• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.8 Teknik Analisis Data

Menurut Bogdan (dalam Sugiyono 2017: 332-333) analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. Analisis data ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas IV di SD Negeri 3 Parakan Wetan pada pembelajaran IPA materi perakaran tumbuhan.

Perhitungan hasil belajar :

1. Menghitung jumlah skor pada soal pilihan ganda dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Skor 1 untuk jawaban benar b. Skor 0 untuk jawaban salah

2. Menghitung jumlah akhir yang diperoleh.

3. Menghitung nilai rata-rata kelas.

4. Menghitung presentasi ketuntasan hasil belajar siswa.

56 3.9 Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan bisa dikatakan berhasil jika berhasil memenuhi atau melebihi kriteria yang sudah ditetapkan. Dalam penelitian ini diharapkan adanya peningkatan pada setiap siklusnya. Berikut adalah tabel indikator keberhasilan dalam penelitian ini:

Tabel 3.16 Kriteria Keberhasilan Hasil Belajar Indikator Kondisi Awal Target Akhir

Siklus I

Target Akhir Siklus II Rata- Rata Hasil

Belajar 62,35 70 75

Persentase

Ketuntasan 27,02% 70% 75%

57 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada Bab IV penelitian membahas tentang kondisi awal, hasil penelitian dan pembahasan.

4.1 Kondisi Awal

Sebelum melakukan penelitian, kegiatan awal yang dilakukan adalah meminta izin kepada kepala sekolah SD Negeri 3 Parakan Wetan, melakukan wawancara kepada guru kelas, dan melakukan observasi terhadap siswa kelas VI saat pembelajaran IPA. Berdasarkan hasil observasi yang sudah didapat, beberapa siswa masih belum paham dengan materi perakaran tumbuhan. Ini terlihat ketika beberapa siswa hanya diam saja saat guru memberikan pertanyaan yang terkait materi. Selain itu dari observasi yang dilakukan juga didapat bahwa guru tidak menggunakan media pembelajaran saat mengajar.

Hasil observasi yang sudah dilakukan sebelumnya diperkuat dengan wawancara yang dilakukan kepada guru wali kelas IV SDN 3 Parakan Wetan.

Beliau mengatakan bahwa siswanya masih belum begitu paham dengan jenis-jenis akar serta contoh tumbuhannya. Kesulitan ini terjadi karena siswa masih kesulitan mendeteksi ciri-ciri tumbuhan berdasarkan jenis akar, seperti tumbuhan berkeping satu atau berkeping dua. Selain itu, beberapa anak juga terlihat kurang fokus saat proses pembelajaran dan masih banyak siswa yang mengobrol dengan teman sebangku atau depan belakangnya.

Ketidaksiapan siswa untuk belajar ini berakibat pada nilai yang kurang memuaskan. Terlihat dari nilai beberapa siswa yang dibawah KKM. Bahkan hanya sedikit siswa yang memperoleh nilai di atas KKM. Peneliti meminta

58 nilai hasil Ulangan Tengah Semester (UTS) siswa kelas IV SD Negeri 3 Parakan Wetan kepada guru wali kelas IV. Data tersebut akan digunakan sebagai data awal hasil belajar siswa.

Tabel 4.1 Data Kondisi Awal Hasil Belajar Siswa Kelas IV

No Nama KKM Nilai Tuntas Tidak

59

36 WO 70 64 √

37 ZAS 70 64 √

Rata-rata 62,35

Persentase 27,02% 72,98%

Berdasarkan data di atas peneliti mendapatkan nilai rata-rata kelas pada kondisi awal sebesar 62,35. Dimana nilai tersebut bisa dibilang terlalu rendah. Dengan presentase siswa yang tidak memenuhi KKM lebih sedkit dibanding siswa yang memenuhi KKM. Dapat dilihat dari data bahwa 27 siswa masih belum memenuhi KKM dengan persentase 72,98%. Sedangkan siswa yang memenuhi KKM hanya 10 siswa dengan persentase 27,02%.

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri 3 Parakan Wetan Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis Metode Montessori Pada Mata Pelajaran IPA Materi Perakaran Tumbuhan 4.2.1.1 Pelaksanaan Tiap Siklus

Pada sub bab ini peneliti membahas tentang pelaksanaan siklus I dan siklus II yang diuraikan sebagai berikut :

1. Pelaksanaan Siklus I

Siklus I terdiri dari dua kali pertemuan. Alokasi setiap pertemuan selama 2 x 35 menit. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu, 12 Desember 2018 yang dimulai pukul 11.20 – 13.30. Sedangkan pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Kamis, 13 Desember 2018 yang dimulai pukul 07.00 – 09.10.

