BAB II TINJ AUAN PUSTAK A
2.1 Penelitian Terdahul
3.2.3 Teknik Penarikan Sampel
Berdasarkan populasi dan sampel tersebut di atas teknik penarikan sampel yang digunakan adalah Teknik Non Probability Sampling artinya setiap anggota populasi tidak memiliki kesempatan atau peluang yang sama sebagai sampel, dengan metode purposive sampling yang teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (umumnya disesuaikan dengan tujuan dan masalah penelitian). Elemen populasi yang dipilih sebagai sampel dibatasi pada elemen-elemen yang dapat memberikan informasi berdasarkan pertimbangan tersebut Sugiyono (2007:61).
Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sample
Purposive Sampling dengan pertimbangan sebagai berikut:
a. Wajib Pajak Badan yang aktif dalam melaporkan penyampaian e-SPT masa PPN.
b. Wajib Pajak Badan yang aktif dalam menyampaikan e-SPT masa PPN dalam tiap bulan selama satu tahun di KPP Pratama Surabaya Rungkut.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Dalam pengmpulan data, daftar pertanyaan disusun secara ringkas dan mudah dipahami berdasarkan indikator yang sudah ditentukan, sehingga responden mudah menjawab daftar pertanyaan yang ada dalam kuesioner. 3.3 J enis Data dan Pengumpulan Data
3.3.1J enis data
Dalam penilitian ini data yang digunakan adalah data primer, data primer yaitudata yang diperoleh secara langsung dariobyek penelitian dengan menyebarkan kuesioner (daftar pertanyaan) untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan sebagai penunjang keberhasilan dari suatu penelitian.
3.3.2Sumber Data
Semua data penelitian ini diperoleh dari Wajib Pajak Badan masa PPN Pengguna e-SPT di Wilayah KPP Pratama Surabaya Rungkut, yang mengisi/menjawab kuesioner (daftar pertanyaan) yang telah disediakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2012.
3.3.3Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada kepada Wajib Pajak Badan masa PPN Pengguna e-SPT di Wilayah KPP Pratama Surabaya Rungkut untuk dijawab dan pengembalian kuesioner diberikan langusung kepada peneliti.
3.4 Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis 3.4.1 Tekinik Analisis
3.4.1.1Uji Validitas
Yang dimaksud dengan validitas adalah suatu derajat ketepatan alat ukur penelitian tentang isi sebenarnya yang diukur. Analisis validitas bertujuan untuk menguji apakah tiap butir pertanyaan benar-benar sahih, analisis ini dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor total item. Dalam hal ini koefisien korelasi yang nilai signifikansinya lebih kecil dari 5% (level of significance) menunjukkan bahwa item-item tersebut sudah sebagai pembentuk indikator. Adapun persamaan rumus yang digunakan adalah : n∑ XY – (∑ X)(∑ Y)
√
{n∑ X2-(∑ X)2}{n∑ Y2-(∑ Y)2} (Singarimbun 2006:137) Keterangan : rxy = Koefisien korelasiX = Tanggapan responden setiap pertanyaan Y = Total tanggapan responden
n = Jumlah responden rxy =
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Pengujian validitas dalam penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan program SPSS Vers 16 dengan menggunakan Construct
validity.
Syarat-syarat uji validitas yaitu :
a.Nilai koofesien korelasi yang nilai signifikasinya lebih kecil dari 5% (Level of Signivicance) menunjukkan bahwa item-item tersebut sudah valid sebagai pembentuk indikator.
b.Nilai r hitung (untuk r tiap butir dapat dilihat dari kolom Corected Item - Total Correlation) lebih besar dari r table dan nilai r positif, maka butir atau pernyataan tersebut dikatakan valid.
3.4.1.2Uji Reliabilitas
Reabilitas adalah suatu uji yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukuran dapat dipercaya atau dapat di andalkan.Suatu pengukuran adalah reliabel (andal) sepanjang pengukuran tersebut menghasilkan hasil- hasil yang konsisten. Apabila suatu alat ukur kuesioner dipakai untuk mengukur gejala yang sama dan hasil yang diperoleh relative konsisten, maka alat pengukur tersebut reliabel. Dengan kata lain, reliabilitas menunjukkan konsisten suatu alat pengukur di dalam mengukur gejala- gejala yang sama.
