BAB III METODOLOGI PENELITIAN
L. Teknik Analisis Data
−
=
Keterangan:t = nilai yang dicari atau nilai t hitung r = koefisien korelasi
n = jumlah sampel
2
r = koefesien diterima
Ho = r ≤ 0 berarti tidak ada hubungan positif antara pelaksanaan program kesejahteraan ekonomi karyawan dengan semangat kerja
Ha = r > 0 berarti ada hubungan positif antara pelaksanaan program kesejahteraan karyawan dengan semangat kerja
Ho ditolak jika t hitung > t tabel Ho diterima jika t hitung ≤ t tabel
L. Teknik Analisis Data
Alat analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis korelasi. Analisis korelasi adalah alat statistika yang dapat digunakan untuk mengetahui derajat hubungan antara variabel yang satu dengan yang lainnya (Algifari, 1997).
1) Untuk menguji hipotesis pertama yaitu ada hubungan antara program kesejahteraan ekonomi karyawan dengan semangat kerja karyawan, perlu dicari koefisien korelasi antara variabel independen, dalam hal ini pelaksanaan program kesejahteraan ekonomi karyawan dengan variabel dependen yaitu semangat kerja karyawan.
Adapun rumus yang digunakan adalah koefisien rank Spearman sebagai berikut :
(
1)
6 1 12 2 − − =∑
= N N d r N i i s Keterangan : sr = koefisien korelasi rank Spearman
d = perbedaan skor antar variabel N = jumlah sampel
Semakin tinggi nilai koefisien (semakin mendekati satu), maka tingkat keeratan hubungan antara dua variabel tersebut semakin tinggi. Dan sebaliknya semakin rendah nilai koefisien korelasi (semakin mendekati nol), maka tingkat keeratan hubungan antara dua variabel tersebut semakin lemah.
Guilford memberikan makna kekuatan hubungan antar variabel,
berdasarkan koefisien korelasi positif sebagai berikut : < 0,2 = tidak ada korelasi
0,20-0,40 = korelasi rendah 0,41-0,60 = korelasi sedang
0,61-0,80 = korelasi tinggi 0,81-1 = korelasi sangat tinggi >1,00 = korelasi sempurna
Koefisien korelasi (r) dapat juga digunakan untuk mengetahui arah hubungan antara dua variabel yaitu dengan memperhatikan tanda (+) dan (-) yang terdapat pada nilai koefesien korelasi (r) tersebut. Tanda minus (-) pada nilai r menunjukan hubungan yang berlainan arah. Artinya apabila nilai variabel yang satu naik, maka nilai variabel yang lain akan turun. Sebaliknya tanda plus (+) menunjukan hubungan yang searah. Artinya apabila nilai variabel yang satu naik, maka nilai variabel yang lain akan naik pula.
2)Untuk menguji hipotesis kedua yaitu ada hub ungan positif antara pelaksanaan program hiburan dan rekreasi dengan semangat kerja karyawan dan hipotesis ketiga yaitu ada hubungan positif antara pelaksanaan program tambahan fasilitas dengan semangat kerja karyawan, digunakan langkah- langkah seperti pada pengujian hipotesis pertama yang telah disesuaikan dengan variabel independennya masing- masing.
3)Untuk menguji hipotesisi yang keempat, penulis menggunakan metode statistik yaitu analisis korelasi ganda. Korelasi ganda digunakan untuk mengetahui lebih lanjut pengaruh masing- masing variabel bebas, yaitu program kesejahteraan ekonomi, program hiburan dan rekreasi, program tambahan fasilitas (X1, X2, dan X3) terhadap variabel tergantung yaitu
semangat kerja (Y). Untuk menguji pengaruh program kesejahteraan secara simultan terhadap variabel semangat kerja digunakan korelasi ganda.
a) Untuk mengetahui besarnya tingkat hubungan antara X1, X2dan X3 dengan variabel Y digunakan rumus : (Suharsimi arikunto 1995 : 500)
( )
= ∑ + ∑∑
2+ ∑
3 3 2 2 1 1 3 , 2 , 1y
y
x
b
y
x
b
y
x
b
Ry
Keterangan :b1,b2,b3 = Koefisien korelasi X1, X2, dan X3 Ry(1,2,3) = Koefisien korelasi
x1 = Program kesejahteraan ekonomi x2 = Program hiburan dan rekreasi x3 = Program tambahan fasilitas y = Semangat kerja
b) Untuk menguji signifikan koefisien korelasi Ry(1,2,3) tersebut digunakan statistik uji F. Taraf signifikansi yang digunakan 5% dengan derajat kebebasan (n-4) dengan uji satu sisi.
