METODE PENELITIAN
D. Teknik Pengambilan Sampel
n = 96,04
Pada penelitian ini jumlah sampel yang digunakan dibulatkan menjadi 100 orang sampel. (Spramono dan Haryanto, 2003).
D. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan teknik pengambilan sampel jenis non probability sampling adalah tehnik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang /kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.(Sugiyono, 2006). Artinya jika elemen populasinya ada 100 dan yang akan dijadikan sampel adalah 25, maka setiap elemen tersebut mempunyai kemungkinan untuk bisa dipilih menjadi sampel.
Pada penelitian ini elemen populasinya tidak diketahui/ tidak terhingga (~) dan yang akan dijadikan sampel adalah 100, maka setiap elemen tersebut mempunyai kemungkinan
~ untuk bisa dijadikan sampel. Menurut Sugiyono (2006)“Tehnik yang digunakan adalah Purposive sampling atau judgmental sampling yang merupakan “Penarikan sampel secara purposif merupakan cara penarikan sample yang dilakukan memiih subjek berdasarkan kriteria spesifik yang dietapkan peneliti dan Quota sampling (penarikan sample secara jatah) yang merupakan teknik sampling ini dilakukan dengan atas dasar jumlah atau jatah yang telah ditentukan. Biasanya yang dijadikan sample penelitian adalah subjek yang mudah ditemui sehingga memudahkan pula proses pengumpulan data”. (hlm. 60)
Sedangkan cara pengambilan data adalah dengan memberikan angket yang berupa kuesioner kepada responden yang pada saat dilaksanakan penelitian, berada pada lokasi penelitian pasien rawat jalan dan rawat inap, untuk pasien rawat inap dengan kriteria sebagai berikut:
1. Pasien yang dirawat lebih dari 1 x 24 jam, karena dianggap telah mengetahui situasi rumah sakit.
commit to user
2. Pasien dalam keadaan sadar dan mampu berwawancara/menjawab pertanyaan.
3. Pasien yang berusia 17 tahun ke atas karena sudah dianggap dewasa. (Ika Puspita, 2009) E. Pengumpulan Data
1. Jenis dan Sumber Data a. Jenis Data
Sebelum menginjak pada bagaimana peneliti memperoleh data-data yang dibutuhkan dalam penelitian, peneliti harus menentukan jenis data terlebih dahulu. Dalam setiap penelitian, jenis data yang dibutuhkan sangat tergantung pada tujuan penelitiannya.
Menurut Duwi Priyatno (2008) mengelompokkan jenis data menjadi dua, yang pertama adalah data kualitatif yaitu data yang dinyatakan dalam bentuk bukan angka, tetapi berbentuk kata, kalimat, gambar atau bagan. Data yang kedua adalah data kuantitatif yaitu data yang dinyatakan dalam bentuk angka. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis data kualitatif yang dikuantitatifkan.
b. Sumber Data
Menurut Suharsimi Arikunto (2002) mengatakan bahwa “sumber
data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Penelitian tidak mungkin diselenggarakan di sembarang tempat, melainkan di tempat yang sudah ditentukan”.
Menurut Sugiyono (2009) mengatakan bahwa “Data primer
adalah data yang langsung diberikan kepada pengumpul data, sedangkan data sekunder adalah data yang tidak langsung diberikan kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat
dokumentasi”(hlm.137). Data primer dalam penelitian ini diperoleh
langsung dari pasien selaku responden melalui daftar pertanyaan yang berupa angket. Data sekunder diperoleh dari pihak rumah sakit antara lain,
commit to user
data sejarah rumah sakit, visi dan misi rumah sakit, struktur organisasi rumah sakit , dan internet yang berkaitan dan mendukung.