Untuk menguji reliabelitas suatu instrumen dapat digunakan alpha
alpha croanbach-nya. Suatu konstruk atau variabel dapat dikatakan reliabel
jika nilai alpha croanbach lebih besar dari 0,6 (Nunally yang dikutip oleh Imam Ghozali 2001 : 133). Adapun rumus yang digunakan untuk mengetahui uji reliabilitas adalah sebagai berikut :
= 1− ∑ (Riduwan, 2007 : 115)
Keterangan :
= Nilai reliabilitas
∑si = Jumlah varians skor tiap-tiap item pertanyaan = Varians total
k = Jumlah item pertanyaan
Menurut Riduwan (2007 : 118), penguji reabilitas akan memenuhi syarat jika:
1. Jika positif, serta > r tabel, maka pernyataan tersebut reliabel. 2. Jika negatif, serta ≤ r tabel, maka pernyataan tersebut tidak
reliabel.
3.4.1.3Teknik Analisis Regresi Linier Berganda
Sesuai dengan tujuan penelitian, maka metode analisis data dan uji statistika yang digunakan adalah regresi linier berganda, yaitu untuk menganalisis Variabel-variabel yang Mempengaruhi Perilaku Pengguna
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
dalam Penggunaan e-SPT Masa PPN.Variabel-variabel yang dimaksud dalam penelitian ini adalah Tingkat Kemudahan, Kecepatan dan Keamanan. Bentuk persamaannya adalah sebagai berikut :
Y = b0 + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e (Sudjana, 2002:69) Keterangan : Y = Prilaku Pengguna X1 = Tingkat Kemudahan X2 = Kecepatan X3 = Keamanan b0 = Konstanta
b1b2b3 = Koefisien regresi untuk variabel X1, X2, X3 e =Faktor pengganggu atau standar error 3.4.1.4Analisis Pengujian Asumsi Klasik
Menurut Sulaiman (2004 : 87) pengujian ini dimaksudkan untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas, heteroskedastisitas, autokorelasi, linearitas dan normalitas dalam hasil estimasi, karena apabila terjadi penyimpangan terhadap asumsi klasik tersebut uji F dan uji t yang dilakukan selanjutnya tidak valid dan secara statistik dapat mengancaukan kesimpulan
yang diperoleh untuk itu dilakukan uji asumsinya. Tujuan utama pengguna uji asumsi klasik adalah untuk mendapatkan koefisien regresi yang terbaik linier dan tidak bias (BLUE :Best Linier Unbiased Estimator).
1. Multikolinearitas.
Multikolinearitas berarti ada hubungan yang pasti diantara beberapa atau semua variabel independen dari model regresi. Adapun cara pendekatanya adalah jika multikolinearitas tinggi, seseorang mungkin memperoleh R² yang tinggi tetapi tidak satupun atau sangat sedikit koefisien yang ditaksir yang signifikan atau penting secara statistik.
Untuk mengetahui tidak ada gejala multikolinearitas dapat dilihat dari nilai VIF (Varians Inflation Factor) <10.
2. Heteroskedastisitas.
Maksud dari penyimpangan heteroskedastisitas adalah variabel independent adalah tidak konstan (berbeda) untuk setiap nilai tertentu variabel independen.Pada regresi linear berganda, nilai residual tidak boleh ada hubungan dengan variabel independen.
Uji heteroskedastitas dengan menggunakan uji rank Spearman, yaitu meregresikan antara nilai kuadrat residual dengan nilai seluruh variabel bebas yang ada. Jika hasil regresi menunjukan nilai signifikan t ≥ nilai , maka linear tidak terdapat heteroskedastisitas. Nilia residual kauadrat kuadart adalah (Y observasi – Y prediksi)
Selain itu pada Scartterplot akan dihasilkan gambar yang memancarkan atau menyebarkan dan tidak mengumpul pada satu titik
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
ataupun membentuk suatu pola tertentu apabila pada persamaan regresi tidak terjadi heteroskedastisitas.
3. Autokorelasi.
Terdapat korelasi di antara sesama data pengamatan dimana adanya suatu data dipengaruhi oleh data sebelumnya (data time series yang saling berhubungan), sehingga koefisien korelasi yang didapat menjadi kurang akurat. Mengukur autokorelasi dilihat dari nilai Durbin Waston Test (DW).