60 a. Perencanaan

Penelitian diawali mempersiapkan perangkat pembelajaran yang meliputi RPP, LKS, soal evaluasi siklus I, dan media pembelajaran yang akan digunakan untuk penelitian pada siklus I.

b. Pelaksanaan

Penelitian dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan.

Pelaksanaan penelitian siklus I diuraikan sebagai berikut : 1) Pertemuan 1

Peneliti bertindak sebagai guru Ilmu Pengetahuan Alam dengan mengajarkan materi perakaran tumbuhan. Di kegiatan awal, guru mengajak siswa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu guru mengajak siswa untuk berdoa.

Sebagai bentuk perkenalan, guru memanggil siswa satu persatu dan meminta siswa untuk menyebutkan nama panggilannya.

Setelah itu guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

Memasuki kegiatan inti, siswa diminta mengamati gambar yang telah peneliti tempel di papan tulis. Siswa diminta mengamati gambar bagian akar tumbuhan dengan baik. Setelah mengamati siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang gambar tersebut. Guru memberikan sedikit materi tentang fungsi dan bagian-bagian akar.

Untuk menambah pemahaman siswa, guru mengajak siswa untuk membayangkan akar pada tumbuhan yang pernah dilihat.

61 Beberapa siswa menjawab, padi, bayam, dan kelapa. Disini siswa diajak berpikir konkret dengan mengaitkan pada pengalaman pribadi mereka tentang akar tumbuhan.

Selanjutnya, guru memberikan soal LKS kepada siswa terkait dengan fungsi dan bagian-bagian akar. Soal dikerjakan secara mandiri. Siswa tidak diperbolehkan mencontek atau melihat jawab teman sebelahnya ini dimaksudkan agar dapat mengukur tingkat pemahaman siswa tentang materi tersebut.

Untuk menutup pembelajaran pada hari ini, guru memberikan kesimpulan tentang pembelajaran yang sudah dilaksanakan. Setelah itu guru memberikan pertanyaan tentang materi dan perasaan siswa belajar hari sebagai refleksi kegiatan. Pembelajaran ditutup dengan doa yang diimpin oleh salah satu siswa.

2) Pertemuan 2

Peneliti bertindak sebagai guru Ilmu Pengetahuan Alam dengan mengajarkan materi perakaran tumbuhan. Di kegiatan awal, guru mengajak siswa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu guru mengajak siswa untuk berdoa.

Untuk melihat kesiapan diri siswa, guru melakukan presensi, memeriksa kerapian pakaian dan tempat duduk. Setelah itu guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

62 Untuk kegiatan awal guru mencoba membuka ingatan siswa tentang materi kemarin. Guru megajukan beberapa pertanyaan tentang fungsi dan bagian-bagian akar. Setelah mengulang materi sebelumnya, guru menyampaikan materi baru mengenai jenis akar dan fungsinya. Agar siswa lebih paham dengan materi yang disampaikan, guru juga membawa beberapa gambar yang menunjukkan jenis-jenis akar serta contoh tumbuhannya.

Pada kegiatan kedua, guru mulai menerapkan media pembelajaran berbasis metode Montessori yang diawali dengan memperlihatkan media dan cara penggunaannya. Sebelum mencoba media, siswa diminta mengamati dan mendengarkan penjelasan guru tentang media yang digunakan. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya jika ada sesuatu yang belum dimengerti tentang penjelasan penggunaan alat. Setelah itu guru mencoba mempraktekkan dengan ditemani oleh salah satu siswa.

Untuk kegiatan selanjutnya guru memberikan LKS guna memperdalam pemahaman siswa tentang jenis akar. Secara berpasangan siswa diminta melakukan pengamatan di lingkungan sekolah dengan mengidentifikasi jenis-jenis akar pada tumbuhan yang ada. Setalah selesai melakukan pengamatan, siswa diminta untuk menyampaikan hasil

63 pengamatan di depan kelas. Untuk penguatan materi, guru memberikan umpan balik kepada siswa.

