• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

F. Teknik Analisis Data

1. Teknik Analisis Profil Umum Konsep Diri Peserta Didik

Teknik analisis pertama ditujukan untuk mengetahui gambaran umum konsep diri, alat yang digunakan berupa instrumen. Instrumen disusun berdasarkan kisi-kisi yang telah dibuat sehingga menghasilkan item-item pernyataan dan kemungkinan jawabannya. Instrumen digunakan untuk mengukur konsep diri peserta didik.

Item pernyataan dalam instrumen konsep diri peserta didik menggunakan bentuk skala Likert, dengan pilihan Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Kurang Setuju

penskoran untuk mendapat skor angket konsep diri peserta didik dapat dilihat pada Tabel 3.6 berikut ini.

Tabel 3.6

Ketentuan Pemberian Skor Angket Konsep Diri Peserta Didik

Pernyataan Skor

SS S KS TS STS

Positif 5 4 3 2 1

Negatif 1 2 3 4 5

Tabel konversi skor setiap indikator untuk menentukan kategorisasi konsep diri peserta didik yang dimaknai sebagai profil umum konsep diri peserta didik, disajikan dalam tabel sebagai berikut.

Tabel 3.7

Konversi Skor Mentah Menjadi Skor Matang Dengan Batas Lulus Aktual Skala Skor Mentah Kategori Skor Kategori Konsep Diri

X  + 0,25 s Tinggi Kongruen

X  + 0,25 s Rendah Tidak kongruen

(Rachmat dan Solehuddin, 2006) Penentuan konversi skor sebagai standardisasi dalam menafsirkan skor ditujukan untuk mengetahui makna skor yang dicapai individu dalam pendistribusian responsnya terhadap instrumen. Konversi skor disusun berdasarkan skor yang diperoleh subjek uji coba pada setiap aspek maupun skor total instrumen dengan jumlah kelas dua.

Penentuan konversi skor sebagai standardisasi dalam menafsirkan skor ditujukan untuk mengetahui makna skor yang dicapai individu dalam pendistribusian responsnya terhadap instrumen. Konversi skor disusun berdasarkan skor yang diperoleh subjek uji coba pada setiap aspek maupun skor

2) Menentukan Range (R) = nilai terbesar – nilai terkecil

3) Menghitung banyak kelas Ρ= 1 + 3,3 log n

4) Menghitung panjang kelas = range : banyak kelas ( ) 5) Memasukan data peserta didik kedalam tabel frekuensi 6) Mencari rata-rata aktual dengan rumus

= + p

Keterangan:

= rata-rata terduga, yang dijadikan rata-rata terduga adalah titik tengah kelas interval yang terbanyak frekuensinya atau kelas interval yang berada di tengah-tengah p = panjang kelas interval

d = selisih titik tengah kelas interval dari dibagi p 7) Mencari simpangan dengan rumus

S = p

8) Mencari batas lulus (BL) = + 0,25 s

Berdasarkan perhitungan pada Tabel 3.7, maka kriteria konsep diri yang digunakan sebagai acuan dalam pengelompokan skor konsep diri peserta didik dapat dilihat pada Tabel 3.8 berikut ini.

Tabel 3.8

Kriteria Gambaran Umum Konsep Diri Peserta Didik

Kriteria Konsep Diri Rentang

Kongruen ≥ 248

didasarkan pada status konsep diri peserta didik. Tabel 3.9 Status Konsep Diri Kriteria

Konsep Diri

Rentang Penafsiran Skor

Kongruen ≥ 248 Peserta didik mampu terbuka pada pengalaman, hidup pada masa kini, yaitu hidup dan menerima apa yang ada saat ini, mampu mempercayai dirinya, melakukan apa yang individu anggap benar, mengalami kebebasan yaitu perasaan bebas untuk memilih dan selalu bertanggungjawab dengan pilihan individu, mampu berkreativitas yaitu peduli pada sesama atau lebih ringkasnya selalu memberikan atau melakukan yang terbaik pada apapun yang individu lakukan. Tidak

kongruen

< 248 Peserta didik belum mampu terbuka pada pengalaman, belum menerima apa yang ada saat ini, belum mampu mempercayai dirinya, belum melakukan apa yang individu anggap benar, belum mengalami kebebasan yaitu perasaan bebas untuk memilih dan selalu bertanggungjawab dengan pilihan individu, belum mampu berkreativitas yaitu peduli pada sesama atau lebih ringkasnya tidak selalu memberikan atau melakukan yang terbaik pada apapun yang individu lakukan.