Menurut Yarnest (2003 : 73), deteksi adanya autokorelasi adalah sebagai berikut :
a. Jika nilai DW terletak antara du dan (4 - du) atau du ≤ DW ≤ (4 – d u), berarti bebas dari autokorelasi.
b. Jika nilai DW < dL atau DW > (4 – dL) berarti terdapat autokorelasi.
4. Nor malitas.
Salah satu mengecek normalitas adalah plot probabilitas normal. Melalui plot ini, masing-masing nilai pengamatan dipasangkan dengan nilai harapan dari distribusi normal dan apabila titik-titik (data) terkumpul disekitar garis lurus.
Selain plot normal ada satu lagi untuk menguji normalitas yaitu dengan
Detrend Normal Plot. Jika sampel berasal dari polulasi normal, maka titik-
3.4.2 Pengujian Hipotesis
3.4.2.1Pengujian Secara Simultan (Uji F)
Uji F dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat secara simultan, dengan rumus sebagai berikut: a. Uji Fhitung Fhitung = R2/ (k-1) (1-R1) / n – k (Sudjana, 2002:382) Keterangan : R2= Koefisien determinasi k = Banyaknya variabel n = Banyaknya pengamatan
Untuk menghitung g R2 digunakan rumus :
Jk Regresi Jk total (Sudjana, 2002:383) Keterangan : R2 = Koefisien determinasi R2 =
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Jk = Jumlah kuadrat b. Merumuskan Hipotesis
H0 : b1 = b2 = b3 = 0, artinya tidak ada pengaruh secara simultan antara X1, X2, X3 terhadap Y.
H1 : b1 ≠ b 2 ≠ b 3 ≠ 0, artinya ada pengaruh secara simultan antara X 1, X2, X3, terhadap Y.
c. Tingkat signifikan yang digunakan adalah 0,05 dengan : Derajat bebas (df) = n – k -1
Keterangan :
n = jumlah pengamatan (jumlah sampel) k = jumlah parameter regresi (jumlah variabel) d. Kriteria pengujian
1. Jika Fhitung ≤ F tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak, yang berarti secara simultan Tingkat Kemudahan, Kecepatan dan Keamanan tidak berpengaruh signifikan terhadap Prilaku Pengguna.
2. Jika Fhitung> Ftabel , maka H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti secara simultan Tingkat Kemudahan, Kecepatan dan Keamanan berpengaruh signifikan terhadap Prilaku Pengguna.
3.4.2.2Pengujian Secara Parsial (Uji t)
Untuk menguji pengaruh antara variabel bebas (X), secara parsial terhadap variabel terikat (Y), digunakan Uji t, dengan prosedur pengujian sebagai berikut :
a. Uji thitung
Pengujian terhadap koefisien regresi secara parsial menggunakan Uji t adalah untuk mengetahui pengaruh Tingkat Kemudahan (X1), Kecepatan (X2), dan Keamana (X3), terhadap Prilaku Pengguna (Y)
bi Se(bi)
(Sudjana, 2002:111) Keterangan :
thitung = t Hasil perhitungan bi = Koefisien regresi
Se(bi) = Koefisien regresi standar error b. Merumuskan hipotesis
H0 : b1, b2, b3 = 0, artinya tidak ada pengaruh secara parsial antara X1, X2, X3, terhadap Y.
H1 : b1, b2, b3 ≠ 0, artinya ada pengaruh secara parsial antara X 1, X2, X3, terhadap Y.
c. Tingkat signifikan yang digunakan adalah 0,05 dengan : thitung =
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Derajat bebas (df) = n – k – l Keterangan :
n = Jumlah pengamatan (jumlah sampel) k = Jumlah parameter regresi (jumlah variabel) d. Kriteria pengujian
1. Jika – ttabel ≤ t hitung ≤ t tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak, yang berarti secara parsial Tingkat Kemudahan, Kecepatan dan Keamanan tidak berpengaruh signifikan terhadap Prilaku Pengguna.
2.
Jika thitung <–ttabel atau thitung > ttabel , maka H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti secara parsial Tingkat Kemudahan, Kecepatan dan Keamanan berpengaruh signifikan terhadap Prilaku Pengguna.BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum dan Penyajian Data 4.1.1 Gambaran Umum Obyek Peneitian
Kantor Pelayanan Pajak Surabaya Rungkut dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Mentri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 443/KK.01/2001 tanggal 23 juli, tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak, Kantor Pelayanan Pajak, Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan, Kantor Pemeriksa dan Penyidikan Pajak dan Kantor Penyuluhan dan Pengamatan Potensi Pajak.
