BAB II LANDASAN TEORI
A. Tinjauan Pustaka
2. Teknik Dasar Menendang Bola
a. Tujuan Menendang Bola dalam Permainan Sepakbola
Menendang bola pada prinsipnya bertujuan memindahkan bola dari satu tempat ke tempat lain sebagai umpan atau mencatak gol ke gawang lawan. Berkaitan dengan menendang bola A. Sarumpaet dkk. (1992: 20) menyatakan, “Menendang bola merupakan suatu usaha untuk memindahkan bola dari sutau
commit to user
tempat ke tempat lain dengan menggunakan kaki. Menendang bola dapat dilakukan dalam keadaan bola diam, menggelinding maupun melayang di udara”. Joseph A. Luxbacher (1997: 12) menyatakan, “Keterampilan untuk mengoper dan menerima bola membentuk jalan vital yang menghubungkan kesebelasan pemain ke dalam satu unit yang berfungsi lebih baik daripada bagian-bagiannya”. Sedangkan Beltasar Tarigan (2001: 37) berpendapat, “Sepakbola merupakan permainan tim. Oleh karena itu, operan bola merupakan alat penghubung antara pemain yang satu dengan lainnya”.
Berdasarkan dua pendapat tersebut menunjukkan, menendang bola merupakan salah satu teknik dasar bermain sepakbola yang paling sering dilakukan dalam permainan sepakbola. Melalui tendangan yang cermat dan akurat, maka akan terjalin kerjasama yang kompak dalam satu tim. A. Sarumpaet dkk., (1992: 20) menyatakan tujuan menendang bola yaitu:
1) Untuk memberikan bola kepada teman atau mengoper bola.
2) Dalam usaha memasukkan bola ke gawang lawan.
3) Untuk menghidupkan bola kembali setelah terjadi suatu pelanggaran
seperti tendangan bebas, tendangan penjuru, tendangan hukuman, tendangan gawang dan sebagainya.
4) Usaha melakukan clearing atau pembersihan dengan jalan menyapu bola yang berbahaya di daerah sendiri atau dalam usaha membendung serangan lawan pada daerah pertahanan sendiri.
Menendang bola mempunyai peran penting dalam permainan sepakbola, baik sebagai umpan, mencetak gol ke gawang lawan, menghidupkan kembali
permainan dan untuk clearing atau menyapu bola dari daerah pertahanan. Untuk
mencapai kualitas tim yang baik, maka setiap pemain sepakbola harus menguasai teknik menendang bola yang baik dan benar.
b. Jenis-Jenis Tendangan dalam Permainan Sepakbola
Menendang bola merupakan ciri khas yang dominan dalam permainan sepakbola. Agar menjadi pemain sepakbola yang berkualitas, seorang pemain perlu mengembangkan kemahirannya dalam menendang bola. Menendang bola pada dasanya mempunyai tujuan yang berbeda-beda menurut situasi yang dihadapi dalam permainan. Menurut Agus Mukholid (2004: 24) tujuan menendang bola adalah, “Untuk mengumpan, menembak ke gawang agar terjadi
commit to user
gol, dan untuk menghalau atau menyapu dalam rangka menggagalkan serangan atau permainan lawan”.
Menendang bola dengan cermat dan akurat adalah salah satu sisi menarik dari permainan sepakbola. Melalui tendangan yang cermat dan akurat akan terjalin kerjasama yang baik, bahkan melalui tendangan dapat tercipta gol yang indah dan spetakuler. Tendangan dalam permainan sepakbola dapat bermacam-macam bentuknya. Adakalanya tendangan bola keras menyusur tanah, tendangan lurus (setengah melambung) dan keras, tendangan melambung tinggi dan melengkung. Soekatamsi (1988: 48-49) membedakan jenis tendangan sebagai berikut:
1) Berdasarkan atas tinggi rendahnya lambungan bola, tendangan dibedakan menjadi tiga yaitu:
(1) Tendangan bola rendah, bola menggulir datar di atas tanah sampai setinggi lutut.
(2) Tendangan bola melambung lurus atau melambung sedang, bola melambung paling rendah setinggi lutut dan paling tinggi setinggi kepala.
