• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Dasar Dramatic Reading

Dalam dokumen Buku Guru Seni Budaya SMALBA - Tunanetra (Halaman 96-107)

MENYANYIKAN LAGU DAERAH DENGAN GERAK A.Kompetensi Inti

PEMBELAJARAN 4 DRAMATIC READING

A. Kompetensi Inti

2. Teknik Dasar Dramatic Reading

BUKU GURU TUNA NETRA: SENI BUDAYA 87

Setelah mengamati drama radio kamu diskusi dengan teman.

1. Bentuklah kelompok diskusi 2 sampai 4 orang. 2. Pilihlah seorang moderator dan seorang sekretaris

untuk mencatat hasil diskusi.

3. Untuk memudahkan mencatat hasil diskusi gunakanlah tabel yang tersedia, kamu dapat menambahkan kolom sesuai dengan kebutuhan. Amatilah secara seksama drama radio berikut ini!

Kemudian jawablah beberapa pertanyaannya! 1. Apakah kamu pernah mendengar drama radio

sebelumnya?

2. Apakah kamu pernah bermain drama radio?

3. Bagaimana aktingmu dalam bermain drama radio? 4. Bagaimana kesanmu terhadap drama radio yang

telah didengar tadi?

5. Adakah hal lain yang ingin kalian tanyakan berkaitan dengan drama radio tadi?

BUKU GURU TUNA NETRA: SENI BUDAYA 88

Format Diskusi Hasil Pengamatan Drama Radio

Nama anggota : Judul drama radio : Hari/tanggal pengamatan :

No. Aspek yang

diamati Hasil Pengamatan

1. Alur cerita 2. Tokoh-tokoh

3. Ekspresi suara 4. Artikulasi

Drama radio merupakan salah satu drama yang dinikmati dengan cara mendengar siaran radio. Dalam seni teater ada bentuk pertunjukan yang berorientasi pada hal tersebut, namanya Dramatic Reading.

Pengertian Dramatic Reading

Istilah dramatic reading belum banyak dikenal, namun hal tersebut pernah kamu lakukan. Dramatic reading dapat diartikan dengan membaca drama Hasil diskusi tersebut, kalian kemukakan di depan kelas supaya semua teman-teman di kelas kalian dapat mendengarkan dan mengetahuinya.

BUKU GURU TUNA NETRA: SENI BUDAYA 89

dengan penuh penghayatan, merasakan emosi, irama dan dinamika layaknya seperti main drama yang di aktingkan. Jadi intinya meskipun hanya dibaca drama dan tanpa peragaan pemirsa bisa menikmatinya. Dramatic reading termasuk bagian dari pertujukan teater.

Teknik Dasar Dramatic Reading

Dramatic reading lebih menitikberatkan pada penguasaan teknik membaca dan pengucapan dialog-dialog dengan artikulasi dan intonasi yang baik. Artikulasi adalah kejelasan dalam mengucapkan kata dan kalimat. Intonasi adalah penekanan kata dan kalimat sesuai dengan maksud dan emosi dialog. Agar artikulasi dan intonasi dialog ditampilkan dengan baik dilakukan dengan latihan olah Vokal.

Olah Suara

Suara merupakan faktor penting dalam penampilan teater, oleh karena itu pemain teater harus memiliki penguasaan intonasi, diksi, dan artikulasi yang baik. Setiap kata yang diucapkan harus jelas dan wajar sesuai dengan tuntutan karakter tokoh yang diperankan.

Mengumpulkan data

Carilah dari berbagai sumber seperti: internet, majalah, buku-buku di perpustakaan, atau nara sumber tentang Dramatic Reading!

BUKU GURU TUNA NETRA: SENI BUDAYA 90

Latihan olah suara pada tahap awal dilakukan dengan mengucapkan suara atau vokal seperti a, i, u, e, o sesuai dengan bentuk mulut.

Gambar: ... Bentuk mulut waktu mengucapkan i (Sumber: Kemendikbud) Gambar: ... Bentuk mulut

waktu mengucapkan a (Sumber: Kemendikbud)

Mengekplorasi

Melatih bentuk mulut untuk pengucapan huruf vokal a, i, u, e, o. Lakukanlah dengan semangat dan sungguh-sungguh!

BUKU GURU TUNA NETRA: SENI BUDAYA 91

Setelah latihan mengucapkan huruf vokal secara benar, coba berlatih pula mengucapkan kata-kata yang mengandung huruf-huruf vokal tersebut, berikut ini.

Gambar: ... Bentuk mulut waktu mengucapkan u (Sumber: Kemendikbud)

Gambar: ... Bentuk mulut waktu mengucapkan o (Sumber: Kemendikbud)

Gambar: ... Bentuk mulut waktu mengucapkan e (Sumber: Kemendikbud)

BUKU GURU TUNA NETRA: SENI BUDAYA 92

Kata-kata mengandung huruf vokal a

Mama, papa, dada, saya, nada, rasa, kaya, tata, bata.

 Kata-kata mengandung huruf vokal i Pipi, sisi, kiki, riri.

 Kata-kata mengandung huruf vokal u Buku, kuku, susu, cucu, lulu.

 Kata-kata mengandung huruf vokal e Lele, dede, bebe, rere.

 Kata-kata mengandung huruf vokal o Bobo, moto, toko, woro.

Dalam latihan olah suara, terutama yang berhubungan dengan membaca naskah atau puisi, perlu diperhatikan juga tekanan kata, jiwa kalimat, tempo, dan irama.