Adapun kriteria pengelompokan indikator konsep diri dapat dilihat dalam tabel 3.10 berikut ini.

Tabel 3.10

Kriteria Indikator Konsep Diri Peserta Didik Aspek Konsep

Diri

Indikator Kriteria Rentang

Kognitif

1. Mengetahui kondisi fisik Kongruen ≥ 9

Tidak kongruen < 19 2. Menjabarkan identitas diri

terkait kepribadian

Kongruen

Tidak kongruen < 26 3. Mempelajari cara-cara

pengambilan keputusan dan pemecahan masalah

Kongruen ≥ 4

Tidak kongruen

< 14 4. Mengenal kemampuan dan Kongruen

Diri

5. Memaknai pengalaman Kongruen

Tidak kongruen < 26 Afektif

6. Menghargai diri dan orang lain Kongruen

Tidak kongruen < 70

7. Sikap percaya diri Kongruen

Tidak kongruen < 62 8. Meyakini nilai-nilai moral Kongruen ≥ 4

Tidak kongruen < 14 Hasil perolehan hitungan tersebut menghasilkan capaian indikator dan item yang dibutuhkan dalam membuat rumusan program, lebih spesifiknya dicantumkan dalam deskripsi kebutuhan program sebagai landasan dalam membuat program bimbingan pribadi-sosial berdasarkan profil konsep diri peserta didik. Program bimbingan yang telah dirancang berdasarkan hasil perolehan tersebut, menjadi dasar pelaksanaan penelitian yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Status konsep diri peserta didik menjadi dua kategori, untuk membedakan peserta didik yang butuh diberikan perlakuan dalam hal ini adalah pelaksanaan program bimbingan pribadi-sosial berdasarkan pendekatan humanistik. Program yang dilaksanakan disebut dengan program hipotetik yang memerlukan pertimbangan dari pakar dan praktisi di bidang bimbingan dan konseling sebelum dilaksanakan.

2. Teknik Penentuan Sampel

Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiono, 2010:124). Penentuan sampel ini disesuaikan dengan keberadaan masalah dan jenis data yang ingin dikumpulkan. Yang dijadikan sampel dalam penelitian ini

memiliki konsep diri tidak kongruen. Tujuan pengambilan sampel dengan teknik purposive adalah untuk digunakan dalam eksperimen program bimbingan pribadi-sosial. 3. Teknik Uji Efektivitas Program Bimbingan Pribadi-Sosial berdasarkan

Profil Konsep Diri

Bentuk analisis data yang digunakan menjawab pertanyaan penelitian no 4 tentang keefektifan program bimbingan pribadi-sosial berdasarkan pendekatan humanistik yang efektif untuk mengembangkan konsep diri adalah dengan cara membandingkan data rata-rata perolehan skor onsep diri peserta didik sebelum mendapatkan bimbingan pribadi-sosial berdasarkan pendekatan humanistik dengan data skor konsep diri peserta didik setelah memperoleh bimbingan pribadi-sosial berdasarkan pendekatan humanistik.

Pengujian efektivitas program bimbingan pribadi-sosial berdasarkan pendekatan humanistik dilakukan dengan menggunakan uji parametris dengan menggunakan teknik uji t (independent sample t test) melalui analisis data konsep diri peserta didik sebelum dan setelah mengikuti program bimbingan pribadi-sosial. Teknik uji ini dilakukan dengan cara membandingkan data pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tujuan uji ini adalah untuk diperoleh fakta empirik tentang keefektifan program bimbingan pribadi-sosial berdasarkan pendekatan humanistik untuk mengembangkan konsep diri peserta didik SMPLB X. Teknik pengujian tersebut dilakukan dengan menggunakan bantuan software statistical product and service solutions (SPSS) versi 17.0.