Kantor Pelayanan Pajak Surabaya Rungkut merupakan pecahan dari Kantor Pelayanan Pajak Surabaya Wonocolo, sehingga wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak Surabaya Rungkut sebelumnya merupakan wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak Surabaya Wonocolo.
Berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jendral Pajak Nomer: Kep. 158/PJ/2007 tanggal 05 Nopember 2007 tentang Penrtapan Organisasi Tata Kerja dan Saat Mulai Beroprasinya Kantor Pelayanan Pajak Pratama dan Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Jawa Timur I, Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Jawa Timur II, Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Jawa Timur III dan Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Bali, telah dibentuk Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surabaya Rungkut pada tanggal 13 Nopember 2008.
62
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Sehubungan dengan peningkatan kualitas pelayanan pada tahun 2005, Direktorat Jendral Pajak (DJP) melakukan perubahan pelayanan yang lebih baik. Sejalan dengan keputusan yang dilakukan oleh DJP dalam bentuk peningkatan kualitas pelayanan perpajakan terhadap Wajib Pajak salah satunya dikembangkannya pelaporan pajak terutang dengan menggunakan elektronik SPT (e-SPT). Modernisasi administrasi Sistem Mulai beroperasi dan launchingnya SPT menjadi e-SPT telah dilaksanakan tahun 2007 dengan menggunakan aplikasi e-SPT Masa PPN 1107 untuk suatu Masa Pajak.
Kemampuan DJP untuk beradaptasi terhadap perubahan dan kemajuan lingkungan, sosial - budaya serta teknologi dicerminkan melalui penyempurnaan pelayanan terhadap Wajib Pajak yang berkelanjutan dari masa ke masa dan dilakukannya perbaikan peningkatan pelayanan secara terus - menerus.
Pada tahun 2011, DJP memperbaruhi peningkatan pelayanan modernisasi administrasi sistem perpajakan untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik, salah satu kebijakan DJP dengan diterbitkannya Peraturan Direktur Jenderal Pajak e-SPT Masa PPN menggunakan aplikasi e-SPT Masa PPN 1111 mulai tahun 2011.
4.1.2 Wilayah Kerja KPP Pr atama Surabaya Rungkut
Wilayah kerja KPP Pratama Surabaya Rungkut terdiri dari 3 (tiga) kecamatan dan 15 (lima belas) kelurahan dengan rincian sebagai berikut :
1. Kecamatan Rungkut
Terdiri dari 6 (enam) kelurahan, yaitu : a. Kelurahan Medokan Ayu b. Kelurahan Wonorejo c. Kelurahan Penjaringan Sari d. Kelurahan Kedung Baruk e. Kelurahan Kali Rungkut f. Kelurahan Rungkut Kidul 2. Kecamatan Tenggilis Mejoyo
Terdiri dari 5 (lima) kelurahan, yaitu : a. Kelurahan Panjang Jiwo b. Kelurahan Prapen
c. Kelurahan Tenggilis Mejoyo d. Kelurahan Kendangsari e. Kelurahan Kutisari 3. Kecamatan Gunung Anyar
Terdiri dari 4 (empat) kelurahan, yaitu : a. Kelurahan Rungkut Menanggal b. Kelurahan Rungkut Tengah c. Kelurahan Gunung Anyar
d. Kelurahan Gunung Anyar Tambak
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
4.1.3 Lokasi Penelitian
Untuk lokasi penelitian adalah di KPP Pratama Surabaya Rungkut lantai 1 s.d. 3 dan merupakan bagian dari gedung kantor wilayah Jawa Timur 1 dengan alamat Jalan Jagir Wonokromo 104 Surabaya.
4.2 Deskr ipsi Hasil Penelitian
Analisis deskripsi bertujuan untuk menggambarkan karakteristik / identitas responden dan jawaban responden terhadap pertanyaan-pertanyaan dalam kuisioner untuk masing-masing variabel penelitian. Sesuai dengan penjelasan pada bab sebelumnya, diketahui bahwa variable bebas ( X ) yang digunakan adalah Tingkat Kemudahan (X1), Kecepatan (X2), dan Keamanan (X3). Sedangkan variable terikat (Y) yang digunakan adalah prilaku pengguna dalam penggunaan e-SPT masa PPN Surabaya Rungkut.