 Tekanan kata, yakni tekanan pada kata tertentu yang perlu ditonjolkan dalam Coba kalian cari dan ucapkan kata-kata yang lainnya!

Coba kalian cari dan ucapkan kata-kata yang lainnya! Coba kalian cari dan ucapkan kata-kata yang lainnya!

Coba kalian cari dan ucapkan kata-kata yang lainnya! Coba kalian cari dan ucapkan kata-kata yang lainnya!

BUKU GURU TUNA NETRA: SENI BUDAYA 93

suatu kalimat untuk suatu kepentingan. Contoh berikut ini yang digarisbawahi adalah kata yang perlu mendapatkan penekanan. Penekanan kata dari kalimat utuk menonjolkan isi perasaan dan pikiran dari kalimat itu.

Jiwa kalimat merupakan usaha atau teknik menghidupkan kalimat dengan bantuan emosi suara.

Ucapkanlah sesuai dengan penekanan katanya!  Ayahnya pergi seminggu yang lalu  Ayahnya pergi seminggu yang lalu  Ayahnya pergi seminggu yang lalu  Ayahnya pergi seminggu yang lalu  Ayahnya pergi seminggu yang lalu

Latihkan cara mengucapkan kata “Mengapa” dengan perasaan yang berbeda-beda!

• (Sedih) Mengapa? • (Gembira) Mengapa? • (Marah) Mengapa? • (Benci) Mengapa? • (Malas) Mengapa? • (Gairah) Mengapa? • (Mengharap) Mengapa?

BUKU GURU TUNA NETRA: SENI BUDAYA 94

Tempo dan irama

Tempo dan irama adalah pengolahan suara dengan memperhatikan dinamika, artinya suara yang dihasilkan tidak monoton tetapi bervariasi. Latihan mengucapkan kata dan kalimat dengan berbagai irama yang berbeda, cepat, lambat, tegas, atau mendayu-dayu sangat penting untuk dilakukan oleh para pemain drama.

Olah Rasa

Akting pada dasarnya menampilkan keindahan dan keterampilan seorang aktor dalam mewujudkan berbagai pikiran, emosi, perasaan, dan sosok peran yang sedang dimainkan sesuai dengan karakter. Aktor harus memiliki kemampuan untuk menjadi seseorang yang bukan dirinya sendiri. Tentu hal itu bisa terjadi kalau mampu berkonsentrasi mengolah rasa, dan emosi. Oleh karena itu seorang pemain teater perlu melatihkan konsentrasi, perasaan, emosi dengan latihan olah rasa.

Ucapkan kalimat berikut dengan dengan tempo dan irama yang berbeda-beda!

BUKU GURU TUNA NETRA: SENI BUDAYA 95

Latihan konsentrasi

Latihan konsentrasi adalah latihan memusatkan pikiran kita pada suatu objek sesuai dengan tujuan. Misalnya pikiran fokus pada hapalan naskah, lawan main, dan pada permainan di atas panggung. Pikirannya tidak terbagi dengan berbagai hal yang lain.

Lakukan latihan permainan kosentrasi, dua orang berhadapan, satu orang ditugaskan untuk diam tanpa emosi, sementara kawanmu berusaha menggoda sekuat tenaga bahkan sampai lawannya tertawa. Lakukan permainan konsentrasi dengan tangan dilipat di depan dada d a n t i d a k boleh b e r bicara, sementara teman lain tiba-tiba mengganggu dengan bunyi-bunyian, atau mengajak bicara dan mengajak pergi. Tergodakah? Kalau masih tergoda masih belum konsentrasi, coba lagi dengan permainan yang lain.

 Latihan imajinasi

Latihan ini adalah latihan mengolah daya khayalmu, seolah-olah hal itu terjadi saat ini dan kamu rasakan. Bisa dilakukan sendiri-sendiri atau berimajinasi bersama.

BUKU GURU TUNA NETRA: SENI BUDAYA 96

Lakukan permainan imajinasi, misalnya kamu berimajinasi pergi berpetualangan ke hutan belantara, mendaki puncak yang tinggi, menuruni jurang yang curam dan bertemu dengan berbagai binatang baik yang jinak maupun yang buas. Kemudian kamu seolah-olah menemukan berbagai situasi seperti air terjun yang menyegarkan, pohon yang tumbang, kehujanan atau pun merasakan gunung yang akan meletus.

Latihan ini bisa kamu tentukan suasana-suasana yang berbeda tiap latihannya sehingga imajinasi kamu menjadi beragam dengan berbagai situasi, seperti ke kota-kota, laut, sawah dll.

Latihan Ingatan emosi

Latihan ini adalah latihan mengingat-ingat lagi berbagai emosi yang pernah kamu alami ataupun pernah amati pada orang lain dengan emosinya. Seperti mengamati orang sedih, gembira, marah, kecewa, ragu-ragu, putus asa, kegelian, lucu, tertawa terbahak-bahak dan berbagai emosi lainnya. Kemudian emosi-emosi itu ditampilkan satu persatu saat latihan sehingga akan tampak dalam ekspresi

BUKU GURU TUNA NETRA: SENI BUDAYA 97

wajah dan tubuh.

Ingat-ingat dan tampilkanlah salah satu emosi tersebut dan temanmu akan mengamati ekspresimu dengan menarik. Cari lagi bentuk- bentuk atau buat sendiri permainan-permainan tentang konsentrasi, imajinasi, dan ingatan emosi sehingga latihan teatermu menjadi kreatif juga menyenangkan.

Dalam dokumen Buku Guru Seni Budaya SMALBA - Tunanetra (Halaman 96-107)

Dokumen terkait