• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik (Engineering)

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 37-41)

BAB 3 TINJAUAN KHUSUS PT. BINTANG TOEDJOE

3.6 Manufacturing

3.6.1 Divisi Plant

3.6.1.2 Teknik (Engineering)

Departemen teknik PT Bintang Toedjoe memiliki tanggung jawab dalam memberikan bantuan teknik kepada semua departemen yang membutuhkan bantuan terkait alat, mesin, sistem penunjang dan lain-lain. Departemen ini langsung di bawahi oleh Manajer Teknik. Sesuai dengan fungsinya departemen teknik dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu maintenance, utility, sparepart, workshop, building management dan environment (IPAL).

a. Maintenance

Bagian maintenance memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memastikan penanganan, perawatan dan perbaikan mesin-mesin yang digunakan pada proses produksi (mesing compounding, mesin filling dan mesin kemas), dll. b. Utility

Bagian Utility memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memastikan penanganan, perawatan dan perbaikan sistem penunjang produksi berjalan

secara lancar dan efektif. Sistem penunjang produksi yang menjadi bagian dari tanggung jawab utility adalah:

 Genset/PLN  Boiler  Compressor  Chiller  Dehumidifiers

 HVAC (Heating Ventilating and Air Conditioner)

Proses HVAC di PT. Bintang Toedjoe Pulomas mengalami beberapa proses, yaitu:

Gambar 3.1. Alur Aliran Udara untuk Sistem HVAC

Fresh Air

Udara buangan Air Volume Damper

3 tahap filtrasi (pre, medium, high)

Dipanaskan dengan Boiler untuk menurunkan RH

udara didinginkan dengan Chiller agar

sesuai dengan suhu ruang.

Udara di blow dengan Fan blower

masuk ke ruang produksi (atur suhu, %RH dan tekanan udara) dan ruangan

lain melalui supply air diffuser

Udara keluar melalui return air grill

 Pengolahan air / Purifikasi

PT Bintang Toedjoe mempunyai sistem pnegolahan air dengan sistem pengolahan sendiri. Sumber air yang digunakan berasal dari PAM, air dari PAM diolah menjadi Aqua Demineralisasi dengan menggunakan sand filter, karbon filter, penukar kation, penukar anion dan mixed bed filter adapun pengolahan airnya sebagai berikut:

o Air dari tangki akan dilewatkan kedalam sand filter (multi sorb) atau penyaring yang berisi pasir silika, batu koral dan ijok. o Air yang keluar dari multi sorb ini dialirkan ke karbon filter

yang berfungsi mengikat bau, warna dan racun yang terdapat dalam air sehingga dihasilkan air bersih yang dapat digunakan sehari-hari dengan pH mendekati netral (pH 6-9).

o Kemudian air dialirkan ke kation filter dengan media cation exchange resin sampai pH air berada pada range 2-3.

o Setelah memenuhi syarat range air dialirkan ke anion filter dengan media anion exchange sampai pH air berada pada range 10-11.

o Kemudian air di alirkan ke mixbed filter dengan media anion & cation exchange resin, sehingga semua kandungan ion yang terlarut dalam air akan ditukar oleh resin yang ada dalam anion & cation exchange sampai nilai pH didapat 5-7 dan nilai konduktivitas ≤ 1,3 µS/cm.

o Apabila kolom penukar kation-anion sudah jenuh maka salurannya dibersihkan atau diregenerasi terlebih dahulu menggunakan larutan asam (HCl) untuk kolom penukar kation dan larutan basa (NaOH) untuk kolom penukar anion.

Apabila kondisi tersebut belum tercapai, maka air yang dihasilkan harus dibuang. Setelah air memenuhi persyaratan tersebut, air ditampung. Aqua demineralisasi yang terbentuk akan dialirkan ke line produksi effervescent.

c. Sparepart

Tugas dan tanggung jawab sparepart, yaitu menjamin ketersediaan sparepart ke bagian maintenance, utility, workshop dan produksi pada saat yang dibutuhkan. d. Workshop

Tugas dan tanggung jawab workshop, yaitu membuat dan mendesain part mesin sehingga umur pakai menjadi optimal dan membantu dalam memperbaiki semua alat-alat yang rusak.

e. Building maintenance

Bagian building memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan bangunan baik manufacturing maupun office sehingga tetap dalam kondisi yang optimal sesuai dengan standar manajemen mutu yang telah ditetapkan.

f. Environment / Instalasi Pengolahan Air limbah (IPAL)

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) memiliki tanggung jawab dalam menangani limbah yang dihasilkan oleh pabrik. Limbah yang dihasilkan terdiri dari limbah padat dan limbah cair. Limbah padat non B3 yang masih memiliki nilai ekonomis akan dijual contohnya sampah kardus, yang tidak memiliki nilai ekonomis misalnya guguran daun akan diolah menjadi kompos dan sisa pengolahan limbah non B3 yang lain akan dibuang ke pembuangan sampah. Sedangkan limbah padat B3 seperti produk yang direject karena expired date atau reject produk akan dimusnahkan dengan adanya pihak ketiga.

Limbah cair yang dihasilkan oleh pabrik ada dua, yaitu limbah produksi dan limbah domestik. Limbah produksi berasal dari cucian mesin dan sisa produksi, sedangkan limbah domestik berasal dari toilet, kantin, laundry dan musholla. Proses pengolahan air limbah adalah:

1. Limbah ditampung di dalam penampung.

2. Inlet, dimana limbah disaring menggunakan saringan kasar untuk memisahkan kerikil atau sachet yang tertinggal pada limbah. Pada proses ini air limbah di-adjust pH hingga mencapai standar 6.5-8.5 dengan menggunakan asam sulfat/NaOH. Alat yang digunakan adalah dosing pump dimana ketika air limbah

telah mencapai pH yang sesuai, secara otomatis pompa akan jalan untuk mentransfer air limbah ke proses selanjutnya.

3. Limbah dialirkan untuk proses anaerob (proses biologi dengan bakteri anaerob). 4. Aerasi, yaitu merupakan proses injeksi oksigen kedalam air limbah untuk

mereduksi nilai COD dan BOD dengan meningkatkan nilai oksigen terlarutnya. 5. Trickling filter, yaitu proses filtrasi air limbah dengan melewatkan air melalui

biomedia yang diselimuti oleh biofilm.

6. Koagulasi-flokulasi, yaitu proses pengikatan koloid dengan bahan kimia/koagulan dengan proses pengadukan cepat-lambat. Koagulan yang digunakan adalah PAC, dimana PAC akan mengikat koloid membentuk mikroflok lalu menjadi makroflok, yang selanjutnya akan turun ke dasar bak akibat adanya perbedaan berat.

7. Sedimentasi, yaitu proses pengendapan flok secara gravitasi ke dasar bak sedimen dan membentuk slurry (lumpur).

8. Filtrasi, merupakan proses lanjutan dari sedimentasi. Air dialirkan melewati media filtrasi (karbon aktif dan batuan zeolit) untuk menyerap pengotor terlarut yang tersisa dari proses sedimentasi serta untuk menghilangkan warna dan bau dari air.

9. Hasil dari proses ini ditampung di outlet kemudian dialirkan ke kolam bioindikator yang menggunakan ikan mas sebagai indikator dimana ikan mas ini sensitif terhadap cemaran air, apabila tidak ada ikan yang mati maka air limbah yang telah diolah tersebut dapat di buang.

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 37-41)

Dokumen terkait