2. Metode Pengumpulan Data
a. Pengertian Angket atau Kuesioner
Menurut Sugiyono (2005) mengatakan bahwa “Kuesioner
merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk
dijawabnya”(hlm.142). Sedangkan menurut Rosady Ruslan (2008) berpendapat bahwa “Kuesioner adalah teknik pengumpulan data dengan
metode survei yang menggunakan pertanyaan kepada subyek penelitian
secara tertulis”(hlm.23). Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kuesioner adalah daftar pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
b. Macam-macam Angket atau Kuesioner
Kuesioner atau angket dapat dibedakan atas jenis tergantung dari sudut pandangnya, menurut Suharsimi Arikunto (2006) angket dibedakan atas:
1) Dipandang dari cara menjawab
a) Kuesioner terbuka, yang memberi kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimat sendiri.
b) Kuesioner tertutup yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih.
2) Dipandang dari jawaban yang diberikan
a) Kuesioner langsung yaitu responden menjawab tentang dirinya. b) Kuesioner tidak langsung yaitu jika responden menjawab tentang
responden.
3) Dipandang dari bentuknya
a) Kuesioner pilihan ganda sama dengan kuesioner tertutup. b) Kuesioner lisan sama dengan kuesioner terbuka.
c) Check list () yaitu sebuah daftar dan responden tinggal
membutuhkan tanda check pada kolom yang sesuai.
d) Rating scale (skala bertingkat) yaitu sebuah pertanyaan yang
diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan-tingkatan, misalnya mulai dari sangat setuju sampai sangat tidak setuju.
commit to user
Dalam penelitian ini, kuesioner yang peneliti gunakan yaitu kuesioner bentuk langsung tertutup dengan modelrating scale. Sedangkan skala penilaian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Likert.
Menurut Sugiyono (2005: 92) mengatakan bahwa “Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok
tentang fenomena sosial”(hlm.92). Menurut Sugiyono (2005) jawaban setiap instrument yang menggunakan data likert mempunyai gradasi penilaian sebagai berikut:
1. Sangat setuju 2. Setuju 3. Ragu-ragu 4. Tidak setuju
5. Sangat tidak setuju (hlm.92)
Dalam penyusunan angket ini alternatif jawaban ragu-ragu dapat dihilangkan karena alternatif jawaban tersebut menpunyai arti ganda dan dapat menimbulkan kecenderungan responden untuk memilih alternatif jawaban tersebut. Hal ini sesuai pendapat Suharsimi Arikunto (2002) yang menyatakan bahwa:
Jika pembaca berpendapat bahwa ada kelemahan lima alternatif, karena responden cenderung memilih alternatif yang ada di tengah (karena dirasa paling aman dan paling gampang karena hampir tidak berpikir) dan alasan itu memang ada benarnya. Maka memang disarankan alternatif pilihannya hanya empat saja.
Alternatif “Sangat Setuju” dan “Setuju” ada di posisi kubu awal (atau akhir) sedang dua pilihan lain yaitu “Tidak Setuju” dan “Sangat Tidak Setuju” di sisi kubu akhir (atau awal). Dalam hal ini
dapat kita pahami karena “Sangat Setuju” dan “Setuju” sebetulnya berada pada sisi “Setuju”, tetapi dengan gradasi yang
menyangatkan. Demikian juga dengan pilihan “Sangat Tidak Setuju” yang pada dasarnya adalah “Tidak Setuju”(hlm.214).
Berdasarkan pendapat di atas maka setiap instrumen mempunyai empat alternatif jawaban. Pengukuran faktor-faktor kualitas kehidupan kerja dan produktivitas kerja digunakan model skala likert dengan operasional pengukurannya sebagai berikut:
commit to user
S : Setuju bobot 3.
TS :Tidak setuju bobot 2. STS : Sangat tidak setuju bobot 1.
3. Syarat-syarat Penulisan Kuesioner yang Baik
Menurut Yulius Slamet (2006) syarat-syarat penulisan kuesioner yang baik yaitu:
1) Beri judul penelitian pada sampul kuesioner. 2) Tunjukkan surat keterangan dan surat ijin.
3) Singkirkan pertanyaan yang peka yang tidak perlu.
4) Buatlah kesan bahwa responden itu adalah “orang penting”.
5) Peneliti bermaksud memperoleh kenyataan.
6) Jawaban yang diinginkan peneliti adalah apa yang dirasakan responden dan pendapat responden.
7) Berikan penjelasan dan contoh atau memperdalam maksud pertanyaan.