STUDI EKSISTING DAN PUSTAKA 2.1.Landasan Teori
2.1.7. Teknik Pembuatan Komik a.Desain Karakter a.Desain Karakter
Menurut Hikmat Darmawan dalam buku berjudul How to Make Comic (2012: 112), desain karakter dalam komik selalu mengandung rancangan visualisasinya. Sederhananya adalah rancangan bentuk fisik dan kostum tokoh dalam komik yang akan di rancang. Premis cerita dan desain karakter juga bisa mempengaruhi pilihan gaya gambar yang dianggap paling cocok untuk komik. Beberapa gaya utama yang dijelaskan oleh Hikmat Darmawan dalam buku How to Make Comic, diantaranya :
• Gaya Kartun
Keunggulan dari gaya gambar ini adalah penyederhanaan obyek tanpa arti dari obyek tersebut. Gaya kartun sangat cocok untuk cerita yang tidak terlalu panjang dan sederhana, gaya gambar ini biasanya digunakan pada komik humor, cerita petualangan dan fantasi.
Gambar 2.11 komik gaya kartun Sumber: http://keannidji.blogspot.com, 6-3-2013 • Gaya Realis
Gaya realis adalah sebuah gaya gambar dalam komik dibuat mirip atau cenderung mendekati obyek nyata berdasarkan realita. Gaya gambar ini cenderung mengikuti pada realita cerita itu terjadi, seperti cerita peperangan Yunani. Gambar yang dibuat sesuai dengan obyek pada zaman itu, mulai dari postur tubuh, pakaian yang dipakai, sampai pada bangunannya.
17 Gambar 2.12 komik gaya realis
Sumber: http://etechplace.org/clough/?p=238, 6-3-2013
• Gaya Ekspresif
Gaya gambar ini pada umumnya dipakai dalam komik aksi, petualangan berseri, cerita pertempuran. Dengan gambar yang luwes dalam penyampaian sebuah detail gerakan dan perlengkapan yang ada dalam cerita.
Gambar 2.13 komik gaya ekpresif Sumber: http://komikfox.blogspot.com, 6-3-2013 • Gaya Surealistik
Gaya gambar yang sering dipakai dalam menggambarkan keadaan atau kejadian-kejadian yang dekat dengan alam bawah sadar. Gaya gambar ini lebih lebih berdasarkan dari imajinasi pengarang.
Gambar 2.14 komik gaya surealistik Sumber: http://komiktime.blogspot.com, 6-3-2013 b. Ekspresi Wajah
Ekspresi adalah bentuk dari sebuah komunikasi rupa yang selalu digunakan dalam bentuk kompulsif. Tidak ada cara lain untuk menyentuh emosi dari pembaca yang lebih kuat, selain melalui emosi karakter yang diciptakan.
Gambar 2.15 Berbagai ekspresi wajah
Sumber: Membuat Komik, Scott McCloud, 2006: 83, 6-3-2013
Tanda dan simbol ekspresi adalah semacam bahasa, tanda dan simbol yang selalu berubah yang dipahami oleh pengirim dan penerima. Perlu diperhatikan bagaimana ekspresi tersebut akan dibaca dalam konteksnya, terutama dikombinasi dengan sebuah kata-kata ketika menciptakan eksresi wajah dalam sekuen komik (Scott McCloud, 2006: 80).
19 c. Bahasa Tubuh
Tidak hanya wajah yang memiliki ekspresi, melain kan bahasa tubuh juga. Hampir seluruh organ tubuh memiliki ekspresi, seperti gerakan tangan dapat merefleksikan ekspresi dari karakter (Toni Masdiono, 1998: 21).
d. Membangun Dunia dalam Komik a. Kesan Sebuah Tempat
Menciptakan kesan tempat menggunakan establishing shot bertujuan untuk menceritakan lokasi kejadian dalam komik. Beberapa teknik tambahan dapat digunakan jika ingin mendapatkan lebih dari kejelasan dan efisiensi. Menurut Scott McCloud (2006:160), berikut adalah bebrapa variasi ringan dari establishing shot:
• Teknik Bleed
Teknik Bleed (melimpah) merupakan perluasan panel hinga ke tepi halaman dan menjelaskan lokasi kepada pembaca tidak terbatasi dengan panel atau merasakan panel seperti jendela.
• Rincian Realistis
Rincian dan tekstur realistis akan mengingatkan kepada pembaca, tidak hanya penampilan subyek, rasa, bau, dan memperkuat pengalaman indera pembaca
• Kebisuan
Tidak adanya balon kata dalam panel, menghilangkan rentang waktu dalam panel. Member kesempatan pada pembaca untuk keluar dari dialog, agar menikmati dunia dalam komik.