(3) Tendangan bola melambung tinggi, bola melambung paling rendah setinggi kepala.
2) Berdasarkan atas putaran dan jalannya bola yaitu:
(1) Tendangan lurus (langsung), bola setelah ditendang tidak berputar sehingga bola melambung lurus dan jalannya kencang. Tenaga tendangan melalui titik pusat bola.
(2) Tendangan melengkung, bola setelah ditendang berputar ke arah yang berlawanan dengan tendangan dan arah bola.
Pendapat tersebut menunjukkan bahwa, jenis tendangan dalam sepakbola dibedakan menjadi dua yaitu, berdasarkan tinggi rendahnya lambungan bola dan berdasarkan putaran jalannya bola. Kemampuan seorang pemain melakukan jenis-jenis tendangan tersebut didasarkan pada kebutuhan dalam permainan. Untuk menjadi pemain yang baik, maka jenis-jenis tendangan tersebut harus dikuasai melalu latihan yang sistematis dan kontinyu.
c. Bagian-Bagian Kaki untuk Menendang Bola
Menendang bola merupakan teknik sepakbola yang memiliki konstribusi
commit to user
menendang bola dengan baik dan benar. Untuk memperoleh kemampuan menendang bola yang baik, maka setiap pemain sepakbola harus mampu menggunakan bagian-bagian kaki untuk menendang bola dengan efektif. Menurut Remmy Muchtar (1992: 29-30) bagian kaki yang dapat digunakan untuk
menendang bola yaitu “(1) Kaki bagian dalam (inside-foot), (2) Punggung kaki
(instep-foot), (3) Punggung kaki bagian dalam (inside-instep), (4) Punggung kaki bagian luar (Outside-instep)”. Menurut hasil penelitian Wahjoedi (1999: 120) bahwa, “Menendang bola pada prinsipnya dapat dilakukan dengan menggunakan kaki kanan maupun kaki kiri, pada (1) bagian dalam kaki, (2) bagian punggung kaki, (3) bagian luar kaki”. Menurut Bisanz (1982) yang dikutip A. Sarumpaet dkk., (1992: 20) menggambarkan skematis cara menendang bola sebagai berikut:
Gambar 1. Skematis Bagian-Bagian kaki untuk Menendang Bola (A. Sarumpaet dkk., 1992: 20)
Menendang bola pada dasarnya dapat dilakukan dengan empat bagian kaki
yaitu kaki bagian dalam (inside-foot), punggung kaki (instep-foot), punggung kaki
bagian dalam (inside-instep) dan punggung kaki bagian luar (outside-instep). Bagian-bagian kaki yang dapat digunakan untuk menendang bola harus mampu dimanfaatkan secara optimal menurut kebutuhannya. Hal ini karena, setiap bagian kaki memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda-beda dalam melakukan tendangan sepakbola. Oleh karena itu, dalam melakukan tendangan harus diperhitungkan
Dengan kaki bagian dalam
Kura-kura kaki bagian dalam
Kura-kura kaki bagian luar
Kura-kura kaki bagian atas Dengan kepala Memberikan bola Menendang bola Membuang bola Tendangan salto Tendangan berputar Dropkick Tendangan efek
commit to user
dengan cermat bagian kaki mana yang harus digunakan untuk menendang bola agar menghasilkan tendangan yang benar dan tepat pada sasaran yang diinginkan. Berikut ini disajikan ilustrasi gambar bagian-bagian kaki yang dapat digunakan untuk menendang bola sebagai berikut:
Gambar 2. Bagian-Bagian Kaki untuk Menendang Bola (Soekatamsi, 1988:47)
d. Tendangan Melambung dalam Permainan Sepakbola
Tendangan melambung pada prinsipnya bertujuan untuk mengoperkan bola kepada teman seregunya. Tendangan melambung ini sebagai operan, karena jarak penendang dan penerima cukup jauh. Melalui tendangan melambung tinggi akan lebih efektif sebagai operan, sehingga akan lebih cepat menghubungkan pemain satu dengan lainnya. Selain itu, tendangan melambung tinggi akan sulit digagalkan lawan. Sebagai contoh bila seorang pemain akan memberikan umpan kepada teman seregunya dan di depannya banyak lawan, maka alternatif untuk memberikan umpan yaitu, dengan umpan melambung tinggi. Seperti dikemukakan Joseph A. Luxbacher (1997: 21) bahwa, “Walaupun dalam hampir semua situasi permainan, anda harus mengoperkan bola di atas permukaan lapangan, terkadang ada saatnya tertentu dimana operan tinggi menjadi pilihan terbaik”.