a) Menguji normalitas data pretest dan posttest kedua kelompok. Pengujian normalitas data dilakukan dengan dengan statistik uji Z Kolmogrov-Smirnov (p>0,05) dengan menggunakan bantuan SPSS 17.0.

b) Menguji homogenitas varians data pretest dan posttest kedua kelompok (p>0,05) dengan bantuan SPSS 17.0.

c) Menguji perbedaan (efektivitas) program bimbingan pribadi-sosial berdasarkan pendekatan humanistik untuk mengembangkan konsep diri peserta didik menggunakan uji t independent (independent sample t test) dilakukan dengan tahapan sebagai berikut.

a. Hipotesis

H0 : µ eksperimen = µ kontrol

Tidak ada perbedaan rata-rata konsep diri peserta didik antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Maka program bimbingan pribadi-sosial berdasarkan pendekatan humanistik tidak efektif untuk mengembangkan konsep diri peserta didik.

H1 : µ eksperimen > µ kontrol

Terdapat perbedaan rata-rata konsep diri peserta didik antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Maka program bimbingan pribadi-sosial berdasarkan pendekatan humanistik efektif untuk mengembangkan konsep diri peserta didik.

b. Dasar pengambilan keputusan

Pengambilan keputusan dilakukan dengan dua cara, yaitu membandingkan nilai t hitung dengan t tabel atau dengan membandingkan nilai

probabilitas yang diperoleh dengan α=0,05.

t lainnya H0 ditolak.

Jika pengambilan keputusan berdasarkan angka probabilitas (nilai p), maka kriterianya adalah:

1) Jika nilai p < 0,05, maka H0 ditolak 2) Jika nilai p > 0,05, maka H0 diterima G. Tahapan Penelitian

Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: (1) tahap persiapan; (2) tahap pelaksanaan; dan (3) tahap pengolahan dan analisis data. Secara garis besar tahapan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Tahap Persiapan

a. Studi literatur berupa buku-buku yang membahas tentang konsep diri dan bimbingan pribadi-sosial berdasarkan pendekatan humanistik.

b. Menentukan subjek penelitian.

c. Menyusun kisi-kisi dan instrumen penelitian berupa kuesioner konsep diri.

2. Tahap Pelaksanaan

a. Pelaksanaan tes untuk mengetahui profil umum konsep diri peserta didik untuk mengetahui sampel penelitian yang akan mendapatkan perlakuan bimbingan pribadi-sosial dan perlakuan konvensional

b. Pelaksanaan (pretest) untuk mengetahui data awal konsep diri peserta didik terhadap kelompok eksperimen sebelum dilaksanakan perlakuan c. Menyusun program hipotetik bimbingan pribadi-sosial berdasarkan

1) Menetapkan jadwal pelaksanaan bimbingan yang sesuai dengan hasil kesepakatan dengan peserta didik yang menjadi sampel penelitian pada kelompok eksperimen dan pertimbangan pihak sekolah.

2) Mengkondisikan kelompok yang sudah ditetapkan sebagai kelompok eksperimen, sehingga peserta didik mengetahui dengan baik kegiatan bimbingan yang akan diikuti.

3) Melaksanakan bimbingan pribadi-sosial berdasarkan pendekatan humanistik kepada kelompok eksperimen yang dirancang 12 kali perlakuan/pertemuan bimbingan.

e. Observasi terhadap pelaksanaan bimbingan pada kelompok eksperimen untuk mengetahui apakah bimbingan pribadi-sosial efektif untuk mengembangkan konsep diri peserta didik.

f. Pelaksanaan tes akhir (posttest) untuk mengetahui efektivitas bimbingan pribadi-sosial pada kelompok eksperimen dan perlakuan konvensional pada kelompok kontrol.

3. Tahap Pengolahan Data dan Analisis Data

a. Mengolah skor tes awal, pretest dan tes akhir (posttest) konsep diri peserta didik. b. Melakukan uji persyaratan statistik (keefektifan) tes awal, pretest dan tes

akhir (posttest) pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, melakukan analisis data dengan menggunakan uji t-test untuk mengetahui tingkat efektivitas sebelum dan sesudah perlakuan dengan melakukan uji -t c. Menyajikan dan membahas hasil penelitian.

BAB V

Dokumen terkait