• Tidak ada hasil yang ditemukan

= PA - PB (Arikunto, 2009 : 213) Keterangan:

D = daya pembeda butir soal tes

BA = banyaknya kelompok atas yang menjawab betul

JA = banyaknya subjek kelompok atas

BB = banyaknya kelompok bawah yang menjawab betul JB = banyaknya subjek kelompok bawah

PA = proporsi subjek kelompok atas yang menjawab betul PB = proporsi subjek kelompok bawah yang menjawab salah

Untuk menginterpretasikan daya pembeda soal tes tersebut, dapat digambarkan dengan tabel sebagai berikut:

Tabel 3.4

Interpretasi daya pembeda Nilai D Interpetasi

00,00-0,20 Jelek (poor)

0,20-0,40 Cukup (satisfactory)

0,40-0,70 Baik (good)

0,70-1.00 Baik sekali (excellent)

(Arikunto 2009 : 218) Sedangkan apabila nilai D = negatif, semuanya tidak baik. Maka sebaiknya dibuang saja atau di revisi.

G. Teknik Analisis Data Hasil Penelitian

Proses pengolahan data dilakukan jika semua data telah diperoleh. Data yang diperoleh dari lapangan melalui instrumen penelitian selanjutnya diolah dan dianalisis dengan perhitungan statistika, untuk menjawab pertanyaan

penelitian dan menguji hipotesis sehingga dapat menggambarkan apakah hipotesis penelitian tersebut diterima atau ditolak.

1. Penskoran

Penskoran di sini adalah dengan menghitung jumlah jawaban yang benar dari setiap soal. Jawaban yang benar diberi nilai satu dan jawaban yang salah diberi nilai nol. Penskoran ini menggunakan rumus berikut :

S =

x 100

Dengan:

R = Jumlah jawaban yang benar S = Skor siswa

n

= Jumlah Soal

Pada penelitian ini mencari skor dilakukan dengan menggunakan perhitungan dengan bantuan program Microsoft Office Excel 2010.

2. Menghitung rata-rata (mean)

Untuk mengetahui skor pretes maupun skor postes maka dimulai dengan menghitung rata – rata atau (mean) dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

̅

Dengan:

̅ = rata-rata skor

= skor atau nilai siswa ke i = jumlah siswa

Pada penelitian ini untuk menghitung rata-rata (mean) dilakukan dengan menggunakan perhitungan dengan bantuan program Microsoft Office Excel 2010.

3. Menentukan nilai gain

Selisih antara skor pretes dan skor postes yaitu Gain. Untuk mengitung gain maka digunakan rumus sebagai berikut :

Dengan:

G = gain; = skor posttest; = skor pretest

Untuk menentukan nilai gain dilakukan dengan menggunakan perhitungan dengan bantuan program Microsoft Office Excel 2010.

4. Menentukan nilai gain ternormalisasi

“Gain ternormalisasi merupakan perbandingan antara skor gain aktual yaitu skor gain yang diperoleh siswa dengan skor gain maksimum yaitu skor gain tertinggi yang mungkin diperoleh siswa” (Hake, 2002). Untuk menghitung nilai gain ternormalisasi digunakan persamaan berikut.

Rata-rata gain yang dinormalisasi (<g>) dirumuskan sebagai berikut.

Dengan:

= rata-rata gain yang dinormalisasi

= rata-rata skor posttest

= rata-rata skor pretest

Tabel 3.5

Interpretasi Gain yang dinormalisasi Gain Ternormalisasi Interpretasi

0,00 < h ≤ 0,30 Rendah

0,30 < h ≤ 0,70 Sedang

0,70 < h ≤1,00 Tinggi

(Hake, 2002) Untuk menentukan nilai gain dilakukan dengan menggunakan perhitungan dengan bantuan program Microsoft Office Excel 2010.

5. Uji Hipotesis

Untuk melihat bahwa data yang diperoleh mempunyai perbedaan yang signifikan maka diperlukannya uji hipotesis. Uji hipotesis pada penelitian ini dilakukan melalui pengolahan data gain setiap siswa. Pengujian hipotesis penelitian dilakukan beberapa tahapan pengolahan data yaitu:

a. Melakukan uji normalitas ke dua kelas eksperimen untuk menentukan distribusi normal.

b. Pengolahan data dengan uji homogenitas variansinya jika keduanya berdistribusi normal.

c. Jika kedua variansinya homogen, maka pengolahan data dilanjutkan dengan uji t.