Pendapat tersebut menunjukkan, tendangan melambung tinggi merupakan alternatif pilihan yang tepat untuk memberi umpan kepada teman seregunya, jika
commit to user
di depannya banyak pemain lawan. Ditinjau fungsi dan manfaatnya, tendangan melambung tinggi mempunyai konstribusi besar mendukung serangan untuk mencetak gol ke gawang lawan melalui umpan-umpan bola crossing. Tidak menutup kemungkinan gol tercipta melalui tendangan penjuru yang melambung tinggi yang diarahkan pada daerah gawang lawan sebagai umpan untuk diselesaikan teman seregunya agar tercipta gol ke gawang lawan. Richard Widdows & Paul Buckle (1981: 30) menyatakan bahwa, “Dalam pertandingan masa-masa ini, tendangan-tedangan silang yang mengasilkan hampir separoh dari
gol yang dicetak diperoleh dari pemain-pemain tengah (midfiled players),
back-back yang maju dan para penyerang yang lari melebar yang semuanya memberi
dukungan”. Sedangkan Beltasar Tarigan (2001: 116) menyatakan, “Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam tendangan penjuru, usahakan agar bola yang diumpan ke tengah lapangan masuk daerah bahaya”.
Salah satu upaya untuk membantu penyerangan dapat dilakukan dengan umpan-umpan bola melambung tinggi yang dilakukan pemain-pemain tengah atau
pemain belakang (back) yang berusaha mendukung penyerangan melalui
tendangan melambung tinggi. Hal terpenting dan harus diperhatikan dalam melakukan tendangan melambung adalah ketepatan tendangan, sehingga mudah diselesaikan oleh pemain penyerang untuk menciptakan gol ke gawan lawan. Selain itu, tidak menutup kemungkinkan tendangan bola melambung tinggi dapat mengelabuhi penjaga gawang dan sulit untuk ditangkap kiper. Seperti dikemukakan Richard Widdows & Paul Buckle (1981: 33) bahwa, “Tendangan tinggi itu cara efektif untuk menendang bola melewati kiper yang maju mendekat”. Sedangkan Soedjono (1985: 64) menyatakan, “Tembakan yang diarahkan jauh dari jangkauan penjaga gawang, misalnya tembakan ke arah tiang jauh, biasanya lebih sulit untuk diselamatkan daripada tembakan yang diarahkan ke tiang dekat”.
Tendangan melambung tinggi mempunyai peran penting dalam permainan sepakbola. Tendangan melambung tinggi dapat dijadikan sebagai umpan atau mencetak gol ke gawang lawan. Hal ini sering dijumpai dalam permainan, sering kali tendangan bola-bola mati dekat dengan daerah gawang dilakukan melambung
commit to user
tinggi untuk melewati tembok pagar hidup agar masuk ke dalam gawang. Beltasar Tarigan (2001: 123) berpendapat, “Tembakan langsung ke gawang seyogyanya tinggi agar dapat melewati tembok yang kokoh dari pihak pemain bertahan, arah bola cukup rendah untuk menerobos daerah di bawah mistar gawang, dan penjaga gawang”.