( )
(
2)
21
1
R
m
m
N
R
F
reg−
−
−
=
Keterangan: regN = banyaknya subyek yang terlihat
2
R
= koefisien korelasi antar kriterium dengan predik tor M = jumlah prediktorHipotesis nol (Ho) adalah hipotesis yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan positif dan signifikan antara pelaksanan program kesejahteraan yang terdiri dari program kesejahteraan ekonomi, program hiburan dan rekreasi, serta program tambahan fasilitas secara bersama-sama dengan semangat kerja karyawan.
Hipotesis alternatif (Ha) adalah hipotesis yang menyatakan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara pelaksanaan program kesejahteraan karyawan yang terdiri dari program kesejahteraan ekonomi, program hiburan dan rekreasi serta program tambahan fasilitas secara bersama-sama dengan semangat kerja karyawan.
Ho ditolak apabila f hitung > f tabel dan Ho diterima apabila F hitung
≤
F tabel.BAB IV
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A. Sejarah Perusahaan
Di Daerah Istimewa Yogyakarta hanya terdapat satu pabrik gula dan pabrik spiritus yaitu Pabrik Gula Madukismo dan Pabrik Spiritus Madukismo yang berada dibawah naungan PT Madu Baru. Pada awalnya di DIY terdapat 17 pabrik gula, namun pada masa itu semua pabrik tersebut dikuasai oleh pemerintah Hindia Belanda. Tahun 1942 Jepang masuk ke wilayah Republik Indonesia, saat itu pula semua pabrik diambil alih oleh pemerintah jepang.
Pemerintah Jepang saat itu tidak dapat mengelola secara penuh akibatnya banyak pabrik gula yang tidak beroperasi, karena areal tanaman tebu dalihkan untuk tanaman palawija. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintahan RI mengambil alih kekuasaan dan membumihanguskan pabrik-pabrik tersebut.
Pabrik gula ini berlokasi di daerah Padokan, Kelurahan Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pabrik gula ini dibangun pada tahun 1955 yang diprakarsai oleh Sri Sultan HB IX dan diresmikan pada tanggal 28 mei 1958 oleh presiden Ir. Soekarno. Pada tahun 1958 mulai memproduksi gula dan tahun 1959 mulai memproduksi spiritus.
Pada tanggal 14 juni 1955, status perusahaan berubah menjadi Perseroan Terbatas yang di beri nama PT. MADU BARU PG/PS MADUKISMO. Pada awal berdirinya pabrik gula Madukismo, saham perusahaan dimiliki oleh Sri Sultan HB IX sebesar 25% dan 75% dimiliki oleh Pemerintah Indonesia, namun pada saat ini saham terbesar dipegang oleh Sri Sultan HB X sebesar 65% dan 35% dimiliki oleh Pemerintah Indonesia yang dikuasakan kepada Departemen Keuangan Republik Indonesia.
B. Kronologi Perubahan Status Perusahaan
Sejak awal berdirinya hingga saat ini, status perusahaan dan manajemen telah mengalami beberapa perubahan diantaranya yaitu :
1. Tahun 1955-1962 : Perusahaan Swasta
2. Tahun 1962-1965 :
Bergabung dengan perusahaan negara dibawah BPU-PPN ( Badan Pimpinan Umum – Perusahaan Perkebunan Negara ), karena ada kebijakan dari Pemerintah Republik Indonesia yang mengambil alih semua Perusahaan Perkebunan di Indonesia.
3. Tahun 1966 :
BPU – PPN bubar, pabrik gula yang ada di Indonesia boleh memilih tetap sebagai perusahaan Negara atau keluar dan menjadi Perusahaan Swasta. PT. Madu Baru memilih menjadi Perusahaan Swasta.
4. Tahun 1966-1984 :
PT. MADU BARU kembali menjadi perusahaan swasta dengan susunan direksi yang dipimpin oleh Sri Sultan HB IX sebagai presiden direktur 5. Tanggal 4 maret 1984 – sekarang :
Diadakan kontrak managemen dengan PT. Rajawali Nusantara Indonesia ( RNI ) yaitu salah satu BUMN milik Departemen Keuangan Republik Indonesia.