Pada kegiatan penutup, guru memberikan refleksi berupa pertanyaan tentang perasaan saat mempelajari materi hari ini.

Sebagai penguji pengetahuan siswa tentang materi yang telah diajarkan, guru memberikan soal evaluasi kepada siswa.

Pembelajaran ditutup dengan doa yang dipimpin oleh salah satu siswa.

c. Observasi

Peneliti meminta bantuan kepada guru kelas untuk melakukan observasi ketika sedang berlangsung proses belajar mengajar di dalam kelas. Dengan bantuan dari guru kelas, maka memudahkan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi atau keberhasilan yang telah dicapai.

Guru menyampaikan beberapa poin untuk kendala-kendala yang ada. Menurut guru, peneliti masih belum bisa mengkondisikan kelas sehingga terlihat beberapa siswa masih ramai dan bercanda dengan teman sebangku. Selain itu juga belum terlihat tegas dalam menyikapi siswa yang ramai di dalam kelas.

Selain itu juga masih melihat catatan saat menyampaikan materi.

Guru kelas juga menyampaikan keberhasilan yang telah dicapai dan mengharapkan agar tetap konsisten atau memperbaikinya lagi. Menurut guru cara penyampaian materi

64 sudah menarik serta menggunakan media atau gambar yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran terkesan tidak monoton. Media yang digunakan juga sudah membuat siswa lebih aktif lagi dalam pembelajaran.

d. Refleksi

Setelah selesai melaksanakan penelitian, maka dilakukan refleksi untuk mengetahui perkembangan dari pertemuan 1 dan 2 pada siklus I ini. Secara kesuluruhan kegiatan pembelajaran yang dilakukan di siklus I sudah sesuai dengan RPP. Meski demikian, pelaksaan penelitian pada siklus I ini masih terdapat beberapa kekurangan. Seperti apa yang telah disampaikan oleh guru kelas, peneliti masih kurang tegas dalam bersikap sehingga belum bisa mengkondisikan kelas dengan baik. Ini membuat kondisi kelas kurang kondusif karena beberapa siswa laki-laki mengobrol dengan teman lainnya. Selain itu hasil belajar yang diperoleh siswa pada pelaksanaan siklus I juga masih dibawah indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Dengan adanya beberapa kekurangan yang masih ada, peneliti berusaha untuk memperbaiki diri untuk siklus II agar mampu mengkondisikan kelas dan membuat suasana belajar mengajar di dalam kelas menjadi lebih kondusif serta untuk meningkatkan hasil belajar siswa agar bisa mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan yaitu 70. Karena pada siklus I ini rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa hanya sebesar 63,52.

65 2. Pelaksanaan Siklus II

Siklus II terdiri dari dua kali pertemuan. Alokasi setiap pertemuan selama 2 x 35 menit. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu, 21 Desember 2018 yang dimulai pukul 11.20 – 13.30. Sedangkan pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Kamis, 22 Desember 2018 yang dimulai pukul 07.00 – 09.10.

a. Perencanaan

Penelitian diawali dengan mempersiapkan perangkat pembelajaran yang meliputi RPP, LKS, soal evaluasi siklus II, dan media pembelajaran yang akan digunakan untuk penelitian pada siklus II.

b. Pelaksanaan

Penelitian dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan.

Pelaksanaan penelitian siklus II diuraikan sebagai berikut : 1) Pertemuan 1

Peneliti bertindak sebagai guru Ilmu Pengetahuan Alam dengan mengajarkan materi perakaran tumbuhan. Di kegiatan awal, guru mengajak siswa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu guru mengajak siswa untuk berdoa.

Setelah itu guru mengajak siswa untuk berdoa. Untuk melihat kesiapan diri siswa, guru melakukan presensi, memeriksa kerapian pakaian dan tempat duduk. Setelah itu guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

66 Seperti siklus I, kegiatan awal adalah melakukan tanya jawab tentang materi sebelumnya. Setelah itu, guru menyampaikan materi baru yang akan dipelajari hari ini yaitu tentang bagian-bagian akar dan fungsinya. Disini siswa diminta untuk memperhatikan gambar akar lengkap dengan bagian-bagiannya.

Pada kegiatan selanjutnya siswa kembali diberikan penjelasan mengenai penggunaan media. Jika dalam pertemuan sebelumnya hanya 1 siswa yang diberi kesempatan untuk mencoba, pada pertemuan kali ini semua siswa diberi kesempatan untuk mencoba. Sebelum siswa mencoba guru memberikan penjelasan kembali tentang penggunaan media.