• Pilihan Bingkai Off-Center
Komposisi ini menciptakan kesan memasuki lokasi atau tempat karakter berada. Mengajak pembaca seakan-akan pembaca mengikuti tokoh atau karakter kedalam sebuah adegan.
• Kesan Kedalaman
Peningkatan kesan kedalaman bisa meningkatkan pembaca bisa paham tentang luas setting atau lokasi tidak hanya terbatas pada
ukuran halaman komik dan pembaca akan merasa di dalam dunia komik tersebut.
e. Perspektif
Perspektif adalah usaha untuk menampilkan dunia tiga dimensi di permukaan dua dimensi. Sebuah obyek dapat menimpa obyek yang lebih jauh, tampak lebih besar, memiliki outline yang lebih tebal, atau peletakan yang lebih rendah dari obyek lain berbagai macam perspektif yang digunakan seperti satu titik hilang, dua titik hilang, dan tiga titik hilang.
f. Referensi dan Penelitian
Sebuah referensi dan penelitian akan membantu untuk menangkap intisari lokasi. Jika ingin menggambar latar belakang memerlukan riset dengan cara datang ke lokasi dan mengambil gambar lokasi dengan difoto ataupun digambar. Pemahaman lingkungan yang digambar akan sangat berpengaruh pada pembaca, pembaca akan merasakan juga lingkungan yang digambarkan. 2.1.8. Bagian Pengerjaan dari Komik
Menurut Aaron Albert di situs comicbook.about.com, dalam membuat buku komik memerlukan proses yang cukup kompleks. Proses komik dapat dilakukan dengan langkah-langkah yang jelas, juga melibatkan orang dengan masing-masing bagian yang sudah ditentukan. Berikut adalah proses membuat komik :
• Ide/ Konsep
Menentukan ide atau konsep merukanan proses awal membuat komik. Ide bisa didapatkan menggunakan metode “What if”, metode ini sangat efektif untuk menghasilkan idea tau konsep. Apapun yang terjadi dalam cerita komik merupakan wewenang dari pencipta komik itu sendiri, ide juga bisa didapatkan berdasarkan keadaan sehari-hari atau yang sedang terjadi. • Penulis/ Cerita
Orang yang mengerjakan sebagai penulis ini memberikan dasar struktur, irama sebuah cerita, latar, karakter, dan alur cerita dalam buku komik. Alur dasar cerita biasanya diberikan penulis dengan disusul oleh dialog setelahnya.
21 • Penciller
Cerita akan digambarkan dengan menggunakan pensil, sebagai antisipasi jika ada kesalahan atau perubahan. Penciller yang bertanggung jawab dalam semua tampilan komik, dan penciller adalah bagian terpenting dalam pembuatan komik.
• Inker
Proses selanjutnya setelah semua pekerjaan dari penciller selesai, inker akan menerima gambar dari penciller yang kemudian gambar tersebut diberi tinta hitam agar gambar tersebut tampak lebih rapi. Proses ini adalah bagian terpenting dari proses finishing komik dan memberikan kesempurnaan dan keindahan gambar komik.
• Colorist
Colorist bertugas memberi warna, pencahayaan, bayangan dalam gambar komik yang bisa juga merupakan tugas dari inker. Pemberian warna yang tidak tepat akan menyebabkan pembaca sulit untuk mengetahuinya. Dalam tiap komik memiliki konsep sendiri dalam pewarnaan, ada komik yang punya konsep hitam putih dan ada yang berwarna. Bertujuan untuk memberikan kesan tersendiri dalam sebuah komik dan merupakan konsep awal dari komik.
• Letterer
Leterer bertugas untuk memberikan kata-kata, efek suara, judul, kata-kata didalam balon kata, tulisan yang berada dibawah gambar. Tugas ini dapat dilakukan dengan cara manual maupun digital, tergantung dari konsep awal. Sudah menjadi tanggung jawab tugas leterer untuk meperdalam cerita agar lebih mendramatisasi, jika didalam sebuah komik tidak ada kata-kata atau efek suara untuk meperdalam sebuah cerita maka pembaca akan merasa bosan dan bingung sehingga pembaca tidak berminat untuk melanjutkan membaca komik.
• Editor
Proses selanjutnya adalah editor. Editor yang bertanggung jawab jika terdapat kesalahan dalam proses sebelumnya dan meyakinkan agar kualitas komik ini menjadi lebih bagus.
