• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III : METODE PENELITIAN

F. Teknik Analisis Data

……….(4) Keterangan:

DP : Daya pembeda soal

SA : Jumlah skor kelompok atas pada butir soal yang diolah SB : Jumlah skor kelompok bawah pada butir soal yang diolah IA : Jumlah skor ideal salah satu kelompok butir soal yang dipilih

Tabel 3.9

Kriteria Daya Pembeda Butir Soal

No Kriteria Kesukaran Klasifikasi

1 DP ≤ 0,00 Sangat Buruk 2 0,00 <DP ≤ 0,20 Buruk 3 0,20 < DP ≤ 0,40 Cukup 4 0,40 < DP ≤ 0,70 Baik 5 0,70 < DP ≤ 1,00 Baik Seklai

F. Teknik Analisis Data

Berdasarkan rumusan masalah dan teknik pengumpulan data penelitian, terdapat data kuantitaif diperoleh melalui tes kemampuan awal matematika siswa. Untuk melihat tingkat kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa data dianalisis secara Deskriptif. Sedangkan untuk melihat perbedaan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa data dianalisis dengan statistik inferensial yaitu menggunakan teknik analisis varians (ANAVA) lalu dilanjutkan dengan Uji Tukey.

1. Analisis Deskriptif

Data hasil postes kemampuan berpikir kreatif dianalisis secara deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan berpikir kreatif matematika siswa setelah pelaksanaan pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan pembelajaran Problem Solving. Untuk menentukan kriteria kemampuan berpikir kritis matematika siswa berpedoman pada Sudijono dengan kriteria yaitu: “Sangat Kurang, Kurang, Cukup, Baik, Sangat Baik”.47

Berdasarkan pandangan tersebut hasil postes kemampuan berpikir kritis matematika siswa pada akhir pelaksanaan pembelajaran dapat disajikan dalam interval kriteria sebagai berikut:

Tabel 3.10

Interval Kriteria Skor Kemampuan Berpikir Kritis

No Interval Nilai Kategori Penilaian

1. 0 ≤ SKBK < 45 Sangat Kurang

2. 45 ≤ SKBK < 65 Kurang

3. 65 ≤ SKBK < 75 Cukup

4. 75 ≤ SKBK < 90 Baik

5. 90 ≤ SKBK ≤ 100 Sangat Baik

Keterangan: SKBK = Skor Kemampuan Berpikir Kritis

Dengan cara yang sama juga digunakan untuk menentukan kriteria dan menganalisis data tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa secara deskriptif pada akhir pelaksanaan pembelajaran, dan disajikan dalam interval kriteria sebagai berikut:

47 Anas Sudijono. 2007. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo Persada, Hal. 453

Tabel 3.11

Interval Kriteria Skor Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika

No Interval Nilai Kategori Penilaian

1 0 ≤ SKPMM < 45 Sangat Kurang 2 45 ≤ SKPMM < 65 Kurang 3 65 ≤ SKPMM < 75 Cukup 4 75 ≤ SKPMM < 90 Baik 5 90 ≤ SKPMM ≤ 100 Sangat Baik

Keterangan : SKPMM = Skor Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika

2. Analisis Statistik Inferensial

Analisis data bertujuan untuk memperoleh makna dari data yang telah terkumpul. Dimana statistik inferensial merupakan teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya dilakukan untuk populasi. Data kuantitaif yang akan dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil posttest belajar matematika siswa. Data yang diperoleh dari skor kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dikelompokkan menurut kelompok model pembelajaran kooperatiff tipe Snowball throwing dan Teams games tournament (TGT) dan kelompok kemampuan awal matematika siswa (tinggi, sedang, rendah).

Setelah data diperoleh kemudian diolah dengan teknik analisis data sebagai berikut:

1. Menghitung rata-rata skor dengan rumus: N X X

……….(5) Keterangan : X = rata-rata skor

X = jumlah skor N = Jumlah sampel

2. Menghitung standar Deviasi

Standar deviasi dapat dicari dengan rumus:

  

N

X

X

N SD 2 2 ……….(6) Keterangan : SD = standar deviasi 

N

X

2 tiap skor dikuadratkan lalu dijumlahkan kemudian dibagi N.

 

N

X

2

= semua skor dijumlahkan, dibagi N kemudian dikuadratkan

3. Uji Normalitas

Uji normalitas dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui apakah sebaran data pada kelas yang diajar dengan pembelajaran kooperatif tipe Snowball throwing dan Teams game tournament (TGT) berdistribusi normal atau tidak.

Hipotesis yang digunakan untuk menguji normalitas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

H0 = Data berdistribusi normal Ha = Data tidak berdistribusi normal

Kriteria pengujian hipotesis untuk menguji normalitas adalah tolak H0 jika Dhitung ≥ Dtabel dan diterima H0 jika Dhitung < Dtabel dengan taraf signifikan sebesar 5 % atau α = 0,05.

1. Uji Homogenitas Data

Pengujian homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah kedua distribusi pada kelompok eksperimen memiliki variansi yang homogen. Uji homogenitas menggunakan uji variansi dua peubah bebas karena sampel yang diselidiki saling bebas. Pasangan hipotesis yang akan diuji dalam pengujian homogenitas adalah:

H0 : σ12 = σ22 (tidak terdapat perbedaan variansi kelas eksperimen dengan kelas kontrol )

H1 : σ12 ≠ σ22 ( terdapat perbedaan variansi kelas eksperimen dengan kelas kontrol )

Formula yang digunakan untuk uji Barlett48: 2 = (ln 10) {B – Σ (db).log si2 } B = (Σ db) log s2 Keterangan : db = n – 1 48

n = banyaknya subyek setiap kelompok. si2= Variansi dari setiap kelompok s2 = Variansi gabungan

Dengan ketentuan :  Tolak H0 jika 2

hitung > 2

tabel ( Tidak Homogen)  Terima H0 jika 2

hitung < 2

tabel (Homogen ) 2

tabel merupakan daftar distribusi chi-kuadrat dengan db = k – 1 ( k = banyaknya kelompok) dan α = 0,05.

2. Uji Hipotesis

Uji hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalur dengan uji F dan taraf signifikansi sebesar 0,05. Untuk memberi arah dalam analisis data , maka hipotesis perlu dinyatakan dalam rumus statistik. Analisis data kuantitaif dilakukan untuk masing-masing pasangan kelompok data sesuai dengan permasalahan

Data kuantitatif ditabulasi dan dianalisis melalui tiga tahap, yaitu:

a. Tahap pertama

Data yang diperoleh dari skor kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis siswa dikumpulkan. Melalui tahap ini dapat diketahui besar perbedaan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah mendapat pembelajaran baik yang mendapat pembelajaran snowball throwing dan teams games tournament (TGT).

Dari hasil postest pada penelitian ini dianalisis dengan melakukan pengujian menggunakan analisis statistik ANAVA dua jalur.

Untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang diajar dengan Pembelajaran kooperatif tipe snowball throeing dengan pembelajaran teasm games tournament (TGT) pada materi Turunan dilakukan dengan teknik analisis varians (ANAVA) pada taraf signifikan  0,05. Apabila di dalam analisis ditemukan adanya interaksi, maka dilanjutkan dengan Uji Tukey karena jumlah sampel setiap kelas sama. Teknik analisis ini digunakan untuk mengetahui perbedaan Pembelajaran kooperatif Tipe snowball throwing dengan pembelajaran Teams games tournament terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.

Dokumen terkait