Setelah semua siswa dirasa paham dengan penjelasan yang telah disampaikan, siswa diberi kesempatan untuk mencoba menggunakan media secara bergantian. Saat siswa mencoba, guru tetap mengamati.

Setelah semua siswa mencoba menggunakan media berbentuk akar dan juga kartu, selanjutnya siswa diberikan LKS. Pada LKS ini, siswa diberi tugas untuk menggambar bagian akar dengan melihat media berbentuk akar dan juga gambar bagian-bagian akar. Siswa diharuskan menggambar lengkap dengan nama dari setiap bagian dan juga warna setiap begiannya.

67 Untuk menutup pembelajaran pada hari ini, guru memberikan kesimpulan tentang pembelajaran yang sudah dilaksanakan. Setelah itu guru memberikan pertanyaan tentang materi dan perasaan siswa belajar hari sebagai refleksi kegiatan. Pembelajaran ditutup dengan doa yang diimpin oleh salah satu siswa.

2) Pertemuan 2

Peneliti bertindak sebagai guru Ilmu Pengetahuan Alam dengan mengajarkan materi perakaran tumbuhan. Di kegiatan awal, guru mengajak siswa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu guru mengajak siswa untuk berdoa.

Untuk melihat kesiapan diri siswa, guru melakukan presensi, memeriksa kerapian pakaian dan tempat duduk. Setelah itu guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

Untuk kegiatan awal guru mencoba membuka ingatan siswa tentang materi kemarin. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk kembali membuka buku dan membaca materi-materi yang telah disampaikan. Setelah dirasa cukup, guru mempersilahkan siswa untuk menutup buku catatan.

Kemudian guru memberikan beberapa pertanyaan terkait dengan materi sebelumnya.

Pada kegiatan kedua guru menunjukkan media Montessori yang berbentuk kartu. Guru menjelaskan cara penggunaan

68 kartu. Salah satu siswa diminta untuk mencoba menggunakan kartu tersebut dengan didampingi guru. Setelah semua siswa paham dengan penjelasan guru, guru memberi kesempatan kepada seluruh siswa untuk mencoba menggunakan kartu tersebut.

Pada kegiatan selanjutnya, siswa diminta untuk menyiapkan buku PS tematik. Kemudian guru mulai menyampaikan soal dan siswa diminta untuk menuliskannya pada buku tersebut. Guru memberikan soal terkait dengan materi yang sudah diajakarkan dan juga terkait dengan materi yang ada dalam media kartu. Beberapa siswa diminta maju menyampaikan hasil pekerjaannya. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk melakukan koreksi soal untuk semua siswa di dalam kelas. Kemudian guru memberikan umpan balik serta penguatan.

Pada kegiatan penutup, guru memberikan refleksi berupa pertanyaan tentan perasaan saat mempelajari materi hari ini.

Sebagai penguji pengetahuan siswa tentang materi yang telah diajarkan, guru memberikan soal evaluasi kepada siswa.

Pembelajaran ditutup dengan doa yang dipimpin oleh salah satu siswa.

69 c. Observasi

Untuk kedua kalinya peneliti meminta bantuan guru kelas untuk melakukan observasi saat peneliti melaksanakan penelitian.

Disini guru menyampaikan poin-poin tentang cara mengajar dan mengkondisian kelas. Ada beberapa hal yang masih menjadi kendala dan kelemahan peneliti, tetapi sudah ada peningkatan dari siklus sebelumnya.

Menurut guru, cara mengkondisikan kelas sudah sedikit lebih baik dari siklus sebelumnya. Terlihat masih ada beberapa siswa yang duduk di bangku bagian belakang tetap ramai dan mengobrol dengan temannya. Tetapi peneliti sudah dinilai cukup tegas dalam menyikapi siswa yang ramai tersebut. Selain itu guru juga mengapresiasi media yang digunakan. Ketika siswa diberi kesempatan untuk mencoba media, siswa terlihat antusias dan sangat tertarik sehingga memperhatikan penjelasan yang disampaikan. Media-media yang digunakan seperti gambar dan kartu juga berhasil menarik minat siswa sehingga membuat siswa lebih fokus dan aktif untuk belajar.