4.2.1 Deskr ipsi Karakteristik Responden J enis Usaha
Gambaran secara umum responden dalam penelitian ini adalah jenis usaha penggunaan e-SPT dapat dilihat pata Table 4.1:
Tabel 4.1
Deskr ipsi Karakteristik Responden J enis Usaha
J enis Usaha J umlah Responden Per sentase (% )
Industri 31 31
Dagang 22 22
Jasa 36 36
Lainnya 11 11
Berdasarkan Tabel 4.1 dapat diketahui bahwa responden penggunaan e-SPT masa PPN Surabaya Rungkut memiliki Jenis Usaha Industri sebanyak 31 responden atau 31 %, Dagang sebanyak 22 responden atau 22%, Jasa sebanyak 36 responden atau 36%, dan lainnya sebanyak 11 responden atau 11 %.
4.2.2 Penyajian Data Hasil Kuesioner
Variabel penelitian yang digunakan antara lain Tingkat Kemudahan (X1), Kecepatan (X2), Keamanan(X3), dan Perilaku Pengguna (Y) yang ditunjukkan sebagai berikut :
1. Deskr ipsi Variabel Tingkat Kemudahan (X1)
Variabel tingkat kemudahan (X1) merupakan salah satu variabel bebas, diukur melalui tiga indikator pertanyaan. Berikut ini distribusi frekuensi jawaban responden yang ditunjukkan pada Tabel 4.2 sebagai berikut :
Table 4.2
Hasil Tanggapan Responden Variabel Tingkat Kemudahan (X1)
No Indikator J awaban Responden Total 1 2 3 4 5 f % f % F % f % f % f % 1 Persepsi 0 0 0 0 10 10 64 64 26 26 100 100 2 Kerumitan 0 0 0 0 17 17 54 54 29 29 100 100 3 Kemudahan 0 0 0 0 3 3 79 79 18 18 100 100
Sumber : Lampiran 2, Data Diolah
Dari table 4.2 dijelaskan bahwa :
a. Tanggapan responden sebesar 64% setuju terhadap indikator Persepsi, dengan demikian responden setuju bahwa e-SPT memudahkan Wajib
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Pajak dalam mengorganisasikan data perpajakan perusahaan dengan baik dan sistematis.
b. Tanggapan responden sebesar 54% setuju terhadap indikator Kerumitan, dengan demikian responden setuju bahwa e-SPT memudahkan Wajib Pajak dalam melakukan pemenuhan kewajiban perpajakan dalam hal pelaporan SPT.
c. Tanggapan responden sebesar 79% setuju terhadap indikator Kemudahan, dengan demikian responden setuju bahwa e-SPT mudah untuk digunakan oleh Wajib Pajak.
2. Deskr ipsi Variabel Kecepatan (X2)
Variabel Kecepatan (X2) merupakan variabel bebas, diukur melalui tiga indikator pertanyaan. Berikut ini distribusi frekuensi jawaban responden yang ditunjukkan pada Tabel 4.3 sebagai berikut :
Table 4.3
Hasil Tanggapan Responden Terhadap Variabel Kecepatan (X2)
No Indikator J awaban Responden Total 1 2 3 4 5 f % f % f % f % f % f % 1 Waktu Pengisian 0 0 0 0 6 6 63 63 31 31 100 100 2 Waktu Pelaporan 0 0 0 0 17 17 75 75 8 8 100 100 3 Waktu Koreksi 0 0 0 0 5 5 81 81 14 14 100 100
Sumber : Lampiran 2, Data Diolah
Dari tabel 4.3 dijelaskan bahwa :
a. Tanggapan responden sebesar 63% setuju terhadap indikator Waktu Pengisian, dengan demikian responden setuju bahwa pengisian menggunakan e-SPT menjadi lebih cepat jika dibandingkan dengan pengisian SPT secara manual.
b. Tanggapan responden sebesar 75% setuju terhadap indikator Waktu Pelaporan, dengan demikian responden setuju bahwa waktu yang digunakan dalam pelaporan e-SPT lebih cepat jika dibandingkan dengan pelaporan SPT secara manual.
c. Tanggapan responden sebesar 81% setuju terhadap indikator Waktu Koreksi, dengan demikian responden setuju bahwa kesalahan dalam penghitungan dapat dengan cepat diketahui.
