• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kuantitatif yang dianalisis melalui analisis statistic inferensial. Analisin statistic inferensial untuk pengujian hipotesis. Sebelum pengujian hipotisis dilakukan uji prasyarat pembuktian hipotesis, yaitu sebagai berikut:

1. Uji Data

Analisis data adalah kegiatan penelaahan, pengelompokan, sistematisasi, penafsiran dan verivikasi data agar sebuah fenomena

36 Sugiyono,Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2011), hlm. 257

memiliki nilai-nilai sosial, akademis dan ilmiah. Analisis data ini dilakukan setelah data yang diperoleh dari sampel melalui instrumen yang dipilih dan akan digunakan untuk menjawab masalah dalam penelitian atau untuk menguji hipotesa yang diajukan melalui penyajian data. Berdasarkan jenis data yang digunakan peneliti, maka peneliti dalam analisisnya menggunakan analisa statistic dengan tahapan sebagai berikut:

2. Uji Normalitas

Uji normalitas yang paling sederhana adalah membuat grafik distribusi frekuensi atas skor yang ada. Untuk menguji normalitas data dapat menggunakan uji kolmogorov smirnov dengan ketentuan apabila

< pada taraf kesalahan tertentu maka, data telah dinyatakan berdistribusi normal.37 Uji normalitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah data hasil penelitian berasal dari populasi yang normal atau tidak.

Jika data hasil penelitian berasal dari distribusi normal maka dilanjutkan pada uji homogenitas dengan menggunakan aplikasi SPSS.

3. Uji Homogenitas

Pengujian homogenitas dilakukan untuk memastikan bahwa kelompok-kelompok yang dibandingkan merupakan kelompok-kelompok yang punya varian homogen. Pengujian homogenitas antar kelompok eksperimen dan control yang dilakukan oleh peneliti menggunaka uji Bartlett. Uji bartleet memanfaatkan semua informasi yang ada serta dapat

digunakan untuk kelompok yang mempunyai jumlah sampel (n) sama atau

37 Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011), h.164

81

berbeda. Beberapa perhitungan yang digunakan dalam uji bartleet diantaranya variansi dari masing-masing kelompok, variansi gabungan, nilai berubah yang merupakan sebaran Bartlett dengan menggunakan aplikasi SPSS.

4. Uji Linieritas

Uji linieritas dapat dapat dilakukan dengan membuat hipotesis dalam uraian kalimat dan membuat hipotesis dalam bentuk model statistik Ho: = 0, Ha : ≠ 0, dan menentukan taraf signifikan . Kaidah pengujiannya yaitu:

Jika: , maka Ho diterima Jika: > , maka Ho ditolak

Menghitung nilai F dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Menghitung jumlah kuadrat regresi [ ]

) =

b. Menghitung jumlah kuadrat regresi [ ] [ ] ∑ ∑ ∑ ]

c. Menghitung jumlah kuadrat residu [ ] = ∑ - [ ]

d. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat regresi [ ]

e. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat regresi [ ]

f. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat residu [ ]

g. Menghitung

= 5. Uji Multikilinearitas

Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi atau hubungan diantara variabel bebas atau independen (tidak terjadi multikolinearitas). Jika variabel bebas saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal (nilai korelasi antar sesama variabel bebas sama dengan nol).

Dasar pengambilan keputusan uji normalitas yaitu:

a. Melihat Nilai Tolerance:

1. Jika nilai Tolerance > 0,10, maka Tidak Terjadi Multikolinearitas 2. Jika nilai Tolerance ≤ 0,10, maka Terjadi Multikolinearitas

b. Melihat Nilai VIF ( Variance Inflation Factor ):

1. Jika nilai VIF < 10,00, maka Tidak Terjadi Multikolinearitas 2. Jika nilai VIF ≥ 10,00, maka Terjadi Multikolinearitas

6. Uji Hipotesis

Untuk mengetahui pengaruh bimbingan orang tua dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar pada mata pejalaran pendidikan agama islam dengan melakukan uji statistik menggunakan metode product

83

moment dan regresi berganda dengan dua variabel bebas dengan rumus Y

= a+ +

a. product moment digunakan pada hipotesis: pertama dan kedua 1) Hipotesis pertama

= Terdapat pengaruh yang signifikan bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa pada mata pejalaran pendidikan agama islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak.

= Tidak terdapat pengaruh singnifikan bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa pada mata pejalaran pendidikan agama islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak.

2) Hipotesis kedua

= Terdapat pengaruh yang signifikan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa pada mata pejalaran pendidikan agama islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak.

= Tidak terdapat pengaruh yang signifikan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa pada mata pejalaran pendidikan agama islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak.

b. Regresi berganda digunakan pada hipotesis ketiga

= Terdapat pengaruh signifikan bimbingan orang tua dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa pada mata pejalaran pendidikan agama islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak.

= Tidak terdapat pengaruh signifikan bimbingan orang tua dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa pada mata pejalaran pendidikan agama islam di Sekolah Menengah Pertama Negeri Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak.

Dalam perhitungan data peneliti menggunakan aplikasi atau program SPSS 20 yang dimana supaya peneliti lebih mudah dalam mencari hasil akhir.

118 PENUTUP KESIMPULAN A. Kesimpulan

Bedasarkan hasil analisis data, maka disimpulkan sebagai berikut.

1. Penelitian ini menunjukkan bahwa bimbingan orang tua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri Sabak Auh. Hal ini ditunjukkan dengan bahwa hasil r hitung

sebesar 0,120 dan tergolong sedang . Untuk menguji signifikansi koefisien korelasi dengan melakukanperbandingan r hitung dengan r tabel. Hasil r hitung >

r tabel (0,120 > 0,113). Pengujian data dapat dilakukan juga melalui uji signifikansi yaitu nilai signifikansi 0,029 < 0,05 maka Ha diterima da Ho ditolak. Dapat disimpulkan bahwa variabel Bimbinga Orang Tua sebagai variabel independen berpengaruh positif terhadap variabel Prestasi Belajar sebagai variabel dependen.

2. Penelitian ini menunjukkan bahwa Motivasi Belajar siswa memiliki Pengaruh yang signifikan terhadap Prestasi di Sekolah Menengah Pertama Negeri Kecamatan Sabak Auh. Hal ini di tunjukkan bahwa hasil r hitung

sebesar 0,125 dan tergolong randah. Setelah di dapat nilai r hitung sebesar 0,125 dibandingkan dengan r tabel 0,113. Nilai r hitung > r tabel (0,125 >

0,113). Pengujian data dapat dilakukan juga melalui uji sinifikansi yaitu nilai signifikansi 0,022 < 0,05. Maka Ha diterma dan Ho di tolak. Dapat disimpulkan bahwa variabel Motivasi Belajar Siswa sebagai variabel

independen berpengaruh yang positif terhadap variabel Prestasi Belajar sebagai variabel dependen.

3. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan Bimbingan orang tua dan motivasi belajar siswa secara bersama-sama dengan Prestasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri Kecamatan Sabak Auh. Hal ini di tunjukkan dengan diketahui bahwa hasil R didapat 0,206 artinya korelasi antara variabel Bimbingan Orang Tua dan Motivasi Belajar Siswa sebesar 0,206. Hal ini berarti terjadi pengaruh yang erat karena nilai mendekati 1. Dari r squre (R2) yang menunjukkan koofision distiminasi, di ketahui bahwa nilai R2 sebesar 0,042 artianya presentase Bimbingan Orang Tua dan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar sebesar 4,2%, sedangkan yang lainnya di pengaruhi oleh variabel lain yang tidak ada dalam penelitian ini.

Dokumen terkait