d. Refleksi

Pada siklus II ini dirasa bahwa kendala-kendala yang dihadapi saat siklus I sudah berhasil diatasi. Pada setiap pertemuan di siklus II ini peneliti bersikap lebih tegas agar dapat mengkondisikan kelas dengan baik. Selain itu untuk meningkatkan nilai hasil belajar

70 siswa juga lebih banyak diberikan pertanyaan-pertanyaan terkait materi kepada siswa. Dengan cara ini berhasil meningkatkan rata-rata nilai hasil belajar siswa menjadi 87,74. Padahal pada siklus I, rata-rata hasil belajar yang didapat hanya 63,52. Dengan peningkatan tersebut, maka rata-rata nilai yang diperoleh sudah melebihi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan yaitu 75.

Maka peneliti memutuskan untuk tidak melanjutkan ke siklus selanjutnya.

4.3 Peningkatan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Media Pembelajaran IPA Berbasis Metode Montessori

4.3.1 Hasil Penelitian Hasil Belajar Siswa

1. Siklus I

Data prestasi hasil belajar pada siklus I :

Tabel 4.2 Hasil Belajar Siswa Siklus I

No Nama KKM Nilai Tuntas Tidak

71

Persentase 27,05% 72,95%

Dari data di atas dapat dilihat dan diketahui bahwa rata-rata kelas nilai evaluasi 1 yang dilaksanakan pada siklus I adalah 63,52. Dengan jumlah siswa yang tuntas lebih sedikit dibanding siswa yang tidak tuntas. Siswa yang tuntas artinya nilai yang diperoleh berada di atas KKM adalah sebanyak 10 siswa dengan persentase 27,05%. Sedangkan siswa yang tidak tuntas atau nilai yang diperoleh berada di bawah KKM ada 24 siswa dengan persentase 72,95%. Pada siklus I ini ada 3 siswa yang tidak hadir, maka ketiga siswa tersebut tidak masuk dalam perhitungan. Maka nilai rata-rata siswa diperoleh dari jumlah nilai seluruh siswa dibagi 34. Pada siklus I ini, ditargetkan nilai rata-rata kelas yaitu 70. Ketika dilihat dari

72 hasil yang didapat, pembelajaran pada siklus I ini masih belum berhasil karena nilai rata-rata kelas yang didapat masih jauh dari target.

2. Siklus II

Tabel 4.3 Hasil Belajar Siswa Siklus II

No Nama KKM Nilai Tuntas Tidak

73

37 ZAS 70 80 √

Rata-rata 87,74

Persentase 89,65% 10,35%

Dari data di atas dapat dilihat dan diketahui bahwa rata-rata kelas nilai evaluasi 2 yang dilaksanakan pada siklus II adalah 87,74. Dengan jumlah siswa yang tidak tuntas lebih sedikit dibanding siswa yang tuntas. Siswa yang tuntas artinya nilai yang diperoleh berada di atas KKM adalah sebanyak 30 siswa dengan persentase 89,65%. Sedangkan siswa yang tidak tuntas atau nilai yang diperoleh berada di bawah KKM ada 4 siswa dengan persentase 10,35%. Pada siklus I ini ada 3 siswa yang tidak hadir, maka ketiga siswa tersebut tidak masuk dalam perhitungan. Maka nilai rata-rata siswa diperoleh dari jumlah nilai seluruh siswa dibagi 34. Pada siklus II ini, ditargetkan nilai rata kelas yaitu 75. Dengan nilai rata-rata kelas pada siklus II yaitu 80,88 maka pembelajaran pada siklus II ini bisa dikatakan berhasil karena nilai rata-rata yang didapat lebih tinggi dari nilai rata-rata yang ditargetkan peneliti.

Setelah selesai melakukan penelitian dengan 2 siklus tersebut.