3. Deskr ipsi Variabel Keamanan (X3)
Variabel Keamanan (X3) yang merupakan variabel bebas, diukur melalui tiga indikator pertanyaan. Berikut ini distribusi frekuensi jawaban responden yang ditunjukkan pada Tabel 4.4 sebagai berikut :
Tabel 4.4
Hasil Tanggapan Responden Terhadap Variabel Keamanan (X3)
No Indikator J awaban Responden Total 1 2 3 4 5 f % f % f % f % f % f % 1 Keamanan Data 0 0 0 0 17 17 55 55 28 28 100 100 2 Keamanan Dokumen 0 0 0 0 36 36 62 62 2 2 100 100 3 Kerahasiaan Data 0 0 0 0 18 18 73 73 9 9 100 100
Sumber : Lampiran 2, Data Diolah
Dari tabel 4.4 dijelaskan bahwa :
a. tanggapan responden sebesar 55% setuju terhadap indikator Keamanan Data, dengan demikian responden setuju bahwa keamanan data isian dalam SPT lebih terjamin.
b. Tanggapan responden sebesar 62% setuju terhadap indikator Keamanan Dokumen, dengan demikian responden setuju bahwa dokumen - dokumen perpajakan lebih terjamin keamanannya.
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
c. Tanggapan responden sebesar 73% setuju terhadap indikator Keamanan Data, dengan demikian responden setuju bahwa kerahasiaan laporan keuangan perusahaan lebih terjamin.
4. Deskr ipsi Perilaku Pengguna (Y)
Perilaku Pengguna (Y) merupakan salah satu variablel terikat, berikut ini distribusi frekuensi jawaban responden dari indikator variabel Perilaku Pengguna yang ditunjukkan pada tabel 4.5:
Tabel 4.5
Hasil Tanggapan Responden Terhadap Perilaku Pengguna (Y)
No Indikator J awaban Responden Total 1 2 3 4 5 f % f % f % f % f % f % 1 Frekuensi 0 0 0 0 0 0 10 10 90 90 100 100
Sumber : Lampiran 2, Data Diolah
Dari tabel 4.5 dijelaskan bahwa sebagian besar responden yang menggunakan e-SPT dalam 1 tahun adalah 12 X diketahui bahwa tanggapan responden sebesar 90% selalu menggunakan e-SPT dalam pelaporan SPT masa PPN.
4.3 Analisis dan Uji Hipotesis 4.3.1. Uji Validitas
Uji validitas dilakukan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuisioner. Berikut hasil pengujian validitas dengan perhitungan koefisien korelasi Product Moment:
Tabel 4.6 Hasil Uji Validitas
Variabel Pertanyaan Koefisien Korelasi Sig rtabel Kesimpulan
Tingkat Kemudahan (X1) X1.1 0.775 0.000 0.195 Valid X1.2 0.360 0.000 0.195 Valid X1.3 0.821 0.000 0.195 Valid Kemudahan (X2) X2.1 0.731 0.000 0.195 Valid X2.2 0.522 0.000 0.195 Valid X2.3 0.796 0.000 0.195 Valid Kecepatan (X3) X3.1 0.503 0.000 0.195 Valid X3.2 0.760 0.000 0.195 Valid X3.3 0.546 0.000 0.195 Valid
Prilaku Pengguna (Y) Y.1 1 0.000 0.195 Valid
Sumber : Lampiran 3, Data Diolah
Pengujian menggunakan uji dua sisi dengan taraf signifikansi 0,05. Kriteria pengujian adalah sebagai berikut:
a. Jika rhitung ≥ r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05) maka instrumen atau item- item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan valid).
b. Jika rhitung < rtabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05) maka instrumen atau item- item pertanyaan tidak berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan tidak valid).
Dari hasil analisis didapat nilai korelasi antara skor item dengan skor total. Nilai ini kemudian kita bandingkan dengan nilai rtabel, rtabel dicari pada signifikansi 0,05 dengan uji 2 sisi dan jumlah data (n) = 100, maka didapat rtabel sebesar 0,195 (lihat pada lampiran tabel r).
Berdasarkan hasil analisis di dapat nilai korelasi untuk item 1 sampai dengan 9 nilainya lebih besar dari 0,195, sehingga dapat disimpulkan bahwa
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
butir instrumen atau item-item pertanyaan dari indikator tiap-tiap Variabel Tingkat Kemudahan (X1), Kecepatan (X2), Keamanan (X3), berkorelasi signifikan terhadap skor total dinyatakan valid.
