 30 𝑥 100 = 73,47
Persentase G = 541
1 𝑥 25 𝑥 30 𝑥 100 = 72,13 Rata-rata persentase kelas = Persentase P+ Persentase G
2
= 73,47+72,13
2 = 72,80 d) Tahap refleksi
Rata-rata kreativitas anak usia 5-6 tahun di TK Sungai Bengkal pada siklus II pertemuan 2 sebesar 72,80. Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas anak usia 5-6 tahun di TK Sungai Bengkal melalui kegiatan meronce berada pada kategori tinggi.
3. Pertemuan 3
Pertemuan 3 ini merupakan tindakan akhir yang dilakukan peneliti dalam menerapkan teknik meronce. Adapun tahapan dalam pelaksanaan siklus III pertemuan 3 sebagai berikut:
a) Tahap perencanaan
Penyusunan RPPH pada siklus III pertemuan 2 ini dilakukan oleh guru dan peneliti dengan tujuan untuk menyusun rencana kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran. Setelah menyusun RPPH, maka selanjutnya peneliti dan guru mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam pelaksanaan tindakan, seperti manik-manik dengan berbagai warna dan tali. Peneliti juga mempersiapkan alat pengumpul data berupa angket untuk menilai peningkatan kreativitas anak setelah diberi tindakan berupa teknik meronce.
b) Tahap pelaksanaan
Siklus III pertemuan 3 dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2022 dnegan tema “Keluargaku” dan subtemanya adalah “Peralatan untuk bekerja”. Pelaksanaannya dilakukan dengan menghubungkan garis kelompok, mewarnai, mengenal dan menulis huruf, serta meronce bentuk untuk keluarga, seperti meronce gelang untuk orangtua, kakak atau adiknya.
Setelah selesai meronce, anak diminta untuk maju kedepan dan bercerita bentuk yang mereka ronce, warna yang digunakan dan untuk apa bentuk tersebut. Kemudian anak juga diminta bercerita alasan membuat bentuk tersebut untuk dironce.
c) Tahap observasi
Setelah anak melakukan kegiatan meronce, maka selanjutnya adalah menilai hasil kreativitas mereka dengan menggunakan lembar angket dengan hasil sebagai berikut:
Tabel 4.10. Persentase Siklus III Pertemuan 3
No Aspek Yang Diamati Peningkatan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Teknik Meronce Peningkatan Kreativitas Item Peneliti Guru Jumlah Persentase (%) 1 Kelancaran dalam
Menentukan Ide
1 25 25 50 100,00
2 22 25 47 94,00
3 22 13 35 70,00
4 16 25 41 82,00
5 25 25 50 100,00
6 25 13 38 76,00
2 Memiliki Keluwesan 7 23 25 48 96,00
8 16 22 38 76,00
9 15 22 37 74,00
10 22 16 38 76,00
11 16 25 41 82,00
12 16 25 41 82,00
3 Memiliki Keaslian 13 25 23 48 96,00
14 25 16 41 82,00
15 0 2 2 4,00
16 25 22 47 94,00
17 22 16 38 76,00
18 22 16 38 76,00
4 Memiliki Keterperincian 19 16 18 34 68,00
20 25 22 47 94,00
21 25 16 41 82,00
22 23 25 48 96,00
23 16 25 41 82,00
24 15 23 38 76,00
5 Memiliki Kepekaan 25 22 16 38 76,00
26 16 15 31 62,00
27 16 22 38 76,00
28 25 16 41 82,00
29 25 16 41 82,00
30 25 25 50 100,00
Jumlah 611 595 1.206 2.412,00
Rata-Rata 81,47 79,33 80,40 80,40
Keterangan dari tabel diatas:
Persentase setiap no item yang diperoleh anak dalam kelas:
Persentase = banyak setiap satu no item jumlah anak
Nilai tertinggi X jumlah anak 𝑥 100
Persentase P = 25
1 𝑥 25 𝑥 100 = 100,00 Persentase G = 25
1 𝑥 25 𝑥 100 = 100,00 Rata-rata = Persentase P+Persentase G
2
= 100,00+100,00
2 = 100,00
Sedangkan untuk mengetahui jumlah rata-rata kelas digunakan rumus:
Persentase = banyak jumlah item seluruh anak
Nilai tertinggi x jumlah anak x jumlah item 𝑥 100
Persentase P = 611
1 𝑥 25 𝑥 30 𝑥 100 = 81,47
Persentase G = 595
1 𝑥 25 𝑥 30 𝑥 100 = 79,33 Rata-rata persentase kelas = Persentase P+ Persentase G
2
= 81,47+79,33
2 = 80,40 d) Tahap refleksi
Hasil observasi pada siklus III pertemuan 3 menunjukkan bahwa rata-rata kreativitas anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan meronce sebesar 80,40.
Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas anak usia 5-6 tahun pada siklus III pertemuan 3 masih berada pada kategori tinggi. Berhubung pada siklus III pertemuan 3 kreativitas anak sudah mengalami peningkatan yang lebih baik dari pertemuan sebelumnya, sehingga penulis dan guru sepakat untuk menyelesaikan tindakan sampai di siklus III pertemuan 3.
4.1.3. Peningkatkan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Teknik