Diperoleh data perbandingan antara nilai setiap siswa, rata-rata kelas dan juga persentase ketuntasan antara kondisi awal, hasil akhir siklus I dan hasil akhir siklus II. Data perbandingan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.4 Perbandingan Hasil Belajar Siswa No Nama Siswa Kondisi

74

Persentase Ketuntasan 27,02% 27,05% 89,65%

75 Secara kesuluruhan penelitian, hasil belajar siswa kelas IV di SD Negeri 3 Parakan Wetan tahun pelajaran 2018/2019 pada pembelajaran IPA materi perakaran tumbuhan mengalami peningkatan dari kondisi awal, siklus I hingga siklus II. Untuk melihat peningkatan yang sudah dicapai siswa, dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.5 Hasil Analisis Data Penelitian Variabel Kondisi Target Capaian Target Capaian

Nilai

Dari data di atas, dapat dilihat bahwa penerapan media pembelajaran IPA berbasis metode Montessori materi perakaran tumbuhan mengalami peningkatan. Diketahui dari rata-rata kondisi awal sebesar 62,35 dengan persentase ketuntasan 27,02% mengalami peningkatan pada siklus I yaitu sebesar 63,52 dengan persentase 27,05%. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada sikus I pun mengalami peningkatan pada siklus II yaitu sebesar 87,74 dengan persentase ketuntasan 89,65%. Maka peningkatan yang berhasil dicapai siswa adalah sebesar 24,22 yang dilihat dari siklus I dan siklus II. Dengan persentase siswa yang mencapai KKM juga meningkat sebesar 62,6% dari siklus I ke siklus II.

76 Grafik capaian peningkatan hasil belajar siswa dari kondisi awal, siklus I dan siklus II dapat dilihat pada diagram di bawah ini:

Grafik 4.1 Peningkatan Hasil Belajar Siswa

4.3.2 Pembahasan

Peneliti telah melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di SD Negeri 3 Parakan Wetan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, dengan 2 pertemuan di setiap siklusnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada pembelajaran IPA materi perakaran tumbuhan menggunakan media pembelajarn berbasis metode Montessori.

4.3.2.1 Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri 3 Parakan Wetan Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis Metode Montessori Pada Mata Pelajaran IPA Materi Perakaran Tumbuhan.

Peneliti menerapkan penggunaan media pembelajaran IPA berbasis metode Montessori dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada

0

Grafik Peningkatan Hasil Belajar Siswa

Nilai Rata-rata

77 materi perakaran tumbuhan. Pada penelitian ini akan digunakan media sebagai pendukung untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru mengedepankan penggunaan media karena hal ini dapat merangsang pemikiran siswa dalam menerima informasi, di mana informasi akan lebih mudah untuk diterima dan diolah (Prastowo, 2015: 295). Pada penelitian ini akan digunakan media pembelajaran berbasis metode Montessori. Media pembelajaran berbasis metode Montessori yang didesain menarik, bergradasi, auto-correction dan auto-education diharapkan mampu untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini didukung oleh Levie dan Lentz (dalam Prastowo, 2015:

301-302) yang mengungkapkan bahwa penggunaan media menarik dan sesuai dapat membantu siswa dalam memfokuskan perhatiaannya dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalahnya.

Adapun langkah-langkah penerapan penggunaan media pembelajaran IPA berbasis Metode Montessori yang dilaksanakan adalah 1) menyampaikan tujuan pembelajaran; 2) menyampaikan materi tentang perakaran tumbuhan dengan bantuan media pembelajaran; 3) pemberian lembar kerja siswa; 4) setelah selesai mengerjakan beberapa siswa diminta untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya; 5) guru memberikan umpan balik dan penguatan; 6) guru memberikan kuis dan siswa beradu cepat untuk menjawab; 7) guru menyampaikan kesimpulan dari pembelajaran yang sudah dilakukan.

78 Langkah pertama guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar siswa mengerti maksud dari pembelajaran yang akan dilakukan. Langkah kedua guru menjelaskan materi perakaran secara klasikal di depan kelas. Langkah ini sangat penting dilakukan oleh guru agar siswa mengetahui materi apa yang akan dipelajari sehingga bisa meningkatkan hasil belajarnya. Untuk mendukung penjelasan yang disampaikan, guru menggunakan beberapa media pembelajaran, yaitu media gambar, media replika akar dan media kartu Montessori. Hal ini

78 Langkah pertama guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar siswa mengerti maksud dari pembelajaran yang akan dilakukan. Langkah kedua guru menjelaskan materi perakaran secara klasikal di depan kelas. Langkah ini sangat penting dilakukan oleh guru agar siswa mengetahui materi apa yang akan dipelajari sehingga bisa meningkatkan hasil belajarnya. Untuk mendukung penjelasan yang disampaikan, guru menggunakan beberapa media pembelajaran, yaitu media gambar, media replika akar dan media kartu Montessori. Hal ini