METODOLOGI PENELITIAN
B. Teknik Penentuan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya menurut Sugiyono (2010:115). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dimana perusahaan tersebut, mengalami underpricing pada saat penawaran saham perdananya (IPO) periode 2010-2014 .
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut menurut Sugiyono (2010:116). Penentuan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling. Menurut Sugiyono (2010:122) purposivesampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.
Beberapa kriteria yang ditentukan dalam penentuan sampel penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Perusahaan go public yang melakukan Initial Public Offering (IPO) selama periode 2010-2014, serta mempublikasikan laporan keuangan tahunan yang tercantum dalam Indonesian Capital Market Directory (ICMD) secara rutin dalam mata uang Negara Indonesia (rupiah) selama lima tahun sesuai dengan periode penelitian.
b. Perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang memiliki tanggal listing , harga penawaran perdana (offer price), dan juga memiliki data harga pembukuan serta penutupan (closing price) periode 2010-2014. c. Perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang
mempublikasikan datanya secara lengkap, sehingga sesuai dengan informasi yang dibutuhkan untuk menetukan Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Return on Equity (ROE), dan Earning per Share (EPS).
d. Perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengalami underpricing pada saat melakukan penawaran perdana atau Initial Public Offering (IPO) periode 2010-2014.
Berdasarkan kriteria penentuan sampel di atas, maka didapatkan hasil berikut:
Tabel 3.1
Metode Pengambilan Sampel
No Keterangan Jumlah
1. Perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melakukan IPO pada periode 2010-2014.
124
2. Perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melakukan IPO pada periode 2010-2014 yang mengalami Underpricing.
102
3. Perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melakukan IPO pada periode 2010-2014, dan memiliki laporan keuangan sesuai periode penelitian yaitu berturut-turut selama periode 2010-2014.
79
4. Perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melakukan IPO pada periode 2010-2014, yang berturut-turut mempublikasikan laporan keuangan selama periode 2010-2014 per 31 Desember secara lengkap, akan tetapi :
Mempublikasikan laporan keuangan tahunan dengan mata uang Negara Indonesia (Rupiah) Memiliki rasio data keuangan yang dibutuhkan
67 38
Total Sampel Akhir 38
Sumber Data Sekunder (data diolah)
Perusahaan yang melakukan IPO pada periode 2010-2014 berjumlah 124 Perusahaan, 22 perusahaan tidak mengalami underpricing (overpriced) sehingga jumlah sampel menjadi 102 perusahaan. Dari 102 perusahaan tersebut 23 perusahaan tidak memiliki laporan keuangan sesuai periode penelitian, sehingga jumlah sampel menjadi 79 perusahaan. Dari 79 perusahaan tersebut 12 perusahaan mempublikasikan laporan keuangannya dengan dollar, sehingga jumlah sampel menjadi 67 perusahaan. Dari 67 perusahaan terdapat 29 perusahaan tidak memiliki nilai rasio yang dibutuhkan dalam penelitian, sehingga sampel akhir yang didapat berjumlah 38.
Tabel 3.2 dibawah ini memberikan informasi tentang daftar perusahaan yang akan digunakan sebagai sampel penelitian. Perusahaan tersebut sudah mengalami tahap seleksi sehingga didapat 38 perusahaan yang terdaftar di BEI periode 2010-2014 sebagai berikut :
Tabel 3.2
Daftar Sampel Penelitian
No Kode Nama Perusahaan
1 ACST PT. Acset Indonusa Tbk. 2 ALTO PT. Alkindo Naratama Tbk. 3 APLN PT. Agung Podomoro Land Tbk. 4 ASSA PT. Adi Sarana Armada Tbk. 5 BAJA PT. Sarana Central Baja Tama Tbk. 6 BALI PT. Bali Towerindo Sentra Tbk. 7 BIRD PT. Blue Bird Tbk.
8 BORN PT. Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk. 9 BRMS PT. Bumi Resources Mineral Tbk.
10 CINT PT. Chitose Internasional Tbk. 11 DSNG PT. Darma Satya Nusantara Tbk. 12 EMTK PT. Elang Mahkota Teknologi Tbk. 13 GEMS PT. Golden Energy Mines Tbk. 14 GOLD PT. Golden Retailindo Tbk. 15 HDFA PT. HD Finance Tbk. 16 HRUM PT. Harum Energy Tbk. 17 IBST PT. Inti Bangun Sejahtera Tbk.
18 ICBP PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. 19 KRAH PT. Grand Kartech Tbk.
20 MIDI PT. Midi Utama Indonesia Tbk. 21 MLPT PT. Multipolar Technology Tbk. 22 MSKY PT. MNC Sky Vision Tbk.
23 NELY PT. Nelly Dwi Putri Chemical Tbk. 24 PADI PT. Minna Padi Investama Tbk. 25 PTPP PT. PP (Persero) Tbk.
26 RANC PT. Supra Boga Lestari Tbk. 27 ROTI PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk. 28 SDMU PT. Sidomulyo Selaras Tbk.
29 SILO PT. Siloam International Hospital Tbk. 30 SRIL PT. Sri Rejeki Isman Tbk.
31 SSMS PT. Sawit Sumbermas Sarana Tbk 32 STAR PT. Star Petrcohem Tbk.
33 SUPR PT. Solusi Tunas Pratama Tbk. 34 TAXI PT. Express Transindo Utama Tbk.
No Kode Nama Perusahaan 35 TBIG PT. Tower Bersama Infrastructure Tbk. 36 TELE PT. Tiphone Mobile Indonesia Tbk. 37 TOWR PT. Sarana Menara Nusantara Tbk. 38 VIVA PT. Visi Media Asia Tbk.
Sumber : www.idx.co.id (data diolah)
C. Metode Pengumpulan Data
Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder mengacu pada informasi yang dikumpulkan oleh seseorang, dan bukan peneliti yang melakukan studi mutakhir. Data tersebut bisa merupakan internal atau eksternal organisasi dan diakses melalui internet, penelusuran dokumen, atau publikasi informasi menurut Sekaran (2006:65). Data perusahaan seperti umur perusahaan dan ukuran perusahan, serta rasio keuangan perusahaan yaitu CR, DER, ROE dan EPS dalam penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan perusahaan go public yang melakukan IPO dan tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2014 yang diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia (BEI) www.idx.co.id, dan website perusahaan-perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Sedangkan data mengenai underpricing diperoleh dengan mengolah data daftar harga saham perdana (Offer Price) dan harga saham penutupan (Closing Price) pada saat perusahaan melakukan IPO dari setiap perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode tahun 2010-2014 yang diperoleh www.idx.co.id. Kemudian data juga diperoleh melalui Indonesian Capital Market Directory (ICMD), IDX Fact Book, dan sumber kepustakaan dengan membaca dan mempelajari buku-buku, jurnal-jurnal ilmiah, skripsi, dan literatur-literatur yang erat hubungannya dengan penelitian ini.