Untuk menghitung pengolahan data uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan perhitungan dengan bantuan program Microsoft Office Excel 2010.

6. Uji Normalitas

Menurut Arikunto, (2006 : 160) Langkah-langkah yang dilakukan untuk menguji normalitas adalah sebagai berikut :

Menentukan skor terbesar dan terkecil a. Menentukan rentangan (R)

R = skor terbesar – skor terkecil

b. Menentukan banyak kelas (BK) dengan rumus: BK = 1 + 3,3 log n, n = jumlah siswa c. Menentukan panjang kelas (i) dengan rumus:

d. Menghitung rata-rata dan standar deviasi

Rata-rata dihitung dengan menggunakan persamaan

̅

Sedangkan, standar deviasi dihitung dengan menggunakan persamaan

̅

Dengan:

̅ = rata-rata skor

= skor atau nilai siswa ke i = jumlah siswa

S = standar deviasi

e. Menentukan batas kelas, yaitu angka skor kiri kelas interval pertama dikurangi 0,5 dan angka skor kanan interval ditambah 0,5.

f. Menentukan nilai baku (z) dengan menggunakan rumus:

̅ bk = batas kelas

h. Mencari luas daerah di bawah kurva normal (l) untuk setiap kelas interval dengan menggunakan rumus:

Keterangan:

l = luas kelas interval

= luas daerah batas bawah kelas interval = luas daerah batas atas kelas interval

i. Mencari frekuensi observasi (Oi) dengan menghitung banyaknya respon yang termasuk pada interval yang telah ditentukan dengan cara mengalikan luas tiap interval dengan jumlah responden.

j. Mencari harga Chi Kuadrat ( ) dengan menggunakan rumus:

Keterangan:

hitung = Chi Kuadrat hasil perhitungan k. Membandingkan harga hitung dengan tabel

Jika hitung < tabel, maka data berdistribusi normal Jika hitung > tabel, maka data tidak berdistribusi normal

Untuk menghitung uji normalitas maka dilakukan dengan menggunakan perhitungan dengan bantuan program Microsoft Office Excel 2010.

(Arikunto, 2006:156)

7. Uji Homogenitas

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menentukan homogenitas adalah sebagai berikut :

a. Menentukan varians dari dua sampel data yang diuji homogenitasnya. b. Menghitung nilai F dengan menggunakan persamaan:

Keterangan:

= varians yang lebih besar = varians yang lebih kecil

c. Membandingkan nilai Fhitung dengan Ftabel

Jika Fhitung < Ftabel, maka data homogeny Jika Fhitung > Ftabel, maka data tidak homogeny

Untuk menghitung uji hipotesi ini dilakukan dengan menggunakan perhitungan dengan bantuan program Microsoft Office Excel 2010.

(Arikunto, 2006 : 156)

8. Uji Hipotesis (Uji-t)

Dilakukannya uji-t jika data terdistribusi normal dan homogeny. Untuk sampel besar (n > 16) persamaan yang digunakan adalah

= rata-rata gain kelas eksperimen = rata-rata gain kelas kontrol = jumlah siswa

= jumlah siswa

= varians gain kelas eksperimen = varians gain kelas kontrol

Cara untuk membandingkan hasil thitung dengan ttabel adalah sebagai berikut: a. Menentukan derajat kebebasan (dk), dk =

b. Melihat tabel distribusi t untuk tes satu ekor pada taraf signifikansi 0,05 atau kepercayaan 95%, sehingga akan diperoleh nila t dengan persamaan

c. Kriteria hasil pengujian

thitung > ttabel maka Ho ditolak atau Ha diterima thitung < ttabel maka Ho diterima atau Ha ditolak

untuk menghitung uji hipotesis (uji-t) ini dilakukan dengan menggunakan perhitungan dengan bantuan program Microsoft Office Excel 2010.

(Panggabean, (2001 : 149)

H. Analisis Data Angket

Dokumen terkait