• Produksi/ Penerbitan
Ketika semua proses sudah dilakukan, komik siap dicetak. Komik dicetak dengan menggunakan mesin cetak offset, karena mesin ini mampu mencetak secara masal dengan jumlah yang banyak. Ada pula komik yang diproduksi dengan format digital.
• Pemasaran
Komik yang sudah dicetak merupakan komik yang sudah siap dijual. Pemasaran komik bisa dilakukan di media elektronik dan media cetak, seperti situs-situs internet, televisi, media masa, banner, dan lain sebagainya. Bisa juga melalui event-event yang ada, atau mengadakan sebuah event bertemakan komik sebagai media promosi.
• Pendistribusian
Setelah semuanya selesai, selanjutnya adalah pendistribusian komik yang akan dijual, bertujuan untuk membantu penjulan komik supaya banyak orang yang mengetahui dan mengenal komik tersebut. Proses ini bisa dilakukan melalui agen-agen, toko buku, situs internet, dan juga event. 2.1.9. Tinjauan tentang Gaya Besar Komik
Berikut tinjauan tentang gaya besar komik menurut Agung Setyo Margono dalam situs dekogaki.com:
a. Komik Gaya Eropa
Komik Eropa mempunyai ciri khas gambar yang ringkas, karakter kartun cenderung tidak realis, beberapa contohnya: Asterix, smurf, gaston lagaffe dan tintin.
23 Gambar 2.16 Komik Gaya Eropa
Sumber: www.dekogaki.com, 6-3-2013 b. Komik Gaya Amerika
Komik Amerika mempunyai ciri khas kompleksitas yang tinggi dimulai dari karakter komik yang realis, kartun serta pewarnaan yang cukup rumit. Beberapa contohnya: Superman, Batman, looney tunes (kartun), X men.
Gambar 2.17 Komik Gaya Amerika Sumber: www.dekogaki.com, 6-3-2013 c. Komik Gaya Asia
Menurut Scott McCloud dalam buku Membuat Komik (2006; 216), manga adalah bahasa Jepang dari komik. Manga banyak sekali menggunakan teknik bercerita secara visual, yang tidak pernah ditemukan di komik Amerika. Ada delapan teknik bercerita dalam manga, diantaranya adalah :
• Wajah dan figur, rancangan yang sederhana, emotif yang memancing identifikasi pembaca.
• Kesan tempat yang kuat, rincian latar belakang yang dipicu dengan indera pengingat, dan ketika dipertemukan dengan karekter iconik memancing efek masking.
• Seringnya menggunakan panel yang bisu, dipadukan dengan transisi aspek-ke aspek sehinga pembaca terdorong untuk menyusun kepingan informasi gambar dari setiap adegan.
• Gerak subyek yang menggunakan latar tidak jelas sehingga membuat pembaca ikut bergerak bersama karakter dalam komik.
• Kematangan genre, pemahaman dalam bercerita sangat unik dan mendorong terciptanya ratusan genre seperti olahraga, roman, fiksi ilmiah, fantasi, dan horror
• Rancangan karakter yang beragam, menampilkan wajah dan tubuh yang berbeda, dan sering menggunakan arketip yang kita kenal.
• Rincian dalam dunia nyata, hal sekecil apapun sebuah apresiasi untuk keindahan hal yang remeh dan kaitan terhadap nilai pengalaman sehari-hari kepada pembacanya, bahkan dalam cerita fantasi atau fiksi • Efek ekspresif emosional yang beragam, semua menyediakan jendela
bagi pembaca untuk melihat yang dirasakan oleh karakter.
Semua teknik tersebut membuat pembaca jadi terpancing untuk berpartisipasi, sebuah rasa menjadi bagian dalam cerita. Ciri – ciri itu yang mendorong keberhasilan komik Jepang baik di negaranya sendiri maupun di Amerika Utara.
Shonen adalah manga yang ditujukan untuk pembaca laki – laki. Dalam shonen sangat terasa emosi yang memuncak dari karakter protagonist, sehingga pembaca selalu mengingatnya. Partisipasi pembaca dalam manga ini lebih dalam aksi yang disebabkan subyek dan pembingkaian sudut pandang yang membingungkan. Komposisi halaman dan bahasa tubuh tidak jauh beda dengan genre aksi komik Amerika, memiliki tujuan yang sama yaitu menciptakan sebuah ketegangan.
Berkat teknik partisipasi tersebut, pembaca manga menemukan ketegangan yang tidak ditemukan komik Amerika. Meletakkan pembaca dalam cerita merupakan efek utama dam teknik manga, dan memahami efek adalah langkah pertama untuk mendapatkan kekuatan manga.