Sangat besar peranan tendangan melambung dalam permainan sepakbola. Sebaik apapun pertahanan suatu tim seringkali masih bisa diciptakan gol melalui tendangan melambung dari jarak jauh. Seperti dikemukakan Eric C. Batty (2003: 1) bahwa, “Pertahanan yang bagaimanapun ketatnya masih bisa ditembus oleh tendangan-tendangan dari luar daerah pinalti…”. Upaya meningkatkan ketepatan tendangan jarak jauh seorang pemain sepakbola harus dilakukan latihan secara sistematis dan kontinyu.
e. Teknik Tendangan Melambung
Menendang bola dengan baik dan tepat pada sasaran adalah bagian penting dalam permainan sepakbola. Agar seorang pemain sepakbola mampu melakukan tendangan dengan baik dan tepat pada sasaran yang diinginkan harus menguasai teknik menendang bola. Untuk mendapatkan ketepatan tendangan yang baik, maka harus mampu memanfaatkan bagian-bagian kaki yang dapat digunakan untuk menendang bola. Namun pada dasarnya semua bagian kaki dapat digunakan untuk menendang bola. Menurut Remmy Muchtar (1992: 29-30) bagian kaki yang
dapat digunakan untuk menendang bola yaitu: “(1) Kaki bagian dalam (
inside-foot), (2) Punggung kaki (instep-foot), (3) Punggung kaki bagian dalam (
inside-instep), (4) Punggung kaki bagian luar (Outside-instep)”. Menurut hasil penelitian Wahjoedi (1999: 120) bahwa, “Menendang bola pada prinsipnya dapat dilakukan dengan menggunakan kaki kanan maupun kaki kiri, pada (1) bagian dalam kaki, (2) bagian punggung kaki, (3) bagian luar kaki”.
Berdasarkan dua pendapat tersebut menunjukkan, menendang bola pada dasarnya dapat dilakukan dengan empat bagian kaki. Tetapi untuk tendangan jarak jauh atau tendangan melambung tinggi biasanya menggunakan kura-kura kaki bagian dalam. Menurut Soekatamsi (1988: 123-124) tendangan dengan
kura-commit to user
kura kaki bagian dalam memiliki fungsi antara lain: “(1) untuk operan jarak jauh, (2) untuk operan melambung ke atas, (3) memasukkan bola tepat ke mulut gawang, (4) tendangan bola melengkung”. Beltasar Tarigan (2001: 50) bahwa, “Umpan jauh atau panjang menggunakan sisi atas kaki bagian dalam”. Sedangkan Clive Gifford (2007: 16) menyatakan, “Mengumpan dengan kura-kura kaki adalah umpan paling umum untuk menendang bola pada jarak yang lebih jauh”.
Teknik pelaksanaan menendang bola dengan kura-kura kaki bagian dalam menurut Soekatamsi (1988: 117-119) sebagai berikut:
1) Letak kaki tumpu:
a) Kaki tumpu diletakkan di belakang samping bola, ± 25 - 30 cm.
b) Arah kaki tumpu membuat sudut ± 400 dengan garis lurus arah bola
(garis di belakang bola). 2) Kaki yang menendang:
a) Kaki yang menendang bola diangkat ke belakang, kemudian diayunkan ke depan ke arah sasaran.
b) Hingga kura-kura kaki bagian dalam tepat mengenai tengah-tengah di bawah bola.
c) Gerakan kaki yang menendang dilanjutkan ke depan (gerak lanjut ke depan).
3) Sikap badan
a) Pada waktu kaki menendang bola diayunkan ke belakang, badan condong ke depan.
b) Pada waktu menendang bola karena posisi kaki tumpu berada di samping belakang bola, sikap badan condong ke belakang.
c) Kedua lengan terbuka ke samping badan untuk menjaga keseimbangan.
4) Pandangan mata
Pada waktu menendang bola, mata melihat pada bola dan ke arah sasaran.
5) Bagian bola yang ditendang
a) Bola ditendang tepat ditengah-tengah bawah bola, akan melambung tinggi.
b) Dilakukan dengan ancang-ancang, bola dalam keadaan berhenti, pemain berdiri 3 - 5 langkah di belakang samping bola, sehingga
letak pemain membuat sudut kurang lebih 400 dengan garis lurus
commit to user
Berikut ini disajikan ilustrasi teknik pelaksanaan menendang bola dengan kura-kura kaki bagian dalam sebagai berikut:
Gambar 3. Teknik Menendang Bola dengan Kura-Kura Kaki Bagian Dalam (Soeketamsi, 1988: 117)