4.3.2 Uji Realibilitas
Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorng terhadap pertanyaan konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Formula yang digunakan untuk menguji realibilitas istrument dalam penelitian ini adalah koefisien Alpha Cronbach, dan kriteria pengujian sebagai berikut :
a. Jika nilai alpha > 0,60 berarti pernyataan reliabel. b. Jika nilai alpha ≤ 0,60 berarti pernyataan tidak reliabel. Adapun uji realibilitas yang dihasilkan dapat dilihat pada tabel 4.7:
Tabel 4.7 Hasil Uji Realibilitas
Var iabel Per tanyaan Cronbach Alpha Keter angan
Tingkat Kemudahan (X1) X1.1 0.751 Reliabel X1.2 0.835 Reliabel X1.3 0.750 Reliabel Kemudahan (X2) X2.1 0.759 Reliabel X2.2 0.792 Reliabel X2.3 0.757 Reliabel Kecepatan (X3) X3.1 0.806 Reliabel X3.2 0.754 Reliabel X3.3 0.789 Reliabel
Prilaku Pengguna (Y) Y.1 1 Reliabel
Dari hasil analisis tabel 4.7 dapat disimpulkan bahwa variabel Tingkat Kemudahan (X1), Kecepatan (X2), Kamanan (X3) dan Perilaku Pengguna (Y) adalah reliabel karena hasil dari nilai Cronbach Alpha > 0,60 berarti pernyataan reliabel.
4.3.3 Analisis Data
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Regresi Linear Berganda yang digunakan untuk mengetahui ada tidak pengaruh prilaku pengguna dalam penggunaan e-SPT masa PPN yang terdiri dari variabel Tingkat Kemudahan (X1), Kecepatan (X2), dan Keamanan(X3) pada KPP Surabaya Rungkut. Berdasarkan dari hasil perhitungan diperoleh persamaan regresi linier berganda pada tabel 4.8:
Tabel 4.8
Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Model Unstandardized Coefficients t Sig.
B Std. Error (Constant) 3.1 0. 294 10.561 0.000 Tingkat Kemudahan (X1) 0. 242 0.048 3. 311 0.023 Kecepatan (X2) 0. 215 0.052 2. 016 0.995 Keamanan (X3) 0.075 0.022 1.998 0.113 R = 0.789 R Square = 0.623 F Hitung = 13. 806 Sig. = 0.000
Sumber : Lampiran 5, Data Diolah
Berdasarkan tabel di atas diperoleh angka R sebesar 0.789. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang kuat antara Kemudahan, Kecepatan dan Kemanan terhadap Perilaku Pengguna. Sedangkan angka R2 (R Square) sebesar 0.623 atau (62.3%). Hal ini menunjukkan bahwa prosentase sumbangan pengaruh variabel independen (Tingkat Kemudahan,
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Kecepatan dan Kemanan) terhadap variabel dependen (Perilaku Pengguna) sebesar 62.3%. Atau variasi variabel independen yang digunakan dalam model (Tingkat Kemudahan, Kecepatan dan Kemanan) mampu menjelaskan sebesar 62.3% variasi variabel dependen (Perilaku Pengguna). Sedangkan sisanya sebesar 37.7% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.
Model yang dibentuk berdasarkan hasil analisis adalah : Y = 3.1 + 0.242 X1 + 0.215 X2 + 0.075 X3+ e
Persamaan regresi di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Konstanta sebesar 3, 1; artinya jika Kemudahan (X1), Kecepatan (X2) dan Keamanan (X3) nilainya adalah 0, maka Perilaku Pengguna (Y) nilainya adalah 3,1.
b. Koefisien regresi variabel Kemudahan (X1) sebesar 0.242; artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan Kemudahan mengalami kenaikan 1 satuan, maka Perilaku Pengguna (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0.242. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara Kemudahan dengan Perilaku Pengguna, semakin naik Kemudahan maka semakin naik Perilaku Pengguna. c. Koefisien regresi variabel Kecepatan (X2) sebesar 0.215; artinya jika
variabel independen lain nilainya tetap dan Kecepatan mengalami kenaikan 1 satuan, maka Perilaku Pengguna (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0.215. Koefisien bernilai positif artinya terjadi